
Keanehan Aira masih berlangsung hingga seminggu waktu yang dihabiskan dengan kejutekan Aira yang diselingi dengan tingkah aneh lainnya. Aira juga masih sering mendiamkan Elang.
Seperti saat ini. Mereka berdua pulang setelah mengantarkan Naira ke sekolah. Hari ini adalah hari Sabtu, jadi Elang tidak pergi ke kantor. Semenjak kelahiran Naira Elang memang membebaskan dirinya dari pekerjaan kantor setiap Sabtu dan Minggu jika tidak ada hal yang mendesak. Ia hanya ingin fokus pada keluarganya.
Elang mendengus melirik wajah Aira yang kembali dingin ketika masuk ke dalam mobil.
"Apakah kamu merasa bahagia sayang?" pertanyaan yang terlihat bodoh. Dari wajahnya saja Aira terlihat sedang kesal.
"Bahagia untuk apa? Untuk tubuhku yang rasanya remuk ini?" tanya Aira dengan ketus. Aira mengingat pagi tadi dia hampir tidak bisa bangun karena rasa sakit pada tubuhnya setelah olahraga malamnya dengan Elang.
"Mungkin kita bisa pergi ke spa setelah ini." Otak cerdas Elang berhasil mendapatkan ide yang sepertinya cukup bagus. Sekalian perawatan.
"Tidak!"
"Kenapa?"
"Mas sengaja mau membuatku malu ya?"
"Memangnya malu kenapa?"
"Mas sudah lupa corak tubuhku?" Aira menarik kerah kaos turtle neck yang terpaksa ia gunakan di cuaca yang panas ini hingga memperlihatkan dada dan leher yang sedari tadi ditutupi.
"Peft" Elang hampir kelepasan tertawa melihat leher dan dada Aira yang tidak mulus lagi. Gambar abstrak yang tergambar di tubuh istrinya membuatnya bangga.
"Mas merasa senang ya sudah membuat tubuhku seperti ini?" Aira semakin geram.
"Kenapa harus malu sayang? Seharusnya kamu bangga dong. Itu tandanya kamu sangat dicintai oleh suamimu."
"Mas menyebalkan. Sekarang aku harus gimana?" tanya Aira frustasi.
"Kamu maunya gimana?"
"Mas tanya aku. Terus aku harus tanya siapa?" mode jutek on....
"Maksud mas, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Aku janjian dengan Melati siang ini. Dia ngajakin makan rujak buah sama teman-temannya. Dan jika aku kesana pasti akan kegerahan saat makan rujak yang pedas dengan pakaian yang seperti ini." kata Aira dengan sedih.
"Melati ngajakin makan rujak?"
"Iya. Dia kan lagi hamil muda mas. Mas tahu ngidamnya Melati sangat lucu. Sampai-sampai membuat Juna kuwalahan."
Dan meluncurlah cerita tentang kehamilan Melati yang sudah menginjak usia satu bulan. Juna yang sering dibuat repot dengan morning sickness yang dialami ibu muda itu setiap pagi dan malam hari. Belum lagi ngidam yang kadang sangat merepotkan.
Dan yang paling Juna tidak suka adalah saat ini Melati tidak menyukai parfum apa saja yang digunakan olehnya. Sehingga Juna harus merelakan tubuhnya hampa tanpa bau parfum yang harum menyegarkan. Dan dengan terpaksa ia harus sering mandi demi menghindari bau badan yang alami dikeluarkan oleh tubuh.
...π₯ππ...
Akhirnya masalah kissmark yang menghiasi tubuh Aira terpecahkan. Elang mendapatkan ide untuk menutupi hasil karyanya dengan baik. Ia membantu istrinya mengaplikasikan foundation di bagian tubuh Aira yang terlihat.
Dan atas hasil kerjanya yang memuaskan, Elang mendapatkan hadiah sebuah ciuman mesra sebelum Aira berangkat. Aira berangkat ke sekolah diantar Tedi karena Elang ada beberapa hal yang harus ia bicarakan dengan Reno mengenai rencananya.
__ADS_1
Siang ini Aira sudah berada di dalam kantin sekolah Naira. Di sana juga sudah berkumpul para rekan guru Melati. Ditambah dengan ibu-penjaga kantin. Mereka akan pesta rujak buah siang ini. Sesuai keinginan calon ibu muda diantara mereka.
Di atas meja sudah tersedia berbagai macam buah-buahan segar yang dibawa Aira. Tedi yang sekarang menjadi sopir sekaligus bodyguard Aira duduk di sebuah kursi kantin. Sedangkan Naira dan mbak Weni bermain di halaman sekolah.
Para wanita yang berjumlah sembilan belas orang itu menjalankan tugas masing-masing. Untuk bumbunya tentu saja menjadi tugas penjaga kantin, mereka lebih ahli. Dan anggota lainnya bertugas mengupas dan memotong buah.
"Awalnya saya tidak menyangka lho jika tuan Elang sudah menikah." kata Agnes. "Padahal baru saja bercerai dari istrinya." lanjutnya. Di meja hanya ada Melati, Aira dan Agnes. Guru yang lain sedang mencuci tangan dan menyiapkan wadah. Sedangkan mereka bertiga bertugas memotong buah-buahan.
"Ah iya bu. Semuanya mendadak." jawab Aira sedikit merasa tidak nyaman. Apalagi menyadari kilatan benci dari mata guru cantik itu.
"Bukankah anda adalah tantenya Naira ya?"
"Iya benar."
"Jangan-jangan anda.."
"Cukup Bu Agnes." potong Melati cepat. Ia tahu apa yang akan menjadi kata selanjutnya.
"Kenapa? Jangan-jangan saya benar jika dia adalah pelakor." Agnes meletakkan buah mangga yang ia potong .
"Jika anda tidak mengerti apa-apa sebaiknya anda diam!" kata Melati tegas. Suasana menjadi tidak kondusif. Melati tidak pernah semarah ini. Mengetahui sahabatnya dihina tentu saja dia pantas untuk marah.
"Mel. Sudah jaga emosi kamu. Ingat ada litle baby yang juga merasakan emosimu." Aira menepuk pundak Melati mendudukkan kembali ibu muda itu.
"Dia bahkan meninggalkan calon suaminya demi merebut kakak iparnya sendiri." kata Agnes semakin memojokkan Aira. Tedi yang mendengar Aira dihina segera berdiri dan hendak menghampiri Agnes.
"Tetap disitu Tedi!" perintah mutlak dari Aira. Tedi hanya membungkuk dan terus waspada.
"Hem. Sepertinya anda sangat memahami kehidupan pribadi saya." kata Aira tenang sambil terus memotong buah pepaya yang sudah dicuci.
"Pelakor adalah kepanjangan dari "perebut laki orang" jika anda lupa. Tapi saya menikah dengan suami saya setelah satu bulan dia bercerai dengan kakak saya. Lagi pula, mereka juga bukan bercerai karena saya."
"Memangnya apa hebatnya anda hingga Tuan Elang dan Tuan Arka memperebutkan anda?"
"Hebatnya saya? Tentu saja karena saya cantik dan menarik." kata Aira santai menampilkan senyumnya yang manis menawan. Melati memandang Aira yang terlihat santai. Ia tenang sekarang. Sepertinya ia sudah salah jika terlalu khawatir pada mantan tomboy itu.
Agnes ingin berbicara, tapi guru yang lain sudah datang. Jadi dia terpaksa menelan kembali kata-kata kasar yang akan ia gunakan untuk mengolok Aira. Agnes tentu saja tidak ingin mempunyai citra buruk di depan rekan guru yang lain. Apalagi sekarang ia sedang mengincar anak dari kepala sekolah.
Aira dan Melati juga bertindak bijak untuk tidak memperpanjang masalah ini. Hal seperti ini memang menyakitkan. Tapi jika dihadapi dengan emosi yang ada hanyalah kerugian belaka. Mereka juga pastinya tidak ingin merusak suasana dalam pesta rujak ini.
Sebutan Pelakor memang sudah diprediksi oleh Aira sebelumnya. Di mata masyarakat mungkin memang citranya tidak baik sekarang. Apalagi suaminya adalah mantan suami dari kakaknya sendiri. Tentu saja gosip miring banyak tersebar di khalayak ramai.
Berita pernikahan Elang yang mendadak. Drama yang terjadi dalam pernikahan itu tentu saja akan diperbincangkan beberapa waktu. Dan Aira sudah bersiap-siap untuk itu. Ia adalah gadis yang kuat sebelumnya. Dan sekarang ia harus menjadi semakin kuat.
"Bagaimana rasanya hamil Mel?" tanya Aira saat mereka berdua duduk di halaman setelah pesta rujak mereka selesai.
"Ini menakjubkan Ra. Aku masih tidak percaya jika ada bayi kecil disini. Kamu tahu, bahkan ukurannya masih sekecil biji kacang. Tapi dia sudah merubah semuanya."
"Iya kamu benar. Dia ini kecil-kecil cabe rawit. Bagaimana bisa dia membuat Juna kelimpungan."
"Aku rasa dia ini sedang menghukum mas Juna."
__ADS_1
"Kenapa?"
"Iya. Dia kan gantungin aku selama lima tahun Ra."
"Hahaha kamu benar. Kalau seperti ini aku rasa anakmu ini sedang mengerjai papanya deh."
"Hahaha. Iya Ra. Kamu nggak akan nyangka gimana ekspresinya jika aku ngidam yang aneh-aneh."
"Ngidammu memang sedikit keterlaluan Mel."
"Ini bukan kemauanku secara pribadi Ra. Enggak tahu kenapa aku tiba-tiba sangat ingin sesuatu. Tapi setelah aku mendapatkannya tiba-tiba saja aku sudah tidak lagi menginginkannya."
"Hem. Ya sudah little baby, aku mendukungmu sayang. Kerjai saja papamu ya. Onty juga ingin melihat tampang cool papamu yang frustasi. Hahaha." kata Aira sambil mengelus perut rata Melati.
*
*
*
Melati udah hamil, apa akoh buat Aira hamil juga ya? π€
Wah kayaknya akoh harus mulai ngerencanain ngidam buat mas Elang tersayangnya akoh deh!
Aira : Enak aja! mas Elang itu punyaku tahu!
Author : Dikit aja bikin akoh seneng kenapa sih Ra? Lama nggak ngobrol kamu tambah jutek deh sama akoh... π
Aira : Nggak perlu dibaikin kamu mah! Dah sana jangan kebanyakan ngobrol. Kapan ceritanya kelar kalo Authornya kebanyakan ngobrol.
Author : Tenang Ra. Nggak lama lagi tamat nih ceritamu.
Aira : Yang Happy Ending ya π
Author : Nggak janji π Rencananya Akoh mau bikin Mas Elang sama Akoh aja. πππ
Aira : Kembali Author.... jangan kabur kamu!!!!
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...ππ...
...Terima kasih sudah mampir π...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...π€...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. π...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang π...
...β€β€β€Queen_OKβ€β€β€...