Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 25. Menolak Tawaran


__ADS_3

💠Kadang kita perlu menghindari sesuatu yang membuat kita merasa kurang nyaman💠


Ketiga orang yang duduk menoleh pada Juna. Juna menatap lekat Aira. Berusaha mencari tahu apakah ada sesuatu yang mengganggu Aira. Tapi Aira menyuruhnya untuk dudum di sebelahnya.


"Ada apa ini?"


"Jun, Ini Tuan Dodi." Renata memperkenalkan laki-laki yang bersamanya. Kemudian keduanya saling berjabat tangan.


"Terus terang saya tertarik pada Nona Salsa." perkataannya langsung dihadiahi pelototan dari Juna. "Maaf mas maksud saya bukan tertarik yang seperti itu." Dodi mengklarifikasi. Dia merinding melihat tatapan Juna yang tajam kepadanya.


"Dengerin dulu orang ngomong Jun. Bukan main potong aja." kata Renata berusaha meredakan amarah Juna.


"Saya dari Dod's Entertainment. Saya ingin mengajak Nona Salsa untuk bekerja sama dengan Management kami untuk menjadi artis." jelas Dodi sambil memandang Juna dan Aira bergantian. "Bagaimana Nona Salsa? Apakah Nona bersedia?"


Aira terlihat sedikit memikirkan tawaran dari Dodi. Tapi kenyataannya tanpa difikirkan dia sudah punya jawabannya. Menjadi seorang artis bukanlah salah satu dari cita-citanya. Dia juga tidak berminat sama sekali. Tapi jika dia langsung menolak itu tidaklah sopan. Apalagi dia sekarang sedang berperan sebagai Salsa yang anggun.


"Sebelumnya saya mohon maaf Tuan Dodi. Saya tidak berminat menjadi artis." Aira berusaha sebisa mungkin untuk menolaknya.


"Kenapa Nona? Di luar sana banyak yang ingin menjadi artis dan hatus berusaha keras. Dan sekarang anda sedang mendapatkan keberuntungan karena bertemu dengan saya dan saya tertarik dengan anda."


'Ish apaan orang ini? Beruntung katanya. Gue merasa sial bertemu dengan orang yang sombong seperti ini.' batin Aira.


"Kalau Salsa menolak tolong jangan dipaksa Tuan Dodi yang terhormat. Jika anda merasa di luar sana banyak yang berminat, silahkan anda mencarinya."


"Bukan begitu maksud saya. Kesempatan langka ini sangat sayang jika dilewatkan."


"Benar itu Juna, Salsa. Gimana kalau dicoba dulu Sa? Menyenangkan kok jadi artis. Bisa terkenal dan banyak fans."


"Maaf saya tidak tertarik."


"Baiklah kalau begitu. Saya juga tidak bisa memaksa." ucap Dodi kecewa. Dia merasa bahwa Aira merupakan sosok yang tepat untuk mengisi peran di film remaja terbarunya. Apalagi karakter Aira yang dingin sejak tadi sudah menarik minatnya.


"Terima kasih pengertiannya tuan Dodi."


"Ini kartu nama saya. Jika Nona berubah fikiran, Nona bisa hubungi saya." Dodi menyerahkan kartu nama pada Aira. Aira menerimanya sebagai bentuk penghormatan.


"Tentu tuan." Aira tersenyum.


"Baiklah kalau begitu saya permisi." Dodi mendorong kursinya ke belakang dan segera undur diri dari sana. Sedangkan Renata masih berada disana. Dia masih menyayangkan jika Aira melepaskan kesempatan emas itu.


"Kenapa lo masih disini?" sarkas Juna saat melihat Renata memperhatikan Aira dengan intens.


"Kenapa lo nggak terima tawaran dari Tuan Dodi Sa?"


"Emm. Gue nggak punya niat jadi artis."


"Padahal ini kesempatan emas lho."


"Re, kesempatan emas itu untuk orang yang berminat. Tapi dalam kondisi ini Salsa tidak ada minat sama sekali."


"Hemm. Sayang sekali. Padahal kalau lo mau kita akan jadi partner yang luar biasa."


"Hemm. Sayang sekali." Aira menyesap sirup di gelasnya.

__ADS_1


...*****...


"Lo punya karet Na?" tanya Aira saat sudah berada di mobil dalam perjalanan pulang.


"Buat apa?"


"Gerah gue." Aira menangkup seluruh rambutnya yang sedari awal memang digerai. Aira tidak biasa dengan rambut yang digerai. Menurutnya sangat risih dan gerah.


"Coba lo cari di dasbor."


Akhirnya dengan karet yang ditemukan di dasbor Aira mengikat rambutnya setelah menyisirnya terlebih dulu.


"Kenapa diikat rambutnya?"


"Gerah Na."


"Hem. Padahal lo cantik kalau rambut lo digerai kayak tadi."


"Hahaha Na Na. Lo makin kesini makin aneh."


"Aneh gimana?"


"Sejak kapan lo pandai puji orang?"


Juna terkekeh. "Sejak gue suka sama Lo Ra." tapi sayang kalimat itu hanya bisa dia ucapkan dalam hati. Dia tidak mau jika persahabatannya dengan Aira rusak karena perasaan cinta yang entah sejak kapan muncul.


"Kenapa lo nolak jadi Artis?"


"Ya karna gue nggak berminat aja. Lo juga pasti tau rasanya jadi terkenal kan Na? Gue yang perhatiin lo aja merasa risih. Apalagi harus mengalaminya sendiri."


"Betul."


"Tapi kan bisa saja dengan lo jadi Artis orang tua lo bakal bangga sama lo."


"Hem. Gue ragu."


"Kenapa?"


"Lo tahu sendiri kan keluarga gue. Jabatan adalah segalanya. Bisnis itu nomer satu. Jika pun gue jadi artis terkenal, artis papan atas. gue yakin nggak akan merubah apa-apa."


Juna memandang pilu sahabatnya. Dialah yang selama ini mengerti bagaimana perjuangan Aira. Bagaimana dia berusaha menjadi yang terbaik untuk papinya. Tapi tidak pernah dianggap.


"Liburan semester ini bakal diadain camping lagi Ra. Lo ikut kan?" Mengganti topik adalah sesuatu yang tepat saat pembicaraan mengarah pada sesuatu yang menyesakkan.


"Tentu. Kali ini tujuannya kemana?"


"Gue dengar sih di puncak."


"Oke. Kita harus bersenang-senang kali ini."


Aira mencari handphone miliknya. Dari tadi dia tidak melihat handphonenya. Setelah membuka benda pipih itu dia membuka pesan di aplikasi whatsapp nya. Ada beberapa dari grub kelas. Sudah abaikan dulu. Dia lebih dulu melihat pesan yang sudah menumpuk di grub Berandal Sekolah.


Seketika matanya melirik tajam pada teman tampan yang duduk di sebelahnya. Juna menelan ludahnya kasar. Dia tadi tanpa sepengetahuan Aira mengambil potret Aira yang terlihat cantik dan di share pada teman-temannya. Dan sekarang. Grub Berandal sekolah sedang sibuk membicarakan dirinya.

__ADS_1


Cap Teri 🗨 Wow gadis mana tuh? Boleh dong digebet😎


Mikimos🗨 Pangling gue 😍


Si Bos🗨 Cuit-cuit😘


Mikimos🗨 Nyonya Jones di Kondangan?🤔


Cap Teri🗨 Ajak gue dong Nyonya 😁


Jones🗨 Nyonya Jones lagi jalan sama Tuan Jones dong! 😎


Mikimos 🗨 wah wah kemajuan pesat ni Jones ☺


Si Bos🗨 PJ nya besok di kantin oy 🍧🍜🍺


***


"Berani lo ya Na?" Aira memukul lengan Juna.


"Au aduh duh duh Ra. Sakit tau. Jangan dadi giti dong."


"Lagian siapa suruh sebaris foto gue?"


"Kan sekali-kali lihat lo tampil cantik gini Ra. Nah baru beberapa menit aja lo udah berantakan kayak gini."


"Huft. Gue nggak mau lagi bantu lo."


"Sorry-sorry Ra. Lagian mereka kan cuma teman kita Ra. Nggak bakalan macam-macam sama foto lo."


"Oke. Kali ini gue Maafin lo. Tapi kalo lain kali lo sebarin foto gue seenak jidat lo, gue pastiin lo bakal menyesal."


"Janji."


Aira kembali fokus pada layar handphone nya. Juna menghela nafas lega. Dia kira Aira bakal marah-marah. Tapi ternyata dengan mudahnya dia dimaafkan. Mungkin karena Aira saat ini masih dalam kostum Salsa yang anggun. Bisa saja.


Masih ada yang gosipin gue habis lo pada! 👊👊👊👊🗨Nyonya Jones


Mikimos 🗨 🤐


Si Bos 🗨🤐


Cap Teri 🗨🤐


*


*


*


...Terima kasih sudah mampir 😉...


...Maaf Typo bertebaran 🙏...

__ADS_1


...Jangan lupa like 👍 VOTE 😍 dan Rate⭐...


__ADS_2