
.
.
.
Bersama Jibril Beliau naik lagi hingga menghadap Allah yang Maha Perkasa yang tetap berada di tempat-Nya. (Begitulah yang disebutkan dalam riwayat Al-Bukhari dalam beberapa jalan).
Jumlah shalat pun dikurangi sepuluh. Kemudian beliau turun dan bertemu Nabi Musa kemudian menyampaikan kabar kepadanya.
"Kembalilah lagi menemui Rabb-mu dan mintalah keringanan kepada-Nya." ucap Nabi Musa.
Begitulah Beliau mondar mandir menemui Nabi Musa dan Allah Subhanuhu Wataala, hingga shalat itu di tetapkan lima kali.
Sebenarnya Nabi Musa menyuruh Beliau kembali lagi menemui Allah dan meminta keringanan. Namun Beliau bersabda, "Aku sudah malu kepada Rabb-ku. Aku sudah ridha dan bisa menerimanya."
Setelah beberapa saat, ada seruan yang terdengar, "Kewajiban dari-Ku telah Kutetapkan dan telah Kuringankan bagi hamba-Ku."
Ibnul Qayyim berkata, "Esok harinya tatkala Rasulullah berada di tengah kaumnya, Beliau mengabarkan apa yang di perlihatkan Allah, berupa tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung. Mereka pun semakin menjadi-jadi dalam mendustakan dan mengejek Beliau.
Hanya Abu bakarlah yang membenarkan kejadian ini, selagi semua orang mendustakannya. Sehingga Abu bakar dijuluki "Ash-Shiddiq."
Perjalanan Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang dilanjutkan sampai ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha adalah mukjizat hissiyyah atau material (fisikal) yang dapat diterima oleh akal.Mengimani peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan bagian integral akidah Islam yang harus diperkuat.
Peristiwa Isra Miraj adalah anugerah Allah Swt. untuk Nabi Muhammad SAW. Perjalanan Isra Miraj menunjukkan pemuliaan dan pengagungan Nabi Muhammad Saw., para nabi dan rasul, serta umat Islam yang menerima risalah shalat lima waktu.Perjalanan Isra ke Masjid Al-Aqsha memberi pesan kepada Bani Israil, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang juga memimpin mereka.
Perjalanan Mi’raj ke langit juga menegaskan kedudukan beliau sebagai pembawa risalah terakhir yang akan meninggikan agama Allah dan memuliakannya.Sebelum mikraj ke langit, Rasulullah SAW mengimami shalat semua nabi dan rasul.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka hanya akan mengikuti dan mematuhi risalah Nabi Saw.Peristiwa Isra dan Miraj menegaskan tentang keagungan shalat wajib lima waktu yang merupakan rukun Islam peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW, sebuah momentum amat bersejarah dalam perjuangan dakwah Islam di Makkah.
Isra Miraj merupakan tonggak sejarah Islam paling monumental—di samping peristiwa Hijrah Nabi ke Madinah—yang menunjukkan keagungan Nabi Muhammad SAW kemuliaan para nabi dan rasul yang menyerukan risalah Ilahiah, serta keutamaan umat Islam di antara umat lainnya.
Dalam rangka meraih kemenangan dakwah Islam, Allah Swt. memerintahkan umat Islam untuk menegakkan shalat 5 waktu sehari semalam. Karena itu, shalat adalah ibadah yang paling utama dalam Islam, rukun Islam kedua, kunci kesuksesan hidup dunia dan akhirat, serta penerang jiwa dan penyejuk hati hamba beriman.
Di dalam Al-Quran peristiwa Isra Miraj dikisahkan dalam dua surah yakni Al-Isra dan An-Najm. Berikut bacaan ayat, terjemahan, hingga tafsirnya.
Ayat Isra Miraj Surah Al-Isra Ayat 1
Bacaan dan Terjemahan
Berikut bunyi surah Al-Isra ayat 1:
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
__ADS_1
Bacaan latin: Sub-hānallażī asrā bi'abdihī lailam minal-masjidil-harāmi ilal-masjidil-aqshalladzī bāraknā haulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī'ul-bashīr
Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Tafsir Surah Al-Isra Ayat 1
Mengutip Tafsir Ibnu Katsir pada pembukaan ayat ini, Allah SWT memuji diri-Nya sendiri, mengagungkan kedudukan-Nya karena kekuasaan-Nya atas apa yang tidak dikuasai siapapun selain Dia. Dengan demikian tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) selain Dia dan tidak pula ada tuhan selain Dia.
"Yang telah memperjalankan hamba-Nya" yaitu Muhammad SAW. "Pada suatu malam" yakni pada sebagian malam. "Dari Masjidil Haram" ia adalah masjid di Mekkah. "Menuju Masjidil Aqsha"yaitu Baitul Maqdis yang terletak di Iliya yang merupakan pusat para nabi dari sejak Nabi Ibrahim. Oleh karena itu mereka berkumpul di sana untuknya. Adapun Nabi Muhammad SAW menjadi imam mereka di tempat dan rumah mereka semua.
Dengan demikian, ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang imam besar dan pemimpin terdepan.
Lalu firman Allah "yang telah Kami berkahi sekelilingnya" yakni berupa berbagai tanaman dan buah-buahan. "Agar Kami perlihatkan kepadanya" yakni Nabi Muhammad. "Sebagian dari tanda-tanda Kami" yakni kebesaran Kami.
"Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" maksudnya adalah Maha Mendengar perkataan hamba-hamba-Nya, baik yang beriman maupun kafir, perkataan yang membenarkan maupun mendustakannya. Dan Maha Melihat, sehingga Dia memberikan kepada masing-masing mereka segala yang menjadi haknya di dunia dan di akhirat.
Ayat Isra Miraj Surat An-Najm Ayat 12-18
Bacaan dan Terjemahan Surat An-Najm Ayat 12-18
Bacaan latin: afa tumārụnahụ 'alā mā yarā
Artinya: "Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?"
(13) وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ
Bacaan latin: wa laqad ra`āhu nazlatan ukhrā
Artinya: "Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,"
(14) عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ
Bacaan latin: 'inda sidratil-muntahā
Artinya: "(yaitu) di Sidratul Muntaha,"
(15) عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ
Bacaan latin: 'indahā jannatul-ma`wā
__ADS_1
Artinya: "Di dekatnya ada surga tempat tinggal,"
(16) اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ
Bacaan latin: idz yagsyas-sidrata mā yagsyā
Artinya: "(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,"
(17) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى
Bacaan latin: mā zāgal-baṣaru wa mā thagā
Artinya: "penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya."
(18) لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى
Bacaan latin: laqad ra`ā min āyāti rabbihil-kubrā
Artinya: "Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar."
Tafsir Surah An-Najm Ayat 12-18
Dalam ayat ke 12 Allah berfirman "Maka, apa yang kamu (kaum musyrikin Makkah) hendak membatahnya tentang apa yang telah dilihatnya?". Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas: "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain". Dia mengatakan: "Beliau melihatnya dengan mata hatinya dua kali".
Kemudian firman Allah dalam ayat 13,14 dan 15, "Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal". Ayat ini menjelaskan saat itu kali yang kedua dimana Rasulullah SAW melihat Jibril dalam bentuk yang asli seperti yang diciptakan Allah, dan itu terjadi pada malam Isra.
Firman Allah "(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya". Dijelaskan bahwa telah diuraikan dalam sejumlah hadits tentang Isra bahwa Sidratul Muntaha itu diliputi oleh para malaikat seperti burung-burung gagak, dan diliputi pula oleh cahaya Rabb.
Kemudian ayat-Nya "penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya", Ibnu Abbas berkata: "Pandangan beliau tidak ke kanan dan tidak pula ke kiri". Adapun tidak melampaui artinya Nabi Muhammad tidak melampaui batas yang diperintahkan kepadanya.
Firman Allah SWT "Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar" yakni tanda-tanda yang menunjukkan pada kekuasaan dan keagungan Kami.
.
.
.
Jika di gambarkan secara keseluruhan, bisa jadi peristiwa ini akan menjadi sekitar 5 sampai 10 bab.
Author hanya mengambil intihnya saja ya...
Untuk kisah selengkapnya akan Author tuliskan di novel Author yang berjudul 7 Bab untuk lebih mencintaimu
__ADS_1
Semoga bermanfaat untuk kita semua.