Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 70. Juna Cemburu


__ADS_3

Setelah sampai di kantor, Melati segera merapikan barang-barangnya. Dia harus cepat-cepat untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan oleh para wanita di dalam sana. Dia tadi melihat sekilas bahwa beberapa rekannya mengintipnya saat bersama Juna tadi. Jika mereka menyerangnya dengan pertanyaan, dia akan bingung menjawab pertanyaan mereka.


"Itu tadi siapa Bu Mel?"


"Teman."


"Teman kencan?"


"Bukan Bu Lia. Hanya teman."


"Bu Mel mau kemana?"


"Pulang."


"Tuh kan mau kencan."


"Hahaha. Bukan Bu Mila. Ya sudah saya permisi."


Melati secepat kilat harus kabur sekarang. Menghindari mereka yang jiwa Keponya sedang bergelora adalah hal yang tepat. Meladeni kekepoan mereka hanya akan menggali kuburan sendiri jika salah bicara sedikit saja.


"Sudah?" tanya Juna ketika melihat Melati mendekat. Melati hanya mengangguk. Juna membukakan pintu untuk Melati.


Namun sebelum melati masuk mobil dengan sempurna, sebuah mobil mewah berhenti di depan mobil Juna. Pengemudinya turun dan memanggil Melati. Dengan terpaksa Melati keluar lagi dan berdiri di samping Juna.


"Ada apa Tuan Diego?" tanya Melati yang mengenali pria tampan yang baru saja memanggilnya.


"Febri badannya panas Bu Mel."


Melati mengingat salah satu anak didiknya yang paling dekat dengannya selain Naira. Memang sudah dua hari gadis kecil berusia hampir lima tahun itu tidak masuk karena sakit. Setelah sebelumnya tiga haru tidak masuk karena pergi ke luar Kota. Rencananya malam ini Melati memang mau menjenguknya.


"Bagaimana keadaannya sekarang?"


"Kata dokter saya harus mengajak Bu Mel menemui Febri agar Febri cepat sembuh."


"Kenapa?"


"Febri terus mengingau memanggil Bu Mel."


"Tapi... " Melati menoleh pada Juna yang mereka abaikan. Dia terlihat kesal. Rencananya keluar dengan Melati terancam gagal.


"Maaf tuan. Bolehkah saya meminjam Bu Mel sebentar?" tanya Diego.


"Anda kira Melati barang main pinjam-pinjam saja." dengus Juna sebal. Laki-laki di depannya itu datang di saat yang tidak tepat. Mengganggu!


"Maksud saya bisakah saya mengajak Bu Mel menemui anak saya?"


"Kamu nggak keberatan kan Na?" tanya Melati setelah Juna hanya diam.


"Tadi katanya mau ke Mall."


"Lain kali aja ya Na."


"Mari bu Mel ikut saya."

__ADS_1


"Tidak bisa. Saya akan mengantar Melati. Jalan di depan. Saya akan mengikuti." kata Juna sambil sedikit mendorong Melati untuk masuk ke dalam mobilnya. Dia harus menunjukkan pada laki-laki di depannya bahwa Melati adalah miliknya.


Juna segera mengikuti laju mobil di depannya. Wajahnya masih terlihat suram. Melati bahkan tidak berani melihat ke arah Juna. Entah apa yang ada di fikiran laki-laki di sampingnya itu. Perasaannya menjadi tidak nyaman.


"Kamu dekat dengan Dia?" Juna bertanya dengan sinis.


"Tidak juga. Tuan Diego salah satu wali murid muridku. Jadi dia pernah berkonsultasi mengenai anaknya."


"Kenapa anaknya sampai mengigau memanggil namamu?" nada Juna semakin sinis. Melati menggigit bibir bawahnya. Merasakan aura penuh ancaman dari Juna.


"Febri kan muridku Na. Bisa saja kan dia menyayangi aku."


"Kenapa bukan mengingau memanggil ibunya saja?" ini sangat aneh. Untuk ikatan seoramg murid, bahkan jika hubungan antara mereka sangat dekat, mengigau nama gurunya terdengar tidak masuk akal. Kecuali ada sesuatu yang lain. Juna semakin gelap memikirkan kemungkinan itu.


Melati menundukkan wajahnya ketika menjawab. "Karena ibunya meninggal setelah melahirkan Na."


Mendengar itu, Juna melirik tajam ke arah Melati. Juna merasa akan ada saingan untuk mendapatkan Melati. Dan dia sudah satu langkah di depan. Menggunakan anak kecil sebagai kelemahan gadisnya adalah suatu rencana yang licik.


"Kamu tidak boleh terlalu dekat dengannya Mel."


"Dia muridku Na. Dia sedang membutuhkanku sekarang."


"Apa kamu tidak pernah berpikir jika aku juga membutuhkanmu?"


Melati menoleh ke arah Juna yang fokus mengemudi. Di mata Juna, Melati bisa melihat ada kecemburuan disana. Tapi untuk apa? Dia bukanlah kekasihnya. Dia hanya sekedar teman. Jadi untuk apa merasa cemburu.


"Dia hanya anak kecil Na."


"Bukan anak kecil itu yang aku maksudkan. Tapi ayahnya."


"Kenapa kamu malah senyum? Kamu suka dengan duda itu?" Juna menekankan kata Duda pada kalimatnya.


"Tentu saja Na. Dia baik dan perhatian. Zaman sekarang jarang menemukan seorang ayah yang perhatian pada anaknya." bolehlah memancing emosi Juna sekali-kali.


"Dia terlalu tua untukmu Mel."


"Tidak terlalu tua juga Na. Tuan Diego masih telihat muda dan tampan."


Ayo Melati! Akoh dukung kamuh. Biar Juna mengerti jika wanita juga butuh kepastian! Bakar! terus bakar!


Juna semakin mendidih mendengar banyak pujian untuk orang asing itu. Tuan Diego memang masih terlihat tampan. Usianya masih tiga puluh satu tahun. Rentang waktu yang tidak menonjol. Pas untuk dijadikan pasangan.


"Ayo Na kita turun. Kamu ikut apa nunggu disini?"


"Ikut. Aku bukan sopirmu Mel." ketus Juna semakin membuat senyum Melati tidak tertahan.


"Oke..." Melati masih terus menggoda Juna. Nada bicaranya seperti orang yang tidak bersemangat.


Kedua orang yang sedang menuju kedewasaan itu mengikuti laki-laki yang paling dewasa diantara mereka masuk ke dalam rumah sakit. Sesekali Melati melirik Juna yang bertampang kesal. Sangat terlihat jelas pada wajah laki-laki baru dewasa itu.


"Mari bu Mel. Silahkan masuk." Diego membuka sebuah pintu ruang VIP tempat Febri dirawat. Juna mengikuti Melati di belakangnya.


Tubuh kecil itu terbaring lemah di atas brangkar. Selimut menutupi tubuhnya sampai ke perut. Seorang wanita paruh baya segera memberi tempat untuk Melati mendekat. Diego mempersilahkan Juna duduk di sofa. Begitu pula dengannya.

__ADS_1


"Terima kasih sudah bersedia datang Bu Mel." Nyonya Claudia, nenek dari Febri menyambut Melati.


"Sama-sama nyonya. Bagaimana keadaannya?"


"Febri masih lemah Bu. Dari kemarin tidak mau makan."


"Uuh kasihan. Sakit apa nyonya?" Melati mengelus lengan Febri.


"Sebenarnya hanya demam. Pulang dari Bandung kemarin badannya panas. Ini salah saya Bu. Dia sebenarnya tidak ingin ikut karena dia ingin selalu bersama Bu Mel. Tapi saya tidak punya pilihan lain. Jika saya tidak mengajaknya, dia tidak akan ada yang menemani di rumah." Claudia mengelus lembut lengan cucunya sebelum berbisik di telinga gadis kecil itu yang memberitahu bahwa ada Melati.


Mata kecil itu perlahan membuka. Senyum di bibir yang pucat seketika terbit ketika melihat wanita yang sangat ia rindukan ada di dekatnya. Febri merentangkan tangannya untuk meminta pelukan. Dan Melati segera mengabulkannya.


Juna dan Diego yang melihat itu memberikan respon yang berbeda. Diego yang menghangat melihat kedekatan mereka, sedangkan Juna semakin panas di hatinya. Dia merasa kali ini saingannya berat.


"Ada yang kangen nih sama Bu Mel?" goda Melati sambil mengusap pipi Febri.


"Febri kangen Bu Mel. Grandma paksa Febri ikut ke Bandung. Jadinya Febri kan nggak bisa ketemu Bu Mel."


"Yang penting sekarang sudah ketemu kan?" Febri mengangguk. Ia senang sekarang. "Mau bu Mel suapin?" Melati mengangkat semangkok bubur yang baru saja diantar oleh perawat.


Dengan telaten Melati menyuapi Febri. Anak itu makan dengan lahap. Melati menceritakan kegiatan di sekolah pada Febri. Berharap Febri mempunyai semangat untuk cepat sembuh dan berkumpul dengan teman-temannya lagi.


Setelah Febri kembali tidur usai meminum obatnya, Melati dan Juna pamit untuk pergi. Tak terasa, satu jam mereka habiskan disana.


Wajah Juna masih ditekuk sejak tadi. Melati bisa melihat itu. Apakah boleh dia menyimpulkan jika Juna mencintainya?


*


*


*


Jangan lupa di like ya teman 😉


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Keenam🍃...


...🌸Pada malam Keenam, Allah Ta'ala akan memberikan pahala seperti orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2