Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 36. Camping Part 6


__ADS_3

Sore hari waktunya permainan. Pagi tadi Bella kalah telak dari Aira. Kelompoknya bahkan tak mendapat satupun ikan. Jadi, sore ini dia bertekad untuk mengalahkan Aira dengan cara apapun.


Bella sudah memiliki rencana licik untuk memenangkan permainan kali ini. Permainan kali ini adalah permainan tebak kata. Dia diam-diam sudah mencari tahu kata dari semua kata kunci yang disiapkan oleh panitia.


Ketika semua sibuk mendaki, dia memerintahkan salah satu siswa untuk pura-pura sakit dan tidak ikut pendakian. Dan dialah yang bertugas untuk mengendap-endap ke dalam ruang panitia untuk menyalin semuanya.


Dengan semua yang telah dilakukan, Bella yakin kali ini kelompoknya yang akan menang.


Aira dan Mikaila sudah bersiap untuk memulai permainan. Begitu juga dengan Bella dan Dira, serta beberapa pasang kelompok lainnya. Mereka semua bergantian maju untuk bermain.


Aira berusaha menebak apa kata yang dimaksud oleh Mikaila. Dari sepuluh kata, keduanya menebak 8 kata dengan benar setelah sepuluh menit waktu yang disediakan.


Sedangkan Bella, dia dapat dengan mudah menebak semua kata yang dimaksud oleh Dira. Sudah dapat ditebak bahwa kelompoknyalah yang memenangkan permainan itu.


Dengan sombong, Bella berjalan di depan Aira dan Mikaila.


"Loser!" Bella mengacungkan jempolnya ke arah bawah. Mengejek Aira dan Mikaila. Aira mengangkat tinjunya ke udara. Mengarahkannya kepada Bella. Mikaila berusaha menahannya.


"Sabar Ra."


Bella menjulurkan lidahnya melihat wajah Aira. Kemudian tertawa terbahak-bahak dengan teman-temannya.


"Kalian merasa aneh nggak sih?" kata Melati pada kedua temannya.


"Maksud lo?"


"Aku perhatikan tadi sepertinya Bella tidak kesulitan sedikitpun menebak kata kuncinya. Padahal Dira hanya sekali memberitahu kluenya. Dan Bella langsung bisa menebaknya. Bukannya itu sedikit aneh?" jelas Melati. Aira dsn Mikaila pun mengingatnya. Keduanya juga merasa aneh sekarang.


"Benar. Aku juga melihatnya tadi. Kalau begitu, itu bukan sedikit aneh lagi. Tapi emang dia bermain curang kali ini." ucap Mikaila.


"Tapi bagaimana bisa?"


"Entahlah. Yang pasti sekarang. Kita tak boleh kalah dalam perlombaan kali ini. Setelah ini permainan bakiyak panjang kan?"


"Baiklah. Ayo kita berjuang!" Mikaila mengulurkan tangan kanannya ke depan. Diikuti Aira dan Melati. Namun sebelum ketiganya melepaskannya, sebuah tangan terulur di atas mereka. Ketiganya menoleh.


"Berjuang!" Juna tersenyum di samping Melati. Setelah itu, Wildan dan Ridwan mengikutinya. Keenam ABG itupun saling melempar senyum sebelum mengangkat tangan mereka ke udara bersama-sama.


"Berandal sekolah! Semangat!" teriak keenamnya kompak. Suara riuh tepuk tangan mengiringi tawa mereka.


"Sepertinya ada dendam pribadi disini." kata Seno setelah melihat interkasi antara Bella dan Aira.


"Ya. Tapi harus gue akui camping kali ini serasa hidup. Mereka menghidupkan suasana." ucap Pandu. Panitia memang selalu memperhatikan Aira dan teman-temannya. Mereka tampak istimewa. Saling melengkapi dan menyemangati.


"Menurut lo apa yang membuat mereka bertikai?"


"Gue rasa cewek yang bernama Bella tidak senang pada cewek yang bernama Aira karena cowok bernama Juna."


"Tapi, jika melihat penampilan Aira yang tomboy apa itu mungkin mereka memperebutkan cowok?"


"Tomboy pun cewek juga Seno. Juga punya perasaan."


"Menurut gue Aira bahkan tak tertarik pada Juna selain hanya sebatas teman."


"Hubungan anak remaja yang rumit."

__ADS_1


"Hah. Sudahlah. Kita tinggal lihat dan amati. Sekarang kita harus mulai permainan selanjutnya."


Permainan bakiyak panjang pun dimulai. Aira berada di depan, Mikaila di tengah dan Melati di kiri. Sebelumnya mereka sudah membuat kesepakatan bahwa akan memulai langkah dengan kaki kanan setelah hitungan ketiga dari Aira.


Dan beginilah mereka sekarang. Menjadi kelompok paling depan dan paling berisik dengan teriakan Kanan-kiri-kanan-kiri hingga mereka sampai di haris finis. Mereka melakukannya dengan sangat cepat sehingga membuat kelompok lain menjadi nervous dan semakin bingung melangkah. Banyak peserta yang terjatuh saat berjalan.


Tak jauh beda dari itu, Bella beberapa kali terjatuh karena langkah mereka yang berbeda. Bella yang berdiri paling depan seringkali tertimpa ketiga temannya yang ambruk ke depan. Umpatan pun terdengar nyaring menimbulkan gelak tawa.


"Aduh jidat cantik gue." Teriak Bella frustasi saat merasakan jidatnya berciuman dengan kerikil saat dia terjatuh. Bella memegangi jidatnya yang terluka karena kerikil yang tajam hingga menyebabkan darah keluar.


"Ah udah capek gue." Bella segera melepas bakiyaknya dan berjalan menjauhi lapangan diikuti teman-temannya.


"Ye... udah kalah kabur lagi." sindir Mikaila saat melihat Bella menjauh. Bella hanya diam. Dia tidak bisa menyangkalnya.


***


Malam ini, malam terakhir sebelum mereka pulang. Acara api unggun hanya diisi dengan acara bakar jagung dan juga bernyanyi bersama. Mengobrol ringan membuat suasana santai sebelum besok setelah sarapan mereka kembali ke ibu kota.


Ridwan memainkan galonnya, Wildan memainkan gitar Aira, sedangkan Aira dan Mikaila asik bernyanyi sambil joget-joget di depan keempat temannya. Juna dan Melati yang mendapat bagian membakar jagung untuk mereka.


"Berhenti Dulu. Jagungnya matang. Buruan dimakan sebelum dingin dan keras." kata Juna memberikam jagung pada masing-masing temannya dibantu Melati.


"Woy siapa yang mau main gitar?" teriak Wildan.


"Sini biar kakak saja yang main." Pandu mengambil gitar dari tangan Wildan. Memberikannya pada Seno. Kemudian keduanya bernyanyi menghibur semua yang ada disana. Semakin malam, suasana semakin menghangat.


Lagu yang dinyanyikan Pandu adalah lagu Melow, Hingga membuat seorang siswa maju mengungkapkan Kerinduannya terhadap sahabatnya waktu dia masih di SMP. Dia ingat bahwa api unggun selalu mengingatkannya pada sahabatnya itu. semua yang mendengarnya menjadi tersentuh.


Semua semakin terkejut saat Aira maju.


"Aira Luv yu pul." teriak salah seorang siswa.


"Oh I'm Sorry Boy. Bukan kamu yang aku rindukan." kata Aira pelan. Semua tergelak. Semua temannya menelisik perubahan wajah Aira. Memahami setiap kata-kata yang keluar dari mulut teman tomboy mereka.


"Kamu apakan hatiku hingga jadi begini hah? Jika aku tahu jika menahan rindu itu berat, aku nggak akan mau menanggungnya. Ternyata benar kata Dilan. Rindu itu berat, aku nggak kuat..." lanjut Aira sendu. Semua pasang mata disana memperhatikannya. Mereka menebak pada siapa gadis tomboy itu merindu?


"Huahahahaha. Sudah Melow belum gue?" tanya Aira sambil terpingkal-pingkal.


"Sip Ra. Kalo itu beneran gue jadi cowok terbahagia." kata salah seorang siswa.


"Wow. Sayangnya hanya prank! Huahahahaha"


"Jadi semua bohongan?"


Aira tidak menjawab. Dia hanya tersenyum. Dia memang sedang rindu. Rindu pada seseorang yang tadi siang menghubungi dirinya. Siapa lagi kalau bukan Elang. Tapi dia tidak mungkin mengungkapkannya sekarang.


Flash Back on...


📞Kamu nggak kenapa-kenapa kan Ra?


📞Enggak mas. Aira baik-baik saja


📞Syukurlah. Mas khawatir sama kamu. Dari kemarin mas hubungi tidak bisa


📞Disini sinyal susah mas. Ini saja Aira nangkring di atas pohon

__ADS_1


📞Apa?! Turun Ra. Ntar jatuh


📞Aira sudah ahlinya ahli kalau masalah manjat pohon


📞Baiklah. Hati-hati.


📞Iya. Aira juga nggak mau jatuh mas. Tenang saja


📞Ra, mas kangen


📞Hahahaha


📞Kamu nggak percaya?


📞Percaya kok


📞Kamu kapan pulang?


📞Besok pagi


📞Ck. Aku susulin aja ya. Mas udah nggak kuat bahan rindu


📞Biasanya kan juga lama nggak ketemu


📞Sekarang beda Ra.


📞Nggak usah mas. Besok juga udah pulang. Kalau sudah nyampek Aira main deh ke kantor mas. Gimana?


📞Setuju. Ra, I Love You


📞.....


📞Kamu dengar mas kan?


📞Iya


📞Kok nggak jawab?


Tut tut tut


Flash Back off....


Aira tersenyum mengingatnya. Aira sekarang yakin perasaannya pada Elang. Hatinya bergetar saat mendengar kata cinta dari Elang. Tapi dirinya masih malu untuk mengungkapkannya.


'I love you mas Elang.'


*


*


*


...Terima kasih sudah mampir 😍...


...Tinggalin jejak dengan like 👍 dan...

__ADS_1


...komentar🗨...


__ADS_2