
...💐💐💐...
Pagi harinya Di kamar pengantin yang lain....
Pagi yang cerah disambut Aira dengan rintihan. Di bawah sana terasa sakit. Seperti ada yang mengganjal. Aira jadi berfikir apakah Elang yakin jika tidak ada dari bagian Pedro yang tertinggal di sana. Saat itu juga, wajah Aira kembali memerah mengingat apa saja yang ia dan Elang lakukan tadi malam.
Tubuh Aira terasa remuk sekarang. Pinggangnya serasa mau patah. Semalam, Elang benar-benar menghabisinya.
Dengan perlahan Aira melepaskan tangan Elang yang memeluk pinggangnya dengan Posesif. Tubuhnya terasa sangat lengket. Dia ingin segera mandi. Sepertinya tubuhnya perlu berandam agar tubuhnya terasa fresh.
Namun baru saja ia menyentuh tangan Elang, mata yang sejak tadi tertutup terbuka begitu saja. Senyum menggoda milik suaminya juga segera menyambutnya.
"Selamat pagi sayang." Elang mencium bibir Aira sekilas.
"Selamat pagi mas." Aira menarik selimutnya sampai menutupi lehernya. Dia masih malu.
"Kenapa sayang?" Elang memiringkan tubuhnya dengan bertopang pada tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menyelipkan rambut Aira ke belakang telinga mantan perawan itu.
"Aku malu mas." kata Aira sambil menunduk.
"Kenapa? Ini adalah stempel milikku yang khusus kuberikan untukmu seorang sayang. Kamu adalah istriku sekarang. Jadi bersiaplah untuk melihat tubuh mulusmu bertato khusus kepemilikanku mulai sekarang." Elang menunjuk tanda merah hasil karyanya semalam yang tercetak di leher putih itu.
"Baiklah." Aira menggeser tubuhnya untuk turun. Namun baru saja ia bergerak, ia meringis merasakan sakit itu lagi.
"Apakah itu masih sakit sayang?"
"Mas, apa kamu yakin tidak ada bagian dari Pedro yang tertinggal di sana?"
"Puft! Ha-ha-ha-ha. Tentu saja tidak ada sayang. Kamu ada-ada saja." Elang mengacak rambut Aira yang memang sudah acak-acakan.
"Aku serius mas. Rasanya ada yang mengganjal di dalam sana. Cepat periksa pedro mas. Jangan-jangan ada yang lepas."
"Kamu ini lucu sekali sayang. Sini biarkan aku membantumu." Elang segera berdiri dan menggendong Aira setelah membuang selimut yang dari tadi menutupi tubuh telanjang mereka berdua. Aira sontak menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Elang hanya menggelengkan kepalanya.
Apa yang dipikirkan gadis yang ia perawanin semalam. Tidak hanya telah melihat bukit kembar itu, ia bahkan telah merasakan betapa nikmatnya keduanya. Tapi dia memilih diam saja dari pada membuat istrinya itu semakin merasa malu.
Aira didudukkan di atas closet. Elang menyiapkan air hangat di dalam bathup. Memberinya aroma mawar terapi untuk merilekskan tubuh Aira yang pasti terasa remuk akibat ulahnya yang menggempur tanpa ampun dinding pertahanan gadis itu.
Setelah air sudah siap, Elang kembali menggendong Aira dan memasukkanyya ke dalam bathup. Membiarkan gadis itu untuk rileks. Sedangkan Elang sendiri memilih mengguyur tubuhnya dengan shower yang ada disana.
__ADS_1
"Sayang. Aku keluar dulu. Kalau kamu sudah selesai, panggil aku. Aku akan membantumu lagi." kata Elang setelah selesai dengan ritualnya dan memakai handuk. Ia melihat Aira yang menutup matanya disana. Menikmati hangatnya air yang bercampur aroma mawar yang menenangkan hati.
"Baiklah mas." Aira tidak menolak. Lagi pula dia kesulitan berjalan juga akibat dari ulah Laki-laki itu.
Saat Elang keluar dari kamar mandi, ia disambut oleh pemandangan yang menurutnya indah. Kasur yang berantakan dengan noda darah bercampur sp*rma yang tersebar dimana-mana menjadi saksi bagaimana ia telah memilik Aira seutuhnya.
Noda darah di seprai putih itu membuatnya bangga bahwa ialah laki-laki satu-satunya yang menikmati Aira. Sebuah kebanggaan tersendiri baginya. Apalagi ia juga merasa yakin bahwa ini juga pertama kali untuknya. Safna hanya mengambil keuntungan dari ketidaksadaran dirinya saja.
Elang segera menghubungi orang untuk mengganti Seprainya dengan yang baru. Ia tak mau membuat Aira merasa canggung lagi.
"Mas aku sudah selesai." teriak Aira dari dalam kamar mandi ketika Elang tengah bersandar di kepala ranjang dengan memangku laptopnya. Hari ini sebenarnya dia memiliki jadwal yang penuh. Tapi, pernikahan dadakannya kemarin membuat jadwalnya ikut berantakan.
Mendengar suara sang istri, Elang segera menutup laptopnya dan meletakkan teman bekerjanya itu di atas nakas. Dia segera berjalan ke kamar mandi untuk membantu istrinya disana.
Aira mengalungkan tangannya pada leher Elang saat laki-laki itu mengangkat tubuhnya yang telah berbalut handuk. Dia malu. Tapi dia tidak bisa berbuat apapun sekarang. Bagian itu masih terasa berkedut tanpa henti. Elang mendudukkan Aira di depan meja rias. Mengambilkan pakaian ganti untuk istrinya.
"Siapa yang mengganti Seprainya mas?" tanya Aira saat ia melihat seprai yang sebelumnya ia lihat sangat berantakan sudah terlihat rapi. Bajunya yang semalam dilemparkan Elang dengan sembaranganpun tidak terlihat lagi dimana keberadaannya. Bahkan kelopak bunga mawar yang tersebar di lantai kamar juga sudah dibersihkan.
"Pihak hotel sayang." jawab Elang santai sambil membawa baju Aira.
"Aaa. Aku malu mas." Aira menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Elang meraih tangan itu dan menciumnya dengan mesra sebelum menatap lekat mata indah Aira.
"Kamu tidak perlu merasa malu sayang. Sebuah kebanggaan karena telah mempersembahkan harta paling berharga pada orang yang kita cintai bukan? Ini juga pertama untukku. Aku juga malu sayang. Tapi inilah hidup, inilah kebutuhan manusia. Inilah yang akan menguatkan perasaan cinta kita. Inilah yang akan semakin mengikat hati kita. Percayalah."
"Kamu mau menggodaku lagi sayang?" Aira panik. Bukan itu maksudnya. Tapi ia tidak tahu bahwa tubuh dengan bercak merah itu sangat menggoda bagi suaminya. Wajahnya kembali memerah. Dia dengan cepat meraih bajunya dan dengan tergesa-gesa memakainya.
Hanya senyuman yang Elang lakukan melihat Aira memakai pakaiannya dengan gugup.
"Dengarkan aku sayang, tidak perlu merasa malu pada siapapun disini. Mereka tidak akan berani mengolokmu, menggunjingkanmu, bahkan berfikiran buruk tentangmu. Kamu adalah nyonya Elang Dirgantara Mahes. Kamu adalah ratu disini. Permaisuri di sini. Jadi, jika kamu merasa ada yang mengganggu fikiranmu, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau."
"Tapi... "
"Syuut." Elang menghentikan bibir Aira dengan telunjuknya. "Sayang Ayolah. Ini bukanlah sesuatu yang memalukan. Bahkan ini adalah sebuah kebanggaan. Tidakkah kamu merasa bangga menikah denganku?" Elang merubah ekspresinya seperti dia sedang teraniaya.
Aira panik melihat wajah masam Elang yang terlihat menyedihkan. "Bukan begitu mas. Tentu saja aku bangga. Tapi tetap saja aku malu."
"Sayang. Apa yang terjadi di antara kita adalah hal yang wajar untuk pasangan yang telah menikah. Tidak akan ada yang berani membicarakannya. Percayalah padaku." Elang memeluk Aira. Menenangkan istrinya itu dari rasa malu yang ia anggap tidaklah perlu.
"Kita akan tetap disini hingga malam ini. Jadi, kita nikmati waktu berdua kita selagi kita disini. Oke? Buanglah rasa tidak nyamanmu sayang." Elang mengecup kening Aira. Membuat gadis itu merasa sangat dicintai.
__ADS_1
Kalau kamu malu bertemu dengan orang lain, bagaimana kalau kita tinggal disini saja. Kamu tidak perlu kemana-mana. Jadi, tifak akan ada yang melihatmu. Bagaimana?" Aira segera melepaskan pelukan Elang. Itu bukanlah solusi untuknya. Malah akan memperburuk keadaan. Bagaimana ia akan tinggal di hotel itu? Apa yang akan ia lakukan jika tidak pergi kemana-mana? Apakah ia juga tidak akan menemui keluarganya? Ini bukanlah solusi.
"Mas. Bukan begitu juga."
"Lalu?" Elang tersenyum. Istrinya ini begitu menggemaskan.
"Bisakah kita keluar dari hotel ini secepatnya?"
"Kamu yakin mau keluar secepatnya?" Tanpa berfikir, Aira menganggukkan kepalanya. Ia juga jika untuk berjalan saja ia sudah kesususahan.
"Baiklah jika itu yang kamu mau. Kita akan pulang setelah sarapan."
"hem." Elang berdiri dan mengajak Aira ke ruang makan di dalam kamar itu. Makanan sudah tersedia disana.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😘
Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Tiga puluh🍃...
...🌸Pada malam ke Tiga puluh, Allah berkata : Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air Salsabil dan minumlah di telaga Kautsar. Sesungguhnya aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah HambaKu🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...