
Sudah satu minggu berlalu. Semua orang berusaha menjalani hidupnya dengan baik. Aira sudah kembali melakukan aktifitasnya seperti saat dulu dia menjadi Elisya di tempat barunya.
Arka juga selalu berusaha untuk menemani calon istrinya itu. Apalagi Devina sudah memberikan restunya. Namun, semakin kesini. Arka merasa hubungan mereka tidaklah baik-baik saja. Aira seperti seseorang yang kosong. Dia semakin tidak dapat mengenali tunangannya itu. Aira banyak melamun dan menangis sendiri. Arka tidak bodoh. Ia tahu betul apa yang terjadi pada hati Aira.
Malam ini, setelah mengantar Aira dan teman-temannya pulang, Arka memilih tetap tinggal dan menemani tunangannya menikmati pantai. Mereka berdua duduk berdampingan di atas batuan karang.
“Sayang bagaimana jika besok kita cari cincin pernikahan kita?” ucap Arka memecah kesunyian diantara keduanya. Aira berada di sampingnya. Tapi jiwanya pergi entah kemana.
“Iya.” Jawab Aira singkat.
“Mommy sudah memesankan gaun untuk pernikahan kita. Apakah kamu mau melihatnya juga?”
“Boleh.”
“Sayang, aku sangat bahagia. Sebentar lagi kita akan menikah.”
“Aku senang jika kamu senang mas.”
Arka memandang pilu wajah cantik gadis di sebelahnya. Gadis itu terlihat layu. Hati Arka sakit menyadari bahwa cinta Aira memang benar-benar bukan miliknya. Tapi dia yakin setelah mereka menikah, Perlahan-lahan gadis itu akan menerimanya.
“Sudah larut malam sayang. Sebaiknya kamu segera masuk. Tidak baik terlalu banyak kena angin malam.” Arka meraih tubuh itu. Menopangnya untuk memudahkannya berdiri. Aira hanya diam dan menurut saat Arka menuntunya kembali ke panti.
“Aku pulang dulu ya.” Arka pamit. Namun sebelum pergi, laki-laki itu mencium kening Aira seperti biasanya.
‘Maafkan aku sayang. Aku tahu cintamu bukanlah untukku. Tapi aku sangat mencintaimu. Aku tak akan bisa hidup jika harus merelakanmu bahagia dengan orang lain.’
Sementara itu...
Elang menatap dengan serius layar komputer miliknya. Naira berada di depan jendela ruang kerjanya. Hari ini, gadis kecil itu merengek meminta untuk ikut daddynya bekerja. Dia merasa bosan di rumah saja. Tapi untuk pergi ke sekolah, dirinya masih enggan. Sehingga Elang memutuskan untuk sementara anak gadisnya itu mendapatkan home schooling.
Kaki Naira cidera cukup parah. Tulang betisnya retak sehingga untuk sementara dia belum bisa berjalan dan harus menerima untuk duduk di kursi roda. Mbak Weni dengan telaten mengurus segala keperluan Naira. Wanita itu akan memastikan kenyamanan untuk nona mudanya itu.
“Dad, bolehkah Nai pinjam handphone?” tanya Naira.
“Kenapa?”
__ADS_1
“Handphone Nai lowbat Dad.” Naira menunjukkan Handphone miliknya yang berlayar gelap. Menandakan jika benda pipih itu memang kehabisan daya.
“Baiklah. Ini.” Elang mengangsurkan handphone miliknya yang segera diterima oleh mbak Weni untuk diserahkan pada Naira. Handphone Naira juga segera diisi daya.
Gadis itu langsung membuka handphone milik Daddynya. Handphone itu merupakan handphone pribadi Elang. Hanya berisi hal-hal pribadi laki-laki yang gila kerja itu. Sedangkan untuk urusan kantor. Dia memiliki handphone lain yang khusus untuk itu.
Selama ini, Naira belum pernah melihat isi dalam handphone Daddynya karena dia juga memiliki benda canggih itu. Dan baru kali ini Naira memegang handphone yang penuh rahasia itu.
Karena di dalam handphone milik Daddynya tidak ditemukan permainan sama sekali, akhirnya dia memutuskan untuk melihat galeri foto.
Naira membuka satu persatu folder yang ada. Tidak banyak foto yang ada di memori handphone itu. Kebanyakan hanya Fotonya dan foto sang Daddy. Tapi, ketika dia membuka lebih banyak, dia menemukan hal yang sangat menarik untuknya.
Satu folder itu berisi foto-foto Onty cantiknya. Tapi sepertinya foto itu sudah diambil lama. Ia melihat Onty cantiknya masih memakai seragam sekolah. Penampilan nya juga terlihat keren.
Naira adalah gadis kecil dengan tingkat kematangan pikiran yang melebihi umurnya. Melihat semua foto yang ada. Dia dapat menyimpulkan jika antara Daddynya dan Onty cantiknya ada hubungan spesial pada masa lalu.
Kemudian, Naira mengamati wajah sang Daddy yang tidak terlihat seperti dalam foto. Daddynya terlihat dingin selama ini. Sangat bertolak belakang dengan penampilan Daddynya yang terlihat hangat dalam foto yang diambil bersama Onty cantiknya. Dalam foto, Daddynya terlihat sangat bahagia.
Diam-diam Naira merasa kasihan pada Elang. Melihat wajah pria itu yang terlihat hampa. Apalagi setelah kepergian onty cantiknya satu minggu yang lalu. Daddynya semakin dingin dna terlihat kosong.
Naira adalah anak yang sangat perasa. Dia tahu jika selama bersama Mommynya, Daddynya tidak merasa bahagia sama sekali. Dia bahkan sering melihat Elang merasa risih jika harus bersama Safna.
Tapi untuk saat ini, Naira menggunakan benda itu agar Daddynya tidak tahu bahwa ia sedang membongkar isi handphone pria dewasa yang begitu banyak menyimpan kenangan itu. Naira seperti menemukan banyak harta karun.
Satu persatu video yang menampilkan Aira diputar. Wajah cantik dan polos ontynya yang lBanyak mendominasi video-video yang ia putar. Sedangkan sang Daddy kebanyakan hanya menyumbangkan suaranya. Namun panggilan dari Elang lah yang membuat Naira tercengang. Daddynya itu memanggil ontynya dengan sebutan ‘sayang' dengan mesra.
‘Ini tidak benar. Jika Daddy dan Onty cantik saling mencintai, mengapa mereka berpisah? Mereka harus bersatu. Lagipula mommy dan Daddy kan juga sudah bercerai.’ Pikir Naira.
Naira menyudahi acara Keponya. Dia kemudian segera membuka film kartun kesukaannya dari handphone milik ayahnya itu. Namun, walaupun dia kelihatan sedang menikmati Apa yang ia tonton, nyatanya dia sedang memikirkan cara untuk menyatukan kedua orang yang sudah lama terpisah itu.
Di dalam otak kecil Naira, sudah tersimpan banyak cara untuk kembali menyatukan keduanya. Dia akan menjadi orang yang bahagia jika dapat melakukan itu. Daddynya sudah lama menderita. Ia tahu itu. Dan sekarang ia bertekad untuk mengembalikan senyum kebahagiaan di wajah tampan sang Daddy.
Naira sudah mengetahui jika kedua orang tuanya sudah bercerai. Dia tahu arti kata cerai. Tak sengaja ia mendengar pembicaraan kakek dan neneknya. Dan dia merasa baik-baik saja walaupun sedikit hatinya merasa sakit.
Teman-teman di sekolahnya pernah menceritakan jika saat om dan tantenya bercerai, kemudian omnya menikah lagi. Lalu, Sang anak akan mendapatkan ibu tiri yang jahat. Seperti di film yang pernah Naira tonton.
__ADS_1
Dia jadi sedikit ngeri Membayangkannya. Ah tapi itu tidak mungkin. Melihat Daddynya yang sangat dingin pada wanita selama ini, tidak mungkin Daddynya akan menikah dalam waktu yang cepat.
Tapi jika yang menjadi ibu barunya adalah Onty cantiknya. Mungkin keadaan akan Lain. Pasti lebih menyenangkan dibandingkan dengan Mommynya. Selama ini Naira menemukan sosok seorang ibu dari diri Aira. Gadis kecil itu merasa nyaman.
‘Wah sepertinya akan menyenangkan jika Onty cantik menjadi bundaku. Pasti kami akan bersenang-senang sepanjang hari. Aku jadi punya ide!’
*
*
*
Hayo... Kira-kira ada yang bisa nebak nggak nih ide yang mampir di otak cantiknya Naira?
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Dua puluh tiga🍃...
...🌸Pada malam ke dua puluh tiga, Allah SWT membangunkan sebuah kota untuk nya di surga🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...