
Pagi ini, Aira telah bersiap-siap pergi ke kantor. Ia telah meminta tolong pada Hendro, sekretaris papinya untuk mengadakan rapat dengan dewan direksi dan juga pemegang saham. Aira harus berusaha meyakinkan semua petinggi perusahaan untuk tetep bertahan dan menyelamatkan perusahaan. Kemarin, seharian Aira dibantu Juna, Ridwan dsn Hendro mencari rencana yang tepat untuk menyelamatkan Raharja Grup yang hampir runtuh.
Tidak dipungkiri jika Aira gugup selama perjalanan ke kantor. Namun dia berusaha menguatkan diri demi banyak pihak yang harus ia Selamatkan. Aira sampai di kantor Raharja grup dengan diantar sopir. Disana, Ridwan, Juna dan Hendro sudah menunggunya.
"Kamu pasti bisa." kata Juna menyemangati. Dia melihat dengan jelas kegugupan sahabat yang pernah ia sukai itu.
"Ya. Aku bisa. Nasib ribuan karyawan tergantung pada suksesnya rencana ini Na."
"Kamu benar. Kamu tenang saja. Kak Elang dan juga tuan Arka juga siap membantumu."
"Kami semua bersamamu Ra." kata Ridwan.
"Terima kasih. Kalian memang sahabat terbaikku."
Aira menunggu rapat dimulai dengan mempelajari berkas-berkas yang akan dia presentasikan di rapat nanti. Hendro membawa mereka bertiga ke ruangan Andra. Keempat orang itu mempersiapkan semuanya dengan baik.
Di ruang rapat....
Suasana ruang rapat riuh dengan suara para petinggi yang mengungkapkan niatnya untuk mencabut saham mereka dari Raharja grup. Mereka tidak juga diam walaupun Aira dan ketiga laki-laki yang mendampinginya masuk. Mereka masih asik dengan berkasak-kusuk.
"Diam!" teriak Aira. Suaranya yang tegas dan berwibawa yang ia keluarkan sangat bertolak belakang dengan yang ia tampilkan setiap harinya. Aira berdiri di tempat pemimpin rapat. Ya. Dialah yang akan memimpin rapat pada pagi hari itu.
Mendengar suara Aira, semua orang menutup mulutnya. Sekarang mereka memperhatikan sosok Aira yang berdiri dengan tegak disana.
"Terima kasih." ucapnya setelah semua orang diam. "Silahkan duduk dengan tenang, pagi ini saya akan mengajak anda-anda semua berfikir bersama."
"Maksudmu apa bocah kecil?" tanya salah satu pemegang saham.
"Saya disini, dengan membawa misi untuk mencegah kebangkrutan yang bisa saja dialami oleh Raharja Grup."
"Kamu bisa apa? Kamu bahkan hanya lulusan SMA." ejek pemegang saham lain.
"Saya memang hanyalah lulusan SMA. Tapi darah bisnis Raharja mengalir dalam tubuh saya. Saya sudah belajar tentang bisnis begitu saya keluar dari kandungan."
"Ck. Anak kecil saja sombong."
"Kadang kala kesombongan itu diperlukan untuk memupuk rasa percaya diri tuan. Saya sombong karena saya mempunyai kemampuan. Mari kita akhiri basa basi ini." kata Aira berusaha menghentikan suara semua orang yang kebanyakan mengejek dan meragukan kemampuannya. "Saya yakin jika kita bersama kita pasti akan melewati ini semua. Jadi, saya mohon dengan sangat agar kalian bertahan sebentar lagi." lanjutnya setelah semua orang mulai diam.
"Tidak! Kami sudah memutuskan untuk menarik saham dari Raharja Grup."
"iya itu benar. Bahkan RK saja sudah memisahkan diri."
'Benar! Kelakuan keluarga itu benar-benar membuat malu.' cibir Aira dalam hati.
__ADS_1
"Perusahaan dengan kualitas pemimpin ya g mempunyai Nyali cetek tidak perlu kalian perhatikan. Karena mereka hanya mau untuk menyender dan tidak mampu untuk berjuang. Tapi, kita akan berusaha menyelamatkan Raharja Grup."
"Tidak. Raharja grup sebentar lagi akan runtuh."
"Iya. Kami tidak mau rugi."
"Begitukah menurut kalian?"
"Ya. Tidak akan ada yang bisa menyelamatkan Raharja Grup sekarang ini. Bahkan Tuan Elang sudah meninggalkan kita."
"Siapa bilang aku meninggalkan Raharja Grup?" Elang tiba-tiba masuk mengagetkan semua orang. "Saya tidak akan meninggalkan Raharja Grup. Saya akan tetap mendampingi. Saya ingin melihat kemampuan Nona Aira setelah lima tahun menghilang." Elang menyeringai. Membuat peserta rapat diam.
Elang kemudian duduk di sebelah Aira. Dia merasa kasian jika melihat Aira dipojokkan oleh orang-orang yang ada disana.
Semangat Aira semakin bertambah sekarang. Ada lagi orang yang mempercayainya.
Rapat segera dilanjutkan. Aira segera mempresentasikan ide-ide dan juga solusi untuk mengatasi masalah yang menimpa perusahan keluarganya.
"Lalu darimana kita mendapatkan modal untuk melanjutkan pembangunan perumahan itu?" tanya salah satu pemegang saham. Pembangunan perumahan yang masih separuh berjalan terpaksa berhenti karena investor yang mengalirkan dananya mendadak mengambil kembali uang mereka akibat kasus yang menimpa Safna.
Perumahan yang akan dibangun merupakan perumahan yang simple semi modern yang cocok untuk pasangan muda. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Dan mereka telah membangun lebih dari seratus unit yang tersebar di beberapa daerah. Tapi sayangnya, ketika pembangunan mencapai enam puluh persen, terkendala masalah dana yang kurang.
"Untuk itu, kita bisa mulai promosi untuk pemesanan dengan DP sepuluh persen dari harga per unit. Saya rasa itu sudah cukup untuk kita gunakan sebagai modal meneruskan pembangunannya hingga selesai. Selain melalui iklan televisi, radio dan juga surat kabar, Kita juga akan memasarkan lewat media sosial."
"Dan jika ada kekurangan, AMT bisa membantu. Siapkan Proposal ke kantor saya." kata Elang. Aira tersenyum puas mendengarnya.
"Jika hanya masalah pemasaran. Itu masalah yang mudah. Kita keluarkan produk kita. Kita sebar sampai ke bawah. Sejalan dengan itu, Kita akan memberikan tester di Mall-mall, pasar tradisional, atau bahkan kita bisa turun ke jalanan. Produk jus yang kita produksi sangat cocok untuk semua kalangan. Dengan harga yang terjangkau dan mudah ditemukan akan lebih mengena di masyarakat."
"Ya ya itu ide yang bagus. Saya rasa ini dapat menyelamatkan perusahaan ini."
"Saya juga setuju."
"Saya juga."
"Tapi itu akan mengurangi provit kita."
"Saya sudah memperkirakan hal itu." Aira kemudian menunjukkan diagram yang menunjukkan laba perusahaan yang akan diterima dengan menggunakan caranya. "Seperti yang terlihat disini, laba kita memang berkurang. Tapi kita masih mendapatkan untung yang banyak. Lagipula ini tidak untuk selamanya." para pemegang saham saling berpandangan. Mereka seperti sedang membuat kesepakatan melalui tatapan mata mereka.
"Jadi bagaimana? Apa kalian tetap akan menarik saham kalian dari Raharja Grup?"
"Tidak. Kami akan bertahan."
"Bagus. Masih ada yang ingin dibahas?"
__ADS_1
Semua orang saling melirik menunggu jika ada yang ingin menyampaikan pendapatnya. Lalu seseorang mewakili semua yang hadir dengan berkata "Tidak."
"Baiklah. Kalau begitu saya rasa rapat kali ini cukup sampai disini. Jika ada yang masih belum jelas atau merasa kurang puas, bisa langsung datang ke ruangan saya."
Semua orang bubar. Meninggalkan Aira, Elang, Juna, Ridwan dan Hendro di ruang rapat.
"Kamu hebat Ra." Juna menepuk pundak Aira.
"Aku gugup Na." Aira menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Lihat sini!" Juna melepaskan tangan Aira dari wajahnya. Membuat si pemilik wajah fokus menatapnya. "Kamu adalah gadis yang hebat. Darah Raharja mengalir di darahmu. Masalah kecil ini tidak akan menyulitkanmu. Kamu adalah Aira! Gadis dengan kemauan yang keras. Aku yakin Lima tahun tidak akan merubah itu kan?"
"Iya Na. Makasih." Aira memeluk Juna. Laki-laki itu selalu ada untuk menguatkan dirinya.
Elang memalingkan wajahnya. Seharusnya dia yang berada di posisi Juna, menguatkan Gadis itu. Tapi semua keadaan ini membuatnya harus menekan keinginannya. Aira Sebentar lagi akan menjadi istri orang lain. Dan dia harus merelakan Aira bahagia dengan hidupnya.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Dua puluh lima🍃...
...🌸Pada malam ke dua puluh lima, Allah akan menghilangkan siksa kubur dari dirinya🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...