
Sore hari setelah seharian penuh pengantin baru itu mengurung diri di dalam kamar hotel yang entah apa saja yang mereka lakukan mereka berdua selama itu. (Akoh nggak tahu juga lho ya... Jangan tanya akoh๐). Pengantin yang masih anget-angetnya dengan peyih-peyih yang ditahannya akhirnya menginjakkan kakinya di Mansion keluarga Mahes.
Naira sudah berlari dan menubruk bunda dan Daddynya ketika baru saja keduanya memasuki ruang tamu.
"Bunda, mana adik Nai?" tanya Naira setelah ia melepaskan pelukannya pada Aira. Ia mengamati perut Aira yang masih belum berubah. Masih datar dan tidak menunjukkan bahwa bundanya itu sedang mengandung adiknya.
"Daddy, Daddy bohongin Nai ya? Katanya kalau Nai tidak gangguin kalian di kamal, Nai bakal Cepet dapat adiknya. Kenapa Bunda pelutnya belum besar? Apakah adikku masih sangat kecil?"
Mendengar pertanyaan itu, kedua pengantin baru itu saling melirik dengan ekspresi keduanya yang sama-sama malu. Di ruang keluarga, semua orang sedang berkumpul disana. Mereka terpaku mendengar protes yang dipasangkan gadis kecil berusia empat tahun itu.
Apakah Elang yang dingin mengatakan hal itu pada anaknya? Apakah ia tidak mau diganggu saat dia bersama dengan istrinya? Mereka kemudian serempak melihat kondisi tubuh Aira. Ketika gadia itu berjalan tadi, gadis itu memang berjalan dengan sedikit aneh. Lalu penampilannya sekarang? Dia memakai baju dengan turtle neck. Mereka akhirnya menyimpulkan jika gadis itu sudah tidak perawan.
Keadaan canggung selama beberapa saat. Mereka pun bingung bagaimana menjelaskan pada anak sekecil itu.
"Princess Naira, adik itu tidak bisa ada secepat itu. Butuh proses yang lama. Jadi, Nai bisa menikmati Bunda untuk Nai lebih lama sebelum nantinya Nai harus berbagi bunda dengan adik Nai." Elang akhirnya menyejajarkan tubuhnya dengan Naira dan juga Aira.
"Hemm. Lebih baik Nai ajak bunda masuk dulu Nai. Tunjukkan ruangan-ruangan disini sama bunda." kata Erna yang merasa harus menyelamatkan mereka semua dari pertanyaan Naira yang semakin lama akan semakin sulit dijawabnya.
"Oma benal! Ayo Bunda, Nai tunjukin rumah ini bunda." Naira menggenggam tangan Aira dan menariknya.
"Daddy disini saja. Karena dali tadi Bunda udah sama Daddy, sekalang gililan Nai. Daddy nggak boleh ganggu." Naira menatap tajam Elang. Dia tidak mau diganggu sekarang. Jika Daddynya tidak boleh diganggu jika sedang bersama Bundanya, ia juga harus mendapatkan keistimewaan yang sama.
"Nai..." Elang memberikan tatapan melasnya.
"Tidak Dad."
"Ayolah Nai.. Daddy ikut ya."
"No!"
"Princess... "
"Jangan ganggu Dad. Ini waktunya Nai sama bunda. Daddy jauh-jauh sana." Naira mengibaskan tangannya seperti mengusir.
"Ayo bunda." Aira mengikuti kemana gadis itu membawanya. Ia pun tidak tahu dimana kamar Elang sekarang.
Setelah menunjukkan ruangan-ruangan yang ada di lantai satu, Naira membawa Aira ke lantai dua Mansion mewah itu. Dulu, Aira beberapa kali ke Mansion itu. Jadi dia hafal dimana ruangan yang umum. Tapi untuk kamar Elang. Dia tahu letaknya. Elang sudah pernah menikah. Apakah kamar yang digunakan masih sama.
"Dulu kamal Daddy dan Mommy disini Bunda." Kata Naira ketika berada di depan kamar yang dulu Aira ketahui sebagai kamar tamu.
"Dulu Daddy dan Kak Safna tidur disini?"
"Iya bunda. Tapi, Daddy tidulnya di kamal tamu." Naira kembali menarik tangan Aira.
"Ini kamal Nai bunda." Naira membuka kamar di sebelah kamar Elang dan Safna. Gadis kecil itu membawa bunda barunya masuk.
Kamar Naira seperti kamar gadis kecil lainnya. Warna pink dan kuning yang ceria mendominasi dekorasi kamar. Barang-barang yang ada disana kebanyakan berwarna cerah. Ranjang berukuran besar berwarna pink dengan gambar Kartun Little Pony. Lemari dengan gambar yang sama berwarna dasar pink yang dikombinasi warna kuning.
Di dekat jendela, meja belajar berwarna pink dengan peralatan sekolah yang semuanya bermotif Little Pony. Pintu kaca besar dengan gorden berwarna kuning yang menjadi pemisah balkon terlihat ceria.
__ADS_1
Ada pintu yang merupakan pintu kamar mandi di sebelah lemari. Naira mengajak Aira berbaring di ranjangnya yang nyaman.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka, dia wanita yang sedang berbaring di atas ranjang menoleh ke arah pintu.
"Nai, kenapa kamu bawa bunda ke kamarmu?"
"Hehehe Bial Bunda tahu kalau kamal Nai yang telbaik."
"Baiklah princess. Karena bundamu sudah tahu, sekarang pergilah menemui Oma. Oma tadi baru membeli Cake Stroberi lho."
"Benalkah?" mata Naira terlihat berbinar saat Elang mengatakan jika Erna baru saja membeli Cake stroberi kesukaannya. Ia pergi begitu saja tanpa pamit pada Aira dan Elang.
"Yah. Naira sangat menyukai Cake Stroberi."
"Benarkah?"
"Hem. Kamu lihat sendiri kan gimana dia saat mendengar nama Cake itu disebut. Sudahlah. Lebih baik sekarang kamu ikut mas ke kamar kita. Gadis kecil itu belum membawamu kesana kan?" Aira hanya mengangguk dan meraih tangan Elang yang terulur ke arahnya.
Keduanya meninggalkan kamar Naira dan pergi ke kamar sebelahnya. Yang dulunya Aira ketahui sebagai kamar Elang. Beberapa kali Aira pernah memasukinya di masa lalu.
"Sekeram tidak pernah berubah mas." kata Aira saat melihat kamar Elang yang masih didominasi dengan warna abu-abu tua dan biru laut.
"Bukankah kamu juga suka kombinasi warna ini? Abu-abu adalah warna kesukaanku, dan biru laut adalah warna Kesukaanmu. Apakah warna Kesukaanmu sudsh berubah?"
"Tidak. Tentu saja aku masih suka." Aira membuka membuka balkon yang menghadap ke arah barat. Dari balkon kamar Elang ini, Aira masih ingat jika pemandangan matahari tenggelam disana terlihat indah. Benar sekali. Pemandangan dari sini terlihat indah.
"Kau benar sayang." Elang datang dan memeluk Aira dari belakang. Menghirup ceruk leher Aira yang sekarang menjadi candunya.
"Tidak berubah sejak dulu. Dari sini, pemandangannya sangat indah."
"Tidak sayang. Pemandangan berubah dalam lima tahun terakhir. Saat kamu pergi dulu, pena dengannya tak seindah ini. Tapi sekarang. Jauh lebih indah dari lima tahun yang lalu." Elang membalikkan tubuh Aira dan mencium bibir istrinya dengan mesra.
"Kenapa sekarang mas jadi mesum begini sih?" Aira tersipu malu setelah Elang melepaskan ciumannya.
"Tidak masalah jika mesum dengan istri sendiri sayang." Elang kembali menikmati bibir manis itu. Aira akhirnya terperdaya dengan ciuman panas yang menggodanya. Iapun membalas ciuman panas dari suaminya. Keduanya terlibat perang bibir cukup lama hingga keduanya kehabisan nafas mereka.
Keduanya tersenyum dan menempelkan kening mereka sambil saling menatap dengan mesra.
"Aku sangat mencintaimu Sayang."
"Aku juga mencintaimu mas." keduanya perpelukan sambil berciuman dengan background matahari tenggelam yang indah.
"Bunda.... Daddy... " panggil Naira yang sudah masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu. Untung saja balkon tertutup gorden sehingga pemandangan yang tidak patut dilihat anak balita tidak terlihat. Kedua orang yang sedang berpelukan mesra dengan terpaksa melepaskan pelukan mereka.
"Kami di balkon sayang. Kemarilah. Disini sangat indah." kata Aira.
Tak lama berselang, tubuh Naira sudah menyusul kedua orang tuanya di balkon.
__ADS_1
"Indah sekali Bunda. Kenapa Nai tidak pelnah tahu ada pemandangan indah disini?" Naira memang tidak pernah masuk ke dalam kamar itu sebelumnya.
"Itu karena kamar princess Naira yang paling indah kan?"
"Iya. Itu benal. Tapi Nai juga pengen punya pemandangan indah sepelti ini."
"Kalau begitu, Naira bisa kesini setiap sore. Kita akan menikmati pemandangan ini bersama-sama. Bagaimana, apa Naira setuju?"
"Setuju."
Sore itu adalah sore terindah dalam hidup mereka. Berkumpul bersama dan saling menunjukkan kasih sayang yang hangat.
*
*
*
Keluarga kecil yang bahagia... ๐
Terima kasih sudah mampir ๐
Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...๐ค
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. ๐
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
...***...
...*ุจูุณูููููููููููููููู ู ุงูููู ุงูุฑููุญูู ููู ุงูุฑููุญููููููููู *...
...โุงูุณูููุงูู ู ุนูููููููู ู ููุฑูุญูู ูุฉู ุงูููู ููุจูุฑูููุงุชููู...
...Menghaturkan *"Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1444 H"*...
...โุชูููุจูููู ุงููููู ู ููููุง ููู ูููููู ู ุตูููุงู ูููุง ููุตูููุงู ูููู ู,...
...โ ููููู ุนูุงู ู ููุฃูููุชูู ู ุจูุฎูููุฑู. ุงููููููู ูู ุงุฌูุนูููููุง ููุฅููููุงููู ู ู ููู ุงูุนูุงุกูุฏููููู ููุงูููุงุกูุฒููููู ููุงูู ูููุจููููููููู....
...TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM SHIYAAMANAA WASHIYAAMAKUM TAQOBBAL YAA KARIIM.....
...Mohon Maaf Lahir Batin Atas Segala Kekhilafan Dan Kesalahan Kami,...
...Semoga Allah SWT Senantiasa Memberikan Kesehatan, Umur yang barokah Dan Dapat Bertemu Lagi Di Bulan Ramadhan & Idul Fitri Yang Akan Datang....
...Aamiin...aamiin yaa rabbal 'alamiin.......
...Salam sayang ๐...
__ADS_1
...Queen_OK sekeluarga๐๐ E3...