Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Ari adalah ...


__ADS_3

Ketiga teman Chika pun memilih untuk meninggalkan mereka, karena mereka baru saja menyadari kepergian Chika.


Kini, tinggallah mereka bertiga, hmmm mksudx tokoh dlm novel ya..., karena situasi yang aslinya, terdapat banyak orang di tempat tersebut. Hanya saja Author tidak mengenal mereka, wk-wk-wk.


Ari pun melepaskan ciumannya dan mencoba untuk menggenggam tangan Nurul dengan lembut.


"Apakah perasaanmu sudah membaik?"


Nurul hanya mengangguk samar, masih terasa sangat jelas jejak ciuman tadi, terasa sangat sejuk dan menenangkan hatinya. Dan ia semakin yakin bahwa mereka memiliki rasa yang sama.


Lidya pun mendekati keduanya, "Ekhem-ekhem, banyak yang liatin lho mas Ari." godanya dengan menekankan kata 'mas Ari'.


Nurul langsung mengerti maksud Lidya, ia pun mencubit lengan Ari pelan. "Tangannya Kak,"


"Biarin saja, yang tadi aja nggak apa-apa." jawabnya dengan nada cuek yang bertujuan untuk menggoda sang kekasih, sambil menunjuk dahinya sendiri untuk mengingatkan kejadian barusan.


Ciiit


Gemes dengan tingkah Ari, Nurul mencubit pinggangnya dengan keras.


Aww...


Pekiknya sambil menggosok pinggangnya yg sakit, dengan cepat Nurul beralih ke samping Lidya agar Ari tidak berani lagi menggodanya. Namun naas, karena sahabatnya sendiri ikut menggodanya.


"Ekh-ekh, ternyata ada yang baru ingat sama sahabat sendiri yang dianggurin sedari tadi nih..."


Ciit


Nurul pun mencubit pipi Lidya yang terus menggodanya.


Senyum bahagia dengan wajah yang merona malu menghiasi wajah manis Nurul saat itu, diam-diam Ari mencuri foto Nurul tanpa sepengetahuan dari mereka.

__ADS_1


Entah sudah yang keberapa kalinya Ari melakukan hal itu, karena waktu di desa Makmur ia sudah berhasil mencuri lebih dari sepuluh foto karena waktu itu ia sempat membawa handphonenya meski di sana tidak ada jaringan seluler sama sekali.


Dan foto-foto itu juga yang menjadi penawar rindunya selama ini.


Setelah berbincang-bincang cukup lama sambil makan siang, mereka pun berpisah untuk sementara waktu karena rencananya mereka akan bertemu lagi di malam terakhir sebelum kepulangan rombongan mereka ke desa Makmur.


Hmmm, sambil nungguin malam perpisahan mereka, Author akan menceritakan tentang sosok Ari yang sebenarnya.


Ari adalah anak satu-satunya dari seorang pengusaha sukses, dan itu artinya ia adalah satu-satunya pewaris perusahaan ayahnya.


Flashback on


Setelah ia sampai ke rumahnya, kedua orang tuanya menyambut hangat kedatangannya. Mereka tidak mengungkit sama sekali kepergiannya karena hanya dengan melihat anak semata wayang mereka yang pulang dalam keadaan baik-baik saja sudah cukup bagi mereka. Apalagi keadaan Ari sepertinya menjadi lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya.


Adapun alasan kepergiannya adalah pertengkaran kedua orangtuanya yang memaksanya harus memilih antara pilihan ayah atau pilihan ibunya. Ya, dia dipaksa untuk dijodohkan dengan salah satu pilihan dari orangtuanya.


Dan keduanya bersikeras untuk memaksakan kehendak mereka. Bukan maksud mereka seperti itu, hanya saja mereka khawatir karena selama ini Ari tidak pernah sama sekali mempunyai hubungan ataupun dekat dengan yang namanya 'wanita'. Hal itu membuat mereka berfikiran bahwa anak mereka memiliki kelainan s e x. Dan hanya cara itulah yang menurut mereka 'cukup ampuh'.


Lain halnya dengan ibu Ari, ayahnya Ari yang tidak lain adalah kakak dari bunda Hani dan Raka justru memilih seorang Gadis yang menurutnya sangat cocok untuk Ari.


Hanya saja gadis itu berada di sebuah desa tempat ia di besarkan. Gadis itu adalah anak dari sahabat karibnya sewaktu kecil.


Di masa kecil mereka, mereka pernah berjanji bahwa mereka akan menjodohkan anak mereka kelak agar ikatan keduanya menjadi semakin erat.


Mungkin janji mereka hanyalah sebuah keisengan saja, tapi mereka berharap akan menjadi kenyataan suatu hari nanti.


Namun di sisi lain, ibunya Ari kurang setuju. Terlebih lagi status gadis itu yang hanyalah seorang Gadis desa yang kurang berpengetahuan, tidak terbiasa dengan segala kehidupan mewah yang mereka jalani. Belum lagi memikirkan tentang omongan teman-teman arisannya yang seluruhnya keluarga terpandang.


Itulah sebabnya ibu Ari lebih menyukai Chika dari pada calon yang dipilihkan suaminya bahkan sampai mengancam akan pisah dari suaminya jika keinginannya tidak terpenuhi.


Dan saat ia mengucapkan kata-kata pisah tersebut, kebetulan Ari menguping pembicaraan mereka dari balik pintu kamar yang tidak terkunci.

__ADS_1


Sejak saat itu Ari memilih untuk meninggalkan rumah agar ia bisa berfikir dengan tenang dan mencari jalan keluar dari permasalahan keluarganya. Ia pun memutuskan untuk mengunjungi Rendi yang berada di desa Makmur, kemudian bertemu dengan Nurul.


Sebelum kepergiannya, ia meninggalkan sebuah surat untuk kedua orangtuanya yang berisi sebagai berikut;


Assalamualaikum...


Jika mami dan papi sudah menemukan surat ini, itu artinya aku sudah pergi jauh dari rumah ini.


Aku pergi bukan untuk menjauhi kalian, bukan juga marah kepada kalian mami, papi. Tapi aku belum bisa menjadi seorang anak yang bisa menuruti kemauan kalian, apalagi mengenai hal yang sangat pribadi dan menyangkut masa depanku kelak.


Maafkan aku yang telah dengan lancang menguping pembicaraan kalian, maafkan aku yang telah memilih untuk menghindar dari kalian.


Aku hanya ingin menenangkan kegelisahan yang sedang melanda sanubariku. Karena aku tak ingin salah dalam melangkah ke depan sehingga membuatku menyesal seumur hidup.


Doakan anakmu agar bisa secepatnya menemukan jawaban dari kegelisahan ini.


Aku sayang kalian Mami, Papi...


Aku tidak ingin kalian berpisah hanya karena masalah jodohku...


^^^Salam rindu^^^


^^^Ari^^^


.


.


.


Sampai jumpa di malam perpisahan Ari dan Nurul ya...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian Readers...


__ADS_2