Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Awal yang baru


__ADS_3

Akh ...


Rasanya Lidya melayang ke angkasa dan menari-nari kegirangan di antara pelangi, ia pun memeluk dan menciumi secarik kertas surat tersebut.


Kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas kasurnya dan membayangkan segala kenangan indah tentang kota B, ia pun tersenyum tersipu malu sendiri sambil berguling-guling menguasai seluruh area tempat tidurnya tersebut.


Tak lama kemudian, ia teringat tentang Chika yang berusaha menjebak Nurul. Ia pun langsung duduk dan berpikir kritis, "Jika setelah lulus nanti Nurul harus melanjutkan sekolahnya di kota B, itu artinya ia akan bertemu lagi dengan Chika. Wah gawat nih!" gumamnya sambil memijit-mijit keningnya.


Sementara itu di sisi yang lainnya, Nurul sedang menggoreskan tinta hitamnya di atas sebuah kertas berwarna putih untuk merangkai kata-kata indah yang bertema cinta itu kadang tak harus memiliki.


Sesekali ia menyeka air mata kesedihannya yang membasahi wajahnya. Sungguh, merelakan orang yang cintai bersama dengan orang lain itu rasanya sangat tidak mudah. Bibir yang dengan mudahnya bisa mengatakan bahwa aku sudah ikhlas, tapi bukan berarti semudah itu juga hati langsung merelakan kepergian dari seseorang yang pernah singgah dengan berbagai kenangan singkat yang manis.


Lelah dan sakit yang teramat membuat hatinya susah untuk berhubungan lagi dengan sesuatu yang bernama cinta. Ia pun memutuskan untuk memilih fokus kepada cita-cita dan dunia pendidikannya, karena ia mendapatkan beasiswa di salah satu sekolah kejuruan yang berada di kota B.


Menutup album kenangan lama dan bersiap menggoreskan kenangan indah di album yang baru, itulah yang akan ia lakukan selama beberapa tahun ke depan.


Keesokan harinya, mereka menyambut pagi dengan harapan yang baru, tak ingin berlama-la di dalam keterpurukan perasaan yang takkan pernah berujung.

__ADS_1


Kini, 3 serangkai sudah lengkap dengan kehadiran Ani di antara keduanya, mereka pun berbagi cerita dan segala kenangan indah selama di kota B dan mengesampingkan pertemuan mereka dengan Ari dan Raka.


Bukan bermaksud ingin merahasiakannya, tetapi hal itu lebih baik agar tidak merusak suasana yang terasa hangat dengan berbagai celotehan dan rajukan Ani yang merasa iri dengan keberuntungan keduanya.


"Jadi Nurul akan melanjutkan sekolahnya di kota B?" tanya Ani ketika Lidya menyampaikan bahwa sahabatnya itu mendapat beasiswa di sebuah sekolah kejuruan yang berada di kota B.


"Tentu saja, tidak mungkin kesempatan yang bagus itu di sia-siakan. Benarkan Nurul?" jawab Lidya sambil menggenggam jari jemari Nurul. Ia tahu, saat itu Nurul teringat tentang seseorang yang mungkin harus dilupakan untuk sementara waktu.


"Ya ... pastinya," jawabnya dengan sedikit kikuk.


"Dan aku akan melanjutkan sekolah di kota yang sama," sambung Lidya.


Nurul pun mengambil lengan Ani dan mengatakan, "Kita bertiga lanjutin sekolah di tempat yang sama saja, seperti lebih asyik jika kita berada di kota yang sama dan tempat tinggal yang sama." ucapnya untuk menghibur Ani.


"Nggak bisa Nurul, karena nantinya kamu akan tinggal di asrama sekolah."


"Ekh, terus kalau kamu sekolah di sana, kamu akan tinggal di mana?"

__ADS_1


"Tenang saja, ayahku punya banyak kenalan di kota B."


"Hmmm, kalau di pikir-pikir lagi aku nggak berani kayak kalian meski aku pernah tinggal di daerah perkotaan, tapi aku lebih nyaman tinggal di desa. Dan aku memutuskan untuk tetap berada di desa yang indah ini."


"Lebay ... Bilang saja, kalau nggak mau jauh-jauh dari Rendi. Upps, salah maaf ... Maaf An." ucapnya sambil memukul pelan mulutnya sendiri.


"Nggak apa-apa Lid, sepertinya aku sudah bisa berdamai dengan perasaanku sendiri, semenjak terpisah dari kalian, aku berpikir bahwa suatu hari nanti kita akan benar-benar berpisah. Entah kapan, yang pasti suatu saat nanti semuanya akan terjadi. Dan masalah kak Rendi, sudah aku simpan dengan baik di kolong tempat tidur. He-he-he ..."


Keduanya pun gemes mencubit pipi Ani, mereka sangat senang dengan kedewasaan Ani yang tersembunyi di balik sifat manjanya.


"Nah berhubung kita akan terpisah dalam waktu yang cukup lama, aku ingin kita bertiga berlatih bela diri meski hanya dasar-dasarnya saja. Agar kita bisa berjaga-jaga jika akan ada seseorang yang berusaha menyakiti kita suatu hari nanti saat kita terpisah oleh jarak." Itulah ide yang Lidya dapatkan semalam.


Selama beberapa bulan ke depan, mereka mengisi keseharian mereka dengan berlatih di rumah Lidya di samping menyiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir sekolah.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2