Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 63. Perpisahan Yang Indah


__ADS_3

Sebelum mulai membaca, Author mau mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa bagi kaum Muslimin dan Muslimat yang melaksanakan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Bulan yang penuh hikmah untuk kita semua. Aamiin 🤲


***


Aira, Mikaila dan Melati sudah selesai dirias oleh make up artis yang sengaja disewa Elang. Ketiganya kini berada di butik milik keluarga Elang. Di sana bukan hanya ada mereka bertiga. Melainkan, keempat pria tampan yang menjadi pasangan mereka. Tapi pada acara ini, anehnya Ridwan memilih untuk berjalan sendiri nantinya. Elang dan Wildan memakai batik yang senada dengan bawahan yang dipakai oleh Aira dan Mikaila.


Setelah semua siap, mereka segera berangkat ke sekolah untuk menghadiri acara perpisahan mereka. Mereka berangkat dengan pasangan mereka masing-masing dengan Ridwan yang berada satu mobil dengan pasangan Juna dan Melati. Walaupun mereka berdua belum resmi menjadi sepasang kekasih, tapi chemistry keduanya sudah terlihat kuat.


Sementara itu....


"Mas nanti gimana masuknya?" tanya Aira saat mereka berdua sudah berada dalam mobil. Undangan untuk acara itu telah ia berikan pada kedua orang tuanya. Terlepas mereka akan datang atau tidak itu tidak lah penting. Yang penting undangan itu telah tersampaikan.


"Tenang saja sayang. Apa mas lupa tidak memberi tahu jika mas adalah salah satu tamu kehormatan disana?" jelas Elang.


"Hah? Kok bisa?"


"Mm. Apa sih yang nggak mas bisa? Apalagi ini hanya hal sepele. Mas tidak akan membiarkan kamu berjalan sendiri disana. Tuan dan Nyonya Andra juga belum tentu akan hadir."


Wajah ceria Aira mendadak muram. Apa yang dikatakan Elang semuanya betul. Kedua orang tuanya belum tentu akan datang. Sejak dulu mereka tidak pernah datang. Bahkan saat kelulusan SMP, Aira tidak mengikuti acaranya karena dia sangat sedih mendengar orang tuanya meminta pembantu mereka mewakili mereka ke sekolah.


"Maafkan mas sayang. Mas nggak maksud bikin kamu sedih." Elang sangat merasa bersalah. Kata-katanya pasti sangat melukai hati gadis di sebelahnya.


"Nggak papa mas. Aira sudah biasa."


"Tenang saja Sayang. Mas tidak akan membiarkan kamu kurang kasih sayang." Senyum Elang penuh arti. Dia akan melakukan apapun demi Senyum gadisnya.


Tak butuh waktu lama, rombongan mereka sampai di sekolah. Mereka, semua berjalan berdampingan. Melati berjalan diantara Juna dan Ridwan. Gadis yang biasanya terlihat culun itu telah berubah menjadi bidadari yang sangat cantik. Kacamatanya sudah lama ia ganti dengan softlens. Wajahnya dirias natural dengan rambut yang digulung sederhana ala zaman now dengan beberapa anak rambut yang dibiarkan menggantung di kedua sisi poninya. Juna dengan batik coklatnya terlihat gagah. Rambutnya ditata rapi membuatnya semakin terlihat berwibawa. Ridwan yang baru kali ini memakai batik terlihat sangat tampan. Apalagi rambutnya yang biasa berantakan kini tampil rapi dengan pomade. Mereka terlihat seperti seorang nona muda cantik yang dikawal dua Bodyguard tampan. Membuat iri yang memandang.


Di belakang mereka bertiga, Mikaila bergandengan tangan dengan Wildan. Mikaila lebih senang memakai riasan sedikit tebal untuk acara formal seperti ini, namun itu malah mempertegas penampilannya yang mewah dan anggun. Wildan memakai batik yang sama seperti yang digunakan bawahan Mikaila. Keduanya tampak serasi. Wildan tampak berwibawa.


Namun yang paling menyita perhatian adalah pasangan yang berjalan paling akhir. Aira yang selama ini selalu berpenampilan tomboy hari ini terlihat sangat cantik dengan kebaya berwarna merah maroon yang pas di tubuhnya. Bawahannya memakai batik di bawah lutut yang membuatnya berjalan dengan anggun. Wajahnya yang dimake up tipis pun membuat pangling siapapun yang melihat. Gadis tomboy itu benar-benar mempesona.


Mereka juga terpesona pada Elang. Pasangan Aira siang ini menjadi kejutan tersendiri. Mereka tidak ada yang menyangka jika teman tomboy mereka telah memiliki kekasih yang tampan, kaya dan terkenal. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan menuju aula.


Saat berada di depan Aula. Keluarga mereka sudah menunggu. Mereka bergantian menyapa orang tua dari sahabat mereka yang sudah akrab mereka kenal. Namun, seperti dugaan Elang. Andra dan Amira tidak hadir. Itu membuat sudut hati Aira merasa sakit. Elang yang menyadarinya segera menggenggam erat tangan Aira.

__ADS_1


"Hay sayang. Maaf ya. Apa mama terlambat?" Aira menoleh. Dia sangat terkejut wanita paruh baya itu akan datang. Namun tak dapat dipungkiri jika hatinya sangat bahagia.


"Mamamu kalau dandan suka lama sayang." ucap seorang Pria di belakang wanita itu. Wanita itu mencebik tak terima dijadikan kambing hitam oleh suaminya.


"Mama dan papa datang?" Erna segera memeluk Aira. Dia tahu jika gadis itu kekurangan kasih sayang dari keluarganya.


"Mama dan papa tidak akan melewatkan moment bahagiamu sayang."


Semua orang yang ada disana menganga dibuatnya. Aira ternyata masih sangat dekat dengan keluarga Elang. Aira bahkan memanggil mereka dengan papa dan mama.


Setelah Erna dan Adrian memperkenalkan diri mereka pada orang tua sahabat Aira, mereka semua masuk. Menempati tempat yang telah disediakan.


Acara demi acara telah berlangsung. Kedua orang tua Aira tidak muncul disana. Aira beberapa kali mendesah. Elang yang duduk di sebelahnya hanya bisa mengeratkan genggaman tangannya.


"Jika itu menyakitkan, jangan difikirkan lagi sayang. Lihatlah sekelilingmu, banyak orang yang menyayangimu dengan tulus." bisik Elang. Dia tidak tahan melihat wajah sedih yang ditampilkan Aira sejak tadi. Sangat terlihat jika gadis itu mengharapkan kehadiran orang tuanya di saat moment bahagianya itu.


"Mas benar. Sedikit orang yang tidak menyayangiku tidak akan berarti jika aku dikelilingi oleh mereka yang sangat menyayangiku. Terima kasih mas. Mas telah memberitahu anugerah yang telah Tuhan berikan padaku." Elang tersenyum, mengangkat tangan Aira dan menciumnya.


"Hey Boy. Tahan dulu. Jangan bermesraan di saat seperti sekarang." bisik Adrian yang duduk di samping Elang yang memergoki tingkah anak semata wayangnya.


"Sett pa. Ganggu aja."


"Kita bicarakan nanti lagi pa."


"Ck. Papa sudah tidak sabar menimang cucu."


"Jangan omong kosong pa. Ini terlalu cepat."


Adrian mencebik. Dia sangat menyukai Aira. Dimatanya, gadis ini sangat cocok untuk Elang. Baik dan sopan. Dia bertingkah apa adanya dan itu membuat Adrian dan Erna sangat puas dengan pilihan Elang. Mereka akan dengan senang hati mendukung hubungan keduanya.


Para siswa menangis saat salah satu dari mereka membacakan pidato perpisahan. Membuat mereka sedih, terharu dan bahagia dalam satu waktu yang bersamaan.


Ucapan petuah dari kepala sekolah juga menguras emosi. Mereka kembali mengingat-ngingat kenangan manis yang mereka lalui di sekolah itu tiga tahun ini. Membuat mereka semua terbawa perasaan.


"Di antara kita, ada tamu yang sangat spesial. Dan kami tidak menyangka tamu kehormatan kita akan menjadi wali murid disini. Jadi, saya harap Tuan Adrian untuk maju memberikan sepatah dua patah kata sebagai penyemangat untuk kami." kata Kepala sekolah di atas panggung.

__ADS_1


Adrian segera maju. Dia tidak menyangka akan diminta maju kedepan. Tapi dia sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.


"Saya sangat bahagia bisa berada disini. Di tengah-tengah para siswa dan juga walimurid yang sedang bahagia. Masa remaja, apalagi masa SMA adalah masa yang terindah untuk dikenang. Di saat inilah banyak terjadi Kenangan-kenangan yang seru saat mencari identitas diri." Adrian menjeda. Ia melihat setiap senyum yang terpancar di setiap wajah yang hadir.


"Generasi muda adalah harapan bangsa. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dengan generasi mudanya. Jika generasi mudanya cemerlang, Negara akan makmur dan damai. Namun kebalikannya, jika generasi mudanya rusak, dapat dipastikan kehancuran suatu negara tidak akan dapat dihindarkan. Jadi saya berpesan jadilah generasi yang hebat Yang dapat membangkitkan kejayaan Indonesia." tepuk tangan terdengar ramai bersahutan.


"Yang terakhir, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah karena telah mendidik anak-anak yang sangat hebat seperti mereka. Saya mengenal beberapa siswa disini. Dan mereka membuat penilaian saya plus untuk sekolah ini. Saya sangat bangga pada mereka. Persahabatan mereka yang indah. Saya puas dengan cara kerja kepala sekolah dewan guru. Untuk itu, mulai tahun ini, saya akan menambah jumlah bantuan untuk program beasiswa siswa pandai berprestasi." kata Adrian. Semua orang berteriak bahagia. Kepala sekolah dan dewan guru sangat bersyukur untuk itu. Kini mereka akan dapat membantu banyak siswa pandai yang putus sekolab diluar sana.


Setelah acara selesai, para siswa menyebar untuk meminta foto untuk kenang-kenangannya bagi mereka. Tak terkecuali Berandal Sekolah. Daritadi mereka sibuk meladeni permintaan teman mereka yang meminta foto dengan mereka.


"Wah sayang! Ternyata kamu terkenal ya." Erna menghampiri Aira yang kelihatan lelah.


"Tidak juga Ma. Terima kasih sudah hadir ma."


"Tidak masalah sayang. Mama sangat senang berada disini. Melihak kalian para remaja yang ceria dan semangat."


"Aira sangat bahagia saat ini. Walaupun kedua orangtua Aira tidak hadir, namun Aira dikelilingi orang-orang yang menyayangi Aira dengan sepenuh hati."


"Suatu saat mereka akan menyesal telah mengabaikan berlian sepertimu sayang. Sudah ya, jangan sedih. Kan mama juga ada disini." Erna mengelus punggung Aira yang bergetar karena menangis haru.


"Terima kasih Ma."


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😍


VOTE yang banyak. Jangan kayak orang susah! 😉


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari ...


...Ali Bin Abi Thalib ra. ...

__ADS_1


...☘️Malam Pertama☘️...


...🌸Orang Mukmin keluar dari dosa nya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya 🌸...


__ADS_2