Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 92. Permintaan Naira


__ADS_3

"Daddy lagi? Nai mau onty cantik yang jemput." sungut Naira saat melihat Elanglah yang berdiri di depan gerbang menunggunya. Padahal tadi pagi dia sudah mengingatkan Daddy nya agar memastikan bahwa Aira lah yang menjemputnya. Tapi apa sekarang? Hanya Daddynya yang seperti biasa menjadi pusat perhatian ibu-ibu dari para siswa di sekolahnya.


"Hai sayang." Elang segera menghampiri Naira terlihat berjalan ke arahnya.


"Kemana Onty cantik Dad?"


"Onty Aira sibuk sayang."


"Nai nggak mau pulang pokoknya. Nai mau onty cantik." Naira melipat tangannya di depan dadanya.


"Nanti kita ke rumah Oma deh."


"Nggak mau. Nai maunya dijemput Onty cantik. Nai mau jalan-jalan sama Onty. Onty kan udah janji sama Nai." Naira tetap kekeuh dengan pendiriannya. Elang memijit pelipisnya. Ia masih belum siap jika harus bertemu dengan gadis yang paling ia cintai. Jujur ia masih belum ikhlas sepenuhnya untuk menerima keadaan yang rumit ini.


"Ada apa kak?" suara Melati membuyarkan lamunan Elang. Ia segera menoleh pada guru cantik yang sudah dianggapnya adik itu.


"Naira ingin dijemput Aira."


Mendengarnya, Melati menghela nafas. Ia tahu betul permintaan sederhana Naira ini sulit untuk Elang lakukan. Dia tahu bagaimana perasaan Elang pada Aira.


"Nai, di jemput Onty Aira besok saja ya."


"Enggak Onty Bu Mel. Nai maunya sekalang."


"Kamu nggak capek? Nggak pengen Cepet pulang?" Naira mengetuk dagunya. Dia memang capek. Tapi keinginannya juga kuat. Ia ingin mengajak ontynya jalan-jalan. Dia buru-buru menggelengkan kepala.


"Sebenarnya kamu mau ajak Onty Aira kemana Nai?" Melati tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan Naira dengan beberapa teman sekelasnya yang sedang bercerita bahwa mereka diajak jalan-jalan oleh ontynya. Dan sdengan semangat Naira juga menginginkan hal yang sama.


"Jalan-jalan ke taman Onty Bu Mel. Temen-temen Nai pada celita diajak jalan-jalan sama ontynya. Nai kan juga pengen."


"Mel tolong hubungi Aira ya." pinta Elang akhirnya. Ia menyerah. Ia merasa tidak tega melihat anaknya yang memelas seperti itu.


Melati akhirnya menghubungi Aira agar dia menjemput Naira. Gadis itu tentu saja tidak keberatan. Keponakan nya itu menggemaskan. Selalu bisa membuatnya tersenyum.


Elang mengajak Naira dan Melati duduk di bangku yang ada di depan sekolah sambil menunggu Aira datang. Naira sangat senang mendengarnya. Gadis cilik itu sekarang sedang menikmati es krimnya dengan nikmat.


"Kak, Tapi maaf aku nanti nggak bisa nemenin. Kerjaanku numpuk di kantor."

__ADS_1


"Nggak apa-apa Mel. Mungkin aku harus membiasakan diri dari sekarang."


"Ya kak. Aku Do'akan kakak bisa cepat move on." Elang tersenyum kecut. Perasaannya itu sudah terlalu dalam pada gadis yang sekarang menjadi adik iparnya. Bisakah ia dengan cepat dapat menghilangkan rasa cinta yang selalu membuncah saat dia bertemu dengan Aira. Bisakah ia menekan rindu jika ia melihat senyum manis gadis itu? Elang sangsi dengan itu semua. Biarlah ia akan mencintai dalam diam.


"Hai sayang." sapa Aira yang baru saja turun dari mobil yang mengantarnya. Aira masih belum begitu hafal jalan. Jadi, Amira selalu memintanya untuk membawa supir. Apalagi mengingat kejadian nahas yang hampir merenggut nyawa Aira. Amira dan Andra semakin Posesif pada makan gadis mereka.


Naira segera berlari dan memeluk Onty cantiknya. Meminta gadis itu untuk menggendongnya. Aira sedikit kepayahan karena gadis kecil itu sedikit berisi.


"Nai kasian Onty. Kamu kan berat." perkataan Elang sukses membuat bibir sang anak maju beberapa centi.


"Nggak apa-apa kak." senyum Naira kembali terbit.


"Dia itu tidak ringan lho."


"Tenang saja. Aku masih kuat kalau cuma segini sih." jawabnya. Aira menggendong Naira sampai ke tempat duduk yang tadi di duduki gadis kecil itu. Sedangkan Elang dan melati berdiri di sampingnya.


"Maafin aku Ra, aku sudah ganggu waktu kamu."


"Kakak nyindir aku ya? Aku kan jadi pengangguran disini." canda Aira. Ia sadar suasana canggung yang tercipta disana.


"Maaf. Bukan maksud aku.. "


"Iya tuh Ra. Dia rewel terus dari tadi."


"Aku pengen jalan-jalan dengan Daddy dan Onty." mendengar itu, kedua orang yang disebut saling melirik. Mereka berdua masih enggan jika harus berada dalam satu tempat yang sama. Perasaan mereka tidak dapat disembunyikan selamanya. Melati yang menyadari hal itu hanya diam. Diapun tidak bisa membantu. Hanya sebatas do'a agar keduanya diberi jalan yang terbaik untuk masalah ini.


"Ontynya sibuk sayang."


"Nai tadi dengal sendili kok kalo Onty penganggulan. Iya kan Onty?." Elang kadang dibuat pusing dengan pemikiran kritis anaknya ini. "Iya kan Onty?"


"Emang Nai mau jalan-jalan kemana?"


"Ke taman. Ya ya Please Onty, Dad." rengek Naira dengan mengeluarkan jurus wajah imutnya hingga membuat kedua orang yang masih saling mencintai itu mengangguk pasrah. Mereka berdua tahu betul jika gadis kecil di depan mereka ini mewarisi sifat ibunya yang berkemauan keras.


Dan, disinilah mereka sekarang. Bergandengan tangan sambil berjalan menyusuri trotoar seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia. Sepanjang jalan, Naira tidak pernah diam. Selalu mengajak kedua orang berlawanan jenis di sampingnya untuk berbicara. Mereka bertiga tertawa bahagia sekarang.


"Nai seneng deh." kata Naira yang mengungkapkan perasaannya. Sedangkan kedua orang dewasa di sebelahnya memilih mengutarakan Kebahagiaannya hanya di dalam hati.

__ADS_1


"Dad, Nai capek. Kita duduk disana yuk." Naira menunjuk bangku taman yang kosong. Hari weekend. Jadi taman kota ramai dengan pengunjung yang kebanyakan datang bersama keluarga. Elang segera menggendong Naira.


Saat hendak menyeberang, mereka agak kesulitan karena jalanan ramai. Elang pun tanpa sadar meraih tangan Aira untuk diajaknya menyeberang. Mereka sudah seperti keluarga impian. Dari tadi ketiganya menjadi pusat perhatian karena mereka bertiga seperti keluarga yang sempurna.


Naira yang cantik dan menggemaskan sangatlah cocok menjadi anak dari Elang dan Aira yang memiliki wajah di atas rata-rata. Elang dengan ketampanan yang sempurna, sikapnya yang terlihat perhatian pada keduanya membuatnya menjadi suami idaman siapa saja. Wajah ayu Naira yang menurun dari Safna tentu saja masihbada mirip-miripnya dengan Aira yang memang adalah adik dari ibu dari gadis kecil itu. Jadi aemua orang yang melihat mereka bertiga pasti menyangka jika Naira adalah buah cinta kedua Aira dan Elang.


Aira memandang tangan yang menggenggam erat tangannya selama menyeberang jalan. Ia bahkan tak melihat jalan karena fokus pada tangan dan punggung yang ada di depannya. Punggung yang begitu familiar. Apalagi dari jarak yang begitu dekat, parfum Elang dapat tercium dengan bebas oleh hidungnya.


Sekelebat ingatan masuk ke dalam pikirannya. Menampilkan momentnya bersama kedua bagian tubuh yang terasa familiar itu. Ia ingat bahwa tangan yang sekarang menggenggam tangannya adalah tangan yang selalu menggenggamnya saat mereka bersama dulu. Tangan yang selalu membawa tangannya untuk dicium.


Sedangkan punggung itu adalah punggung yang selalu ia peluk saat mereka berdua sedang berboncengan motor. Dia ingat bahwa ia akan melingkarkan tangannya di perut laki-laki di depannya sehingga bau harum laki-laki itu selalu membuatnya damai. Seperti sekarang. Punggung itu juga pernah ia naiki saat ia lelah dan minta digendong saat mereka di pantai. Punggung itu pernah ia jadikan sandaran saat dia merasa lelah dengan hidupnya.


Aira segera menghapus air mata yang tiba-tiba menggenang di sudut matanya. Dia tak mau ada orang yang menyadarinya. Biarlah rasa cinta itu terkubur untuk selamanya. Biarlah tangan dan punggung itu menjadi kenangan terindah dari kakak iparnya.


*


*


*


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


...***...


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Enam belas🍃...


...🌸Pada malam ke Enam belas, Allah Ta'ala tetapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan memberinya kebebasan untuk masuk ke dalam surga...


...🥰...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2