
Sementara itu di dalam ruangan OSIS, duduklah sepasang calon kekasih yang sedang berkutat dengan sebuah laptop. Ya, mereka adalah Lidya dan Raka.
Seperti biasanya Raka mencari alasan untuk terus bersama Lidya, ia sudah mengetahui bahwa saat ini gadis pujaannya itu sedang berambisi untuk mempelajari laptop. Ia sangat yakin bahwa alasannya itu tak mungkin ditolak oleh Lidya.
Saat ini, mereka sedang mengedit beberapa foto kegiatan yang akan di tampilkan dalam acara pisah sambut ketua OSIS yang lama dan yang baru.
Raka berencana untuk mengedit foto-foto tersebut di dalam aplikasi power point. Iya, yang biasa digunakan dalam dunia perkantoran untuk presentasi itu lho... Kalian pasti tidak asing lagi kan...
Dan tertu saja aplikasi yang baru saja dijalankan Lidya saat ini lebih sulit dari pada aplikasi yang sebelumnya, selain lebih sulit, tentu saja lebih menarik.
Rasa penasaran dan kekaguman pun menyelimuti Lidya, tanpa perasaan sungkan ia sangat berantusias untuk menanyakan berbagai langkah yang harus ia pelajari agar hasil yang akan ditampilkan nanti sesuai harapan dan keinginannya.
Mereka berharap acara kali ini akan membekas di dalam ingatan para siswa maupun guru-guru dan kepala sekolah khususnya.
Mereka ingin membuat suatu hal yang sangat berbeda dari yang sebelum-sebelumnya.
Saking seriusnya, mereka tidak menyadari keberadaan Friska dan teman-temannya yang sedang bersembunyi dan mencari kesempatan yang tepat untuk menggagalkan semua rencana mereka. Yang baru saja mereka ketahui ketika Raka memberitahukan rencananya kepada Lidya, kebetulan saat itu mereka baru saja masuk kemudian menguping pembicaraan dari keduanya.
Dua puluh menit berlalu, Lidya dan Raka tetap sibuk dengan kegiatan masing-masing. Lidya sibuk mengedit foto, sementara Raka sibuk mencuri kesempatan untuk berada di dekat Lidya. Saat itu Raka berdiri di belakang Lidya.
Bugh
Sebuah benturan pun terjadi ketika Lidya berdiri dari duduknya. Kepala Lidya terbentur dengan dagu Raka.
__ADS_1
"Hi hi hi... Malangnya nasibmu Raka," ucap Author sambil tertawa geli membayangkan wajah cool Raka yang meringis kesakitan.
"Issstt." ringis Raka sambil memegangi dagunya yang terasa sakit.
"Aduh, ekh maaf Pak saya tidak sengaja." ucap Lidya jujur karena ia mengira bahwa Raka masih duduk di kursi yang sedikit berjauhan dengannya. Karena sebelumnya disitulah tempat Raka.
Ia tidak menyadari sama sekali keberadaan Raka yang tiba-tiba berada di belakangnya.
"Ma... maaf Pak saya harus keluar sekarang juga." ucapnya kemudian karena ia sudah kebelet pi*pis. Tanpa menunggu reaksi Raka lagi, ia langsung berlari kecil meninggalkan Raka yang sedang kebingungan.
Raka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berguman. "Dasar Gadis ceroboh."
Setelah itu ia keluar sebentar untuk menghirup udara segar di luar ruangan sekaligus mengamati Lidya dari kejauhan.
"Ternyata Dia ke toilet, pantas saja terburu-buru." gumam Raka ketika melihat Lidya menuju ke toilet umum yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Setelah berhasil, Friska kembali bersembunyi di tempat semula. Di tempat persembunyian tersebut, Friska mengukir sebuah senyuman yang penuh kemenangan sekaligus kebencian di wajahnya.
Tak lama kemudian Raka kembali memasuki ruangan sebelum Lidya kembali dari toilet.
"Ekh... Kenapa mereka keluar dari ruang OSIS?"
"Ada urusan apa mereka di ruangan itu?"
__ADS_1
"Mereka seharusnya sudah pulang kan..."
Gumam Nurul ketika melihat Friska dan kedua temannya keluar dari ruangan OSIS. Sebenarnya, saat itu seluruh siswa sudah dipulangkan terlebih dahulu oleh guru piket. Selain hari itu hari jum'at, tetapi hari itu juga seluruh guru-guru pembina OSIS sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan segala kebutuhan untuk kegiatan besok. Tepatnya, mereka dipulangkan ketika Nurul dan yang lainnya masih berada di Aula sekolah.
Tadinya Nurul ingin mengajak Lidya untuk pulang bersamanya dengan alasan berpura-pura bahwa dirinya sedang tidak sehat. Tapi ternyata ada hal lain yang lebih penting.
Akhirnya ia memilih untuk mengikuti Friska dan teman-temannya dari belakang. Bagaimanapun ini sudah yang kedua kalinya Nurul mendapati mereka dengan gerak-gerik yang sangat mencurigakan.
Sangat berhati-hati dan tidak lupa untuk mengawasi keadaan sekitar, Itulah yang ia lakukan saat ini.
Tak lama kemudian Friska dan kedua temannya sampai di dalam kelas, kemudian bersorak kegirangan dan mempersembahkan sebuah tarian kemenangan dengan saling membenturkan bo*kong mereka, karena mereka telah berhasil menjalankan misi mereka hari ini dengan mulus tanpa hambatan apa pun dan tanpa diketahui siapapun.
Tanpa mereka sadari Nurul telah berhasil menguping pembicaraan mereka dari balik dinding.
Setelah berhasil mencuri informasi dari mereka, Nurul kembali lagi ke ruangan OSIS untuk melanjutkan rencananya yang sempat tertunda, dengan harapan sebuah keberhasilan akan menyertainya.
Tak hanya untuk memisahkan kebersamaan Lidya dan Raka, tapi kali ini ia mempunyai sebuah informasi yang harus diberitahukan kepada Lidya, karena informasi tersebut menyangkut kesuksesan untuk kegiatan besok.
Tak ingin membuang-buang waktu lagi ia segera bergegas untuk menemui Lidya.
.
.
__ADS_1
.
Tinggalkan jejak kalian Readers...