Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 52. Cemburumu Itu Lucu, Mas!


__ADS_3

Yuhu.... Udah pada like belum? 😍


Kalau belum... Balik dulu sana! 😱


Bercanda kok... 🤣🤣🤣


Karena sebuah like adalah hak dari pembaca...😎


Dan sebuah like adalah harapan dari Author😁


Kelihatan ngarep banget nggak sih? 🤔


Sudahlah... mending baca aja kan gaess...


Markica (Mari Kita Baca)


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


Pagi ini, Aira sudah duduk menopang dagu di meja makan sambil memperhatikan Chef Arnold dan miss Tasya melakukan pekerjaannya.



Gadis tomboy itu begitu antusias melihat cara Chef Arnold memainkan peralatan dapur yang ada di tangannya. Memotong bumbu dapur dengan cekatan. Menumis bumbu hingga tercium bau harum. Aira sangat senang berada di dapur pagi ini. Hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.


"Hebat Chef. Lakukan lagi!" teriak Aira heboh saat melihat Chef mencampur bumbu dengan cara dilemparkan ke udara. Aira belum pernah melihat cara masak yang seperti itu secara langsung.


Chef Arnold hanya tersenyum menanggapi sebelum menuruti permintaan Aira. Gadis di meja makan itu terlihat puas. Miss Tasya ikut tersenyum melihat tingkah Aira. Dia merasa seperti melihat dirinya saat masih menjadi tomboy dulu. Ya. Miss Tasya dulunya tomboy. Sampai saat dia melihat seorang Chef melakukan aksi seperti yang tadi dilakukan oleh Chef Arnold. Diapun ikut kursus memasak dan sedikit demi sedikit berubah.


"Apa yang kamu lakukan disini sayang?" tanya Elang. Dia tadi buru-buru turun setelah mendengar suara Aira yang tertawa heboh dari arah dapur. Benar saja, Aira terlihat begitu terpesona kepada Chef yang masih muda itu. Wajahnya juga tampan. Ini tidak bisa Elang biarkan.


"Lihatlah mas! Chef Arnold sangat hebat." Ucap Aira dengan masih memasang wajah kagumnya. Dia tidak menyadari Elang Mood on cemburu itu. Aira malah semakin menyulut emosi Elang.


"Hebat ya?" Lagi-lagi Aira mengangguk. Dia sungguh tidak menyadari kecemburuan Elang. Di depan kompor yang menyala, Chef Arnold menelan ludahnya Berkali-kali. Tatapan mata Elang sungguh menakutkan. Bagaimana bisa Aira tidak menyadarinya.


"Sini biar aku lanjutkan." Elang merebut spatula dari tangan Chef Arnold.


"Eh?" Aira terdiam. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Elang tiba-tiba terlihat marah.


"Urus yang lain. Aku akan melanjutkan masakan ini." Elang menatap Chef Arnold dengan tatapan permusuhan.


"Baik tuan muda." Chef Arnold pindah. Sebenarnya semua masakan telah siap. Hanya masakan yang sedang dimasak oleh Elang yang belum. Dia kemudian pergi ke kulkas dan mengeluarkan buah-buahan dari dalam sana. Dia bermaksud untuk membuat Salad buah.


"Chef, untuk apa buah sebanyak itu?" pertanyaan Aira membuat tubuh Chef Arnold membeku. Dia menyadari bahwa tuan mudanya sedang cemburu terhadap gadis yang sedang bertanya padanya ini.


Elang melirik sebentar. "Ini masih terlalu pagi untuk salad buah."

__ADS_1


Kalimat dengan nada ketus itu membuat tangan Chef Arnold yang sedang mengupas buah terhenti.


"Ooh Salad. Buat saja Chef. Nanti bisa dibawa ke resort. Makan salad buah di siang hari pasti terasa segar. Iya kan mas?" Aira menatap Elang. Elang mendengus. Aira bahkan tidak memujinya sekarang. Padahal tadi dia mendengar Aira beberapa kali memuji Chef itu.


"Ini sudah matang. Lanjutkan sendiri." kata Elang setelah mematikan kompor dan pergi dari dapur dengan kesal. Aira melihat raut wajah Elang itu. Dia segera menyusul Elang.


Elang Dirgantara Mahes



Elang duduk di pinggir kolam renang. Meredam amarahnya. Dia cemburu. Tapi dia tidak bisa menumpahkan begitu saja rasa cemburu itu pada Aira. Hubungan mereka masih seumur jagung. Dia tidak ingin membuat masalah.


Aira Salsabila Raharja



"Mas." Elang menoleh. Aira sudah berada di sebelahnya. Menatapnya.


"Ada apa Ra?"


"Mas yang ada apa?" Aira mencebik. Dia sungguh tidak paham arti wajah Elang.


"Mas tidak kenapa-kenapa."


"Bohong."


"Kenapa wajah mas Elang begitu? Menyebalkan." Elang terkekeh. Semakin membuat Aira cemberut. Tanpa aba-aba, Elang menarik Aira dalam pelukannya.


"Mas cemburu Ra." bisik Elang. Aira kini tersenyum. "Mas cemburu lihat kamu memuji-muji Chef Arnold. Mas cemburu lihat kamu kejar-kejaran sama Juna. Mas cemburu saat kamu terlihat akrab dengan Ridwan. Mas cemburu Ra. Mas merasa bukan apa-apa dibanding mereka." Elang mengeratkan pelukannya. Kali ini Aira membalas pelukan itu. Ia ingin Elang merasa bahwa dia mempunyai posisi tertentu dalam hidupnya. Posisi yang tidak bisa ditempati oleh laki-laki lain.


"Cemburumu itu lucu, mas. Tidak beralasan." Elang melepaskan pelukannya. Semua terlihat jelas di depan matanya. Semua itu sudah cukup menjadi alasannya untuk cemburu pada kekasihnya.


"Mas benar-benar cemburu sayang. Kamu tersenyum karena mereka."


"Mas, mas mau kalau aku cemberut terus? Kesal terus?"


"Tentu saja tidak Sayang."


"Kita hidup di dunia ini berdampingan dengan orang lain. Semua orang memiliki arti sendiri-sendiri bagi seseorang." Aira menjeda. Dia menatap mata Elang. Mata yang biasanya terlihat tajam tidak pernah ia tunjukkan di depan Aira. Hanya sorot mata penuh kehangatan yang dilihat gadisnya.


"Contohnya Juna. Dia sahabat Aira sejak lama. Selama ini, diantara semua temanku, Juna lah yang paling dekat denganku. Dia yang selalu ada bersamaku setiap kali kami bersama. Mikaila sudah bersama Wildan. Ridwan selalu tidak pernah kekurangan pasangan. Yang tersisa setelah itu hanya aku dan Juna. Kami sudah seperti saudara."


"Tapi dia menyukaimu Ra."


"Dia suka. Tapi bukan cinta mas. Aku tahu betul siapa dia. Kami terbiasa bersama. Dia hanya merasa nyaman saat bersamaku. Tapi mas lihat sekarang, pandangan Juna terhadapku berbeda dengan cara menatap seseorang yang lain. Melati. Mas melihatnya?"

__ADS_1


"Ya. Aku rasa mereka berdua cocok."


"Mas benar. Aku dan Mikaila memiliki misi untuk menyatukan keduanya." Elang mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Chef Arnold?"


"Aira hanya kagum dengan cara memasaknya. Itu saja."


"Tapi mas cemburu." Aira tersenyum.


"Mas aneh." Elang mengerutkan kening.


"Aneh gimana?"


"Aku heran, kemana rasa percaya diri tingkat dewa itu meninggalkan Mas, hem?" Elang masih mendengarkan. Sebenarnya apa maksud Aira." Mas itu sudah tampan, kaya, baik hati, dan yang paling penting adalah perhatian."


"Apa kamu sedang menggoda mas, sayang?"


"Bukan menggoda. Itu yang sebenarnya mas. Mas itu sudah ibarat satu paket komplit. Aku mau yang seperti apa lagi jika sudah memiliki yang komplit seperti mas." Aira memalingkan wajahnya. Dia sangat malu mengakui sebesar apa dia mencintai Elang. Ini adalah pertama kalinya dia merasakan jatuh cinta. Dan dia selalu merasa menjadi orang yang beruntung. Elang selalu membuatnya merasa istimewa.


"Seharusnya aku yang lebih cemburuan mas. Aku tidak memiliki apapun untuk dibanggakan. Aku... " Elang menutup mulut Aira dengan telunjuknya. Dia tidak mau mendengarkan Aira menjelekkan dirinya sendiri. Bagi Elang, Aira memiliki segalanya.


"Kamu sempurna Aira. Sangat sempurna. Semua yang aku butuhkan ada dalam dirimu. Senyummu, tingkahmu, sifatmu, semua sudah pas untukku."


"Baiklah. Kita impas kalau begitu." Elang menautkan alisnya.


"Impas?"


"Ya. Impas. Aku sudah mengatakan sedalam apa aku mencintai mas. Dan mas juga sudah menunjukkan perasaan mas padaku. jadi, jangan pernah cemburu lagi ya. Itu sangat lucu."


Keduanya merasa lega sekarang. Mereka sudah saling menunjukkan perasaan mereka. Saling mengagumi bukanlah hal yang buruk. Justru inilah yang baik bagi pasangan.


Merasa puas dengan apa yang ada pada diri pasangan kita akan membuat hubungan semakin manis.


*


*


*


Semoga suka dengan visualnya. Untuk Visual karakter pendukung yang lain ditunggu ya....


...Terima kasih sudah mampir 😍...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2