
5 menit kemudian,
Ting
Ting
Ting
Bel masuk pun berbunyi, mereka terpaksa menghentikan proses pengeditan. Kemudian Lidya segera mengambil alih untuk mematikan laptop tersebut karena kebetulan saat itu giliran Ani. Setelah bertukar tempat, ia hendak menyimpan dokumen tersebut agar besok mereka bisa melanjutkannya lagi.
Tapi...
Dia dikejutkan oleh kemunculan dari sebuah screen saver.
...A...
...C...
...T...
...I...
...O...
...N...
Akh... Membuatnya merasa geer saja. Seakan-akan kalimat itu ditujukan untuknya.
Ya, siapa saja yang sedang berada di posisinya saat itu pasti akan memikirkan hal yang sama dengannya kan... Ekh, bukan berarti termasuk Author lho, karena Author sudah ada yang punya. Hi hi hi....
Dag
Dig
Dug
Jantungnya semakin berdetak dengan kencang, membuatnya hanya terdiam mematung sambil melihat tampilan screen saver itu.
Satu detik
__ADS_1
Dua detik
Tiga detik
Ia masih di posisi semula, tanpa pergerakan sama sekali.
"Ada apa Lidya?" Tanya Raka yang sudah berada di sampingnya, karena merasa aneh dengan ekspresi yang sedang ditunjukkan Lidya saat ini.
Flashback on.
Setelah mendengar bel masuk berbunyi, Raka segera menghampiri mereka untuk mengambil laptop tersebut, sebelum Lidya menekan tombol Offnya.
Sedangkan Nurul dan Ani yang sudah menyadari kedatangan Raka segera menjauh dan menunggu Lidya di depan pintu Perpustakaan.
Siapa yang tahu bahwa Lidya sedang terpesona oleh kehadiran Screen Saver Cinta yang berada di hadapannya.
Flashback off
Pertanyaan Raka berhasil mencuri kesadarannya kembali, kemudian ia menoleh ke arah Raka yang sedang melihat ke arahnya dengan sedikit membungkukkan badannya.
Blush
"Ekh itu, a... aku_" jawabnya tergagap karena ia semakin terkejut dengan kemunculan Raka yang sudah berada cukup dekat dengannya.
Plak
Refleks, Lidya langsung menutup laptop tersebut agar Raka tidak mengetahui yang sebenarnya.
"Pffftt,"
Bukannya marah, Raka hanya menahan geli melihat ekspresi Lidya saat ini yang terlihat dengan sangat jelas wajah terkejutnya plus rona pipinya yang sudah kemerah-merahan.
"Terima kasih Pak, ekh.. Kak, ekh... Pak." Ucap Lidya gelagapan, sambil berdiri dari tempat duduknya. Kemudian melangkah dengan terburu-buru tanpa menghiraukan keberadaan Raka lagi.
Sejujurnya ia sangat malu, dan kaget dengan apa yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Mungkin ia terlalu naif jika mengira ucapan tersebut untuknya namun di lubuk hati terdalamnya mengakui bahwa ia sangat menyukai screen saver itu. Tapi... Tidak mungkinkan jika ia harus memberitahukan perasaannya kepada Raka secara langsung.
Memang benar jika ia menyukai Raka, tapi sebagai wanita muslimah yang baru saja mengenal cinta, menjadikannya lebih menjaga harga dirinya di hadapan laki-laki sekali pun laki-laki itu adalah orang yang ia cintai.
Nurul dan Ani yang sedari tadi menunggunya di depan pintu perpustakaan hanya saling senggol menyenggolkan siku mereka sambil mengangkat kedua kening mereka dan tertawa kecil menyaksikan interaksi dari keduanya.
"Mereka semakin romantis saja."
__ADS_1
"Hu umm." jawab Nurul
Dengan langkah tergesa-gesa Lidya segera menghampiri keduanya, kemudian menarik tangan mereka untuk meninggalkan ruangan itu secepatnya. Ia sudah salah tingkah, ingin rasanya ia segera menghilang dari tempat itu.
Melihat tingkah Lidya yang terburu-buru, membuat Raka bergumam di dalam hatinya.
"Si tomboy ini, sampai kapan Dia akan terus menjauhiku?"
"Bukankah kemarin baik- baik saja?"
"Apa yang membuatnya menjadi seperti itu?"
"Akh... Mungkin saja Dia masih malu-malu." sambungnya kemudian untuk menepis kebingungan di dalam hatinya.
Sementara itu di sisi yang lain, Nurul dan Ani masih setia mengikuti ke mana Lidya membawa mereka, karena saat ini Lidya menarik mereka ke arah yang berlawanan dengan kelas mereka.
"Kenapa kita ke sini Lid?" Tanya Nurul setelah mereka berada di depan toilet.
"Maaf Nurul, Ani aku ingin mencuci mukaku dulu." jawab Lidya dengan enggan.
"Oh... iya, aku mengerti. Biar nggak ketahuan sama guru kalau wajah kamu_" cerocos Ani
"Ya sudah cepatan ya..." sela Nurul agar Lidya tidak menunda-nunda lagi takutnya mereka akan semakin terlambat kembali ke kelas.
"Hmmm."
Sementara itu di dalam Perpustakaan ada seorang Pria yang sedang tersenyum lebar, selebar daun pisang. He he he...
Itu sih versi Author ya...
Kalau versi kalian apa?
Tulis saja jawaban kalian di kolom komentar.
Jangan lupa tinggalin jejak kalian Readers.
Happy reading...
.
.
__ADS_1
.
.