
Suara gaduh terdengar menggema di sebuah kamar. Kamar itu adalah kamar Shafna. Lagi-lagi, Elang dan Shafna terlibat pertengkaran. Untung saja kamar itu berperedam suara, jadi tidak ada yang akan mendengar pertengkaran mereka berdua.
Sepulang dari acara pertunangan Juna dan melati. Safna lagi-lagi berusaha meminta haknya. Dia bahkan telah mengunci pintu kamar dan menyembunyikan kunci itu ketika Elang sedang membersihkan diri di kamar mandi.
"Buka pintunya. Aku mau keluar." kata Elang saat dia hendak membuka pintu ternyata mendapati pintu dalam keadaan terkunci.
Safna tidak Menjawab. Kemudian dia mendekat sambil melepaskan satu-persatu kain yang menempel pada tubuhnya. Kali ini Safna sudah benar-benar telanjang bulat. Mencoba merayu suaminya agar disentuh. Dia sebenarnya tidak kekurangan laki-laki untuk memuaskan dirinya. Tapi, dia ingin merasakan keperkasaan suaminya yang belum pernah ia rasakan selama menjadi istri dari laki-laki tampan itu.
"Apa yang kau lakukan?" Elang bahkan tak tertarik melihat tubuh telanjang itu. Sudah ratusan kali dia melihat Safna tanpa pakaian. Tapi, tidak ada respon apa-apa pada dirinya. Hanya rasa jijik yang muncul. Bukan karena dia tidak normal. Tapi karena dia tidak berhasrat pada perempuan yang menjadi istrinya itu.
"Aku minta hakku." Safna menubrukkan tubuhnya pada Elang. Tapi Elang mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar. Dengan satu gerakan saja, tubuh yang menempel pada tubuhnya sudah terhuyung jatuh ke belakang.
"Jangan harap aku akan sudi melakukan nya denganmu." Elang menatap tajam wanita yang terduduk di lantai yang baru saja ia dorong.
"Kenapa? Aku istri sahmu." Safna segera bangun dan kembali mendekati Elang.
"Benar. Kamu memang istriku. Tapi tubuhmu itu tidak pantas untukku. Sudah berapa banyak laki-laki yang menjamahnya hah? Aku tidak sudi menjadi yang kesekian kali." Elang memandang jijik wanita bugil di depannya.
"Itu semua karenamu mas. Kamu yang tidak mau memberikan hakku. Aku bisa apa lagi selain mendatangi mereka untuk memuaskan hasratku? Jika kamu memeberikan hakku. Aku tidak akan mencari laki-laki di kuar sana."
"Cih! Kenapa tidak kau datangi lagi saja mereka?"
"Aku ingin kamu mas. Kamu suamiku."
"Jangan mimpi!"
"Apa karena jal*ng itu?"
"Sebutan Jal*ng itu lebih tepat untuk kamu. Kamu yang menjebakku dalam pernikahan konyol ini." tatapan Elang semakin gelap. Elang tahu betul siapa yang dimaksud jal*ng oleh Safna.
"Lalu, apa sebutannya untuk wanita yang mencintai suami kakaknya? PELAKOR?
"Diam kamu Safna! Dasar tidak tahu terima kasih. Sudah untung aku tidak memasukkanmu dalam penjara karena dengan sengaja mencelakai adikmu sendiri."
"Itu karena aku mencintaimu mas."
"Cintamu itu adalah obsesi buta. Kamu tega melakukan hal mengerikan pada adikmu sendiri. Kamu adalah wanita yang paling tidak punya hati yang pernah aku temui."
"Tapi aku mencintaimu."
"Cih. Cinta mana yang kamu maksud? Jika kamu mencintaiku. Kamu pasti menyayangi anak yang lahir akibat cinta butamu itu. Tapi nyatanya apa? Kau bahkan tidak mau memberi ASI setetespun pada anakmu sendiri yang kamu sebut lahir karena cinta. Huh!" Elang mencibir.
"Karena aku belum mendapatkan cintamu."
"Alasan! Jangan berharap untuk itu. Itu tidak akan pernah terjadi."
"Bagaimanapun Aku adalah istrimu! Lagipula jal*ng itu sudah mati!"
"Berhenti menyebutnya dengan kata-kata yang lebih pantas untukmu!"
"Aku akan berhenti jika kamu memberikan hakku sebagai seorang istri. Puaskan aku."
__ADS_1
Elang berjalan menuju almari. Membuka brangkasnya. Kemudian melempar beberapa gepok uang bergambar pahlawan proklamator pada tubuh telanjang istrinya.
"Carilah orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan." katanya sebelum meninggalkan Safna. Elang kemudian keluar dari kamar dengan menggunakan kunci cadangan yang banyak ia sediakan dalam brangkas miliknya.
Safna mengepalkan kedua tangannya. Dia kumpulkan gepokan uang itu dan meletakkannya di atas ranjang. Setelahnya, dia memunguti bajunya yang sudah tercecer di lantai dan memakainya dengan segera.
Ia sudah tidak tahan sekarang. Dia harus melakukan sesuatu agar hubungannya dengan Elang menjadi berkembang.
...🥀🥀🥀...
Kedua tubuh polos itu masih penuh dengan peluh. Olah raga ranjang yang baru saja selesai mereka lakukan membuat keduanya kepayahan. Salah satu dari mereka menyingkap selimut yang menutupi tubuh polosnya. Kemudian ia membersihkan tubuhnya sebelum memakai pakaiannya satu persatu.
"Aku sudah melakukan yang kamu ingin. Apa kau puas sekarang?" tanyanya pada laki-laki yang masih bergeming dalam selimutnya.
Laki-laki itu menarik tubuhnya hingga hanya bagian bawah tubuhnya saja yang tertutup selimut, sedangkan tubuh bagian atasnya terekspose begitu saja. Menampakkan otot dada dan perutnya yang seksi.
"Puas? Mana puas jika hanya dua kali?"
"Cih! Sekarang waktunya kamu memenuhi tugasmu."
"Kamu tidak pernah melupakan tujuanmu sayang."
"Aku tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku adalah Safna Tsania Raharja. Aku akan mendapatkan apa saja yang aku inginkan."
"Kamu penuh dengan ambisi sayang. Aku suka itu." laki-laki itu bangun dan dengan santai memakai pakaiannya di depan wanita yang baru saja memuaskan nafsu birahinya.
Setelah semua pakaiannya lengkap, laki-laki itu menghampiri Safna yang berdiri di depan jendela sambil memegang gelas berisi wine nya. Kemudian memeluk tubuh ramping itu dari belakang. Kemudian mengecup leher yang penuh cupangan hasil karyanya.
"Aah... aku sudah melakukannya. Itu sudah cukup." Safna menepis tangan nakal itu. Tujuannya menemui laki-laki ini hanya ingin laki-laki itu menjalankan rencananya. Dia tidak boleh kembali terbuai.
"Ayolah Sayang. Satu kali lagi Please." Kembali tangan itu meremas benda kenyal itu lagi. Tangannya bahkan sudah menyingkap dan menyelusup ke dalam gaun. Memelintir gemas pucuk dada wanita itu. Wanita itupun mendesah merasakan kenikmatan yang diciptakan.
"Cukup untuk saat ini. Jangan menggodaku lagi." dengan keras Safna menepis tangan itu dan segera menjauh. Merapikan gaunnya yang berantakan.
"Baiklah-baiklah. Aku mengalah sekarang. Apa yang kamu inginkan?" laki-laki itu mengambil gelas dan menuangkan wine untuknya sendiri.
"Masih sama. Hilangkan dia. Aku ingin sekarang dia benar-benar hilang untuk selamanya."
"Ck ck Ck. Kau masih kejam seperti dulu sayang. Ku dengar dia juga akan menikah sebentar lagi. Kenapa kamu malah ingin mencelakai adikmu sendiri?"
"Suamiku masih mengharapkannya. Aku tidak terima itu."
"Untuk apa cemburu pada suamimu itu. Kamu kan punya aku yang siap kapanpun kamu butuhkan."
"Kau tidak sama. Aku mau melakukannya denganmu hanya untuk melampiaskan hasratku."
"Tapi aku mencintaimu. Tidak bisakah kita pergi dan menjalani hidup bahagia bersama?"
"Tidak. Aku hanya ingin Elang yang menjadi suamiku. Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan dia."
"Tapi aku yakin jika hanya aku yang bisa memuaskan mu di atas ranjang bukan? Suamimu itu bahkan belum sekalipun mencicipimu. Lalu apa yang kau harapkan darinya?"
__ADS_1
"Aku punya banyak rencana agar dia jatuh ke dalam pelukanku. Tapi kau harus membantuku sekarang."
"Ya baiklah. Aku mendukungmu. Tapi ingat, jika dia tetap tidak mau denganmu, Aku akan dengan senang hati menerimamu. Kau tahu aku akan dengan senang hati memuaskanmu sayang."
"Lakukan tugasmu. Dan aku akan menyerahkan tubuhku padamu setelah itu."
"Baiklah. Aku terima penawaran yang menarik ini." Laki-laki itu merengkuh tubuh Safna kembali. "Kali ini dengan apa kamu mau aku menghilangkan batu sandunganmu itu?"
"Itu urusanmu. Aku Tinggal terima beres."
"Dan aku tinggal terima enak." katanya seraya memberikan cupangan lagi di leher itu.
Laki-laki itu mengambil gelas wine miliknya. Kemudian menemani Safna minum. Kedua orang itu menyeringai. Keduanya memikirkan cara untuk membuat mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Laki-laki itu bernama David Wilson, seorang laki-laki blasteran yang sebenarnya tidak mempunyai masalah dengan Aira. Bahkan, dia tidak mengenal gadis itu. Tapi, wanita yang ia cintai menginginkan nyawa adiknya sendiri. Dan dia sebagai lelaki yang telah dibutakan oleh cinta rela melakukan apapun demi merasakan tubuh wanita yang telah menjadi candunya.
Safna tidak sengaja bertemu dengannya di sebuah Club malam. Dan dari sanalah keduanya saling mengenal. David pulalah yang lima tahun yang lalu merusakkan rem motor Aura hingga kecelakaan nahas yang merenggut nyawa terjadi. Dan sebagai imbalannya, Safna memberikan tubuhnya pada David.
Sejak hari itu, Safna sering mendatangi pria itu jika ia sedang sangat berhasrat tapi terlalu malas untuk mencari laki-laki di Club malam. Dan laki-laki itu tentu saja melakukan apa yang diminta Safna. Apalagi wanita itu selalu memberinya uang setelah melakukan "Tugas" sebagai ganti dari suaminya. Mendapatkan kenikmatan sekaligus uang. Dia merasa sungguh beruntung mendapatkan Safna sebagai pelanggannya. Safna memiliki wajah yang cantik dan Body yang Sexy. Jadi laki-laki itu tidak akan menolak pesona tubuh itu.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Enam belas🍃...
...🌸Pada malam ke Enam belas, Allah Ta'ala tetapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan memberinya kebebasan untuk masuk ke dalam surga...
...🥰...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1