
Kata orang, waktu bersama bersama keluarga adalah saat-saat yang berharga. Saatnya berbagi kebahagiaan bersama. Saling bercerita. Memberikan kasih sayang, perhatian dan kehangatan.
Kata orang, walaupun sebentar, waktu bersama keluarga adalah waktu terbaik jika dapat mengisinya dengan hal-hal menyenangkan bersama keluarga.
Tapi apa jadinya jika sebaliknya? Waktu yang ada hanya digunakan untuk membahas bisnis. Tentang untung dan rugi. Tentang imbal balik sebuah hubungan.
Hal itulah yanng sering dirasakan Aira selama ini. Tidak bisakah dia merasakan mempunyai keluarga normal yang hangat? Tak bisakah jika bertemu hanya sekedar menanyakan kabar mungkin.
"Kakak dengar kemarin di pesta kamu membawa pacar kamu Sa?" tanya Jasson ketika mereka berkumpul di ruang tamu. Malam ini adalah pertemuan keluarga.
"Ya kak."
"Kakak dengar pacarmu pengusaha?"
"Iya. Gue nggak nyangka kalau Salsa bisa punya pacar sekeren tuan Elang." potong Delia.
'Jurus menjilat sebentar lagi berkeliaran.'
"Yang benar Sa?" tanya Jasson antusias. Teman-temannya banyak yang membicarakan tentang hubungan Elang dan Aira meskipun sudah satu bulan berlalu setelah kejadian itu. Jasson dan Jacky baru pulang satu minggu yang lalu dan disambut dengan kabar menggemparkan itu. Sepupunya yang tomboy bukan hanya mempunyai pacar. Tapi orang yang menjadi pacarnya juga bukanlah orang biasa.
Jasson dan Jacky pernah sekali bertemu dengan Elang saat mereka mewakili papanya untuk menghadiri pesta peresmian hotel teman bisnis Johan Food yang bekerja sama dengan perusahaan Elang. Kesan pertama mereka terhadap Elang adalah bahwa Elang sangatlah tegas, dingin dan sombong. Jika kata Jacky, sifatnya sama seperti Jasso. Tentu saja Jasson tidak terima. Menurutnya Diabtidak serombong itu.
"Iya."
Semua orang dewasa disana kini antusias. Jika memang benar salah satu anggota keluarga mereka adalah kekasih dari pemilik perusahaan besar yang selama ini menjadi incaran semua perusahaan untuk menjalin kerjasama dengannya, itu berarti posisi mereka sangat menguntungkan.
"Jangan pernah melepaskan Tuan Elang Sa." ucap Andra.
"Mas Andra benar. Mendapatkan orang seperti Tuan Elang adalah sebuah keberuntungan." tambah Roy.
"Sa, tuan Reno sudah punya pacar apa belum?"
"Mana gue tahu Del."
"Kan lo pacaran sama bosnya. Masak tidak tahu sih?"
"Itu bukan urusan gue Del. Lagian mana ada pacaran terus diikuti sama kak Reno. Kan aneh."
"Kamu sejak kapan kenal dengan Tuan Elang Sa?" Raharja yang dari tadi hanya menyimak mulai bertanya. Dia tidak menyangka jika Aira menjadi pacar Elang. Akan lebih pantas jika Safna yang berada di posisi itu Akan lebih menguntungkan keluarganya.
__ADS_1
"Sudah hampir satu tahun kek."
'Mereka bahkan belu setahun kenal. Dan Salsa sudah menjadi pacarnya.' batin Safna.
"Kalian bertemu dimana?" tanya Delia.
"Di tempatnya. Sudahlah itu tidak penting. Lagian kenapa kalian semua ganti topik sih? Bukankah kalian biasanya akan membicarakan masalah bisnis kalian? Kenapa jadi menginterogasi Salsa?"
"Karena hubunganmu itu menguntungkan kami." jawab Roy.
"Itu benar. Selama ini membuat kontrak dengan PT AMT Globalindo adalah sesuatu keberuntungan yang sulit didapat." imbuh Andra.
"Aku yakin jika Tender yang dimenangkan oleh Andra Grup ada sangkut pautnya dengan hubungan Salsa dengan tuan Elang."
Aira diam. Dia sangat tidak suka pembicaraan ini. Mereka berniat memanfaatkan hubungan ini. Tidak benar!
"Kali ini Om minta bantuanmu untuk memuluskan kerjasama Johan Food Sa."
"Maafkan Salsa om. Urusan bisnis kalian tidak ada hubungannya sama sekali dengan hubungan kami."
"Tapi kamu bisa kan mempertemukan om dengan tuan Elang?"
"Om, aku bukan sekretarisnya. Jadi aku tidak bisa melakukan itu."
"Kalau kita memiliki hubungan yang menguntungkan dan tidak digunakan dengan sebaik-baiknya akan sangat rugi ma." ucap Roy.
"Mas Elang memandang sesuatu dengan cara yang berbeda dalam kesempatan yang berbeda. Dalam hubungan kami, hanya ada mas Elang dan aku. Tidak ada yang namanya CEO AMT. Sedangkan di AMT, kesempurnaan adalah yang terpenting. Jadi, jika kalian semua ingin kerjasama dengan AMT, setidaknya kalian harus mendekati standar sempurna." ucap Aira. Dia sudah jengah.
"Kamu terlalu sombong Sa." ucap Safna.
"Kenapa kakak bilang seperti itu? Salsa tidak mau terlibat dengan masalah bisnis kalian. Aku tidak tertarik. Mas Elang tahu itu. Dan kenapa aku harus melakukan apa yang tidak aku sukai?"
"Bantulah keluarga kita Sa." Amira mengelus rambut Aira.
"Aku sudah membantu Ma. Aku sudah memberitahu syarat utama untuk bisa bekerja sama dengan AMT."
"Semua orang juga tahu tentang itu."
"Bagus jika sudah tahu. Jadi sudah bisa menyimpulkan jika ada tidaknya hubungan antara aku dan perusahaan kalian itu tidak ada kaitannya dengan lancarnya kerjasama antar dua perusahaan. Itu jelas." putus Aira.
__ADS_1
"Tapi perusahaan mas Andra?"
"Itu karena perusahaan papi mampu. Mas Elang bilang padaku jika dia sedikit tertarik dengan kerjasama dengan Andra Grup. Mas Elang mendengar jika Andra Grup selalu berhasil dengan usahanya."
"Salsa benar. Tuan Elang adalah orang yang tegas. Dia bahkan pernah menolak kerjasama dengan temannya sendiri ketika menemuka ada yang cacat dengan prosedur proyek yang akan mereka sepakati." ucap Jacky. Dia kasiah terhadap aira yang menjadi sarana untuk menjilat Elang.
"Apa kalian pikir jika Tuan Elang tahu jika kalian memaksa Salsa melakukan apa yang kalian mau dia akan diam saja?" ucaoan Jasson membuat semua orang terdiam. Melihat kasih sayang yang diberikan Elang pada Aira malam itu. Hal yang buruk bisa saja terjadi jika mereka berbuat tidak baik pada Aira.
"Sudahlah. Jangan bahas ini lagi." Aira sudah fokus pada handphone miliknya.
"Om hanya ingin memastikan jika kamu bersedia mengatur pertemuan dengan tuan Elang. Ini penting untuk perusahaan Om Salsa." ucap Roy. Aira mendengus. Apakah menjilat adalah hobi seorang pengusaha.
"Om hanya ingin itu kan? Baiklah. Besok di Blue Cafe. Jam dua siang. Jangan sampai terlambat."
Sebenarnya Aira sudah memberitahu keinginan pamannya itu. Dia tahu jika pamannya itu tidak akan menyerah sebelum keinginannya tercapai.
Roy dan Desi tersenyum puas. Sebenarnya mereka mempunyai tujuan lain selain masalah dengan perusahaan mereka. Mereka akan memperkenalkan Delia pada CEO muda pacar dari keponakan mereka sendiri. Delia lebih cantik dan berbakat dari Aira. Jelas lebih pantas untuk seorang pengusaha seperti Elang dibandingkan dengan Aira yang bebas dan suka berkeliaran tidak jelas.
"Terima kasih Salsa. Kamu memang keponakan yang bisa diandalkan."
"Salsa hanya bisa membantu sejauh itu om. Berusahalah yang terbaik agar mas Elang menyetujui kerjasama yang kalian tawarkan."
"Tentu saja Sa. Ini lebih dari cukup. Bertemu dengan Tuan Elang saja sebuah keberuntungan."
"Sa, jangan bilang jika hancurnya Bella Hotel karena korban anak tuan Dirga adalah lo?" ucapan Jacky langsung membuat semua yang ada disana menoleh pada Aira. Sebelumnya mereka tidak berfikir sampai sejauh itu. Mereka bahkan tidak menanyakan penyebab retaknya tulang kering Aira. Mereka fikir itu adalah ulahnya yang selalu bertingkah seperti berandal.
"Menurut kakak?" Aira menaikkan alisnya.
"Jadi benar?"
"Huh! Itu sudah satu bulan berlalu. Dan kakiku juga sudah sembuh."
'Jadi hotel sebesar Bella hotel hancur begitu saja karena Salsa? Dan Tuan Elang melakukan itu hanya demi Salsa? Sepertinya akan sulit merebut tuan Elang dari Salsa.' Safna merasa tertantang sekarang. Dia harus bisa mendapatkan Elang. Dia tidak boleh kalah dari Aira.
*
*
*
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir 😍...
...Tinggalin jejak ya 👍...