Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Kerja bakti di Perpustakaan


__ADS_3

Sore hari


Sebelum pergi ke Perpustakaan sekolah, mereka melaksanakan sholat Ashar terlebih dahulu di Mesjid.


Dan....


Secara tidak sengaja mereka bertemu dengan Raka dan Rendi.


Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan bersama dan meninggalkan motornya di parkiran mesjid.


Perjalanan kali ini dengan posisi Raka dan Rendi yang berada di depan.


Tak ada perbincangan yang terjadi selama dalam perjalanan, semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Ternyata benar yang dikatakan Nurul, si Killer ini baik juga, walau pun sangat kaku dan hemat dalam berbicara tapi Dia masih mempunyai sisi yang lembut."


"Orang kota yang terbiasa dengan fasilitas mewah, mau jalan kaki bareng kita?"


"Hal yang sangat jarang terjadi."


"Ya, Dia sudah berubah"


"Apa mungkin secepat itu?"


^^^Suara hati Lidya^^^


__________________________________________


"Sampai kapan mereka akan diam seperti ini?"


"Apa aku terlalu menakutkan?"


"Tak sadarkah mereka betapa tampan dan baiknya hatiku?"


^^^Suara hati Raka^^^


__________________________________________


"Akh... Akhirnya bisa melihat kak Rendi lagi, aku ingin menatap wajahnya sampai rasa rindu ini terobati. Ya, walau pun di hatinya masih terukir nama sahabatku, tapi setidaknya aku masih bisa bertemu lagi dengannya."


"Akh... Cinta itu memang sangat membingungkan. Namun hati ini sungguh tak bisa berpaling darinya."


"Ya Allah, jika memang Dia adalah jodohku, maka bukalah hatinya untukku"


"Namun..."


"Jika Dia bukan jodohku, maka hapuskanlah perasaan ini tanpa jejaknya sama sekali."


"Sungguh, aku sangat tersiksa dengan perasaan ini. Tersiksa karena mengetahui cintaku bertepuk sebelah tangan."


"Kak Rendi apa aku tak pantas untukmu?"


^^^Suara hati Ani^^^


_________________________________________


"Tidak biasanya mereka diam seperti ini,"

__ADS_1


"Ya mungkin saja mereka terlalu takut dengan kak Raka."


"Walau pun situasinya tidak terlalu mendukung, tapi.... Melihatnya saja sudah bisa mengobati rasa rinduku."


"Nurul, mungkinkah rasa ini akan terbalaskan?"


^^^Suara hati Rendi^^^


__________________________________________


"Mengapa suasana ini mengingatkanku sama kak Ari?"


"Apakah ini yang dinamakan merindu?"


"Mungkinkah Dia juga merasakan hal sama?"


"Oh... Betapa beratnya rasa rindu ini."


^^^Suara hati Nurul^^^


__________________________________________


"Andai saja kak Ari ada di sini, maka triple datenya jadi lengkap deh...."


^^^Suara hati Author^^^


Bagaimana dengan suara hatimu Readers?


Ungkapkan saja di kolom komentarnya yach...


10 menit lamanya mereka berjalan dalam keheningan.


Ceklek


Pintu Perpustakaan sudah terbuka lebar, masing-masing menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk melepaskan segala beban yang ada di dalam hati.


Akhirnya mereka masuk ke dalam perpustakaan setelah mengucapkan salam.


"Baiklah, kerja bakti kali ini kita bagi menjadi 2 kelompok." ucapan Raka berhasil memecah keheningan yang ada di dalam ruangan itu.


Namun tetap saja tidak ada respon dari mereka.


Melihat keadaan yang masih tetap hening dan canggung, Raka pun melanjutkan kalimatnya. "Di sisi kanan kelompok Pria dan di sisi kiri kelompok Wanita."


Rendi sangat kecewa dengan keputusan Raka. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menentang keputusan itu. Walau bagaimana pun kehadirannya di sini hanya sekedar menemani Raka.


"Tapi, sebenarnya ada udang di balik batu." bisik Author


Ingin rasanya Ani menentang keputusan itu, karena ia ingin berada di samping Rendi. Setidaknya ia bisa dengan leluasa memandang sosok pujaan hatinya itu.


Lain halnya dengan Ani, Nurul dan Lidya sangat menyetujui usul tersebut. Mereka sama-sama ingin menjauh dari kedua Pria itu.


Dengan langkah malas, Ani mengikuti Lidya dan Nurul.


Mereka mulai merapikan tatanan buku-buku yang berada di sisi kiri perpustakaan.


Sesekali Ani mencuri lihat ke arah Rendi.

__ADS_1


Raka pun bersikap seperti Ani, ia berusaha untuk mencuri lihat ke arah Lidya.


Tak lama kemudian...


Deg


Kedua netra mereka bertemu.


"Apa aku tidak salah?"


"Atau hanya perasaanku saja?"


"Si Killer menyukai Lidya?"


"Mungkinkah?"


Gumam Ani setelah melepas pandangan dari Raka.


"Sepertinya Gadis ini menyukai Rendi."


"Tadi siang ekspresinya langsung berubah ketika mengetahui Rendi akan membantu pekerjaan ini."


"Tapi Rendi hanya memperhatikan Nurul sejak awal aku datang ke sini."


"Hmmm, ternyata di ruangan ini ada hubungan Cinta segitiga yang cukup rumit."


Gumam Raka sambil menatap punggung Rendi dari kejauhan.


40 menit kemudian


Bruuk...


.


.


.


.


.


Kira-kira kenapa ya...?


Tulis aja jawaban kalian di kolom komentarnya Readers


Jangan lupa


Like


Vote


favorit dan


Hadiahnya ya...


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2