Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Lidya galak?


__ADS_3

Bruuk


Mereka berdua jatuh tersungkur di lantai karena Ani menginjak tali sepatu Nurul yang terjuntai di lantai.


Saat itu Nurul hendak menarik tangan Ani untuk bersembunyi di samping lemari buku yang berada di belakang mereka tapi... ketika Nurul hendak melangkah ke tempat persembunyiaan tersebut, tiba-tiba langkahnya terhenti dan ia kehilangan keseimbangan.


Akhirnya mereka jatuh berjamaah. Hi hi hi...


Untung saja kepala mereka tidak terbentur, hanya pinggul mereka saja yang sakit serta ada beberapa luka lecet di tangan mereka ketika menopang tubuh mereka di lantai.


"Iiisssh..." Ringis Ani sambil meniup-niup telapak tangannya.


"Maaf An, tadi kakiku nggak konsen, he he he..." Ucap Nurul sambil menggosok-gosok pinggangnya yang sakit.


"Nurul, Ani. Kenapa kalian ada di sini?" tanya Lidya yang sudah berdiri di samping mereka.


Ya, Lidya dan Raka segera menghentikan pembicaraan mereka kemudian mencari asal suara tersebut. Siapa sangka ternyata pelakunya adalah kedua sahabatnya.


Sementara Raka yang niatnya ingin ke toilet, terpaksa dibatalkan. Ya, sebenarnya hal itu hanya alasannya saja ketika tertangkap basah oleh Lidya saat ia sedang melamun.


"Ekh itu, kami_"


"Aduh... Lid, tolongin dong..." rengek Ani sambil mengulurkan kedua tangannya, agar Lidya melupakan pertanyaanya kepada Nurul.


Dan benar saja, Lidya langsung teralihkan kemudian membantu kedua sahabatnya untuk bediri.


Raka tak hanya tinggal diam, ia langsung menebak bahwa Nurul dan Ani sedari tadi bersembunyi di balik Rak buku tersebut untuk mengintip mereka.


"Hmm, ini namanya ganjaran untuk pengintip." sambung Raka setelah Lidya membantu kedua sahabatnya itu berdiri.

__ADS_1


Awalnya ia hanya asal tebak saja, karena sebelumnya ia tidak menyadari keberadaan mereka. Dan tebakannya langsung kena.


Nurul dan Ani tidak punya pilihan lain dan mengakui kesalahan mereka.


"He he he, kita nggak sengaja Pak. Maaf..." ucap Nurul sambil tertawa renyah, kemudian menarik lengan Ani dan menjauh beberapa langkah dari Lidya.


Kini posisi mereka menjadi 2 vs 2


"Owh... Jadi kalian tadi ngintip?" tanya Lidya dengan tatapan penuh telisik. Karena ia tidak menyangka kedua sahabatnya itu melakukan hal tersebut. kini ia yakin mereka sengaja meninggalkannya bersama Raka sampai selama ini, bahkan tanpa ia sadari bahwa waktu yang sudah ia habiskan bersama Raka hampir satu jam lamanya.


"He he he... Iya." jawab keduanya sambil menggaruk-garuk kepala mereka yang tidak gatal.


"Dasar kalian ya..." teriak Lidya di dalam hatinya. Ingin sekali ia mentoel kening mereka, saking gemesnya ia hanya bisa menggerak-gerakkan kedua bibirnya seperti mbah dukun yang sedang baca mantra.


Nurul dan Ani hanya bergidik ngeri sambil mencuri lihat ke arah Lidya. Sesekali Ani menyembunyikan wajahnya di belakang pundak Nurul.


"Kenapa kalian lama sekali?" Tanya Raka mengalihkan pembicaraan.


"Tadi kami ada rapat dadakan Pak."


"Oh... Rapat," ucap Lidya santai, tapi tidak lama kemudian ekspresinya langsung berubah dan lebih galak dari yang tadi, kini ia menggertakan giginya sambil bertanya. "Kenapa aku nggak diajak Nurul?" tanyanya dengan nada yang penuh penekanan.


"Ha ha ha, sepertinya aku sudah pikun, maaf ya...." jawab Nurul sambil tertawa paksa karena sesungguhnya ia sedang ketakutan setengah mati melihat ekspresi Lidya. Dan berbisik di dalam hatinya. "Lidya nggak mungkin marahin kita di depan Raka kan..."


Ani masih diam saja dibelakang Nurul, sambil mencuri lihat dan memilih untuk mengunci bibirnya.


Lidya maju selangkah untuk mendekati mereka."Pikun ya..., apa butuh bantuanku untuk mengobatinya?"


"Ekh... Tidak, jangan. Kami ngaku deh." ucap Nurul ketakutan setengah mati, sambil melambai-lambaikan kedua tangan di depan wajahnya.

__ADS_1


"Hmmm." jawab Lidya singkat sambil berkacak pinggang. Ia sudah lupa dengan keberadaan Raka.


"Pfftt" Raka tidak bisa menahan rasa gelinya lagi.


Refleks, mereka bertiga menoleh ke arah Raka. Karena Rakalah satu-satunya orang yang bisa tertawa di saat-saat seperti ini.


Siapa sangka hal itu menjadikan nyali Lidya langsung menciut. Tak ingin buang-buang kesempatan, Nurul langsung menarik tangan Ani untuk keluar dari ruangan itu.


1


2


3


"L I D Y A N Y A G A L A K"


Teriak Nurul dan Ani sambil berlari menjauh dari Lidya dan Raka.


.


.


.


.


Tinggalkan jejak kalian Readers


Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2