Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 119. Kisah Dalam Penjara 2


__ADS_3

Setelah mendapat perawatan, Safna diantar ke dalam sel penjara yang lain. Safna berjalan tertatih dituntun oleh seorang petugas. Sel tahanan yang ditempati Safna kali ini hanya diisi dua orang saja. Hanya Safna dan seorang perempuan tua berumur lima puluhan tahun yang rambutnya sudah memutih.


"Namaku Berta, Siapa namamu?" tanya wanita itu.


"Safna."


"Kelihatannya kamu masih baru. Kasus apa?"


"Percobaan pembunuhan."


Wanita bernama Berta itu hanya tersenyum. Wajahnya yang keriput terlihat sendu. Dia mendesah beberapa kali.


"Atas dasar apa kamu sampai nekat melakukan pembunuhan?"


"Itu bukan urusanmu." Jawab Safna ketus sambil mendudukkan dirinya di sisi lain sel tahanan yang lengang karena hanya diisi dua orang. Mendengar nada bicara yang ketus dari wanita muda yang menjadi tan satu selnya itu, Berta tersenyum.


Dia memahami betul perasaan wanita itu. Awal dia masuk penjara mungkin beberapa tahun di atas Safna. Saat itu mungkin perasaan Berta sama dengan apa yang dirasakan Safna saat ini. Ia pasti marah dan tidak terima atas hukuman atas tindakannya.


"Baiklah jika kamu tidak mau memberitahuku. Tapi aku akan dengan senang hati membagi kisah hidupku padamu." Safna hanya diam. Ujung bibirnya masih berdenyut akibat tonjokan keras yang diterimanya. Ia akan merasakan sakit jika berbicara.


"Aku divonis seumur hidup karena kasus pembunuhan. Suamiku selingkuh di belakangku. Padahal aku selalu melakukan yang terbaik untuknya. Aku yang selalu memenuhi dan melayani semua kebutuhannya. Aku bahkan rela menunda kehamilan hanya agar beban hidup keluarga kami tidak bertambah." Berta menerawang jauh ke masa lalu.


"Suamiku tidak bekerja karena PHK massal yang terjadi. Dan setelah beberapa bulan suamiku tidak juga mendapatkan pekerjaan. Selama itu akulah yang bekerja keras memenuhi kebutuhan rumah tangga kami. Aku bekerja serabutan mulai dari ART hingga buruh cuci demi memenuhi biaya hidup kami." Safna melirik wanita tua di sampingnya.


"Suatu hari, aku merasa tidak enak badan dan majikanku mengizinkanku untuk pulang lebih awal." Berta menarik nafas panjang saat matanya mulai berkaca-kaca. Kejadian delapan belas tahun lalu masih sangat nyata terbayang di fikirannya.


"Saat aku pulang. Beberapa kali aku mengetuk pintu. Namun tidak ada yang mmbukakan pintu untukku. Dan saat aku menyadari bahwa pintu itu tidak terkunci aku langsung masuk ke dalam rumah. Namun apa yang aku dengar saat sudah berada di dalam rumah membuat tubuhku lemas." Berta mulai terisak. Mengingat bagaimana kehidupan mempermainkan hidupnya. Cobaan selalu datang silih berganti dalam hidupnya. Berta terisak beberapa lama.


"Aku mendengar suara ******* yang bersahutan yang aku sangat mengenal salah satunya. Hatiku semakin remuk. Dengan langkah gontai aku memberanikan diri membuka pintu kamar yang juga tidak dikunci." Lagi-lagi Berta mengambil nafas untuk menguatkan diri untuk menyelesaikan ceritanya.

__ADS_1


"Dan apa yang aku lihat di depan mataku membuat harga diriku tercabik. Suami yang aku cintai dan aku perjuangkan sedang bercumbu dengan janda yang merupakan tetanggaku. hiks hiks."


"Mereka bahkan tidak menyadari bahwa aku telah memergoki mereka berdua. Mereka masih saling menikmati hingga sampai puncak mereka. Dan saat mereka telah usai dengan urusan mereka. Mereka baru menyadari kehadiranku. Aku menanyakan apa alasan mereka tega selingkuh di belakangku. Dan apa kamu tahu apa yang dikatakan oleh suamiku?" Berta melihat Safna yang masih diam mendengarkan cerita tan satu selnya itu.


"Dia bilang jika aku tidak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya. Aku tidak bisa melayaninya sehebat selingkuhannya. Memang aku yang salah. Aku lelah setelah bekerja seharian. Jadi saat suamiku meminta haknya aku sering menolah karena kondisi tubuhku yang terlalu lelah." Berta mendesah. Ucapan suaminya sangat membekas di dalam hatinya sampai sekarang. Luka yang ditorehkan suaminya terlalu dalam.


"Tapi saat aku mengutarakan alasanku. Dia malah tambah menyalahkan aku atas perselingkuhan yang ia lakukan. Bahkan selingkuhannya dengan tanpa malu terus saja bergelayut di lengan suamiku. Dan mereka memberitahuku bahwa mereka akan menikah sebab wanita jal*ng itu telah hami. Hiks hiks hiks."


"Lalu apa yang terjadi?" tanya Safna. Berta seketika tersadar dan segera melanjutkan ceritanya.


"Apalagi? Emosiku memuncak saat itu. Bagaimana wanita lain hamil di saat aku sendiri menunda kehamilan? Aku kalap. Aku mngambil gunting yang berada di atas meja di dekat ranjang dan segera aku tusukkan ke dalam perut wanita jal*ng itu berkali-kali. Suamiku yang kaget atas tindakanku segera memarik tubuhku. Mendorongku dengan kuat. Ia menangis memeluk tubuh selingkuhannya yang bersimbah darah akibat ulahku." Pada saat ini Berta menceritakan kisahnya dengan menggebu. Seakan emosinya yang dulu masih tersisa. Safna yang mendengar ceritanya bahkan sampai tercengang. Ia tidak menyangka jika wanita tua di sampingnta itu dulunya pernah menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang kejam.


"Aku yang masih dikuasai oleh amarah semakin emosi melihat bagitu cintanya suamiku pada selingkuhannya itu. Aku segera keluar kamar dan mengambil palu. Aku memukul kepala suamiku berkali-kali hingga aku puas memakinya dan dia meregang nyawa di tanganku." Safna semakim bergidik.


"Kamu pasti puas telah berhasil menyingkirkan mereka." kata Safna. Berta tersenyum mendengarnya. Namun bukan senyum kebahagiaan yang terpancar. Namun sebuah senyum penyesalan.


"Tapi apa?"


"Itu hanya bertahan sebentar. Karena pada tahun-tahun setelahnya aku sangat menyesal. Rasa bersalah menghantuiku setiap hari. Setiap saat bayangan dimana mereka berdua meregang nyawa dihadapanku selalu terlintas di fikiranku. Aku tersiksa bahkan sempat depresi. Sekarang aku sadar jika bukan hanya mereka berdua yang telah lenyap. Tapi begitu juga denganku.


"Tapi kamu masih berada disini."


"Itu benar. Tapi hidup di dalam penjara seperti ini sama saja tidak hidup. Masa mudaku hilang begitu saja. Masa tua yang seharusnya bisa aku nikmati dengan anak cucu saat ini hilang dari kehidupanku. Aku akan mendekam di dalam penjara ini sepuluh tahun lagi. Dan saat aku keluar dari sini, mungkin semua orang juga telah melupakan siapa aku." kata Berta sendu.


"Dimana keluargamu?"


"Aku tidak tahu. Mereka sudah lama tidak mengunjungiku. Mereka pasti lupa jika mereka mempunyai satu orang adik yang berada di dalam penjara ini. Hah sudahlah. Ini memang sudah menjadi nasibku." Safna memandang sendu wanita tua di sebelahnya itu. Tidak menyangka jika kisah kehidupannya sangatlah menyedihkan.


"Tapi aku yakin keluargamu pasti akan menerimamu demgan senang hati jika kamu bebas nanti."

__ADS_1


"Itu tidak perlu. Aku yakin aku juga sebentar lagi akan mati disini. Sudahlah. Lupakan kisahku. Yang ingin aku sampaikan padamu adalah seberat apapun beban hidupmu, jangan sampai kamu bermain-main dengan nyawa orang lain." Berta menatap lekat wajah Safna. Mencoba mendalami suasana hati wanita di sampinynya itu.


"Aku tidak bagaimana kisahmu hingga kamu berakhir di tempat yang dingin ini. Tapi kamu harus ingat bahwa masalahmu bukannya berakhir jika kamu melakukam perbuatan yang nekat dan jahat, tapi malah akan semakin berat. Masa depanmu hancur. Aku hanya ingin berpesan padamu, jangan sampai kamu mengulangi perbuatanmu yang dulu. Bersyukurlah bahwa kamu gagal dalam mengambil sebuah nyawa. Itu artinya kamu diberi kesempatan kedua. Setelah hukanmu berakhir, minta maaflah pada orang yang kamu sakiti. Perbaiki hidupmu."


Safna mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Berta. Membuatnya berfikir dampak yang ia peroleh dari usahanya selama ini. Usahanya meraih hati Elang. Usahanya menyingkirkan Aira dari hidupnya. Dan saat ini ia merasa sangat menyesal menjadi seorang kakak yang sangat jahat. Perkataam dari seorang pembunuh yang telah delapan belas tahun mendekam di balik jeruji besi meruntuhkan Ego Safna seketika. Membuat wanita itu menyadari kesalahannya dan menyesali semua perbuatannya.


***Flash Back Off....


*


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2