
"Waalaikumussalam." ucapnya kemudian.
"Ekh, wajahnya kenapa cepat sekali berubah?" tanya Ani di dalam hatinya.
"Hmmm, sepertinya keadaan sudah kembali normal." gumam Nurul di dalam hatinya.
"Akh... Aku tak mampu mengangkat wajahku lagi." pekik Lidya di dalam hatinya sambil menunduk malu menyembunyikan wajah tomatnya.
Sementara Raka masih diam membisu selama beberapa saat, dan mereka tidak berani bersuara lagi.
Hening dan tenang itulah suasana yang mereka rasakan selama beberapa detik ini. Hanya terdengar hembusan nafas dan detak jantung masing-masing.
"Harusnya bukan seperti ini,"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Sssiiit, aku harus bisa mengendalikan perasaanku."
Batin Raka merutuki kecerobohannya lagi. Lalu ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, untuk melepaskan kegundahan di hatinya.
Dengan ekspresi dingin dan suara yang sedikit menekankan, ia bertanya, "Kenapa kalian lama sekali?"
Pertanyaan itu berhasil mengusir keheningan yang mereka rasakan, namun... meninggalkan keterkejutan di dalam hati mereka.
"Maaf Pak, tadi kami makan di kelas dulu." jawab Nurul dengan refleks.
"Kenapa?" tanyanya kemudian dan masih dengan nada yang sama seperti sebelumnya. Seakan-akan ia adalah seseorang yang telah dikhianati oleh mereka.
Lain halnya dengan Raka, mereka semakin terkejut dibuatnya. Tak ada satu pun dari mereka yang mampu menjawab pertanyaan tersebut dan mereka hanya bisa bertanya di dalam hati masing-masing.
"Mengapa pertanyaan ini yang keluar
?"
"Bukankah ini tidak masuk akal?"
"Untuk apa Dia menanyakan hal ini?"
__ADS_1
Gumam mereka di dalam hati dan saling melemparkan pandangan di antara mereka.
Melihat kebingungan dari mereka, Raka kembali bergumam di dalam hatinya.
"Akh... Buat apa aku menanyakan hal ini?"
"Pasti mereka sengaja melakukannya karena mereka mulai menjaga jarak lagi denganku."
Ya, itu adalah jawaban Raka atas pertanyaannya sendiri. Ia menjawabnya sendiri di dalam hatinya. Kemudian ia menyimpulkan...
"Ya, mereka pasti menghindar dariku lagi karena kejadian kemarin." gumamnya sangat pelan tanpa terdengar siapa pun selain dirinya sendiri.
Kini ekspresinya sudah tak sedingin tadi, dan mereka hanya bisa melihat perubahan ekspresi Raka yang sangat cepat berubah-ubah, namun mereka hanya bisa menyimpan berbagai macam pertanyaan di dalam hati mereka.
Tak lama kemudian, Raka berdiri dari tempat duduknya, ia segera mengambil rantang makanan dan membawanya ke sudut ruangan. Sebenarnya ia sudah sangat lapar karena sebelumnya ia rela menunggu mereka untuk makan bersama lagi.
Tapi... Sepertinya harapan itu tidak mungkin terwujud. Ya, mereka bukan gadis yang biasa ia temui di kotanya.
Mereka adalah gadis desa yang sangat membatasi pergaulan mereka dengan yang namanya laki-laki.
Dengan terpaksa, niatnya untuk mendekati Lidya harus dilakukan dengan pelan-pelan dan tidak boleh gegabah.
Mereka hanya mengekori kepergian Raka dengan tatapan yang penuh kebingungan.
Setelah memastikan jarak mereka dengan Raka sudah cukup jauh, mereka berkumpul untuk mendiskusikan kegalauan hati mereka sambil berbisik-bisik agar tidak terdengar oleh yang bersangkutan.
"Mengapa Dia meninggalkan kita begitu saja?"
"Kesalahan apa lagi yang kita lakukan?"
"Oh... Mungkinkah Dia marah karena kita tidak makan di sini?"
"Bersamanya..." Sambung Ani.
"Husst. Jangan kencang-kencang Ani, entar kedengaran." tegur Nurul sambil berbisik.
"Bisa jadi,"
__ADS_1
"Itu artinya Dia sudah menunggu kita sedari tadi."
"Hmmm."
"Jangan-jangan setelah ini Dia akan memarahi kita. Sebaiknya kita pergi dari sini, sebelum_"
"Jangan An," sela Nurul. "Bisa saja Dia tidak akan menghukum kita. Buktinya, Dia tidak memarahi kita kali ini kan..."
"Lagi pula kenapa kita harus makan bersama?"
"Benar juga ya..."
"Hmmm, sebaiknya kita tunggu saja sebentar." usul Nurul
Dan dibalas anggukan oleh kedua sahabatnya.
Tak lama kemudian Raka mendekati mereka.
.
.
.
.
.
Kira-kira apa yang akan terjadi ya...
Jangan lupa
Dukungan kalian Readers
Oh iya, buat teman-teman yang ingin memberikan dukungan seperti menonton iklan secara gratis, juga bisa kok.
Pokoknya dukungan bentuk apa aja boleh kok
__ADS_1
happy reading...