Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 65. Dibawa Pergi


__ADS_3

Aira berdiri di tepi pantai seorang diri. Memikirkan apa yang memjadi permintaan kedua orangtuanya. Memikirkan masa depannya.


Permintaan orangtuanya bukanlah sesuatu yang mudah untuk dikabulkan. Ini adalah pertama kalinya Aira mencintai seseorang. Dan ia telah mencintai dengan dalam.


Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Aira harus mengalah dengan sang kakak. Dia sudah sering melakukannya. Dari hal yang sepele sampai hal penting sering ia mengalah demi sang kakak.


Dari dulu, Aira tidak pernah merasakan kasih sayang sebanyak yang dirasakan Safna. Dulu saat mereka masih kecil, Aira bahkan sering merelakam mainannya untuk sang kakak. Jepit rambut yang terpasang di rambutnya, jika Safna menginginkannya dia juga tak keberatan melepasnya. Sehingga Aira bertekad untuk tidak mempunyai sesuatu yang sama dengan sang kakak. Dia mulai merubah penampilannya.


"Mami, papi, sampai kapan Aira harus selalu mengalah? Sampai kapan Aira hanya akan menjadi bayangan dari kak Safna?" Aira berteriak di depan laut yang luas. Meluapkan segala yang ada di hatinya.


"Tidakkah ada sedikit kasih sayang untukku dari kalian? Aku lelah. Aku lelah jika harus selalu mengalah." Aira terduduk di pantai. Membiarkan celananya kotor dan basah.


Setelah lelah berteriak dan suasana hatinya tenang, Aira memutuskan untuk pergi dari pantai. Dia akan ke apartemen Jasson dan Jacky sementara waktu sampai hatinya tenang.


Aira akan meminta bantuan dari kedua kakak sepupunya itu.


****


Elang berteriak seperti orang gila di depan kamar jenazah di tengah malam. Reno berusaha menenangkan bos sekaligus sahabatnya. Reno sendiri tidak menyangka jika menerima berita yang sangat mengejutkan dari anak buahnya yang bekerja di kepolisian.


Tepat pukul dua belas malam, Reno terbangun dari tidurnya karena mendengar handphone miliknya berbunyi. Di layar handphone itu tertulis nama Danu yang menjadi kapolsek yang menjadi anak buah Reno.


Danu mengabarkan bahwa gadis yang merupakan kekasih dari bos mereka mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Motor Aira yang melaju kencang menabrak sebuah mobil dari arah berlawanan, kerasnya tabrakan Membuat mobil terbalik.


Aira dan motornya berada di dekat mobil ketika mobil itu meledak dan terbakar. Semua penumpang mobil yang berjumlah tiga orang juga meninggal di tempat. Kejadiannya begitu cepat. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana kejadiannya karena sudah larut malam dan itu merupakan jalur yang sepi karena berada di pesisir.


"Biarkan aku masuk!" teriak Elang saat dia berusaha masuk ke kamar jenazah untuk memastikan sendiri bahwa jenazah yang baru saja dibawa masuk bukanlah Aira.


"Maaf Tuan. Kami tidak bisa membiarkan anda masuk. Pihak dokter akan melakukan otopsi."


"Aku hanya ingin memastikan jika dia bukan Aira ku. Aira tidak mungkin meninggalkan aku."


"Maaf tuan. Tapi dari data diri yang ada dan motor yang terlibat ini memang benar Nona Aira Salsabila Raharja. Kami menemukan dompetnya tak jauh dari lokasi kejadian."


"Tidak! Kalian bohong. Aku harus melihat sendiri dengan mata kepalaku."


"Saya rasa percuma tuan. Kondisi korban tidak bisa dikenali karena luka bakar parah di sekujur tubuhnya." jelas Danu. Dia kemudian menoleh pada Reno agar membantunya menjelaskan pada Elang.

__ADS_1


"Lang, lebih baik kita ikuti prosedurnya. Kita tunggu otopsi selesai. Gue yakin kita akan bisa masuk. Gue janji." Elang sedikit tenang. "Pak Danu, tolong usut kasus ini sampai tuntas. Tolong periksa apakah ada unsur kesengajaan dalam kasus ini." Danu mengangguk dan segera pergi untuk melanjutkan tugasnya.


Tak lama setelah itu, kedua orang tua Aira dan juga Safna datang. Mereka juga terlihat terpukul mendengar berita tentang kecelakaan yang menimpa Aira.


Wajah penuh penyesalan terlihat jelas di wajah Amira dan Andra. Mereka menyesal karena sebelum kejadian ini, mereka bertengkar dengan Aira. Mereka yakin Aira pasti tidak konsentrasi saat mengendarai motornya sehingga mengalami kecelakaan yang sangat fatal.


"Tuan Elang. Tolong katakan pada saya jika dia bukanlah Salsa." Amira mendekati Elang yang duduk sambil menahan air matanya di kursi tunggu bersama Reno.


"Jika saya bisa. Saya juga akan mengatakan nya. Tapi, semua yang ada menunjukkan yang lain." Elang menyerahkan dompet pada Amira sebelum pergi dengan ekspresi wajah yang tidak bisa dijelaskan. Dia sudah bisa berfikir jernih sekarang. Semua bukti mengarah kebenaran tentang identitas jenazah yang berada di dalam.


Amira menerima dompet itu dengan tangan bergetar. Dia mengeluarkan KTP dan kartu pelajar milik Aira dari dalam sana. Hatinya sangat sakit untuk menerima kenyataan pahit ini. Amira luruh. Dia jatuh pingsan.


*****


Dengan ragu-ragu, Elang masuk ke dalam kamar jenazah setelah tim dokter melaksanakan tugasnya. Reno berada di sampingnya bersama Danu.


Bau daging yang hangus seketika tercium saat dia mendekati keempat jenazah yang tertutup kain putih. Danu menunjuk satu jenazah yang berada paling akhir.


Pelan-pelan Elang membuka kain penutup itu. Dia tidak bisa menyembunyikan tangisnya saat melihat kondisi jenazah. seluruh tubuhnya bahkan menghitam tidak dapat dikenali. Bahkan rambut yang biasanya dia elus tidak tersisa sama sekali. Elang segera memeluk jenazah itu. Meraung-raung mengungkapkan rasa kehilangannya.


"Sudah Lang. Sebaiknya segera kita bawa pulang. Kasihan dia jika tidak segera dikebumikan."


"Aira tidak mungkin meninggal seperti ini Ren. Dia tidak akan meninggalkanku secepat ini."


"Sabarlah Lang. Aira tidak akan senang jika lo terus seperti ini."


****


Gundukan tanah itu masih basah. Kelopak mawar menghiasi tanah makam itu. Seikat bunga mawar merah berada di bawah nisan. Elang duduk di sebelah makam. Dia hanya diam memandangi batu nisan yang sangat ingin ia rubah tulisannya. Elang menatap kosong tanah basah itu. Di dalamnya, kekasih hatinya tertidur untuk selamanya. Membawa cinta mereka sampai mati.


Mikaila dan Melati masih terisak di pelukan Wildan dan Juna. Mereka masih belum percaya bahwa teman tomboy mereka telah meninggalkan mereka untuk selamanya. Masih jelas dalam ingatan mereka bahwa kemarin mereka masih bercanda dengan gadis tomboy itu.


Andra dan keluarganya sudah sepuluh menit yang lalu meninggalkan pemakaman tersebut. Amira dan Rosi tidak akan kuat jika berlama-lama disana. Beberapa kali kedua wanita itu pingsan saat masih berada di rumah duka. Tapi mereka tetap memaksa ikut ke pemakaman.


Reno, Ridwan, Wildan dan Juna memandang pilu Elang yang paling terpuruk dari mereka semua. Penampilan Elang sangat kacau. Dia tadi membantu setiap proses yang harus dilalui saat proses pemakaman. Elang bahkan ikut menurunkan jenazah Aira. Mengadzaninya sebelum dia keluar dari liang lahat.


Selama proses berlangsung. Elang menahan air matanya. Hanya mata sembab dan wajah yang kuyu yang terlihat. Wajahnya terlihat suram dan dingin. Tanpa ekspresi. Sepertinya, Aira ikut membawa hati Elang pergi bersamanya.

__ADS_1


"Mas akan selalu mencintaimu sayang. Tunggu mas disana. Mas akan setia menanti hingga saat pertemuan kita tiba." kata Elang setelah satu jam dia hanya diam memandang kosong tanah pemakaman.


Semua orang menoleh pada Elang saat mendengar perkataan Elang. Mereka tiba-tiba ikut merasakan sesak di dada mereka. Bahkan air mata mengenang di sudut mata mereka. Mereka terharu menyadari seberapa besar perasaan Elang pada Aira. Gadis tomboy yang telah tiada untuk selamanya.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😍


Maaf ya... ceritanya jadi sedih. Pengen mewek saat ngetik episode ini. huhuhu 😭


Rasanya akoh ikut sesak. Jadi, akoh sampai tidak konsen mencari kata-kata yang pas. Jadi harap dimaklumi ya.... 🙏


Tapi jangan khawatir, seperti yang telah akoh jelaskan kemaren, Aira sebenarnya tidak mati. Tapi, Dia akan membuktikan bahwa dia bisa berdiri tanpa menjadi bayangan di keluarganya. Dia akan dapat hidup dengan baik tanpa keluarga yang hanya bisa meremehkan dan memanfaatkan nya.


Cerita ini akan semakin menarik ke depannya, jadi harap sabar menunggu up dari akoh. Oke Readers 👍


Akoh jangan dibully ya karena memisahkan Aira dan Elang. Akoh juga sayang mereka. Tapi, jalan cerita ini harus berjalan. Yang pasti Aira akan mendapatkan kebahagiaanya entah Dengan Elang atau orang baru yang akan dia temui dalam identitas dan kehidupan barunya nanti.


Sekian terima kasih. Tetap jaga penasaran kalian terhadap cerita akoh ya.... Hahahaha 😂😂😂


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam keempat🍃...


...🌸Pada malam keempat, ia akan mendapatkan pahala seperti ia telah membaca kitab Taurat, Injil. Zabur dan Al-Furqon (Al-Qur'an)🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


Salam sayang 😘


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2