
Sesuai rencana, siang hari Aira dipindahkan ke rumah sakit yang berada di Jakarta. Rumah sakit ini adalah milik keluarga Elang. Jadi dia dapat memantau keadaannya dengan lebih mudah.
Aira sudah berada di kamar VVIP. Ditemani oleh Elang. Mikaila dan Melati juga pulang agar orang tua mereka tidak khawatir.
"Apa kamu sudah menghubungi orang tuamu Ra?" tanya Elang. Tangannya tidak pernah lepas dari tangan Aira.
"Jika mereka sudah ingat, mereka akan mencariku mas. Lagipula aku sering tidak berada di rumah."
"Kenapa?"
"Untuk apa di rumah jika bukan kehangatan yang aku dapat." Elang mengusap kepala Aira.
"Disini kamu akan mendapatkan perawatan yang terbaik. Mas yakin dalam dua sampai tiga hari kamu bisa pulang."
"Itu bagus."
"Kamu bisa membagi semua masalahmu denganku Ra."
"Em tentu saja. Oh ya mas, Handphone ku mana? Dari tadi kok nggak ada. Nggak ketinggalan kan?"
"Ada sama aku Ra. Kamu harus banyak istirahat. Jadi nggak usah pegang handphone dulu."
"Huft. Baiklah."
Elang bernafas lega. Sepanjang hari ini Elang menyembunyikan handphone Aira agar dia tidak mendengar kabar tentang kehancuran Bella beserta hotel yang selalu dia bangga-banggakan.
Hotel itu sudah berganti pemilik sekarang. Elang memerintahkan orang kepercayaannya untuk membeli hotel dengan harga murah. Mau tidak mau tuan Dirga melepaskan hotel itu untuk menutupi hutangnya. Bella hotel kini telah resmi berganti nama dengan A&E Hotel dan mereka mempertahankan semua karyawannya.
Sedangkan Bella sendiri menjadi tahanan khusus karena masih di bawah umur. Mengingat jika kejahatannya termasuk kejahatan yang berat, Bella dipastikan mendapatkan hukuman yang setimpal. Tuan Handoko juga tidak akan dapat menolongnya sekarang.
Kabar tentang Bella dan hotelnya dengan cepat tersebar. Tapi, masyarakat umum tidsk mengetahui dengan jelas siapa yang menjadi korban dari kejahatan Bella.
Andra adalah salah satu teman dari Tuan Dirga. Andra juga ikut menyayangkan apa yang terjadi pada hotel milik sahabatnya itu. Dia tidak tahu bahwa putrinya yang telah menjadi korban dari Bella dan menjadi penyebab hancurnya Bella Hotel. Seluruh keluarga Aira belum ada yang mengetahui musibah yang menimpa Aira.
"Apa papi tidak bisa membantu om Dirga?" tanya Safna ketika makan siang bersama Andra.
"Papi tidak bisa membantu. Semua orang tahu siapa yang telah diprovokasi oleh Anak Dirga. Pemilik AMT Globalindo bukanlah orang yang bisa diremehkan."
__ADS_1
"Papi benar. Tuan Elang itu monster berwajah malaikat. Tampan dan kejam." Safna ingat pertemuan pertamanya dengan Elang ketika menghadiri pesta ulang tahun PT.AMT Globalindo sekaligus peresmian Elang menjadi CEO. Laki-laki tampan itu bahkan tidak segan-segan mengusir dengan kasar anak dari koleganya karena terus mengganggunya padahal sudah berulang kali diperingatkan agar menjaga jarak. Safna tentu saja ikut merasa ngeri melihat wajah murka Elang saat itu.
"Apa kamu tertarik padanya sayang?" ucap Andra penuh selidik.
"Tidak ada yang tidak tertarik padanya Pi. Dia sangat tampan walaupum sangat dingin. Bagaimana caranya untuk mendekatinya?"
"Kita akan mencoba bekerja sama dengan perusahaan nya."
"Itu sangat sulit Pi. Aku dengar dari beberapa temanku jika mereka sangat ketat dalam menjalin kerja sama."
"Papi dengar mereka akan membangun Mall. Dan kita akan memenangkan tendernya. Untung besar dan juga kesempatan emas akan kita dapat jika kita dapat memenangkan tender itu."
"Iya Pi. Semoga rencana kita berhasil. Aku akan segera meminta Frans untuk mencari informasi dan mengurus semuanya."
"Kamu memang anak kebanggaan Papi."
Safna dan Andra adalah perpaduan yang pas. Mereka selalu kompak dalam urusan bisnis. Sangat berbeda dengan Aira yang jelas tidak mempunyai minat untuk itu.
Dulu, ketika Safna seumuran dengan Aira, dia sudah ikut mengurus perusahaan sehingga begitu dia lulus, dia sudah sangat menguasai bidangnya.
*****
"Kenalin Ra ini Reno. Sekretaris mas." Aira mengulurkan tangannya sambil tersenyum dan menyebutkan namanya yang segera disambut dengan antusias oleh Reno.
Reno meneliti wajah Aira yang terlihat cantik walaupun tanpa riasan. Dia tidak percaya bahwa itu adalah gadis yang sama dengan gadis yang selalu Elang ceritakan. Elang selalu bilang bahwa Aira adalah gadis tomboy. Tapi yang dia lihat disini adalah gadis yang manis. (Tentu saja lah Reno. Aira sedang sakit. Jika dia sehat, sudah dia gampar kamu karena melihatnya dengan tatapan penuh selidik."
Elang yang menyadari tatapan Aira yang mulai tidak nyaman dengan cara Reno menatapnya segera menarik Reno untuk segera menjauh dari Aira. Dia juga tidak mau Aira mendengar pembicaraannya dengan Reno yang mungkin tidak akan disukai oleh Aira.
"Kamu istirahat dulu Ra. Mas mau bicara dulu dengan Reno."
"Oke."
Elang segera mengajak Reno untuk keluar ruangan. Duduk di kursi yang berada di depan kamar Aira. Namun sebelum Reno mulai bicara, seorang dokter dan beberapa perawat memasuki ruangan Aira untuk melakukan pemeriksaan. Elang segera berdiri dan kembali masuk ke dalam ruangan itu meninggalkan Reno yang telah repot dengan berkas-berkas yang harus ditanda tangani oleh atasannya itu.
'Sial. Gue malah ditinggal sendiri!' dengus Reno sebal. Dia sudah bekerja keras seharian ini, sedangkan bosnya malah dengan santainya berduaan dengan seorang gadis cantik.
Elang khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi lagi menimpa Aira. Oleh sebab itu, ia harus memastikan sendiri jika dokter memeriksa Aira dengan benar. Bisa jadi kan dia hanya dokter gadungan seperti di sinetron yang malah membuat pasiennya menjadi lebih oarah bahkan bisa meninggal. Elang tidak akan membiarkan itu terjadi.
__ADS_1
Setelah dokter selesai memeriksa keadaan Aira, Elang meminta untuk segera diadakan rapat untuk menunjuk dokter yang akan bertanggung jawab terhadap kesembuhan Aira. Dokter itu harus kompeten dan tentunya bisa diberi tanggung jawab yang besar itu. Dia bahkan mengabaikan Reno yang sudah jengah memperhatikan Elang yang terlihat repot mengurus segala sesuatunya untuk Aira.
Lebih jauh lagi, Reno bahkan masih kebagian masalahnya. Dia bertanggung jawab untuk mencari beberapa Bodyguard untuk berjaga di depan Ruangan Aira. Dia berkata takut jika keluarga Bella bisa saja nekad untuk melancarkan balas dendam terhadapnya melalui Aira yang masih sakit. Elang benar-benar tidak bisa membayangkan jika itu benar-benar terjadi.
Selesai memberikan perintahnya pada Reno, Elang baru ingat bahwa Reno datang menemuinya karena ada hal yang penting.
"Mana berkas yang harus gue tanda tangani?" tanyanya saat baru duduk di depan Reno. Mereka kini duduk di sofa di kamar Aira. Gadis itu sedang tidur setelah memakan niatnya. Jadi kedua orang yang super sibuk itu dapat dengan leluasa menyelesaikan pekerjaannya disana.
"Huh! Baru ingat kalau punya kerjaan." cibir Reno.
"Bukannya dari tadi gue juga masih sibuk."
"Iya. Sibuk dengan urusan otak lo yang mungkin lagi korslet. Apa karena jatuh cinta membuat sisi Imajinasi lo tumbuh liar?"
"Ini bukan sekedar imajinasi. Gue kenal Tuan Dirga. Dia bisa saja nekad."
"Lo benar juga. Baiklah cepat periksa sebelum ditandatangani."
Elang segera mengambil satu persatu map yang berisi berkas dan memeriksanya sebelum melabuhkan tanda tangan sakral yang bisa merubah seluruh dunia. Lebay... tapi benar kan, tanda tangan yang kelihatan simple tapi berdampak besar. Dengan satu tanda tangan, seseorang bisa saja kehilangan segalanya.
Sebagai seorang CEO yang membawahi ribuan orang, Elang dituntut untuk profesional. Walaupin dia percaya seratus persen pada sekretarisnya, dia tetap menyempatkan diri untuk memeriksa dengan teliti apapun sebelum memberikan tanda tangan sakitnya.
"Gue puas dengan kerja lo." Elang memuji kerja Reno. Bukan untuk pekerjaan yang baru saja dia tanda tangani, melainkan cara kerjanya menuntaskan masalah Bella dan hotelnya.
"Terima kasih. Jangan lupa bonusnya."
Elang hanya tersenyum sambil menunjukkan handphone miliknya yang menunjukkan sebuah transaksi baru saja sukses dilakukan. Dan dengan cepat angka satu dengan delapan angka nol di belakangnya berpindah tangan.
Melihat itu Reno tersenyum puas.
'Sering-seringlah begini bos. Dan gue dengan senang hati menerimanya.'
*
*
*
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir 🥰
Jangan Lupa Like, Rate dan Komentarnya ya 😘