Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Dianggurin lagi...


__ADS_3

Ting


Ting


Ting


Bel tanda masuk pun berbunyi, hal itu menandakan jika waktu mereka di perpustakaan sudah berakhir.


Kekecewaan sangat nampak terlukis di wajah Nurul dan Ani, mereka harus menanggung nasib sial lagi.


Terlebih lagi mereka tidak bisa mengajukan protes sama sekali, sungguh sangat melelahkan jika hanya duduk tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat.


Tapi... di balik rasa kecewa, mereka bisa bernafas lega karena tugas mereka sebagai Asisten sementara telah berakhir dengan hasil yang cukup memuaskan karena seluruh dugaan mereka tidak menjadi kenyataan.


Dengan langkah malasnya, mereka mengayunkan langkah dan mendekati Lidya yang masih tetap fokus dengan laptop.


"Apa mungkin Lidya tidak mendengar bel masuk?" tanya Ani sambil berbisik.


"Itulah Lidya.... jika sudah berhadapan dengan laptop pasti begini jadinya."


"Hmmm, dikagetin aja."


Nurul hanya tersenyum samar mengiyakan ide dari sahabatnya itu.


Mereka pun saling bergandengan tangan dan berteriak,

__ADS_1


TIKUS....


Kemudian mereka berlari keluar dari ruang Perpustakaan.


Dan...


Seperti yang diharapkan, Lidya langsung berdiri dan keluar dari Perpustakaan kemudian ia menyusul kedua sahabatnya itu.


Tanpa ia sadari bahwa ia lupa mematikan laptop milik Raka.


Tak lama setelah kepergian mereka, Raka yang baru saja kembali dari ruang Guru hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar ketika mendapati laptop kesayangannya ditinggalkan begitu saja tanpa dimatikan terlebih dahulu.


"Gadis itu sangat ceroboh." rutuknya sambil merapikan meja staffnya yang sedikit berantakan karena ulah Lidya.


Flashback on


Ia pun mengutarakan keinginannya dan meninggalkan mereka bertiga di dalam Perpustakaan.


Awalnya Nurul dan Ani merasa sangat senang dengan kepergian Raka karena mereka mengira Lidya akan memanggil mereka atau mendekati mereka dan mentransfer ilmu baru lagi kepada mereka.


Namun hasilnya sungguh nihil, mereka diabaikan begitu saja. Kemudian mereka pura-pura berdehem untuk mengirimkan sinyal kepada Lidya.


Heehh, sinyal di tempat mereka sangat buruk sehingga mengakibatkan kesialan yang kesekian kalinya bagi mereka.


Ya, usaha mereka sia-sia saja. Mereka bagaikan udara yang hanya lewat begitu saja. Ada tapi tidak diharapkan, namun setidaknya mereka berhasil menjalankan tugas sebagai sahabat yang baik.

__ADS_1


Meskipun diabaikan, tapi tetap memberikan manfaat bagi sesama. Karena manusia yang paling baik di sisi-Nya adalah manusia yang bisa bermanfaat untuk orang-orang yang berada di sekitarnya.


Tidak perlu mengharapkan balasan dari yang namanya manusia karena sesungguhnya kamu hanya akan menuai kekecewaan.


Berharaplah hanya kepada Allah subhana huwataala. Karena hanya kepada-Nyalah semata tempat kita mencurahkan segala harapan dan keinginan.


Allah tidak pernah mengabaikan hamba-hambanya yang telah melakukan sebuah kebaikan walaupun kebaikan itu hanya sebesar biji zarrah.


Hal ini tertulis dalam sabda-Nya, yaitu 👇👇👇



Tak ingin menganggu keasyikkan Lidya, mereka hanya saling diam membisu tanpa bisa berkata-kata lagi.


Rasa kesal yang teramat sangat, itu sudah pasti mereka rasakan saat ini. Namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa lagi karena mereka sudah hafal dengan sikap Lidya yang seperti ini, bagaimanapun hal seperti ini sudah pernah mereka alami untuk yang kesekian kalinya.


Bukan hal yang baru lagi, sejak kehadiran Raka dan laptop, Lidya berubah menjadi seseorang yang terlihat cuek terhadap kedua sahabatnya itu.


Apalagi sejak dibelikan laptop yang baru oleh Ayahnya, Lidya pun sudah jarang datang ke Mesjid untuk sholat berjamaah.


Ia selalu mengatakan bahwa ia ingin melaksanakan sholat di rumah saja.


Ekh... Authornya jdi ngawur. Flashback off.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2