
Selain orang yang mengantar paket dan juga pelanggan online Shopnya, Elisya tidak bertemu siapa-siapa lagi. Arka juga tidsk datang. Menjelang sore, Elisya dan Naina pergi ke kafe dengan memakai jasa ojek online. Romi dari pagi sampai sore bekerja di toko elektronik.
Elang mengikuti mereka. Menunggu mereka hingga mereka selesai manggung. Tepat pada jam tujuh malam, Arka datang dan juga ikut menunggu gadis itu. Tak ada yang istimewa antara keduanya yang terlihat .
Bahkan, Elisya juga baru menemui Arka ketika dia selesai manggung. Ini suatu hubungan yang sedikit janggal. Seperti tidak ada kedekatan antara keduanya.
Elang segera kembali ke penginapan ketika Tedi memberitahu jika dia menemukan informasi penting.
"Apa yang kamu dapatkan?"
"Nona Elisya ditemukan di pantai dengan luka dikepalanya lima tahun yang lalu. Dia tidak sadarkan diri beberapa hari akibat luka yang dideritanya. Dia di rawat di rumah sakit Dirgantara. Saya sudah mengkonfirmasi kebenaran tentang ini. Setelah sadar, dia mengalami amnesia yang cukup parah. Dapat disimpulkan jika Elisya memanglah Aira. Menurut keterangan dari dokter yang menangani Aira, beberapa hari yang lalu, Aira sempat dibawa ke rumah sakit karena pingsan setelah mendapatkan sedikit ingatannya." jelas Tedi panjang lebar. Elang membaca data yang telah dikumpulkan oleh Tedi.
"Jadi dia sudah sedikit mengingatnya?"
"Sayangnya belum tuan. Dokter itu berkata, jika yang dilihat Aira hanyalah sekelebat ingatan yang samar. Itu yang dikatakan Aira pada dokternya."
"Ini adalah kasus yang besar. Tidakkah ada catatan di kantor polisi?"
"Pada saat itu, orang yang menemukannya melaporkan kejadian ini pada kantor polisi. Tapi tidak ada yang pernah mencari anggota keluarganya yang hilang."
"Itu karena kami menganggapnya sudah tiada. Siapa yang menduga jika Aira selamat dari kejadian nahas itu. Dan siapa yang sebenarnya meninggal?"
"Sepertinya dia adalah orang yang diberi tumpangan oleh Aira. Setelah saya selidiki, orang yang bernama Elisya Anandita adalah seorang dengan kekurangan kesulitan bicara. Jadi dia selalu membawa pena dan buku. Dia adalah anak dari keluarga Bima, pemilik Bim Industri yang tidak dianggap karena kekurangannya. Jadi saat dia hilang tidak ada yang berniat mencarinya. Sedangkan di saat Aira ditemukan, pada lengannya tertulis nama itu."
"Oh jadi begitu. Lalu bagaimana hubungan antara tuan Arka dengan Aira?"
"Seperti yang kita ketahui. Mereka telah bertunangan. Ini sudah berlangsung sejak Tiga tahun lalu."
"Selama itu?"
"Iya tuan."
"Apakah Airaku mencintainya?"
"Saya rasa tidak tuan. Dari informasi yang saya dapatkan, alasan Elisya menerima lamaran itu karena Tuan Arka sangat berjasa pada panti itu."
"Baiklah. Ini sudah jelas. Kita hanya butuh bukti untuk membawa Aira kembali."
"Benar tuan. Tapi sebaiknya kita membuat ingatan Aira kembali dulu. Setidaknya membuatnya nyaman berada disekitar kita yang jadi orang asing sekarang."
"Kamu benar. Aku harus meminta bantuan yang lainnya."
"Benar tuan"
"Baiklah. Kita kembali besok pagi-pagi sekali."
Tedi mengangguk. Lagipula ia sudah menempatkan orang-orang kepercayaannya yang akan mengawasi perkembangan yang ada disini dan menjaga Aira untuk tuannya.
...🐣🐣🐣...
Elang tak membuang banyak waktu. Setelah sampai di ibu kota, ia meminta semua untuk berkumpul. Kabar ini harus segera dia sampaikan. Elang bahkan belum menemui malaikat kecilnya setelah tiga hari tidak bertemu.
Juna, Melati, Mikaila, Wildan, Ridwan dan juga Reno sudah berkumpul di rumah baca untuk menunggu Elang yang mengabarkan jika ia mempunyai kabar yang baik.
"Ada kabar baik apa sebenarnya Lang?" tanya Reno yang sudah tidak sadar.
__ADS_1
"Aira masih hidup." jawab Elang singkat.
"Apa?!" pekik keenam orang yang mendengarnya.
"Jangan bercanda kak Elang. Aku tahu kakak sangat mencintai Aira. Tapi Ikhlaskan dia kak." kata Juna.
Elang tidak membantah. Dia hanya melemparkan sebuah amplop coklat ke atas meja. Juna segera meraihnya dan membukanya, yang lain mendekat dan mereka terkejut membaca informasi yang ada disana. Tak lama berselang Elang meletakkan foto-foto yang ia ambil saat menjadi penguntit Aira selama seharian.
"Apakah ini serius kak?" tanya Mikaila.
"Ya. Aku sendiri yang mengambil gambar-gambar itu. Seharian aku mengikutinya."
"Lalu tunggu apalagi? Kenapa kakak tidak membawanya pulang?" Ridwan sangat merindukan teman tomboynya itu.
"Itulah masalahnya. Aku butuh bantuan kalian semua."
"Apa yang bisa kami bantu kak?"
"Aira mengalami amnesia berat akibat kecelakaan itu. Jadi dia tidak mengingat siapapun. Bahkan dia hanya diam ketika dua kali dia bertemu denganku."
"Jadi, Apa rencana kakak selanjutnya?"
"Kosongkan jadwal kalian selama satu minggu. Kita pergi kesana. Kita akan membuat Aira sedikit demi sedikit mengingat kita. Dan kau Juna, Melati, tunda pertunangan kalian. Aku yang akan bertanggung jawab untuk pesta selanjutnya."
"Baik kak." jawab Juna dan Melati kompak. Bagi mereka tidak masalah. pesta itu bisa menunggu. Yang penting sekarang adalah Aira. Sahabat mereka sedang butuh bantuan. Jadi mereka harus membantu.
"Kita harus cepat bergerak. Aira sudah bertunangan dengan orang lain." Elang menggerakkan giginya. Wajahnya gelap mengingat ini. Dia harus bertindak cepat.
"Apa?!" Mikaila dan Melati heboh. Ia tak menyangka jika Aira telah berhubungan dengan orang lain. Tapi melihat penampilan Aira sekarang, memang dapat dipastikan banyak laki-laki yang terpesona padanya. Tapi, Apakah ia telah melupakan cintanya pada Elang?
"Tapi, kakak juga telah menikah. Bagaimana dengan kak Safna? Bagaimana dengan Naira?"
Hubungan ini menjadi sangat rumit sekarang. Aira telah bertunangan dengan orang lain. sedangkan Elang sendiri malah menikah dan mempunyai anak dengan Safna. Walaupun Elang tidak mencintai Safna. tidak mungkin ia menceraikan wanita itu. Bagaimana perasaan Naira jika mengetahui orang tuanya berpisah. Anak itu masih terlalu kecil untuk mengerti keadaan ini.
Walaupun Elang masih sangat mencintai Aira. Kebenaran tentang keadaan ini tidak bisa dibantah oleh siapapun. Baik Elang maupun Aira sudah ada yang memiliki. Aira sebentar lagi mungkin akan dinikahi oleh Arka entah bagaimanapun perasaan Aira pada Arka.
Jika itu sampai terjadi, hidup Elang mungkin akan benar-benar hancur. Ia tidak akan sanggup jika melihat orang yang ia cintai hidup bersama laki-laki lain. Biarlah ia dianggap egois karena ia juga tidak bisa meninggalkan Safna karena Naira. Tapi Ia tetap tidak rela jika Aira dimiliki oleh orang lain.
"Biarlah itu menjadi urusan akhir. Saat ini, fokus kita hanya untuk membuat Aira mengingat tentang kita." putus Elang akhirnya.
"Untuk sementara ini. Tolong rahasiakan masalah ini dari siapapun. Sampai Aira benar-benar bisa mengingat kita, kita harus merahasiakan keberadaannya."
"Baik kak."
Mereka kembali memperhatikan foto-foto yang di dapat Elang.
"Aira banyak berubah ya." Melati berkomentar.
"Iya. Penampilannya berubah. Dia terlihat sangat dewasa." tambah Mikaila.
"Yang dari dulu masih aja kekanakan itu lo. Noh liat, Melati aja bisa dewasa. Lah Lo? Ck ck Ck." Ridwan memindai penampilan Mikaila dari atas sampai ke bawah.
"Biarin. Itu artinya gue masih imut-imut." bela Mikaila pada dirinya sendiri.
"Lo mah amit-amit Mik." Mikaila mencebik. Tidak adakah yang berniat membelanya disini?
__ADS_1
"Gini-gini gue calon artis masa depan tau. Sebentar lagi gue bakal terkenal. Foto gue terpasang dimana-mana. Dan jika saat itu tiba, gue nggak mau jadi artis buat produk perusahaan lo." Mikaila membanggakan kemajuan kariernya. Tak disangka, Ridwan bangun dari duduknya dan mendekati Mikaila, Gadis itu tidak siap, jadi sebuah jitakan keras mendarat tepat di tengah permukaan keningnya yang mulus.
"Auch. Aset masa depan gue... " Mikaila mengelus keningnya yang berdenyut.
"Dasar artis abal-abal." ejek Ridwan lagi.
"Beib, Ridwan ejek aku." Akhirnya Mikaila meminta pembelaan dari Wildan. Dia bangun dan menggeser tubuh Ridwan dan menempelkan tubuhnya pada pacarnya.
"Huu tukang ngadu!" cibir Ridwan.
"Biarin aja Beib. Ridwan kan playboy baru tobat. Masih mencari jalan yang terang. Jadi maklumin aja masih labil dia. Kadang jadi malaikat, kadang jadi moyangnya setan." Mikaila tersenyum penuh kemenangan mendapat pembelaan dari Wildan.
"Kalau Laila tahu Lo kasar ma cewek. Gue yakin dia bakal jauhin lo sejauh-jauhnya."
"...."Kini giliran Ridwan yang kalah telak. Dia tidak bisa membalas. Statusnya sekarang sering dijadikan bahan olokkan oleh teman-temannya.
"Sudahlah. Kalian berdua itu sama aja. Jangan ribut lagi." Juna menangahi. Di antara mereka, Ridwan dan Mikaila lah yang memang sering terlihat kekanakan.
"Iya. Sesama server jangan saling mengejek!" cibir Reno.
"Wek!" Mikaila menjulurkan lidahnya mengejek Ridwan.
"Oh ya kak Elang, Ngomong-ngomong tunangannya Aira tampan tid... "Mikaila langsung dibungkam oleh Wildan. Bisa-bisanya menanyakan hal seperti itu pada Elang.
Saat menceritakan jika Aira sudah bertunangan saja mereka sudah ketakutan melihat ekspresi Elang yang seperti hampir meledak. Ini malah mengingatkan kembali masalah itu. Mikaila sama saja menuangkan bensin di percikan api.
Elang sendiri tidak menjawab. Arka memang tampan, tapi dia lebih tampan. Yang paling penting baginya, Aira kemungkinan besar tidak mencintai tunangannya. Jadi bisa saja cinta Aira memang masih ada untuknya. Entah terselip dimana.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😍
Give me Like 👍 Please 🤗🤗🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Sembilan🍃...
...🌸Pada malam ke Sembilan, seolah-olah dia beribadah kepada Allah Ta'ala seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...