Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 127. Rencana Honeymoon


__ADS_3

Nasib Reno memang sepertinya sial. Elang yang menikah, ia yang repot. Banyak tugas yang sebenarnya adalah tugas Elang harus ia yang melakukan karena Elang tidak mau jauh-jauh dari Aira.


Dan saat ini, Elang yang akan pergi honeymoon, dia juga yang harus direpotkan. Segala sesuatunya dialah yang mengatur. Sudah begitu, Reno juga sudah membayangkan tugas apa yang akan dibebankan padanya selama bos bucinnya itu sedang enak-enak dengan istrinya.


"Kamu kenapa Ren? Tidak suka aku pergi bulan madu?" melihat ekspresi Reno membuatnya jengkel.


"Tidak. Memangnya kenapa aku mesti tidak suka?" kata Reno sambil menscrool layar handphone miliknya untuk mengatur keberangkatan Elang seminggu lagi.


"Wajahmu itu yang berkata kamu sedang kesal."


"Bukannya aku kesal Lang. Tapi tidak bisakah kamu mengundur bulan madumu setidaknya satu bulan lagi? Sekarang perusahaan sedang sibuk-sibuknya. Apalagi saat ini kamu memegang dua perusahaan sekaligus. Masalah dengan PT. RK juga masih alot."


"Ini aja sudah diundur. Sudah hampir dua bulan aku menikah. Dan aku belum bulan madu. Enak saja mau diundur lagi."


"Aku heran pada semua orang. Bukankah bulan madu itu hanya untuk buat anak ya. Lalu kenapa harus pergi jauh kalau di rumah aja bisa."


"Jika di rumah akan banyak yang mengganggu. Di rumahku kan bantak orang. Aja saja yang mengganggu. Apalagi Naira. Gadis cilik itu sering menguasai Aira kalau di rumah. Kau tau, sangat menyesakkan jika sudsh siap tempur lalu ada yang mengganggu. Menikahlah dulu baru kamu akan tahu bagaimana rasanya."


"Cih! Dasar tak tahu malu. Aku yakin kamu tidak pernah melewatkan satu hari tanpa menghabisi Aira."


"Hahaha bagaimana kamu tahu? Jangan-jangan kamu memata-mataiku ya?"


"Ck. Tidak perlu melakukan hal yang merepotkan seperti itu. Dilihat dari wajah dan bahasamu yang semakin lama semakin mesum saja aku sudah tahu."


"Kamu memang sekretaris yang bisa kuandalkan. Bahkan tidak perlu aku icara saja kamu sudah mengerti."


"Terima kasih pujianmu. Tapi ini terakhir kalinya kamu merepotkanmu."


"Baiklah. Oh ya, Bagaimana dengan Safna?"


"Sesuai dengan keinginanmu. Walaupun ini sulit dilakukan tapi aku berhasil. Aku mau bonusku segera dikirim."


"Tidak masalah." Elang memainkan jarinya di layar benda pipih bersinar. Menekan pelan dan menunjukkan layar yang menujukkan bahwa transaksi yang baru saja dilakukan telah berhasil kepada Reno.


"Teruslah seperti ini bos. Tak lama lagi aku akan sekaya dirimu." kata Reno yang hanya dibalas senyuman mengejek oleh Elang.


...🐣🐣🐣...


"Mama masak apa sore ini?" tanya Aira ketika melihat mertuanya sedang berkutat di dapur.


"Mama mau masak ayam krispi sayang. Sudah lama rasanya nggak masak menu itu."


Aira hanya manggut-manggut. Kemudian dia membuka laci. Mengeluarkan sebuah mi instan dari dalam, kemudian meletakkannya di atas meja. Dia menoleh mencari sesuatu.


"Cari apa sayang?" tanya Erna ketika melihat menantu kesayangannya sedang celingukan.


"Telur ma. Dimana ya?"


"Apakah kamu mau membuat mi instan?" Aira hanya mengangguk. "Tapi itu kan kamu sudah pegang telur." Aira memang sudah memegang telur. Dan sepertinya itu sudah cukup. Satu mi instan ditambah satu telur. Perpaduan yang sempurna.Cukup kenyang.


"Tapi aku maunya telurnya dua ma."

__ADS_1


Erna mengernyit mendengarnya. Merasa sedikit aneh. Tapi itu hanya sebentar saja, kemudian dia menunjukkan letak persediaan telur. Aira segera mengambilnya.


"Mbak Rahma, tolong buatkan aku mi instan ya." Aira memberikam mi instan rasa soto dan dua butir telur pada salah satu pembantu disana. Pembantu bernama Rahma itu segera menjalankan tugasnya. Sedangkan Aira duduk di kursi sambil melihat kesibukan di dalam dapur itu.


"Tumben sekali kamu minta dibuatkan mi instan sayang."


"Aku lapar ma. Oh ya mbak, bubuk cabainya jangan dimasukkan ya." kata Aira ketikaelihat Rahma mulai membuka satu persatu bumbunya.


"Tumben kamu nggak minta ekstra pedas sayang."


"Cuma nggak ingin makan pedas saja Ma." Erna hanya mengangguk.


Aira segera memakan mi dalam mangkok yang baru saja terhidang di atas meja di depannya. Ia makan begitu lahap sore ini. Aira segera mengambil sedikit mi dengan garpu dan meniupnya sesekali agar panasnya sedikit hilang. Erna hanya menggeleng melihat anak menantunya begitu lahap memakan mi instan. Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan semangkok mi yang rasanya enak itu.


Tepat setelah Aira menghabiskan minya, Elang memanggilnya dari lantai dua, kamar mereka. Aira segera pamit pada mertuanya untuk menemui suaminya di kamar.


"Kamu sedang apa di dapur?" tanya Elang ketika Aira baru saja masuk ke dalam kamar.


"Makan. Mau apa lagi memangnya?" benar. Memang apa yang bisa dilakukan seorang nyonya Elang di dapur selain makan?


"Bukankah kamu tadi sudah makan siang ya setelah makan rujak dengan Melati tadi?"


"Iya sih. Tapi siapa yang bisa menduga jika memang perutku terasa keroncongan mas."


"Kamu makan apa tadi di dapur?"


"..." Aira baru saja mau membuka suaranya untuk menjawab. Tapi lagi-lagi mulut Elanglah yang terbukti paling ampuh membungkam sekaligus membuka mulut Aira.


"Mi instan rasa soto." kata Elang sambil menjilat bibirnya sendiri.


"Bisakah mas tidak melakukan ini lain kali?"


"Tidak janji. Sepertinya mulai sekarang aku akan lebih menyukai makanan dari mulutmu langsung. Rasanya semakin enak." Elang mengeipkan matanya menggoda.


"Itu memalukan mas." Aira tidak menyangka jika laki-laki yang dinikahinya sangatlah mesumable.


"Ah sudahlah. Aku punya kejutan untukmu." kata Elang sambil menuntun Aira duduk di atas ranjang mereka.


Elang mengambil sesuatu dari dalam laci. Menyerahkan amplop kepada Aira.


"Apa ini mas?"


"Buka saja."


Aira segera mengeluarkan isi amplop yang baru saja ia terima. Ia begitu senag saat menemukan brosur wisata Maldives. Namun kemudan ia mengernyit heran saat memeriksa tiket.


"Kenapa tiketnya cuma dua mas?"


"Ini bulan madu kita. Mana mungkin kita akan mengajak Naira juga."


"Tapi sepertinya ini tidak dibutuhkan mas." Aira berusaha menolak. Ia bisa membayangkan jika dirinya lah yang banyak dirugikan dalam bulan madu ini.

__ADS_1


"Kenapa? Kita kan belum pernah bulan madu."


"Bukankah di kantor sedang sibuk-sibuknya ya?"


"Apa gunanya memiliki sekretaris serba boleh kalau tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya." jawab Elang enteng.


"Kalau begitu kita ajak Naira aja sekalian liburan bersama."


"Naira harus sekolah sayang."


Aira menghela nafas. Dia menyerah. Akhirnya kepalanya mengangguk dengan terpaksa. Ini juga tidak buruk. Lagipula Maldives adalah tempat impian semua orang untuk menghabiskan bulan madu mereka.


"Baiklah. Kita akan menghabiskan waktu di pantai seharian." kata Aira. Mencoba berfikir positif. Mencari kegiatan yang menyenangkan.


"Tidak. Kita seharian di kamar."


"Memangnya apa yang akan kita lakukan di dalam kamar seharian?"


"Tentu saja banyak sayang. Disana kita akan fokus membuatkan Naira adik."


"Apaan sih mas. Rencananya nggak bermutu."


"Itulah intinya sayang. Kita akan fokus disana nanti. Tidak ada Naira yang akan menguasaimu. Tidak ada mama yang mengajamku mengobrol hingga malam. Hanya ada kita berdua disana. Bukankah menyenangkan?"


Aira menelan ludahnya. Ini buruk. Bagaimana Elang bisa merencanakan hal seperti itu.


"Kenapa mas jadi mesum begini sih."


"Mesum denganmu kan ibadah sayang." Elang melancarkan aksinya. Dia menjatuhkan Aira dengan sekali gerakan. Istrinya yang tidak siap tentu saja langsung terbaring di atas ranjang dengan kakinya masih bergantung di ranjang.


Bibir milik Aira yang terbuka membuat Elang tidak sabar ingin menjelajahi kedalamannya. Namun rencananya gagal karena Aira secara tiba-tiba mendorongnya.


*


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...πŸ€—...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. πŸ™...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❀❀❀Queen_OK❀❀❀...


__ADS_2