Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Naskah Pidato/Ceramah Isra Mi'raj


__ADS_3

.


.


.


Hy Readers...


Untuk bab ini Author khusus menyelipkan naskah ceramah/pidato yang berkaitan dengan Isra Mi'raj.


Ini adalah naskah yang dibawakan Ari ketika kegiatan Isra Mi'raj ya Readers, ini adalah versi lengkapnya. Karena di Bab Isra Mi'raj yang sebelumnya Ari kehilangan konsentrasi he he he...


Sebenarnya Author berencana untuk nge Up dari kemarin pas tanggal 27 Rajab, tapi kuota Author limit jadinya baru hari ini Author bisa nge Up lgi.


Selamat membaca, semoga bermanfaat Readers.


.


.


.


Kisah Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW


Isra Miraj yang diperingati setiap 27 Rajab merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan keislaman Nabi Muhammad SAW. Perjalanan ini menjadi peristiwa penting bagi Nabi Muhammad karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk menjalankan shalat lima waktu dari Allah SWT.


Tantangan Dakwah sebelum Isra Miraj Nabi Muhammad SAW


Pada 10 Hijriah (619 M), dakwah Islam yang didengungkan oleh Nabi Muhammad SAW mengalami masa-masa yang paling sulit dan pahit. Tahun itu, paman Nabi SAW, Abu Thalib, yang selalu menjamin keselamatannya dalam berdakwah, dipanggil oleh Allah Taala.


Dua bulan kemudian, istri tercinta, Khadijah r.a., yang selalu mendampingi Nabi dalam berdakwah dan memotivasinya ketika mengalami gangguan dan ancaman, dipanggil pula oleh Allah Swt. Nabi pun sangat bersedih hati karena dua orang terkasihnya meninggalkan beliau untuk selamanya.

__ADS_1


Setelah paman dan istrinya wafat, dakwah Nabi SAW di Makkah mengalami kebuntuan. Jaminan keselamatan terhadap Nabi SAW dalam berdakwah hilang. Nabi pun berdakwah ke negeri Thaif, yaitu kepada Bani Tsaqif yang merupakan kabilah terhormat di Jazirah Arab, tetapi mereka menolak ajaran Islam dengan cara yang sangat kasar. Beberapa orang bodoh dari mereka bahkan melempari Nabi Saw. dengan batu kerikil dan kotoran binatang, hingga dua kaki Nabi berlumuran darah.


Nabi Muhammad SAW sangat sedih atas penolakan mereka terhadap dakwahnya. Di tengah perjalanan pulang ke Makkah, di bawah pohon kurma, sang Nabi berdoa dengan hati yang amat pilu. Bibirnya yang suci pun berucap kata-kata indah ini:


“Allahuma Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kekurangan daya upayaku di hadapan manusia. Wahai Tuhan Yang Maharahim, Engkaulah Tuhan orang-orang yang diperlemah dan Tuhan pelindungku. Kepada siapa hendak Engkau serahkan nasibku ini? Kepada orang jauhkah yang berwajah muram kepadaku, atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli; karena sungguh luas kenikmatan yang Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada nur wajah-Mu yang menyinari kegelapan, yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat, dari kemurkaan-Mu dan (azab) yang akan Engkau timpakan kepadaku. Kepada Engkaulah aku adukan ihwalku sehingga Engkau ridha kepadaku. Dan, tiada daya upaya melainkan dengan kehendak-Mu.”


Ketika akan memasuki kota Makkah, Nabi SAW merasakan tekanan yang sangat kuat dari kaum kafir Quraisy. Nabi SAW beberapa kali meminta perlindungan keselamatan kepada kabilah-kabilah yang berhubungan baik dengan Bani Hasyim, tetapi tidak ada satu pun yang mau melindunginya.


Hingga akhirnya, Nabi SAW memperoleh jaminan keselamatan dari lelaki musyrik bernama Muth’im bin ‘Adi yang merupakan kepala kabilah Bani Naufal. Setelah melewati banyak rintangan dan kesulitan dakwah di Makkah ini, Allah Swt. kemudian memuliakan beliau dengan perjalanan Isra Miraj yang terjadi pada tahun ke 12 Kenabian.


Rasulullah SAW melakukan Isra Mi'raj pada malam 27 Rajab dengan melewati setiap lapisan langit ditemani Malaikat Jibril. Di langit kedua, beliau bertemu dengan Nabi Isa AS dan satu nabi lain.


Disebutkan dalam Jawami' As-Sirah An-Nabawiyah karya Ibnu Hazm al-Andalusi dan diterjemahkan oleh Indi Aunullah, Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha dengan melewati setiap lapisan langit.


Peristiwa Isra


Peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yaitu dilakukannya perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem.


Dalam bahasa arab, Isra berarti perjalanan di malam hari, sedangkan Miraj artinya kenaikan. Dalam perjalanannya,


Jarak Mekkah dan Yerussalem pada saat itu umumnya ditempuh menggunakan kuda atau unta selama satu bulan, namun Nabi Muhammad SAW melakukannya dalam semalam. Di Masjid Al Aqsa diceritakan, Nabi Muhammad memimpin shalat nabi – nabi terdahulu shalat dua rakaat.


Peristiwa Miraj


Peristiwa Miraj dilaksanakan Nabi Muhammad dari Masjid Al Aqsa naik ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha. Dalam perjalannnya, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi – nabi terdahulu pada setiap tingkatan yakni :


Kisah perjalanan spiritual tersebut diceritakan dalam Kitab al-Isra' wa al-Mi'raj karya Ibnu Hajar As-Asqalani dan Imam as-Suyuthi sebagaimana diterjemahkan Arya Noor Amarsyah dengan bersandar hadits yang dikeluarkan Imam Muslim dari Hamad ibn Salamah, dari Tsabit al-Banani, dari Anas ibn Malik RA.


Dalam riwayat tersebut diceritakan, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS di langit dunia. Kemudian, beliau melanjutkan perjalanan ke langit kedua. Di tempat ini beliau bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS.


Dua nabi tersebut menyambut kedatangan Rasulullah SAW dengan baik dan mendoakan beliau dengan baik pula. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

__ADS_1


"Selanjutnya kami dinaikkan ke langit kedua. Jibril AS juga meminta agar pintu langit itu dibukakan. Dia pun ditanya oleh penjaga pintunya, 'Siapa kamu?'


Jibril menjawab, 'Aku Jibril.'


Jibril ditanya lagi, 'Siapa yang bersamamu?'


Dia menjawab, 'Muhammad.'


Penjaga pintu langit itu kembali bertanya, 'Apakah dia diutus (untuk naik menghadap Allah?'


Jibril menjawab, 'Dia memang diutus (untuk naik menghadap Allah).'


Maka pintunya dibukakan untuk kami dan aku bertemu dengan dua orang sepupuku, yaitu Isa ibn Maryam AS dan Yahya ibn Zakariya AS. Keduanya menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku."


Usai bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS di langit kedua, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan ke langit ketiga dan bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Lalu, di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris AS.


Perjalanan masih berlanjut hingga langit ketujuh dan Sidratul Muntaha. Sebelum sampai ke sana, beliau bertemu dengan Nabi Harun AS di langit kelima dan Nabi Musa AS di langit keenam. Lalu, bertemu dengan Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh.


Setelah sampai ke Sidratul Muntaha, malaikat Jibril hanya mendampingi beliau sampai di depan pintu Sidratul Muntaha kemudian beliau menghadap Allah sendirian untuk menerima wahyu sholat. Allah mewajibkan kepada Beliau shalat lima puluh kali.


Beliau kembali lagi hingga bertemu dengan Nabi Musa.


"Apa yang diperintahkan kepadamu? tanya Nabi Musa.


"Shalat lima puluh kali." jawab Beliau.


"Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melakukannya. Kembalillah menemui Rabb-mu dan mintalahkeringanan kepada-Nya bagi umatmu." ucap Nabi Musa


Beliau memandang ke arah Jibril untuk meminta pendapatnya. Maka Jibril mengisyaratkan dengan berkata. "Itu benar, jika memang Engkau menghendaki."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2