Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 86. Rencana Arka


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, tiga mobil mewah sudah terparkir di halaman panti. Elang dan kelima adiknya sudah tidak sabar untuk membawa Aira pulang ke rumah. Sedangkan Arka belum datang.


"Onty cantik, nanti naik mobil sama Nai ya?" tanya Naira yang kini berada di pangkuan Elisya. Mereka masih menunggu Arka yang belum datang. Saat diberi tahu bahwa Elisya akan ikut mereka pulang, Naira sangat bersemangat dan ingin dekat dengan Onty cantiknya itu.


"...." jika Elisya berada satu mobil dengan Elang. Akan sangat canggung rasanya. Mengingat bahwa mereka berdua mempunyai hubungan serius di masa lalu. Walapun dengan mengabaikan saat ini sang pemeran utama belum mengingatnya. Tapi dia sudah tahu. Lalu bagaimana perasaan Arka jika tahu tunangannya berada satu mobil dengan orang yang mencintainya? Menimbang hal ini, Elisya tidak bisa menjawab.


"Sayang, Onty Elisya kan sama om Arka. Nanti om Arka nggak ada temannya di perjalanan. Kan kasian." mendengar itu, Naira mengetuk dagunya. Dia berfikir keras bagaimana caranya agar Elisya duduk bersamanya.


"Kan ada mbak Weni, Dad. Biar mbak Weni yang temani Om Alka nanti. Ya kan Onty?"


Sebelum Elisya menemukan jawaban yang tepat, Elang sudah mempotongnya. "Princess, Onty ada yang ingin dibicarakan dengan Om Arka nanti. Kita tidak boleh ganggu." Naira cemberut.


Elisya diam-diam mengagumi cara Elang memberi penjelasan pada anaknya. Elang secara langsung juga mengajari anaknya untuk tidak menjadi egois. Tidak menuntut harus memiliki segalanya atau semua keinginananya harus terpenuhi. Elang memilih memberi pengertian dengan cara lembut dan menanamkan pelajaran moral yang baik. Menjadi anak yang berbudi dan tidak manja.


"Uuum. Baiklah Dad."


"Anak pintar." Elang berdiri dan membungkukkan sedikit badannya untuk mengusap pelan kepala anaknya. Posisi ini membuat Elang dan Elisya sangat dekat. Jantung keduanya berdetak lebih kencang.


Andai mereka bisa egois pada kenyataan, entah apa yang akan mereka lakukan untuk kesehatan jantung mereka supaya tentram. Namun sekarang, banyak hati yang harus dijaga. Walaupun Masing-masing dari mereka menyadari bahwa rasa cinta itu masih ada, mereka harus memendamnya sekarang.


Elisya tidak pernah mengalami ini sebelumnya. Tapi dengan merasakan jantungnya yang berdetak hanya dengan mendengar Nama Elang saja, ia tahu apa yang diinginkan hatinya. Atau perasaan nyaman yang hadir setiap kali dia melihat wajah laki-laki tampan itu, membuatnya yakin jika memang dirinya di masa lalu mempunyai cinta yang begitu besar pada laki-laki itu sehingga sampai saat ini, perasaan itu tidak bereaksi pada laki-laki lain. Hatinya hanya ingin Elang.


...☘️☘️☘️...


Elisya duduk di bangku belakang bersama Arka. Laki-laki yang menjadi tunangannya itu tak melepaskan genggaman tangannya walau hanya sebentar saja. Elisya tahu jika laki-laki itu memiliki ketakutan akan perjalanan mereka kali ini.


Selama ini Arka tahu jika dirinya tidak ada di dalam hati Elisya. Menjadi tunangannya selama tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk mengetahui isi hati pasangannya. Tapi dia lebih memilih egois untuk tetap memiliki raga walaupun tak memiliki hatinya.


Bagi Arka, Elisya adalah hidupnya. Sebenarnya dia bisa saja melepas Elisya untuk Elang. Ia tahu jika Elanglah yang menempati hati Elisya sejak dulu dan belum tergantikan. Tapi mengingat status pria itu, dia masih tetap memilih egois.


"Nanti aku akan melamarmu pada keluargamu secara langsung." kata Arka memecah keheningan.


"Bisakah kita tidak membicarakan ini dulu?"


"Mau sampai kapan kamu menghindar El?"


"...." Selama ini Elisya memang selalu menghindar. Ia tidak bisa membohongi perasaannya. Dia tidak mencintai laki-laki yang menjadi tunangannya ini.

__ADS_1


"Mommy tidak akan memiliki alasan lagi untuk memisahkan kita. Jadi, aku harap kamu juga tidak menolak kali ini."


"Tapi... " ingin rasanya ia mengucapkan bahwa ia tidak mencintai Arka. Tapi tak akan dianggap oleh laki-laki yang sudah bucin keterlaluan itu.


"Cinta bisa datang kapan saja seiring berjalannya waktu sayang. Aku yakin kamu akan bisa mencintaiku." Arka menangkup wajah Elisya. Mendekatkan wajahnya secara perlahan. Bibir ranum itu selalu saja membuatnya tertarik untuk mencicipinya. Tiga tahun menjadi tunangannya belum dapat mendapatkan akses untuk sekedar mencicipinya sama sekali.


Sadar akan niatan Arka, Elisya memalingkan wajahnya. Setiap kali wajah Arka sedekat itu dengannya, perasaan bersalah sering menghantuinya. Entah perasaan itu muncul dari mana. Entah karena dirinya yang memang belum bisa menerima. Atau perasaan bersalah karena dia seperti memberi harapan palsu pada Arka, atau dia merasa menghianati seseorang. Ia juga tidak tahu pasti.


"Kenapa?"


"Aku belum siap. Maaf."


Arka membawa Elisya dalam pelukannya. Ia juga tidak ingin membuat wanita itu merasa tidak nyaman. Tapi hatinya juga butuh kepastian. Dia ingin memiliki Elisya sentuhnya.


"Jadi bagaimana?" tanya Arka lagi. Elisya yang masih dalam dekapannya mendongak demi melihat wajah tampan Arka.


"Bagaimana apanya?


"Kamu setuju kan kalau aku melamarmu nanti? Aku sudha melamarmu pada Bunda. Dan sekarang aku akan melamarmu pada orangtuamu."


"Bagaimana dengan Nyonya Devina? Dia tidak akan setuju mas. Aku takut dia akan menghancurkan panti seperti yang selama ini menjadi ancamannya." Arka terkesiap mendengar ini. Ia tahu ibunya bisa bertindak nekad. Tapi dia tidak menyangka jika ibunya akan menjadikan tempat mulia seperti panti asuhan sebagai alat untuk mengancam Elisya selama ini. Pantas saja Elisya selalu menghindarinya. Jadi inilah yang menjadi alasannya.


Dia hanya mengangguk. "Jangan marah ya. Nyonya Devina hanya ingin yang terbaik. Lagipula dia hanya menggertak saja."


Arka mencium kepala Elisya. Dia sangat bangga pada tunangannya itu. Memiliki hati yang begitu bersih. Setelah selama ini begitu menderita akibat ulah dari Mommy nya, gadis itu masih memikirkan kebaikan wanita itu.


"Sekarang Mommy sudah merestui kita sayang. Jadi bagaimana? Apa kamu setuju aku melamarmu pada orangtuamu?"


"Baiklah." akhirnya Elisya menyerah. Dia sudah tidak memiliki alasan lagi untuk menghindar. Penantian panjangnya sudah memperlihatkan hasil. Pemberi liontin yang selama ini ia anggap sebagai pemilik hatinya pun sudah menikah, bahkan dengan kakaknya walaupun ia tahu bahwa itu karena sebuah kesalahan. Tapi, Naira adalah bukti nyata. Elisya juga memikirkan perasaan gadis kecil lucu menggemaskan itu.


"Benarkah?" Arka tidak percaya. Apakah sekarang kesabarannya akan terbayar dengan manis?


Melihat Elisya mengangguk membuatnya lega. Senyum terpancar dari bibirnya. Sopir yang mengetahui hal ini pun merasa ikut senang. Sudah lama dia mengikuti Arka. Dia tahu betul bagaimana hubungan keduanya terjalin selama ini. Dialah yang menjadi saksi bagaimana perjuangan Arka untuk mendapatkan Elisya.


Arka semakin mengeratkan pelukannya. Ia lega sekarang. Jika Elisya telah menyetujui lamarannya, tidak lama lagi pernikahan yang sejak dulu ia impian akan segera terlaksana.


Dalam pelukan Arka, gadis itu mencoba menguatkan hati. Memantapkan langkah yang telah ia ambil untuk masa depan. Ia tahu jalan di depan tak akan mulus seperti milik kebanyakan orang. Tunangannya bukanlah orang biasa.

__ADS_1


Sekarang, Devina bukanlah penghalang bagi hubungan Arka dan Elisya. Arka sudah berkasil meyakinkan sang ibu bahwa pilihannya tetaplah Elisya. Lagipula sekarang identitas Elisya sudah diketahui. Devina juga sudah menerima data diri lengkap dari gadis itu di masa lalu.


Tentu saja itu adalah hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh Arka. Dan hal ini terbukti mampu untuk membuat Devina memberikan restunya pada anak semata wayangnya.


Identitas Elisya sebagai putri dari keluarga Raharja membuatnya yakim bahwa Elisya memanglah pantas untuk anaknya. Selama lima tahun ini, perusahaan inti Raharja Grup yang dipimpin Andra dengan bantuan Elang telah melebarkan sayapnya hingga menjadi perusahaan yang hampir sama besar dengan Al-Barak Grup.


Mengetahui informasinya ini jelas membuat Devina menjadi girang. Bahkan dibanding gadis-gadis yang selama ini ia kenalkan oada Arka, tidak ada yang lebih kaya dari keluarga Elisya. Dan dia juga tidak memungkiri bahwa Elisya lah yang paling cantik diantara semuanya. Kedua anak itu pasti menjadi pasangan yang sangat sempurna. Yang akan membuat iri semua orang.


Jika saja Elisya tahu isi pemikiran Devina, gadis itu pasti akan mencibir jika calon ibu mertuanya gila harta. Devina juga akan berubah menjadi kelinci putih dengan bulu selembut kapas setelah sebelumnya menjadi serigala yang ganas.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Tiga belas🍃...


...🌸Pada malam ke Tiga belas, ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari keburukan apapun🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2