
Cekrek!
"Oke bagus!"
Cekrek!
"Ganti posisi."
Cekrek!
"Tahan."
Cekrek!
"Oke. Terakhir, Tolong berhadap-hadapan. Bayangkan di depan kalian adalah orang yang kalian cintai." arahan fotografer pada dua orang yang sedang mengambil gambar untuk iklan di majalah. Kedua orang itu menurut. Mengangkat produknya di depan mereka.
"Gimana kalo gini kak?" tanya model perempuan sambil menempelkan produk pelembap wajah pada pipi putihnya.
"Boleh-boleh. Oke siap."
"Satu-dua... tiga!"
Cekrek!
"Oke perfect. Kita selesai. Terima kasih semua."
Kedua model itu melenggang ke arah manajernya masing-masing. Duduk di kursinya. Semua kru juga membereskan perlengkapan kerja mereka. Wajah lelah mereka terlihat lega sekarang. Pemotretan berjalan lancar. Setengah jam lebih cepat. Itu membuat mereka senang.
"Kerja hebat Mik!" puji Dita, manager Mikaila yang sudah mengikutinya sejak Mikaila merintis kariernya di dunia modeling Dua tahun yang lalu.
"Terima kasih. Habis ini jadwalku apa Dit?" Dita segera membuka tabletnya. Melihat jadwal dari Mikaila yang dua bulan belakangan ini sedang naik daun.
"Kamu diundang untuk casting film terbarunya Sutradara Matheo Suseno." ucap Dita setelah membaca jurnalnya.
"Matheo Suseno?! Sutradara terkenal itu?" mimpi apa semalam dia? ini seperti memenangkan sebuah lotre. Main dalam film garapan Matheo Suseno adalah sebuah keberuntungan.
"Iya."
"Emm. Gendrenya apa nih?" Mikaila berbinar.
"Romantis. Ceritanya mengisahkan seorang gadis penjual seblak yang dikejar-kejar sama tuan muda songong."
"Sepertinya menarik." Mikaila manggut-manggut. Ini kesempatan emas buatnya. Matheo Suseno adalah sutradara besar. Filmnya selalu sukses di pasaran. Jika kali ini dia berhasil mendapatkan peran utamanya. Kariernya akan semakin melejit ke dunia perfilm-an. Lagipula aktingnya juga tidak buruk. Beberapa kali ia menjadi bintang iklan di televisi setidaknya cukup untuk latihan.
Keduanya kemudian membahas tentang rencana mereka ke depan jika Mikaila lulus casting kali ini. Mereka harus siap-siap membagi waktu lagi mengingat jadwal Mikaila yang padat.
"Hai Mika." sapa Andi, model cowok yang menjadi pasangannya barusan. Pria tampan dengan tubuh menawan khas model itu berdiri di depannya. Mikaila mendongakkan wajahnya.
"Oh hai An."
"Aku dengar kamu dapat tawaran casting dari bang Theo ya?"
__ADS_1
"Iya. Nih abis ini mau berangkat. Do'ain aku ya."
"Oke Mik. Ya udah aku duluan. Semoga sukses. Kalo udah sukses jangan lupa sama teman."
"Siip." Mikaila mengacungkan jempolnya pada Andi yang hendak beranjak pergi.
Setelah kepergian Andi, Mikaila dan Dita juga pamit pada kru dan pergi meninggalkan lokasi. Mikaila duduk di kursi belakang mobilnya. Sesangkan Dita duduk di sebelahnya.
Mikaila membuka handphonenya. Membuka Ig memposting sebuah foto sebelum membalas beberapa fans yang menyapa. Bagi model seperti Mikaila, kehadiran fans sangatlah berarti. Mereka istimewa. Selalu Ada dan selalu mendukung meskipun dari jauh.
Walaupun ada beberapa hatters juga yang mampir di Ig nya tak membuat Mikaila patah arang. Jalan karier seseorang tidaklah selalu mudah. Butuh beberapa ujian yang harus dilewati agar bisa lulus. Kata-kata yang hatters ungkapkan dijadikan penyemangat dan juga motivasi agar lebih baik dari sekarang.
Di awal kariernya dia sempat terpuruk karena serangan Hatters. Namun berkat dukungan lara sahabat dan keluarganya, Mikaila dapat mengatasinya dengan baik. Sekaramg dia bahkan bisa lebih bijak dalam menangkap Kalimat-kalimat yang tertulis pada kolom komentar pada setiap postingannya.
"Mik kamu mending latihan dulu deh." kata Dita saat Mikaila meletakkan Handphonenya di pangkuannya.
"Kamu benar."
Akhirnya, sepanjang sisa perjalanan mereka, Mikaila habiskan dengan berlatih bermain peran sesuai dengan potongan skrip yang Dita terima dari asisten Sutradara.
Dita memberikan Mikaila minum sebelum mereka keluar dari mobil dan menuju ke kantor dari "Moon Management." Cara itu selalu bisa membuat rasa grogi seorang Mikaila hilang.
Sampai di dalam, sutradara Theo sudah menunggunya. Bakat Mikaila dalam hal model sudah tidak diragukan lagi sehingga membuatnya dilirik oleh sutradara terkenal sekelas Matheo Suseno.
"Selamat Siang tuan Theo." sapa Mikaila saat berada di ruangan sutradara itu.
"Siang Mika. Silahkan duduk." Mikaila dna Dita duduk di kursi di depan Theo.
"Terima kasih tuan."
"Baiklah bang Theo."
"Itu lebih baik. Silahkan diminum." Theo mengambil minuman dingin di kulkas kecil di ruangannya. Meletakkan di atas meja tepat di depan kedua gadis itu duduk.
"Terima kasih." Mikaila dan Dita segera membuka botol minuman dingin dan meminumnya.
"Langsung saja ya. Kamu pastinya sudah mengetahui sedikit banyak jalan cerita dari film ini kan?" kata Theo saat Mikaila dan Dita meletakkan minumannya.
"Ya. Manager saya sudah menjelaskannya pada saya."
"Baiklah. Bagaimana kalau dimulai sekarang?"
"Boleh."
Mikaila langsung berdiri di depan kedua orang yang melihatnya sedang memperagakan sebuah dialog yang ada dalam cerita yang akan ia mainkan.
Akting Mikaila tidak buruk sama sekali. Bahkan terlihat bagus untuk p koendatang baru. Dan itu membuat Theo puas. Sutradara berusia empat puluh tahunan itu berdecak kagum melihat kemampuan Mikaila beradu Akting. Padahal dia sedang sendirian. Jika sedang berlaku peran pasti akan sangat bagus.
Setelah Theo puas dengan hasilnya, mereka kemudian mulai membicarakan kontrak kerjasama antar keduanya. Membicarakan tentang jadwal mereka syuting, tentang isi cerita dan lain-lain. Pertemuan mereka di akhiri dengan penandatanganan kontrak kerjasama mereka.
*****
__ADS_1
Mikaila merebahkan dirinya di sofa di ruangan kerja Wildan sore itu. Seharian kesana-kemari membuatnya lelah. Pekerjaan ini menguras energinya. Belum lagi waktu yang ia habiskan untuk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat selanjutnya.
Di seberang meja, Wildan masih serius dengan berkas-berkas yang berserakan di atas mejanya. Mikaila meliriknya sebentar. Sudah setengah jam gadis itu berada disana. Tapi kekasihnya masih berpacaran dengan setumpuk kertas itu.
"Masih lama ya Beib?" Mikaila mulai bosan. Mengetuk-ngetuk dagunya. Melihat Wildan dengan wajah penuh harap.
"Sebentar lagi Beib. Berkas ini harus aku bawa ke pengadilan besok."
"Oke." Mikaila melangkah menghampiri Wildan. Pria itu terlihat semakin tampan saat serius. "Emang kasus apa yang sedang kamu tangani?"
"Perceraian."
"Emang ribet ya kalo mau cerai?"
"Lumayan. Emang kenapa? Jangan fikir nanti kamu mau minta cerai ya!" goda Wildan.
"Ck. Nikah aja belum kok udah mau cerai aja." Mijaila mencium pipi Wildan gemas.
"Makanya nikah yuk." Wildan menarik tubuh Mikaila hingga duduk di atas pangkuannya. Wildan segera mencium bibir Mikaila dengan rakus. Mikaila membalasnya dengan rakus pula. Menghilangkan kerinduan mereka. Sudah lima hari sejak mereka pulang dari berlibur bersama yang lainnya mereka belum bertemu hingga sekarang.
"Nanti dulu lah Beib. Aku lagi kejar karier aku. Sekarang aku juga mau main film juga lho!" ucap Mikaila setelah keduanya selesai dengan acara reuni bibir itu.
Dan mengalirlah cerita tentang kejadian yang terjadi saat dia bertemu dengan Sutradara Matheo Suseno yang ia idolakan selama ini. Mikaila terlihat sangat bersemangat menceritakan melonjaknya kariernya.
Wildan diam-diam menghela nafas. Sudah lama hubungan mereka berjalan. Tujuh tahun memjalani hubungan bukanlah waktu yang sebentar. Ia fikir sudah waktunya untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Juna dan Melati bahkan Minggu depan akan segera bertunangan. Padahal mereka tanpa melalui tahap pacaran. Wildan seperti dikalahkan dengan telak oleh Juna.Tapi sepertinya sang kekasih masih enggan untuk membangun komitmen. Masih menikmati merajut mimpinya sejak dulu. Jadi dia bisa apa selain menurut.
Bukannya Wildan tidak senang jika karier Mikaila melonjak. Tapi ia tahu betul konsekuensi yang akan mereka terima nantinya. Waktu yang ada akan semakin tersita. Dengan menjadi model saja ia dan Mikaila jarang bertemu, apalagi jika suatu saat Mikaila sudah menjadi artis. Pasti akan sangat sulit menemuinya.
*
*
*
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke delapan🍃...
...🌸Pada malam ke delapan, Allah Ta'ala memberinya apa yang pernah Allah berikan kepada Nabi Ibrahim As. 🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...*❤❤❤Queen_OK❤❤**❤*...