Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Menjadi Asisten


__ADS_3

Seperti biasanya, Lidyalah yang akan diberikan pelatihan oleh Raka, kemudian Nurul dan Ani hanya menunggu transferan ilmu dari Lidya.


Untuk mengusir rasa jenuh, Nurul dan Ani membahas tentang materi pelajaran sekolah atau hanya sekedar berbasa-basi. Walaupun perbincangan mereka tidak jelas arah dan tujuannya, setidaknya mereka dapat mengalihkan perhatian mereka daripada harus diam membisu menunggu Lidya yang akan mentransfer ilmu baru kepada mereka lagi.


Memang susah harus berada di antara dua insan yang sama-sama memiliki sebuah perasaan yang spesial.


Sepuluh menit pun berlalu, rasanya waktu berputar sangat lambat bagi mereka. Tapi bagi Raka sepuluh menit itu terasa sangat cepat.


"Apa materi kali ini terlalu sulit?" Ani mulai curiga, jiwa detektifnya mulai meronta-ronta.


"Mungkin saja Ani," jawab Nurul asal.


"Atau itu hanya alasan Raka saja."


"Maksud kamu?"


"Iya, biasanya hanya sampai lima menit, tapi kenapa kali ini terasa seperti ada maksud yang tersembunyi." celoteh Ani karena ia sudah tidak sabar ingin memisahkan kedekatan mereka. Bukannya ia cemburu, hanya saja ia merasa kurang pantas. Usia mereka masih sangat hijau, beda halnya dengan Raka yang berjarak lima tahun dari mereka.


Sangat-sangat tidak pantas. Itulah yang tertulis di depan mata Lidya ketika melihat interaksi dari keduanya.


Dari kejauhan Ani bisa merasakan sorot mata Raka ketika melihat Lidya seperti sorot mata yang sangat menggambarkan bahwa Raka ingin melakukan sesuatu yang lebih.


Akh, entah itu hanya perasaannya saja atau memang yang sebenarnya. Hanya Rakalah yang mengetahuinya.


Tugasnya hanyalah mencegah jangan sampai Lidya khilaf seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.


"Maksud yang tersembunyi?" tanya Nurul memastikan.

__ADS_1


"Lihat saja bagaimana tatapan pak Raka," ucapnya dengan nada yang penuh penekanan.


"Biasa saja Ani...," Ia merasa masih normal-normal saja, tidak ada sesuatu yang terasa mencurigakan dari gerak-gerik Raka maupun Lidya setelah memperhatikan interaksi dari keduanya.


Memang posisi mereka sedikit berdekatan, hanya saja itu memang harus dilakukan untuk kelancaran proses pembelajaran. Jika tidak, bagaimana cara Raka menjelaskan pertanyaan dari Lidya.


"Apa kamu tidak berfikir bahwa pak Raka sengaja membuat kita menunggu lama?"


Nurul hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Akh, kamu polos sekali Nurul," celoteh Ani karena kali ini Nurul tidak menaruh kecurigaan yang sama dengannya.


"Lalu, kita harus bagaimana Ani?"


"Sebaiknya kita biarkan saja mereka di sini, kita harus mencari alasan untuk keluar dari sini."


"Kenapa?"


"Itu sama saja dengan kita menjerumuskan sahabat kita kedalam jurang."


"Hmmm, iya ya... tapi hanya itu satu-satunya cara untuk memastikan kalau pak Raka tidak akan ngelakuin sesuatu sama Lidya_"


"Hmmm, lebih baik kita jadi asistennya saja untuk sementara, daripada kita harus menjerumuskan sahabat kita ke jurang dosa." sela Nurul yang sudah mengerti kecurigaan dari sahabatnya itu.


"Hmmm."


Sementara itu di sisi yang lainnya, Lidya seakan larut dengan keasyikannya bersama laptop. Ia melupakan sejenak keberadaan dari kedua sahabatnya yang masih setia mengawasinya dari kejauhan.

__ADS_1


Sementara Raka merasa tidak bebas dengan keberadaan dari Nurul dan Ani yang terus saja berbisik-bisik dengan sesekali mencuri lihat ke arahnya dan ke arah Lidya secara bergantian.


Ia berusaha menjaga sikapnya agar Nurul dan Ani tidak memikirkan hal-hal buruk tentangnya.


Ia tidak mempunyai niat yang tidak baik untuk siapapun, tapi godaan itu terus saja dibisikkan oleh sosok gaib tak kasat mata di gendang telinganya.


Ia khawatir jika tidak berhati-hati maka ia akan tergoda oleh bujuk rayu iblis yang sangat mengganggu kejernihan fikirannya dan terus memaksanya untuk mencoba hal-hal yang dilarang agama tersebut.


Sesuai dengan sabda-Nya yaitu... 👇👇👇



Mungkin ada baiknya kehadiran orang ketiga atau orang keempat dan orang ke-seterusnya di tengah dua insan yang sedang merasakan perasaan cinta yang baru saja tumbuh di hati masing-masing.


Jangan pernah memberikan kesempatan kepada setan dan sejenisnya untuk mempermainkan hawa nafsumu sehingga membuatmu mengabaikan hati nuranimu yang suci itu.


Tak bisa dipungkiri, dengan keberadaan dua lawan jenis dalam satu ruangan yang terbuka maupun tertutup, dapat berakibat kepada hancurnya sebuah kesucian yang sedah lama kita pertahankan untuk seseorang yang pantas.


Pantas dalam artian seseorang yang sudah dihalalkan untuk diri kita sepenuhnya oleh Sang Maha Suci melalui ikatan yang suci pula.


Jika kita tidak mengendalikan hawa nafsu, sebaiknya kita segera menjauh dari sesuatu yang bisa mengundang hawa nafsu tersebut.


Ya, itu adalah cara yang paling ampuh sebelum semuanya terlambat.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2