Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 122. Gosip Pembawa Masalah


__ADS_3

Wildan saat ini sedang dilanda galau. Gosip miring mengenai Mikaila semakin memanas. Apalagi kekasihnya itu belum juga memberi klarifikasi mengenai hubungannya dengan Roki. Hal ini membuat suasana hati Wildan memburuk.


Rekan kerjanya juga memiliki andil terhadap buruknya suasana hati pengacara muda itu. Beberapa rekan pengacara di kantor tempatnya bekerja mengetahui bahwa Mikaila adalah kekasih Wildan, jadi mereka turut penasaran terhadap kelangsungan hubungan antara pengacara dan artis terkenal itu.


Beberapa di antaranya bahkan menanyakan secara langsung pada Wildan. Dan tentu saja itu membuat Wildan kesal. Memberi penjelasan terhadap semua orang yang bertanya semakin membuat dirinya marah.


"Sudahlah Wil jangan terlalu diambil hati." kata Ridwan saat keduanya makan siang bersama di sebuah kafe.


"Lihatlah! Dia bahkan hanya tersenyum saat banyak orang bertanya padanya. Apakah dia tidak berfikir jika apa yang ia lakukan itu bisa membuat semua orang beranggapan bahwa berita itu benar adanya."


Wildan melirik dengan sinis sebuah televisi yang sedang menanyangkan berita gosip mengenai kekasihnya. Saat ini Mikaila dikelilingi oleh banyak wartawan yang haus informasi.


Hubungan antara Mikaila dan Roki saar ini menjadi trending topik. Dengan adanya gosip ini pula nama Mikaila semakin melambung. Banyak tawaran film dan iklan yang berdatangan.


"Mikaila itu artis Wil. Jadi memang wajar jika ia menjadi pusat perhatian. Sedikit saja tentang Mikaila akan langsung menyebar."


Wildan hanya menganggap apa yang diucapkan Ridwan seperti angin lalu. Hatinya terlalu panas sekarang.


"Mereka memang terlihat sangat serasi." kata seorang pengunjung wanita.


"Benar. Tidak ada yang lebih pantas menjadi pasangan Mikaila selain Roki. Mereka benar-benar serasi." timpal temannya.


"Ahhh mereka sangat romantis dalam film Salahkan Cinta yang baru saja mereka bintangi."


"Iya. Aku dibuat meleleh berkali-kali. Roki sangat tampan dan juga romantis abis." seorang temannya merem melek membayangkan film yang baru saja mereka tonton.


"Memangnya lilin sampai meleleh. Cih! Aku bahkan lebih tampan dari si Rok itu." kata Wildan sambil berdiri dari kursinya. Kursi yang ia duduki menjadi korban kekesalannya. kursi itu terjatuh akibat Wildan dengan kasar berdiri tanpan memundurkan kursi terlebih dulu.


Suara jatuhnya kursi itu menjadi pusat perhatian. Bahkan ketiga wanita yang dari tadi bergosip di meja sebelah Wildan menghentikan aktifitas bergosipnya. Mereka terkejut mendengar suara kursi yang terjatuh.


Ridwan yang masih berada di kursinya hanya berdiri dengan tersenyum canggung. Ia segera meminta maaf sambil membungkukkan badan sebelum berjalan cepat mengejar Wildan yang lebih dulu meninggalkan kafe tanpa merasa bersalah telah membuat gaduh di dalam.


"Sial lo! Lo yang bikin ulah gue yang dibuat malu dan meminta maaf." gerutu Ridwan saat ia berhasil menyamai langkah Wildan. Tapi sang tersangka hanya diam. terlalu malas membahas apa yang terjadi.


"Ck. Dari pada galau mending lo langsung temui Mikaila. Bilang apa yang kamu inginkan."

__ADS_1


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Wildan menyalakan mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Ridwan yang tangannya menggantung di udara karena dia baru saja akan membuka pintu mobil.


"Sial!" Ridwan menendang udara di depannya.


"Dia yang ajak kesini malah gue ditinggalin. Tau gitu tadi bawa mobil aja." Ridwan segera mengeluarkan handphone miliknya dan menelfon sopir perusahaan untuk menjemputnya.


Sepanjang jalan Wildan juga masih terus uring-uringan. Radio yang ia nyalakan di mobilnya juga membahas gosip mengenai Mikaila dan Roki.


"Kurang kerjaan banget mereka. Ngurusin masalah orang lain saja." dengan jengkel Wildan mematikan radio yang baru saja ia nyalakan.


Wildan sendiri sebagai seorang pengacara tugasnya adalah mengurusi urusan orang lain. Ia bahkan kadang bertindak lebih dari membicarakan masalah orang lain. Dia malah turun langsung dalam masalah orang lain. Tapi sekarang dia melupakan fakta tentang dirinya saat banyak orang yang membicarakan Mikaila.


Dia mengajak Ridwan makan siang bersama u tuk menghindari rekan kerjanya yang akan tersu membahas Mikaila.dan gosip yang mnimoa gadis itu. Tapi di kafe kondisi hatinya malah semakin memanas.


Bukannya tidak mengerti dengan profesi Mikaila yang memang rawan diterpa gosip. Tapi dengan seringnya mendengarkan omongan orang lain tentang hubungan Mikaila dan Roki membuat kesabarannya lama-lama terkikis.


Di tempat lain....


Mikaila, Melati dan Aira juga makan siang bersama di rumah makan dekat sekolah Naira. Naira juga ada di tengah-tengah mereka. Televisi di tempat itu juga sedang menayangkan gosip yang dilihat Wildan. Dan berhasil membuat laki-laki itu semakin kacau.


"Bunda lihat itu kan Onty Mikaila!" kata Naira saat melihat wajah Mikaila di layar televisi. Aira menoleh pada telebisi besar yang di pasang di pojok atas ruangan. Mikaila dan Melati juga mengikuti.


"Terima kasih.." Mikaila tersenyum bangga mendengar pujian Aira.


"Eh Mik gosip itu nggak beneran kan?" tanya Aira penuh selidik.


"Tentu saja tidak. Aku tidak akan pernah menghianati Wildan. Aku sangat mencintainya."


"Kenapa kamu tidak membenarkan gosip itu?" kata Aira. Ia menyayangkan sikap Mikaila yang terkesan membiarkan gosip simpang siur.


"Jika aku luruskan malah akan semakin panjang urusannya Ra." jawab Mikaila santai sambil memundahkan makanan dalam sendoknya ke dalam mulut.


"Menurutku juga sebaiknya kamu luruskan masalah ini Mik. Kasihan Wildan pasti tertekan dengan gosip ini." Melati juga setuju dengan pendapat Aira.


Mikaila memandang kedua temannya secara bergantian. Kemudian berfikir menghadapi masalah ini.

__ADS_1


"Aku awalnya juga ingin meluruskan gosip ini. Tapi produserku melarangku. Karena dengan adanya gosip ini, film yang sedang aku mainin." Mikaila mengetuk-ngetukan sendoknya pada piring.


"Wildan tahu?"


"Enggak. Tapi aku yakin Wildan pasti percaya kalau aku nggak akan mengkhianatinya."


"Seharusnya kamu bilang apapun yang terjadi Mik. Wildan pasti dalam kesulitan sekarang. Ia pasti merasa tidak nyaman mendengar semua gosip yang ada Mik." kata Melati.


"Aku setuju. Kamu harus tetap bilang apa yang terjadi Mik. Dalam sebuah hubungan komunikasi sangatlah penting."


"Begitu ya?"


"Hem." kedua temannya mengangguk mengiyakan.


Saling percaya memanglah modal untuk membangun hubungan. Namun komunikasi tak kalah pentingnya. Dalam suatu hubungan sebuah masalah harus dibicarakan dengan pasangan agar tidak ada kesalah pahaman.


*


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2