Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Salam perpisahan bag. 2


__ADS_3

Sementara itu di sisi yang lainnya, Ari meminta izin kepada guru tersebut dan mengajak Nurul untuk masuk bersamanya ke dalam mobil, ada hal yang ingin ia bicarakan.


"Maaf Nurul," ucapnya mengawali percakapan mereka.


"Maaf kenapa Kak?" bingungnya sambil menatap wajah Ari


Ari pun mengambil kedua tangan Nurul dan menggenggamnya erat, "Jika suatu saat nanti kita bertemu lagi dan aku sudah memiliki pasangan, apakah kamu akan membenciku?" tanyanya dengan air mata yang sudah menggenangi kelopak matanya.


Nurul yang merasa enggan saat Ari menggenggam tangannya, teralihkan seketika karena ia tidak mengerti sama sekali. Ia tahu bahwa saat ini mereka saling mencintai, tapi kenapa Ari seakan-akan mengucapkan kata-kata perpisahan? "Maksud Kakak apa?"


Dengan berat hati ia menjelaskan yang sebenarnya, "Pertunangan ku dan Chika akan dilaksanakan bulan depan dan aku tidak bisa membentak kedua orang tuaku, aku sangat mencintaimu tapi aku ..." Air matanya tumpah tanpa permisi membasahi wajahnya, ia pun tertunduk lemah.


Sementara Nurul yang sudah mengerti arah pembicaraan mereka, ikut merasakan sakit yang sangat teramat perih yang menghujam perasaannya, ia mencoba untuk tetap tersenyum meski sebenarnya ia ingin menangis sejadi-jadinya.


Ia pun menggenggam tangan Ari dan berucap, "Jangan pernah menjadikanku sebagai pemisah antara kamu dan orang tuamu, jika aku bisa memilih, aku ingin menjadi seseorang yang justru akan menjadi jembatan dari keharmonisan hubungan kalian." Senyuman manis dan tulus menghiasi wajahnya kala itu.

__ADS_1


Ari pun mengangkat wajahnya dan menghujani ciuman di tangan Nurul, ia tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Sudahlah," ucapnya sambil mengelus rambut Ari, ia pun menghentikan isak tangisnya, kemudian Nurul menarik kedua tangannya dan duduk bersandar sambil melihat ke arah langit-langit mobil, ia tidak ingin air mata kesedihannya tumpah di hadapan Ari. Ia harus tetap kuat menerima kenyataan agar ia bisa menguatkan kekasihnya. "Kata orang ... terkadang cinta itu memang tak harus memiliki," ia pun mengalihkan pandangannya dan menatap Ari dengan tatapan yang dalam. "Aku rela jika Kakak harus bertunangan ataupun menikah dengannya, tapi aku tidak rela jika Kakak harus mengorbankan orang tua Kakak, demi diriku yang bukan siapa-siapa ini," Ia meletakkan kedua tangannya di atas dadanya.


Ari masih terdiam membisu mencerna kalimat-kalimat yang diucapkan Nurul, "Aku berharap Sang Maha Kuasa akan menyatukan kita dengan cara-Nya,"


Nurul menyambutnya dengan ucapan "Aamiin."


Kini, perasaan keduanya sedikit lega. Meski mereka harus berpisah lagi, tapi mereka telah menggantungkan semua harapan mereka kepada Allah yang Maha Kuasa.


Nurul hanya mengangguk setuju dan berlalu menemui gurunya untuk mengatakan hal tersebut, mereka pun merasa sangat senang dan dengan penuh semangat mereka menuju ke mobil tersebut.


Tanpa mereka sadari mami Elfi yang sedari tadi mengekori mobil mereka dan mengamati mereka dari kejauhan.


Flashback on

__ADS_1


Saat tengah malam setelah keduanya tertidur dengan lelap, mami Elfi masuk untuk melihat keadaan anaknya itu, ia mendapati Ari yang sedang tidur sambil memeluk sebuah bingkai foto. Karena rasa penasaran, ia mengambil foto tersebut. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui gadis yang berada di dalam foto tersebut adalah gadis yang ia temui di toilet restoran tadi.


Ia pun mencoba mengingat nama gadis tersebut, "Nurul, ya namanya Nurul." Kini ia merasa bersalah kepada anaknya sendiri, ia pun mengecup kening Ari dan membisikkan permintaan maafnya di telinga Ari.


Ia ingin memastikan kebenaran tersebut dan berencana untuk mengikuti mobil Ari keesokan harinya.


Flashback off.


Setelah mengamati setiap kejadian, ia mulai menyadari bahwa gadis itu benar-benar adalah gadis yang ia temui semalam.


Kini ia mulai merasa ada sesuatu yang harus ia selidiki tentang Chika, ia pun memutar arah menuju ke rumah sakit guna memastikan kebenaran dari penyakit yang diderita Chika.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2