
Hallo Readers....☺
Sudah siap berkhayal Belom?🤔
Di part-part ini, akoh bakal ngajaki kalian ke tempat-tempat yang indah. 😎
Awalnya akoh kasih pict lengkap. Tapi gagal up terus. Jadi sebagian akoh hapus. Maap Ea...
Kita pelesiran bareng nyok...🎉🎉🎉
Nggak usah siapin bekal. Cukup duduk diam sambil baca ajah. Udah beres deh 👍
Si Care (Silahkan Dibaca Readers...)
...☘️☘️☘️☘️...
Setelah merasa cukup istirahat, Elang mengajak semua orang untuk melanjutkan perjalanan mereka. Setengah jam kemudian mereka sampai.
Sebuah villa mewah terlihat jelas berdiri kokoh di pinggir pantai. Vila itu berdinding kaca di beberapa bagian yang menghadap langsung ke laut sehingga pemandangan indah pantai akan terlihat dari dalam. Vila itu adalah satu-satunya bangunan yang ada di pantai itu. Jadi terlihat sangat mencolok.
Mikaila berdecak kagum semenjak melihat penampilan vila dari jauh. Semakin dekat, kekagumannya semakin meningkat.
“Ayo masuk.” Ajak Elang. Reno sudah sampai terlebih dahulu dan mempersiapkan semuanya. Dia tadi tidak ikut istirahat. Dia lebih memilih pergi dulu agar pekerjaan yang dilimpahkan padanya cepat selesai.
“Disini ada delapan kamar. Dua kamar di bawah dan enam kamar di atas. Kalian bisa pilih kecuali yang itu.” Tunjuk Elang pada sebuah kamar yang tepat berada di depan tangga. Kamar itu adalah kamar kedua orang tuanya.
“Dela, lo satu kamar sama gue.” Ucap Mikaila.
“Nggak ada Mik. Dela tentu saja sama gue.”
“Dilarang mesum di sini.” Ucap Elang tegas membuat niat Ridwan untuk bermesraan dengan Dela buyar. Ridwan memang sudah tersbiasa menghabiskan malam dengan pacar-pacarnya.
“Berarti Melati sama gue.” Ucap Aira sambil mengajak Melati naik ke lantai dua. Mencari kamar untuk mereka berdua. Mereka memilih kamar di sebelah kamar yang dipilih Mikaila. Semua kamar di lantai atas sama. Semua menghadap pantai.

Elang memasuki kamarnya sendiri di samping kamar orang tuanya. Itu artinya di samping kamar Aira dan Melati. Juna dan Wildan memilih kamar di lantai dua. Sedangkan Reno dan Ridwan di lantai satu.
__ADS_1
Setelah menata barang-barang mereka, keempat gadis di rombongan itu memutuskan untuk tour di vila mewah ini. Mereka penasaran dengan fasilitas yang ada di dalamnya. Mereka memulainya dari lantai atas. Di lantai atas ada balkon luas yang menghadap ke laut. Beberapa kali Mikaila mengambil fotonya disana. Pemandangan disana terlihat indah.
Selain kamar tidur, di lantai dua juga ada ruang fitnes pribadi dengan alat yang lumayan lengkap. Mikaila tahu sekarang apa yang membuat otot-otot di tubuh Elang terbentuk dengan sempurna. Ternyata olahraga adalah sesuatu yang sangat penting. Bahkan di vila yang digunakan untuk liburan saja disediakan tempat fitnes pribadi.
“Lo beruntung banget Ra mempunyai pacar seperti kak Elang. Sudah ganteng, kaya, perhatian, baik hati dan yang penting tubuhnya itu lo Ra....”
“Hus! Nggak baik muji pacar orang di saat sudah punya pacar sendiri.” cibir Melati.
“Ck. Gue kan Cuma mengagumi Ra.”
“Mikaila sayang. Setidaknya ingat wajah kecewa Wildan jika dia mendengarmu memuja laki-laki lain.”
Mikaila manyun. Benar yang dikatakan Aira. Tapi dia kan hanya mengagumi saja. Tidak lebih dari itu. Bukankah memang sifatnya cewek ya seperti itu. Mudah kagum pada sesuatu yang memang pantas untuk dikagumi.
“Sebaiknya kita lihat di lantai bawah.” usul Melati yang dengan segera disetujui.
“Tapi benar lho kalau Aira sangat beruntung.” Ucap Dela.
“Hubunganmu dengan Ridwan memangnya sejauh itu ya Del?” Tanya Mikaila penuh selidik. Dia tidak tahu saja jika selama beberapa bulan belakangan ini Ridwan memiliki hobi baru menikmati gua terlarang.
“Emmm. Ya mau gimana lagi. Kami kan sudah dewasa. Jika sudah berdua pasti datang setan yang menggoda.” Jawaban Dela membuat ketiga gadis lainnya menggelengkan kepala mendengar alasan yang mereka dengar. Kini mereka tahu mengapa Akhir-akhir ini Ridwan sering mengajak Dela dari pada yang lain. Ternyata mereka berdua sudah berhubungan sampai di atas ranjang.
Sudahlah lupakan saja pikiran mesum Ridwan dan Dela. Mereka memiliki pemikiran tersendiri mengenai itu.
Setelah sampai di lantai bawah, mereka tidak mendapati siapapun. Para laki-laki pasti sedang istirahat sekarang. Meluruskan kaki yang tertekuk sepanjang perjalanan.
Ketika mereka sampai di dapur, mereka dibuat kagum dengan interior dapur yang mewah dengan segala perlengkapan yang canggih dan terlihat mahal. Kedatangan mereka di sambut oleh seoarang laki-laki memakai apron dan juga topi khas yang digunakan oleh seorang Chef.

“Selamat siang nona-nona. Perkenalkan nama saya Chef Arnold. Dan ini adalah asisten saya Miss Tasya." Tasya mengangguk hormat ketika diperkenalkan. "Tapi mohon maaf saya bukan Chef yang terkenal itu. Tapi saya dapat menjamin jika masakan yang saya siapkan tidak kalah enak.” . Chef Arnold menjeda. “Jika nona-nona ingin dimasakkan sesuatu, jangan sungkan untuk memintanya kepada kami.” Chef Arnold dan miss Tasya adalah salah satu Chef yang bekerja di salah satu hotel bintang lima milik keluarga Elang. Elang memanggil mereka secara khusus untuk menyiapkan makanan yang spesial untuk tiga hari mendatang.
“Terima kasih Chef. Kami pemakan segala Chef. Kami akan habiskan apa saja yang Chef masak.” Ucap Mikaila dengan tawa di akhirnya. Temannya yang lain menyengir kuda mendengar jawaban Mikaila yang mempermalukan mereka sebagai seorang gadis. Terutama Dela. Harga dirinya serasa tercabik sekarang. Selama ini dia diet ketat. Enak saja Mikaila mengatakan jika dirinya pemakan segala.
“Baikalah Chef kami permisi. Kami mau melihat-lihat vila ini.”
“Silahkan Nona. Jika kalian ingin melihat pamandangan di sekitar vila, Saya sarankan kalian untuk keluar dari pintu kanan. Kalian akan menyukai pemandangan disana.”
__ADS_1
Serasa mendapat petunjuk. Keempat gadis itu menuju arah yang ditunjukkan Chef Arnold.
Lagi-lagi mereka dibuat terpesona akan indahnya vila milik keluarga Elang ini. Sebuah taman bunga dengan banyak bunga berwarna-warni bermekaran di taman yang tertata dengan rapi. Bunga-bunga terawat dengan baik. Sebuah kolam ikan berada di depan kursi panjang yang ada di tengah taman. Sebuah ayunan indah berada di salah satu sudut taman.
Dengan semangat Mikaila menarik Aira untuk mendekat ke taman. Mengambil beberapa foto mereka disana.
“Tempat ini benar-benar indah. Aku bahkan rela tidak pulang jika tempatnya seindah ini.”
“Lo benar Mik. Ini adalah vila terindah yang pernah gue datangi.” Ucap Dela sambil mengamati setiap detail taman itu.
“Taman ini adalah taman kesayangan nyonya. Jadi saya selalu merawat taman ini agar senantiasa nampak sempurna.” Ucap seorang pria paruh baya yang datang dari arah samping vila. Keempat gadis itu menoleh pada orang yang berbicara.
“Nama saya Paijo. Saya yang bertanggung jawab atas taman dan kebun disini.” Ucap Paijo.
“Kebun pak?”
“Iya nona. Vila ini dilengkapi dengan sebuah kebun yang berisi berbagai jenis buah ditanam disana dan sekarang banyak yang sedang matang. Jika kalian mau, saya akan menunjukkan jalannya.”
“Ayo pak.” Teriak Mikaila girang. Dia begitu semangat setelah mendengar buah-buah yang matang. Membayangkan memetik buah itu langsung dari pohonnya. Pasti segar.
Benar yang dikatakan pak Paijo. Buah-buahan disana banyak yang sudah matang. Keempat gadis itu menghabiskan siang mereka disana. Memetik beberapa buah untuk mereka bawa ke vila.
*
*
*
...Terima kasih sudah mampir😍...
...Jangan lupa Like👍 vote 😁dan rate ⭐ya...
...Maaf Typo(s) bertebaran🙏...
...Salam sayang😘...
...❤❤❤Queen_OK ❤❤❤...
__ADS_1