
Di like dulu ya kakak... 👍
Biar semangat akohnya 🤗
Sesuai janjinya, Elang menanggung semua biaya yang dikeluarkan untuk acara pertunangan Juna dan Melati yang telah ia batalkan. Satu minggu setelah Kepulangan Aira, sebuah pesta pertunangan mewah diadakan di hotel milik Elang.
Sebenarnya, tidak banyak yang mereka undang dalam pesta ini. Juna dan Melati hanya mengundang keluarga dan teman-teman mereka. Mereka berharap pesta ini akan lebih berkesan.
Melati sudah dirias cantik oleh make up artis kenalan Mikaila. Begitu juga dengan Aira dan Mikaila, kedua gadis itu juga tak kalah cantik dari sana tokoh utama pada acara malam hari ini.
Melati memakai gaun berwarna putih dengan renda di bagian dada. Gaun cantik yang sederhana itu terlihat pas melekat pada tubuh ramping melati. Gerakan Melati yang anggun menambah daya tarik oada penampilannya malam ini.
Wajahnya dimake up flowles agar bercahaya. Membuat kecantikannya terpancar berseri malam ini. Rambutnya disanggul indah dengan sebuah bunga mawar putih terselip di lipatan sanggulnya. Dengan penampilannya malam ini, Melati seperti seorang peri baik hati. Juna dibuat terpesona saat menjemput Melati di kamarnya.
Aira tak kalah menawan. Dengan gaun panjang berwarna peach dikombinasi dengan pink muda membuatnya terlihat manis. Di pundak sebelah kanannya, sebuah pita besar berwarna pink membuatnya semakin menarik.
Aira memilih make up natural. Dari dulu dia tidak begitu menyukai tampilan yang glamour. Dan itu masih berlaku untuk sekarang. Dengan lipbalm berwarna pink membuatnya terlihat lebih muda.
Mikaila yang memang seorang model, tampil lebih berani. Dengan gaun berwarna merah cerah. Gaun panjang dengan belahan beberapa centi di atas lutut tanpa lengan itu membuatnya terlihat Sexy. Apalagi belahan dada yang agak rendah dengan pakaian yang ketat membentuk tubuhnya membuat setiap langkahnya menjadi pusat perhatian.
Dengan penampilan seperti itu, Wildan tentu saja memegang Posesif kekasihnya itu. Menegaskan bahwa gadis di sampingnya adalah miliknya.
“Beib, lain kali jangan memakai pakaian seperti ini jika ke pesta.”
“Kenapa?”
“Kamu tidak lihat tatapan laki-laki seperti mau memakanmu hidup-hidup?”
“Ayolah Beib. Jangan marah. Itu artinya pacar kamu ini memang cantik. Kamu seharusnya bangga dong punya pacar yang membuat semua orang iri sama kamu. Aku kan model. Jadi harus selalu menjaga penampilan dalam situasi apapun.” kilahnya.
“Aku hanya tidak ingin ada orang yang melihatmu dengan tatapan mesum Beib.”
“Aaa... So Sweet banget sih pacar aku.” Sebuah kecupan mendarat di pipi kanan Wildan. Membuatnya tersenyum lega. Gadis di sampingnya memang akan selalu menjadi miliknya. Dialah pemenangnya sekarang.
Mata Elang dari tadi sulit dialihkan dari Aira yang sedang menggamit lengan Arka. Laki-laki itu juga terlihat Posesif. Tangan kirinya melingkar di pinggang Aira. Sungguh pemandangan yang menyesakkan dada bagi Elang.
“Dia sudah punya orang lain sayang. Tapi tenang. Masih ada aku yang akan selalu setia menunggu mu.” Ucap Safna. Dari tadi dia memperhatikan suaminya yang malah memperhatikan adiknya. Sungguh menjengkelkan.
“Itu bukan urusanmu.” Jawab Elang acuh. Safna mengangkat bahunya. Dia merasa kesal dengan Aira. Bahkan di saat Elang sudah menjadi miliknya, dia masih belum puas. Melihat Aira yang dengan santai menemani Arka berbicara dengan rekan Bisnisnya membuatnya marah. Dari dulu ia tahu bahwa Aira sangat handal untuk masalah bisnis. Tapi adiknya itu lebih memilih menyembunyikan kemampuannya. Dan itu menguntungkan untuk Safna agar tetap menjadi putri kebanggaan.
__ADS_1
Tak lama kemudian acara dimulai. Orang-orang terdekat keduanya maju ke depan panggung. Menyaksikan setiap prosesi yang mereka lalui dalam acara lamaran ini.
Juna berlutut di depan Melati. Meraih kedua tangan gadis itu. Semua mata tertuju pada mereka berdua yang menjadi tokoh utama pada malam hari ini.
“Melati Anggia Risma.”
“Ya.”
“Dulu aku melamarmu dalam keadaan yang sangat tidak romantis.”
“Itu benar.”
“Sekarang, aku ingin mengulanginya.” Juna mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.
“Aku, Arjuna Andipa Diwangka, dengan ini aku meminangmu Melati Anggia Risma untuk menjadi istriku, Apakah kamu menerimaku menjadi calon suamimu? Menjadi calon imammu? Will you marry me Sweety?” mata Juna terlihat bercahaya. Dapat terlihat jelas banyak cinta yang ada dalam hati Juna untuk Melati. Wajah Melati juga tak kalah bahagia dengan Juna. Penantian panjang mereka sebentar lagi terbayar lunas.
“Yes. I will.” Jawab Melati malu-malu. Wajah putihnya memerah bukan karena blush on yang dia pakai, apalagi karena merah akibat sebuah tamparan. Bukan sama sekali. Karena merah di pipi itu adalah tanda bahwa suasana hatinya sedang sangat bahagia hingga membuatnya terlihat lebih cantik dengan rona merah di kedua pipinya. Terlihat menggemaskan untuk Juna.
Mendengar jawaban Melati, Juna berdiri. Kemudian mengeluarkan kotak cincin berwarna merah dari dalam saku jasnya. Dia pun memakaikan cincin itu pada jari manis Melati. Cincin itu adalah cincin yang sama dengan yang pernah ia pasangkan di mobil waktu itu.
Setelah itu giliran Melati yang memasangkan cincin di jari manis Juna. Keduanya tersenyum bahagia. Juna membawa Melati dalam pelukannya. Tepuk tangan riuh menghiasi malam yang begitu syahdu.
Acara malam ini berjalan dengan lancar. Semua orang bahagia atas pertunangan ini. Kini, kedua tokoh utama acara ini berada satu meja dengan teman-temannya yang lain. Ditambah Arka, Safna dan juga Naira tentunya.
“Terima kasih Ra.” Melati tersenyum tulus pada Aira. Di dalam hatinya, ia mendoakan agar Aira mendapatkan apa yang terbaik untuknya.
“Rencana kalian, kapan akan menggelar pernikahannya?” tanya Safna.
“Jika tidak ada kendala tiga bukan dari sekarang.”
“Itu bagus. Jadi, kalian akan memiliki dua pasangan pengantin baru tahun ini.” Kata Safna. Semua orang yang ada disana tentu saja mengerti maskud dari kata-kata Safna itu. Dia sedang menyindir Aira untuk mengerti posisinya sekarang.
“Ya. Tinggal tiga minggu lagi kami akan menikah. Jadi aku harap kalian semua dapat hadir dalam acara bahagia kami nantinya. Ya kan sayang?” Arka menoleh dan menggenggam tangan Aira dengan erat.
“Ya. Itu benar. Kalian semua harus datang. Kalau tidak aku akan marah.”
“Siap bu bos. Aku bahkan sudah mengosongkan jadwalku selama tiga hari saat tanggal itu.” Kata Mikaila.
“Cepatlah menyusul Mik. Jangan sampai Wili bulukan.” Kata Ridwan. Juna dan Ridwan melakukan tos. Begitu juga dengan Reno dan juga Elang. Para laki-laki tertawa puas.
Wildan menekuk wajahnya. Mendapat olokkan dari para sahabatnya sungguh tidak menyenangkan.
__ADS_1
Para wanita tidak mengerti mengapa para pria itu tertawa. Padahal tidak ada yang lucu disana.
“Tunggu-tunggu, Siapa Wili?” pertanyaan Mikaila berhasil membuat kelima laki-laki disana kembali tertawa. Kecuali Arka tentunya. Dia juga tidak faham. Malahan semakin keras tawa mereka sekarang.
“Walapun Wili bulukan. Tapi dia masih ori. Dibandingkan dengan nasib Pedro nasib Wili masih sedikit beruntung.” Kini ada satu wajah yang menghitam.
“Kalian ini bicara apa sih? Aneh deh. Siapa itu Wili? Pedro?” Mikaila semakin penasaran. Membuat kara pria saling menatap.
“Pedro itu.... “ Aira menutup mulutnya. Ia tahu siapa Pedro yang dimaksud. Tiba-tiba wajahnya memerah sampai telinga. Kenapa dia malah ingat siapa Pedro padahal pemilik Pedro saja dia tidak ingat. Tapi Pedro itu kan....
Siapa yang masih ingat Pedro? Tunjuk tangan!
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Lima belas🍃...
...🌸Pada malam ke Lima belas, ia akan didoakan oleh para Malaikat dan Para Pemanggul (pemukul) Arys dan Kursi 🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...