Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 108. Jumpa Pers


__ADS_3

Sore hari sebelum acara resepsi dilangsungkan, Arka mengadakan jumpa pers untuk memverifikasi kan kabar mengenai batalnya pernikahannya dengan Aira dan digantikan oleh Elang. Aira Dan Elang juga berada di sana. Ikut menemui dan memberi penjelasan pada para pencari berita itu.


"Mengapa bukan anda yang menikah dengan Nona Aira tuan Arka? Padahal beberapa hari yang lalu anda baru mengatakan bahwa kalian berdua telah bertunangan selama tiga tahun?" tanya salah satu wartawan yang hadir.


"Pertunangan saya dengan Aira terjadi saat Aira masih dalam kondisi yang tidak baik. dia sedang hilang ingatan dan melupakan cintanya pada Tuan Elang. Tapi, harus saya akui jika sejak dulu Aira memang tidak mencintai saya. Dia menerima saya tidak lain hanya untuk membalas jasa saya."


"Lalu mengapa anda melepaskan saja? Kenapa anda tidak mempertahankan cinta anda?"


"Awalnya saya memang berniat tetap meneruskan pernikahan saya. Tapi seorang gadis kecil membuka mata saya bahwa saya bisa saja memiliki raga seseorang tapi tidak dengan hatinya. Dan akan membuat saya semakin sakit jika saya tetap memaksakan kehendak saya."


"Apa yang membuat anda merelakan Nona Aira untuk tuan Elang?"


"Karena saya telah melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana cinta sejati yang nyata. Merekalah yang memiliki. Berpisah selama dan sejauh apapun mereka. Cinta mereka tetap ada dan semakin besar di hati mereka berdua." Arka memandang Aira dan Elang yang duduk di sebelahnya dengan hangat. Aira bahkan meneteskan air matanya karena terharu mendengar semua penjelasan Laki-laki yang hampir menjadi suaminya.


Tidak akan mudah menjadi Arka. Merelakan wanita yang sangat ia cintai untuk bahagia bersama orang lain tepat pada hari pernikahannya sendiri.


"Apa ada yang ingin anda katakan Tuan Elang?"


"Saya hanya ingin berterima kasih pada Tuan Arka. Terima kasih telah memberikan kebahagiaan ini pada kami. Terima kasih telah membantu dan menyayangi Aira selama ini. Maaf, karena cinta saya anda harus menderita."


"Itu tidak jadi masalah besar Tuan Elang. Jika saya tidak melakukan semua ini, saya yakin saya akan menyesal jika saya terus menuruti ego saya. Kalian memang sudah seharusnya bahagia. Kalian sudah lama menderita. Semoga kalian berdua bahagia selamanya." Arka berdiri dan menjabat tangan Elang dan Aira bergantian.


"Saya rasa cukup sampai disini. Semoga tidak ada yang salah faham dan menyebarkan rumor yang buruk tentang masalah ini di masa depan. Sekali lagi, selamat menempuh hidup baru untuk Tuan Elang dan Aira. Semoga acara resepsi malam ini sukses." Arka tersenyum hangat. Dia sudah merelakan semuanya sekarang. Ia yakin bahwa keputusan yang dia ambil tepat. Melihat Aira bahagia ternyata lebih membahagiakan daripada menggenggam tangan Aira tapi dengan wajah suram gadis itu. Naira benar tentang konsep cinta itu.


"Terima kasih pada Wartawan yang bersedia hadir dan menjadi saksi cinta sejati ini. Selamat sore." Arka mengakhiri sesi jumpa pers itu. Ia mengajak Elang dan Aira untuk masuk ke dalam hotel.


Malam harinya, Resepsi pernikahan tetap dilanjutkan. dengan pengantin laki-laki yang telah ganti tentunya.


Karena pengantin prianya berganti, beberapa tamu undangan juga berganti. Keluarga Arka sudah pulang siang tadi. Mereka tidak ada kepentingan lagi di sana. Bahkan Tio dan Devina juga sudah kembali. Hanya Arka dan asistennya yang selalu menemani tuan mudanya itu yang masih ada di ibu kota.


Pesta resepsi berjalan dengan lancar. Acara yang dipersiapkan oleh Arka sangat meriah. Dan semua berjalan sesuai dengan keinginan mantan calon pengantin itu. Saat ini, dia sedang menyibukkan diri untuk mengatur semua hal agar terlihat sempurna.


Aira dan Elang duduk di pelaminan yang telah dihias dengan sangat indah. Bunga-bunga mawar ditata rapi dan mengeluarkan aroma yang harum di setiap sudut. Menenangkan jiwa yang sedang galau.


Naira menghampiri Arka yang sedang duduk akibat kelelahan. Ia membawakan serangkai mawar merah pada laki-laki itu.


"Ini bunga untuk om Alka." ucap Naira. Gadis kecil itu terlihat menggemaskan dengan bajunya yang seperti putri berwarna merah muda. Rambutnya dihias dengan bando berwarna pink Fanta yang ceria.


Arka menerima bunga itu dan menciumnya. Menghirup harum lembut bunga mawar merah yang diberikan oleh Naira.

__ADS_1


"Om jadi kepikiran mau nunggu kamu dewasa buat Nikahan kamu Nai." kata Arka membuat bibir gadis kecil itu maju beberapa centi.


"Om nggak boleh godain nai."


"Kenapa?"


"Om mau jadi Pebinor?"


"Apa itu Nai?"


" Kata orang itu, Perebut Bini Orang. Kan Nai udah punya suami Om Alka." Arka mengernyit mendengar perkataan gadis kecil di depannya. Umurnya saja masih tergolong balita. Bagaimana bisa dia bilang kalau dia sudah mempunyai suami. Bahan bercanda yang sangat tidak bermutu.


"Eh istri om ada disini." Ridwan tiba-tiba datang dan mencium pipi tembem gadis kecil yang selalu memanggilnya dengan om suami.


Arka jelas semakin bingung dengan perkataan Ridwan.


Melihat kebingungan di wajah Arka, Juna segera menjelaskan.


"Tuan Arka, mereka berdua memang seperti itu. Suka bercanda."


"Siapa yang belcanda sih om Juna. Olang om Lidwan emang suami Nai kok. Ia yan Om Suami?" Kata Naira sambil melayangkan tatapan tajamnya pada Juna. Melihat reaksi Naira, semua yang ada di sana terkekeh.


"Istli om Lidwan cuma Nai om Wildan. Nggak ada yang lain." Naira semakin kesal. Dia mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Menandakan jika ia sudah marah tingkat dewa.


"Rasain Lo Rid! Akhirnya playboy cap ikan teri bakal kena karma." cibir Mikaila.


Semua orang tertawa melihat ekspresi Ridwan yang panik. Dia tak pernah membayangkan hal ini akan terjadi. Dialah yang membuat Naira menganggapnya suami. Tapi dia tak menyangka jika Naira benar-benar memainkan perannya dengan penuh penjiwaan.


Sekarang ia berfikir, bagaimana caranya untuk membawa Laila masuk ke dalam hidupnya tanpa masalah jika Naira saja bersikap seperti ini padanya.


"Om Lidwan nggak niat selingkuh Kan?" Naira memicingkan matanya penuh dengan selidik. Ridwan yang ditatap seperti itu oleh gadis sekecil Naira hanya bisa menelan salivanya tanpa bisa membela diri. Apa yang akan dia lakukan sekarang?


"Eh Nai. Ayo kita ke tempat Daddy sama Bunda Nai. Kita foto bersama." Ridwan akhirnya mengalihkan pembicaraan. Bisa gawat jika Naira terus menggali informasi darinya.


"Ayo." Naira akhirnya teralihkan. Mereka semua akhirnya naik ke panggung. Mengabadikan moment indah mereka dalam banyak jepretan kamera.


Juna, Mikaila, Wildan, Melati, Ridwan, Reno, Naira dan Ditambah Arka mengambil banyak gambar mereka bersama Elang dan Aira yang sedang berbahagia. Senyum mereka tidak luntur dari bibirnya. Menandakan mereka semua sedang dalam suasana hati yang gembira.


Aira melihat semua wajah bahagia yang ada di sekelilingnya. Tanpa sadar, air mata kebahagiaan terkumpul di sudut matanya. Elang menggenggam tangan Aira erat saat mengetahui hal itu.

__ADS_1


"Aku harap kebahagiaan akan selalu menyertai kita mas." ucapnya.


"Tentu. Kita akan bersama-sama melukis kisah kita yang bahagia."


*


*


*


Bahagianya....


Akhirnya mereka menikah juga. Cinta sejati tak akan terpisah hingga Tuhan sendiri yang memisahkan. 😍


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


...***...


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Dua puluh sembilan🍃...


...🌸Pada malam ke dua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2