
Pagi ini, dengan sangat terpaksa Arka meninggalkan Aira untuk tinggal sementara waktu di rumah keluarganya. Aira meyakinkan bahwa dia bisa menjaga dirinya sendiri disana. Gadis itu juga menyampaikan salam kepada Bunda Fatma dan Naina karena belum bisa pulang.
Malam tadi, Arka menyampaikan niat baiknya untuk mengajak Aira melangkah ke jenjang yang lebih serius. Dan tentu saja, niatnya itu disambut dengan sangat baik oleh keluarga Aira.
Karena dulu sudah dilakukan acara pertunangan, pernikahan mereka akan berlangsung satu bulan dari sekarang. Kedua orang tua Arka juga sudah menyetujuinya. Dan selama waktu itu, Aira akan tinggal di Mansion Andra.
"Sayang, aku pulang dulu." pamit Arka. Aira mengantar Arka sampai di depan mobilnya.
"Hem. Hati-hati di jalan." Arka memberikan sebuah kecupan di keningnya. Sebuah kecupan selamat jalan.
"Jaga diri baik-baik sayang." kata Arka ketika memeluk tubuh Aira dengan Erat. Aira hanya mengangguk mengiyakan.
Amira sangat senang melihat interaksi antara keduanya. Berkali-kali dia mengucapkan syukur. Akhirnya anaknya mendapat jodoh yang baik dan menyayangi nya.
Elang sendiri sudah kembali ke Mansion Andrian bersama Safna dan Naira setelah acara lamaran semalam. Hatinya tentu saja hancur mennyaksikan lamaran itu di depan matanya sendiri. Tapi dia tidak boleh egois. Dia mempunyai Naira yang harus ia jaga. Dia tidak mungkin mengganggu keputusan Aira. Dia juga berhak bahagia dengan orang lain.
Setelah mengantar Arka, Aira memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya. Kamar yang lima tahun ini telah ia tinggalkan. Dia tidak ingat bagaimana kamar ini ketika ia tinggalkan. Tapi sepertinya semuanya tidak berubah.
Kemarin saat dia masuk ke dalam kamar, dia tidak begitu memperhatikan isi kamar itu. Kini dia mulai menjelajahi kamarnya. Dia mengamati foto-foto yang ada disana. Fotonya zaman dulu sejak dia masih kecil. Ada pula sebuah kertas yang cukup lebar dengan tempelan-tempelan foto-foto zaman dia duduk di bangku SMA dengan tulisan ala remaja labil masa itu.
Lama ia memperhatikan foto-foto masa remajanya itu. Wajah-wajah polos yang ada disana sudah berubah menjadi wajah yang terlihat dewasa sekarang. Dia melihat wajah-wajah ceria yang mereka tampilkan. Diam-diam dia menertawakan penampilan dirinya.
"Apakah aku sangat tomboy waktu dulu?" gumamnya memperhatikan Fotonya yang bertengger cantik di atas motor kenangannya. Baju seragam nya terkihat berantakan. Kemejanya sudah keluar, dengan topi yang menempel di kepalanya. Rambut yang dikuvir kuda keluar dari celah di belakang topi.
Kemudian dia melihat foto lain yang diambil saat mereka berada di rumah baca.
"Dimana ini? Apakah aku dulu akrab anak jalanan?" tanyanya entah pada siapa saat dia melihat Fotonya dan teman-temannya sedang makan bersama anak jalanan setelah selesai berlatih.
Dari sekian foto masa putih abu-abu bersama teman-temannya, ada satu foto yang menurutnya menarik.
"Apa benar ini aku?" tanyanya saat melihat foto lima orang yang tengah berdiri sambil hormat bendera. Tapi bukan itu yang menyita perhatiannya, melainkan tulisan yang menggantung di dada kelima remaja labil itu.
"Conan Kesambet." tulisan itu menggantung pada Wildan. Dia seseorang yang sangat teliti seperti seorang detektif. Tapi sayang kejeniusan saat remaja malah digunakan untuk memindai celah untuk membolos dan kabur dari kejaran guru BP.
__ADS_1
"Barbie Salah Arah." tulisan itu menggantung di dada Mikaila. Gadis cantik itu seharusnya menjadi gadis manis jika saja bukan kelompok Berandsl sekolah. Tapi, dia malah ikut-ikutan menjadi biang kerok.
"Butter Cup Kecut." tulisan itu tergantung di dada Aira. Sosok tomboy salah satu karakter Power Puff Girl itu sama seperti Aira. Sembrono dan jorok. Aira Terkikik membaca tulisan yang tersemat padanya. Apakah dulu dia separah itu. Pasti zaman itu sangat menyenangkan. Hidup bebas tanpa ada yang mengekang.
"Pangeran Es." Aira berfikir kenapa tulisan itu ada pada Juna. Beberapa kali dia bertemu dengan Juna, laki-laki itu tidak dingin sama sekali. Tapi kenapa tulisannya seperti itu?
Dan tulisan yang tergantung di leher Ridwanlah yang membuatnya mengerutkan kening. Disana tertulis "Kaisar Ndang Tobat." Maksudnya apa coba? Maklum, Aira tidak ingat jika dialah yang memberi gelar Playboy cap ikan teri pada Laki-laki itu. Yang dia temui beberapa kali kemarin. Sosok playboy itu tidak terlihat. Dia bahkan terlihat akrab dengan anak kecil. Tapi kenapa disana ditulis dia seperti kaisar. Setelah berfikir cukup lama alhirnya ia mengingat jika Ridwan pernah berkata dia adalah playboy cap ikan teri, akhirnya ia menyimpulkan jika Ridwan zaman remaja itu memang playboy kelas kakap. Mengingat gelar kaisar sangat akrab dengan banyak wanita disisinya dan jangan lupakan selir-selir di halaman belakang istananya.
Aira menggeser tubuhnya lagi. Kemudian dia tertuju pada sebuah foto berukuran besar yang menempel di dinding. Dalam foto itu dia tidak sendirian. Dia bersama Elang. Foto yang mereka ambil saat liburan.
Dengan latar belakang pantai yang indah, Aira duduk dengan Elang berada di belakangnya. Memeluknya dari belakang. Tangannya melingkar pada perut Aira. Sedangkan bibirnya tertempel pada Pipi Aira. Mata Aira melotot dalam foto itu. Sangat jelas jika Elang tengah mencuri ciumannya. Namun, ekspresi Elang terlihat menyenangkan. Matanya berbinar cerah. Terlihat sangat tampan.
Tanpa sadar tangannya mengulur menyentuh wajah Elang pada foto. Tiba-tiba saja sebuah ingatan mengusik fikirannya. Kepalanya berdenyut. Aira segera mendudukkan tubuhnya di kursi belajar disana. Bahkan buku-bukunya masih tertata rapi.
Saat dia mulai tenang. Ingatan itu seperti sebuah film yang diputar di depannya. Dalam ingatannya, jelas sekali bahwa kedua pemeran utama dalam ingatannya itu saling mencintai. Mereka berkejaran di pantai sambil bercanda. Setelah sang pemeran utama wanita tertangkap oleh pemeran utama pria, Tubuhnya dibawa berputar di udara.
"Turunin aku mas." pekik pemeran utama wanita.
"Enak saja. Aku sudah lelah mengejarmu harus melepaskan buruanku begiti saja? Tidak bisa." ucap pemeran utama pria. Kemudian dia menurunkan begitu saja sang wanita di atas pasir pantai dengan posisi yang ambigu.
Sebuah ciuman capung akhirnya sukses mendarat di bibir pemeran utama wanita. Membuat pipinya memerah.
"Maafin mas sayang." ucap pemeran utama pria setelah dia sadar apa yang telah ia lakukan. Dia segera membantu pemeran utama wanita untuk duduk dan memeluknya dengan erat. "Maafin mas yang tidak bisa menjagamu. Maaf, Mas sudah melewati batas." ucapnya di sela pelukan itu.
"Tidak apa-apa mas." ucap pemeran utama wanita membalas pelukan itu dengan sama eratnya. Meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.
Setelah ciuman singkat itu, keduanya duduk berdampingan di bibir pantai. Kepala pemeran utama wanita bersandar pada dada bidang pemeran utama pria. Mereka menghabiskan sore disana. Mereka hanya diam. Menikmati indahnya ciptaan Tuhan. Keduanya hanya diam. Mereka seperti berkomunikasi hanya melalui sentuhan dan tatapan mata keduanya. Terlihat sangat romantis.
"Ternyata kenangan yang aku miliki sangat indah." kata Aira setelah dia tersadar setelah melihat film antara dirinya dengan Elang yang terputar secara eksklusif untuk dirinya.
"Namun sayang, kami tidak bisa bersama." lanjutnya seraya bangun dari duduk dan mengambil foto itu.
Seindah apapun masa lalu. Semua hanyalah masa lalu yang sudah harus berlalu. Yang harus ia jalani adalah masa depan yang telah menunggu di depan mata. Masa depannya bersama Arka. Elang sudah mempunyai keluarga sendiri. Walaupun ia sadar bahwa dia masih memiliki cinta untuk Elang, Tapi dia tidak boleh egois. Banyak hati yang harus ia jaga.
__ADS_1
Aira memasukkam foto dirinya bersama dengan Elang ke dalam lemari. Dia masukkan foto tersebut dengan tiga foto yang lain yang semuanya Fotonya dengan Elang ke dalam sebuah laci di dalam lemari. Tak lupa dia mengambil kalung yang lima tahun ini menjadi sesuatu yang membuatnya mempunyai alasan untuk menunggu seseorang dari masa lalu menjemputnya. Sekarang, semua itu sudah terjadi. Tapi seseorang itu menjemputnya untuk memberi jalan agar hubungannya dengan Arka tidak berjalan di tempat seperti sebelumnya. Sebelum memasukkan kalung itu, dia mencium liontin berbentuk huruf E dan A itu.
"Selamat tinggal masa lalu yang indah." katanya serasa menutup laci dan menguncinya.
Mulai saat ini. Aira bertekad akan melupakan masa lalunya yang berhubungan dengan Elang. Masa depannya adalah bersama Arka. Dia akan berusaha mencintai Arka mulai sekarang.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
***
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Empat belas🍃...
...🌸Pada malam ke Empat belas, para Malaikat akan datang seraya memberi kesaksian untuknya bahwa ia telah melakukan sholat Tarawih sehingga Allah SWT akan membebaskan nya dari Hisab pada hari kiamat 🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...