
Terima kasih ***sudah setia menunggu up dari cerita saya. Mohon maaf karena sehari hanya bisa up satu episode.
Saya juga minta maaf karena jarang bisa balas chat dari Readers. Semuanya saya baca, tapi kadang sinyal tidak mendukung saya memberi balasan untuk apresiasi kalian semua.
Tapi yang harus kalian tahu, Lov u pull Readers Qiu💋💋💋
Silahkan membaca***....
Sudah seminggu Aira pulang ke rumahnya. Dia masih harus menggunakan kruk untuk berjalan. Malam ini, Amira dan Andra merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke tiga puluh tahun. Walaupun masih kesulitan berjalan, Aira semangat menghadiri acara itu.
Acara itu diadakan di hotel milik Elang. Tentu saja semua itu telah direncanakan oleh Andra untuk mendekatkan Safna dengan Elang. Hubungan Aira dan Elang juga belum diketahui oleh keluarga Aira.
Elang juga mendapatkan undangan itu. Dan hal itu membuat Aira senang karena dia tidak akan sendirian di pesta tahun ini. Biasanya Jasson dan Jacky yang menemaninya. Tapi sepupu kembarnya itu sedang berada di luar negeri sekarang.
Ketika Elang dsn Reno sampai, pandangan semua orang tertuju pada mereka. Menyiapkan kata-kata manis untuk menjilat CEO tampan itu. Bahkan jika mereka tidsk berhasil berbicara dengan Elang. Berbicara dengan sekretarisnya juga cukup untuk mereka.
"Selamat ulang tahun pernikahan Tuan Andra." ucap Elang sambil menjabat tangan Andra. Reno menyerahkan hadiah yang dibawanya.
"Terima kasih tuan Elang. Saya juga mengucapkan terima kasih karena telah menyempatkan diri menghadiri pesta ulang tahun pernikahan saya yang sederhana ini."
"Tidak masalah tuan. Kebetulan saya juga ada perlu disini."
"Oh ya. Perkenalkan ini istri tercinta saya. Amira." Elang menyambut tangan Amira dengan hangat. Begitupun saat Andra memperkenalkan Safna padanya.
"Ini Reno, sekretaris saya. Jadi selama kita bekerja sama, kalian akan lebih sering bertemu." Andra dan Safna berhasil memenangkan tender pembangunan Mall. Tentu saja itu semua sudah diatur oleh Elang.
Setelah memperkenalkan Reno, dia mencari keberadaan seseorang. Tapi belum dijumpainya. Padahal pesta akan segera dimulai.
"Saya permisi tuan." Elang segera pergi dari hadapan Andra bersama Reno yang setia berjalan di belakangnya. Dia harus segera menemukan keberadaan gadisnya. Sudah tiga hari ini dia tidak bertemu dengan kekasihnya itu. Dan sudah cukup untuk membuat lautan rindu.
"Dimana dia Ren?"
"Mana gue tahu." jawab Reno cuek.
"Kalau dalam sepuluh menit dia belum muncul lo obrak abrik tempat ini."
"Siap pak Bos." Elang mendengus mendengar jawaban Reno yang mengatakan siap dengan nada penuh ejekan. Padahal dia sungguh-sungguh akan mengobrak-abrik tempat ini. Tidakkah ada yang mengerti perasaannya sekarang? Dia sedang dilanda rindu berat.
Aira menuju ke ballroom hotel dengan kaki yang pincang. Itu membuatnya sulit bergerak. Aira baru saja memasuki lift setelah keluar dari kamar yang telah disewa untuk tempat meriasnya.
Senyum Aira terkembang saat mendapatkan pesan bahwa Elang sudah berada di ballroom dan sedang menunggunya. Rasanya ingin segera dia sampai dan menemui kekasihnya. Dia juga rindu berat.
Semua mata menatap ke arah pintu ballroom yang memperlihatkan seorang gadis cantik dengan gaun panjang berwarna biru tua berjalan pincang dengan bantuan sebuah kruk. Senyumnya mengembang saat melihat kekasihnya juga tersenyum ke arahnya. Membuat kadar kecantikannya berlipat.
Elang terpesona melihat penampilan Aira pada malam ini. Dia tidak pernah melihat Aira memakai make up sebelum ini. Aira benar-benar seperti seorang putri di matanya. Ekor mata Elang masih terus mengikuti langkah Aira yang mendekati kedua orang tuanya. Sedangkan kakaknya sudah berkumpul dengan teman-temannya.
"Selamat ulang tahun pernikahan Mam. Pi." ucap Aira sambil mencium kedua pipi orang tuanya secara bergantian.
"Sayang, kalau kamu kesulitan berjalan. Kamu duduk saja ya." ucap Amira. Aira mengangguk dan meninggalkan kedua orang tuanya. Elang segera menghampiri. Reno memutar bola matanya. Dia rasa bosnya itu sudah bucin tingkat dewa. Melupakan begitu saja imej yang sudah dia bangun.
Semua mata memandang Elang yang tengah membantu Aira berjalan. Mereka dibuat kaget atas perlakuan Elang terhadap Aira. Begitu juga keluarga Aira. Elang bahkan mengambil kruk itu dan bersedia menjadi gantinya untuk membantu Aira berjalan. Memberikan kruk itu pada Reno.
"Gimana kakinya? Masih sakit?" tanyanya setelah mereka duduk.
__ADS_1
"Sedikit. Kalau dingin akan terasa nyeri." keluh Aira.
"Apa kabar Ra?" tanya Reno. Dia merasa mulai jadi kacang panjang sekarang.
"Baik kak Reno. Sudah jauh lebih baik."
"Mas yakin akan segera sembuh. Nanti kalau kamu sudah sembuh. Mas akan ajak kamu dan juga yang lainnya berlibur di villa mas di Banten. Villa nya berada di pinggir pantai." Reno mendengus. Usahanya untuk ikut berbicara gagal. Sepertinya dia memang hanya bisa jadi nyamuk di antara dua manusia yang sedang dimabuk asmara.
"Yang benar mas? pasti sangat indah."
"Tentu saja. Makanya cepatlah sembuh." Elang mengusap kepala Aira dengan lembut.
"Em. Tentu saja."
"Kamu terlihat sangat cantik malam ini Ra."
"Terima kasih." Aira tersenyum manis.
"Jangan tersenyum seperti itu Ra. Ini tempat umum."
"Memangnya kenapa?"
"Hanya mas yang berhak menikmati senyum manismu."
"Gombal!"
Elang hanya tersenyum. Meraih tangan Aira dan Menggenggamnya erat. Menunjukkan pada semua orang bahwa Aira adalah miliknya. Interaksi antara Elang dan Aira menjadi tontonan yang menarik untuk tamu undangan yang hadir. Mereka semua tidak menyangka jika Elang bisa bersikap begitu manis terhadap seorang gadis. Safna yang melihat adiknya diperlakukan dengan manis merasa iri di dalam hatinya. Jika Aira bisa, tentu dia juga bisa. Dia lebih hebat dari Aira dalam berbagai hal.
"Apakah tuan Elang mengenal putri saya Salsa?" tanya Andra setelah dia menyelesaikan acara potong kue. Elang menoleh ke arah Aira. Dia belum tahu jika panggilannya Salsa jika di rumah.
"Panggilanku Salsa mas kalau dirumah." jelas Aira semakin membuat keluarganya bingung. Mereka tidak salah dengar kan jika Aira baru saja memanggil Elang dengan sebutan "Mas" tadi?
"Aira adalah pacar saya." jawab Elang singkat. Lagi-lagi jawaban Elang berhasil membuat semua orang yang mendengarnya syok. Mereka tidak ada yang menyangka jika Elang sudah mempunyai pacar. Dan pacarnya itu masih duduk di bangku SMA.
"Sayang, kamu tidak bilang ya kalau kamu pacar mas?"
"Nggak penting juga mas. Kenapa harus bilang. Ya sudahlah. Mereka kan sudah tahu sekarang."
"Kamu benar." Elang mencium pucuk kepala Aira. Membuat semua orang melongo. Dimana Elang yang biasanya tegas? Dia terlihat sangat menyayangi Aira sekarang. Bahkan terkesan bucin.
"Aku capek mas. Ayo duduk lagi." Elang segera membawa Aira untuk duduk setelah berpamitan pada Andra dan Amira. Kemudian menyuruh Reno untuk mengambilkan makanan dan juga minuman untuk mereka.
'Kalau gue tahu tadi diajak kesini cuma buat pelayanannya, mending tidur di rumah akan lebih enak.'
Safna menghampiri meja adiknya. Dia merasa jika dia masih punya kesempatan. Tak masalah jika harus Tikung menikung dengan adik sendiri.
"Boleh kakak duduk Ra?" tanya Safna dengan senyum elegan yang membuatnya terlihat sangat cantik.
"Tentu saja kak." Safna segera duduk.
"Mas pasti sudah kenal kan dengan kak Safna?"
"Ya."
__ADS_1
"Saya sangat senang atas kerjasama kita tuan. Semoga kerjasama kita kedepannya lancar."
"Semoga tidak mengecewakan."
"Kami pasti akan berusaha semaksimal kami."
"Itu harus. Anda pasti tahu saya sangat membenci kegagalan bukan?"
"Ya Tuan." Kenapa dia sangat dingin? Belum apa-apa saja suah diingatkan masalah pekerjaan. Bukankah dia memperlakukan Aira dengan manis.
"Jadi saya harap kalian bisa memenuhi target yang telah saya tentukan."
"Iya Tuan."
"Kak Safna sekalian makan disini yuk." ajak Aira saat melihat pelayan membawakan banyak makanan ke meja mereka dengan Reno yang berada di depannya.
"Terima kasih Sa. Tapi kakak sedang diet sekarang."
"Ow. Sayang sekali kak. Padahal saat pesta makanannya pasti banyak. Akan mubazir jika tamunya diet seperti kakak."
"Tentu saja tidak Sa. Kakak rasa hanya kakak yang melakukan itu. Kamu tahu kan jika kakak harus tampil sempurna?"
"Iya kak. Kakak memang selalu tampil sempurna." Safna tersenyum. Dia memang lebih segalanya dibandingkan Aira. Aira memang cantik malam ini, tapi yang paling cantik tetaplah dirinya. Dan itu faktanya.
"Makan dulu sayang." Elang menyodorkan piring berisi steak pada Aira.
"Mas. Bukankah kakakku ini cantik?" tanya Aira pada Elang.
"Cantik. Tapi tetap kamu yang paling cantik Ra." Elang mengusap kepala Aira.
"Buat apa kamu menanyakan itu Ra? Di kepala Elang itu semua sudah penuh dengan poster bergambar wajah kamu di setiap sudutnya. Jadi tidak ada yang lain yang bisa mengisinya."
"Lo pikir kepala gue papan baliho?"
"Nona Safna, mari makan." Reno mengusir Safna secara halus. Dia tahu niat tersembunyi dari kakak Aira tersebut. Orang lain mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, penglihatan Reno tidak bisa dibohongi jika melihat rasa iri di mata Safna. Dia tidak ingin Safna merusak kebahagiaan Elang dan Aira.
Walaupun dia sering direpotkan dengan kebucinan Elang, dia tak masalah karena di melihat ketulusan di mata Aira. Dan dia hanya melihat ada cinta yang besar disana. Tanpa ada obsesi dan keserakahan. Elang sudah menemukan gadis yang tepat untuk dicintai.
*
*
*
...Terima kasih sudah mampir 😍...
...Jangan lupa like 👍dan vote😁...
...Ramaikan kolom komentarnya🗨...
...Salam sayang😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1