Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 28. Pemilik Hati


__ADS_3

Sebuah mobil mewah berhenti di parkiran SMA Bakti Nusa. Tapi bukan mobil itu yang sedang menjadi pusat perhatian puluhan Siswa siswi SMA itu. Melainkan dua sosok laki-laki dengan yang baru turun dari dalam mobil. Keduanya memakai jas berwarna navi yang melekat pas pada tubuh kekar mereka. Memakai kacamata hitam yang membingkai mata. Wajah keduanya tampan penuh ketegasan. Mereka berdua adalah Jasson dan Jacky.


Keduanya melenggang mengabaikan puluhan gadis yang terpesona pada sikap dingin mereka yang misterius. Cara berjalan mereka terlihat gentle dan gagah. Kedua mata tajam yang berada di balik kaca mata hitam itu melirik kesegala penjuru mencari keberadaan seseorang.


"Siapa mereka?"


"Dua Pangeran tampan."


"Aku mau salah satunya dong."


"Mereka pasti CEO muda yang sedang mencari istri kecil disini. Dedek mau kok bang."


"Brrr dinginnya bikin penasaran."


Jasson mendengus mendengar ucapan-ucapan dari para gadis yang melihat mereka berdua seperti mau memangsa mereka.


'Dasar genit.' gumamnya. Sedangkan saudara kembarnya yang berjalan di sampingnya sedikit mengangkat bibirnya mendemgar gumaman dari Jasson. Itu tak luput dari pandangan para gadis itu sehingga membuat bunga-bunga semakin bermerkaran di hati mereka.


"Salsa mana Jack?"


"Mana gue tahu. Lo sendiri kan tadi yang bilang kalau mau kasih kejutan."


"Gue kira bakalan mudah. Ternyata sekolah ini penuh dengan gadis genit."


"Kita tanya salah satunya."


"Lo aja."


"Siapa lagi emang?" ya walaupun wajah mereka bagai pinang dibelah dua, tapi sifat mereka jauh berbeda. Jasson bersifat dingin terhadap orang yang belum dikenal. Jika Jacky lebih ramah. Itulah perbedaan yang paling menonjol di antara mereka.


Tapi sebelum Jacky sempat bertanya. Adik yang mereka cari sudah terlihat di depan mereka. Berjalan bersama teman-temannya. Aira yang mengetahui sepupunya di sekolah itu segera meninggalkan teman-temannya. Dia berlari dan menghambur memeluk kedua pria tampan itu bergantian. Hal itu membuat semua siswa yang melihat kejadian itu tercengang. Aira yang sulit didekati kaum adam mendadak memeluk dua laki-laki tampan yang baru pertama mereka lihat. Bahkan Mikaila, Juna, Wildan dan juga Ridwan tak mengenal keduanya.


"Ngapain kalian disini?"


"Ambil raportmu." jawab Jacky sambil mengeluarkan undangan rapat dari dalam jasnya.


"Hah? Kenapa undangan itu ada sama kalian?"


"Undangan ini kemarin kami temukan di tempat sampah."


"Oo."


"Acaranya belum selesai kan?"


"Mulai aja belum."


"Ehem." ketiganya menoleh pada Mikaila yang berdeham di dekat mereka. Aira sampai melupakan keberadaan teman-temannya.


"Oh ya. Teman-teman ini kakak-kakak gue yang paling tampan. Jasson dan Jacky. Kak Duo J. Mereka teman-teman Salsa. Ini Mikaila yang paling cantik diantara berandal sekolah." Mikaila menjabat tangan Jasson dan Jacky bergantian. Begitu pula dengan teman Aira yang lain. "Ini Juna, ini Wildan dan yang terakhir Ridwan."


"Pantas aja kamu seperti ini Sa. Ternyata teman-temanmu kebanyakan cowok." Jacky mengalungkan lengannya pada bahu Aira.


"Sudah. Jangan mulai bahas itu lagi. Bosan."


"Ayo antar kami ke tempat acara."

__ADS_1


"Oke. Ayo. Teman-teman, kalian duluan aja ke kantin. Gue mau antar kulkas sama microwafe ini ke aula." ucap Aira. Dia memang selalu mengibaratkan saudaranya seperti itu. Yang satu dingin seperti kulkas. Yang satu hangat seperti microwafe.


Setelah teman-temannya menjauh, kini Aira berjalan di tengah kedua saudara sepupunya. Semua mata tertuju ke arah mereka. Apalagi dengan lengan kokoh Jacky yang bertengger cantik di bahu Aira.


"Itu siapanya Aira ya? Ganteng banget."


"Nggak nyangka gue. Kelihatannya tomboy, tapi dia malah gaet dua sekaligus."


"Cih murahan." Aira tak tahan. Diarahkannya tatapan tajam miliknya. Kini aura dinginnya menyebar ke segala arah. Tatapan matanya mengintimidasi beberapa gadis yang suara lambe nya terdengar oleh indra pendengaran Aira. Seketika semua terdiam. Mereka adik kelas.


"Diam." kata Aira dingin. Mereka yang tadi bergunjing terdiam seribu bahasa. Siapa yang tidak mengenal Aira di sekolah ini? Kemapuan bela dirinya tak ada yang menandinginya disini, selain itu berandal sekolah yang ada di belakangnya. Tidak boleh meremehkan wanita jadi-jadian di depan mereka ini. Setelah mengeluarkan perintahnya, Aira kembali melangkah bersama kedua sepupu Tampannya.


"Ternyata disini kamu menakutkan Sa."


"Hem. Cukup hanya di rumah aku menjadi Aira yang tak berguna. Kalau disini aku adalah pribadi yang lain."


"Teman-temanmu sepertinya bukan orang biasa Sa."


"Ya benar. Mikaila adalah anak dari pemilik yayasan. Juna, Wildan dan Ridwan bisa diibaratkan pangerannya SMA Bakti Nusa ini. Jadi siapa yang bisa melawanku disini?"


"Pasti banyak musuh juga kan?"


"Musuh terbesar Salsa disini adalah ucapan nyinyir para lambe. Nah udah sampai." Sebuah bangunan luas yang biasa digunakan untuk acara penting seperti saat ini.


"Kami yakin kamu gadis kuat." Jasson mengusap kepala Aira dengan lembut.


"Kalian yang tahu. Oke. Silahkan masuk kakak-kakakku tersayang."


"Yang namanya Juna tadi lumayan lho." bisik Jacky sebelum masuk Aula. Aira hanya tersenyum menanggapi. Iya memang Juna lumayan. Bukan lumayan lagi. Dia merupakan paket komplit pacar idaman. Tapi sayangnya tidak untuk Aira.


Bukan karena Juna punya kekurangan. Bukan! Juna adalah laki-laki sempurna. Ganteng, pintar, dari keluarga terpandang, baik dan bisa mengerti Aira. Tapi ada satu yang tidak bisa didapat Aira dari teman tampan yang sudah lebih dari dua tahun menjadi temannya itu. Kenyamanan. Itulah yang tidak dirasakan oleh Aira jika dia berada di dekat Juna.


Cara Juna memperlakukan dirinya selama ini baginya hanya seperti teman laki-laki nya yang lain. Ya, walau kadang-kadang Juna sedikit berlebihan tentang beberapa hal. Tapi rasa nyaman memang tidak bisa dipaksa bukan.


Suara handphone yang ada di sakunya membuyarkan lamunannya. Lamunan tentang rasa nyaman. Ngomong-ngomong soal kenyamanan, nama yang tertera di layar itulah yang membuat Aira merasa nyaman. Elang. Laki-laki yang kini tengah berbicara dengan Aira melalui saluran seluler itulah yang membuatnya nyaman. Yang membuat sisi wanitanya keluar.


Elang selalu bisa membuatnya terlihat manja. Pipi bersemi merah. Jantung berdebar. Tangan gemetar. Lidah kaku. Dan entah apalagi yang telah dilakukan Elang pada tubuh Aira. Elang mengajak Aira ketemuan.


📞Ketemuan dimana mas?


📞Di taman kota gimana?


📞Oke. Nanti sore kan?


📞Ya. Sekarang kamu juga masih di sekolah.


📞Hem.


📞Nanti pulang jam berapa?


📞Hari ini ada rapat. Jadi setelah jam makan siang juga sudah pulang.


📞Gimana kalo makan siang bersama saja?


📞Kenapa?

__ADS_1


📞Udah rindu Ra...


📞Hehehe gombal


📞Beneran Ra. Kamu nggak rindu sama mas?


📞Emang mas siapanya Aira harus dirindukan segala?


📞Kalo kamu mau mas jadi pacar kamu mas mau banget lho Ra


📞Gombalnya diterusin


📞Beneran Ra


📞Udah ah. Aira mau ke kantin dulu


📞Jangan banyak makan Ra


📞Kenapa? Mas takut Aira gendut?


📞Bukan gitu. Nanti aku nggak punya jatah traktir kamu


📞Tenang. Nanti dompet mas Aira kuras


📞Boleh. Nanti di restoran bintang lima aja kalo gitu


📞Emang kenapa?


📞Kalo makan di pinggir jalan, sekalipun kamu beli sama gerobak nya nggak akan habis isi dompetku


📞Cih sombong


📞Sombong kalau kenyataan nggak papa Ra


📞Terserah mas CEO aja lah


📞Hahaha. Ya sudah kamu ke kantin aja


📞Oke


📞Jangan rindu Ra. Kata Dilan rindu itu berat. Biar mas aja yang nanggung


📞Hahahaha. Udah ah Gombalnya. Nanti gigi Aira kering kebanyakan senyum. Assalamualaikum


📞Wa'alaikum salam


Senyum Aira masih terpatri di wajah Aira. Entahlah. Jika berhubungan dengan Elang Aira seperti menjadi pribadi yang lain. Ngomong-ngomong hubungan mereka sudah berada dalam tahap Ehem, TTM. Sikap Elang yang selalu perhatian pada Aira perlahan meruntuhkan pertahanan Aira dan membuat Aira perlahan-lahan menerima hadirnya Elang dalam hari-harinya. Setiap Elang mempunyai waktu nganggur dari sekian banyak waktu yang dia habiskan untuk sibuk bekerja, dia selalu memberi perhatian walau hanya sekedar telfon ataupun vidiocall.


*


*


*


...Terima kasih sudah mampir 😎...

__ADS_1


...Maaf Typo bertebaran 🙏...


...Jangan lupa Like 👍 vote 😍dan rate⭐ lima...


__ADS_2