Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 121. Tentang Frans


__ADS_3

Setelah mendapatkan maaf dari Naira, Elang mengajak Naira dan Aira berjalan-jalan di mall. Mereka sampai di mall tepat pada pukul delapan. Ketiganya berjalan beriringan sambil bergandengan tangan dengan sesekali Naira meminta digendong.


Setelah puas keluar masuk toko dan membeli beberapa barang, Elang mengajak Naira untuk membeli Elang sesuai dengan kesepakatan mereka. Jika biasanya Naira akan dibatasi dengan satu cup es krim satu hari, khusus hari ini ia boleh meminta lebih. Dan karena sepilang sekolah tadi Naira sudah memakan es krim, jadi malam ini Naira hanya boleh memesan satu cup.


Naira dan Aira menunggu Elang memesankan es krim untuk mereka. Aira sekarang juga menyukai es krim. Semenjak tinggal di panti ia menjadi pemakan segala sekarang.


"Aira..." Suara yang tak asing menyapa Aira. Saat menoleh, Aira mengenali orang yang memanggilnya. Dia adalah Frans. Ayah kandung Naira. Dan Aira tahu hal itu. Ia segera memeluk gadis kecil di sebelahnya.


"Jangan takut Ra. Aku hanya ingin menyapa. Aku sudah menerima semuanya." kata Frans yang menyadari reaksi Aira. Ia yakin jika Aira takut jika ia akan mengambil Naira dari mereka.


"Bunda, om Frans ini kan temennya Mommy. Om Frans baik kok." Naira mendongakkan kepalanya memandang Aira yang sedang memeluknya. Ia merasa bundanya takut pada Frans. Padahal Naira mengenal Frans adalah orang yang baik.


"Iya Sayang."


"Naira, om punya hadiah untuk kamu." Frans menyerahkan paper bag yang dibawanya. Naira dengan senang hati menerimanya. Ia juga mengenal Frans yang memang sering berkunjung ke rumahnya untuk bertemu dengan Safna.


"Terima kasih om Frans." Naira langsung membuka hadiahnya. Sebuah boneka Barbie kesukaan Naira. Gadis itu terlihat sangat senang. Matanya berbinar. "Wah cantik sekali om. Naira suka."


Frans tersenyum bahagia melihat Naira menyukai hadiah kecil yang ia berikan. Frans memang sering memberikan hadiah untuk Naira. Bahkan i lebih mengenal Naira dibandingkan dengan Safna.


"Aku tadi kebetulan mau berbelanja. Kemudian aku melihat kalian masuk ke sini. Jadi aku berniat menyapa. Sudah lama kita tidak ketemu Ra. Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik Kak Frans. Kak Frans sendiri?"


"Seperti yang kam lihat Ra. Aku baik-baik saja. Oh ya, selamat atas pernikahanmu. Maaf aku tidak membawa hadiah."


"Tidak apa-apa kak."


"Aku turut bahagia. Akhirnya kamu dan Tuan Elang bersatu. Maaf aku turut andil membuat hubungan kalian berantakan."


"Itu semua masa lalu kak. Kita lupakan saja masa lalu. Bukankah manusia memang tempatnya salah?"


"Iya kamu benar. Aku do'akan agar kalian bahagia. Aku yakin jika Naira akan sangat bahagia berada di tengah-tengah kalian.”


"In sudah malam. Aku harus segera belanja. Aku duluan ya Ra." Frans memandang Aira. Ia tersenyum pada Aira. Kemudian ia berganti menatap Naira dengan sendu. Sungguh ia sangat ingin memeluk Naira seperti dulu. Seperti saat kebenaran tentang Naira terungkap. Frans sangat merindukan putriny itu.


"Om pamit dulu ya." Frans mengelus rambut Naira. Ia pergi setelah pamit kepada Aira.


Ketika ia akan keluar dari kedai es krim itu, ia berpapasan dengan Elang. Ia membungkukkan badan dan berlalu.


Sedangkan Elang langsung tergesa-gesa saat melihat Frans di sana. Ia takut dia mengatakan sesuatu pada Naira.


"Apakah Frans tadi dari sini?" tanya Elang setelah memberikan es krim pada kedua wanita yang telah menunggunya.

__ADS_1


"Iya mas."


"Apakah dia mengatakan sesuatu?" Elang melihat Naira yang sedang memakan es krimnya sambil bermain dengan boneka yang baru saja diberikan oleh Frans.


"Tidak mas. Dia tadi mau belanja dan tidak sengaja melihat kita masuk kesini. Dan dia ingin memberikan Naira boneka."


"Lihat Dad. Boneka Nai bagus kan? Om Frans yang memberikannya."


"Iya sayang. Bonekanya bagus."


Elang hanya diam. Dia tidak mungkin membahas hal ini sekarang. Naira adalah gadis yang cerdas. Bisa saja gadis itu merasa curiga. Ia pun memilij menikmat es krimnya dan mengajak Aira dan Naira pulang.


Di tengah perjalanan, Naira tertidur. Diabtidur di kursi belakang. Aira segera menyelimuti Naira agar tidak masuk angin. Di mobil itu memang sudah disediakan bantal dan juga selimut untuk Aira. Sebuah boneka beruang juga siap sedia disana karena Naira terbiasa tidur dengan memeluk sesuatu.


"Menurutmu bagaimana tentang Frans?"


"Maksudnya?"


"Aku takut jika suatu saat Naira akan tahu semuanya. Aku takut dia akan lebih memilih ayah kandungnya dari pada aku. Walaupun Naira bukanlah anak kandungku aku sangat menyayanginya. Aku bahkan lebih menyayanginya dari pada diriku sendiri Sayang. Aku takut Naira akan membenciku jika ia tahu semuanya. Aku takut Frans akan mengambilnya dari kita.


"Itu tidak akan terjadi mas. Sampai kapanpun dia adalah putri kita. Naira tetaplah mutiara hati kita." Aira menggenggam tangan Elang. Meyakinkan pada laki-laki itu jika apa yang ia takutkan tidak akan pernah terjadi.


"Dari dulu Frans terlihat sangat menyayangi Naira. Dia bahkan lebih mengenal Naira daripada Safna sendiri yang merupakan ibunya dan tinggal bersama. Bodohnya aku yang tidak menyadari kejanggalan itu hingga bertahun-tahun."


"Apakah aku bisa percaya sepenuhnya padanya?"


"Aku yakin. Selama aku mengenal kak Frans dia tidak pernah mengingkari janjinya."


Elang menghela nafas. Ia juga tahu bahwa Frans adalah orang yang baik. Orang yang selali menepati janjinya. Dan satu-satunya kesalahan fatal yang ia lakukan hanyalah membantu Safna menipu Elang.


Namun hal itu tidak bisa dikatakan sebuah kesalahan juga, sebab alasan di balik setujunya Frans membantu Safna adalah untuk menyelamatkan dua nyawa. Nyawa Safna dan juga anak yang sedang dikandungnya.


Selama bertahun-tahun Frans hanya mampu melihat anaknya tumbuh dari jauh. Dapat memeluk Naira sesekali saat dia menemui Safna di rumah Elang adalah sebuah keberuntungan yang besar untuk Frans.


Ia mrnyayangi Naira lebih dari dirinya sendiri. Ia merelakan anaknya tumbuh bersama orang lain. Dia hanya bisa tersenyum bahagia di saat melihat anaknya behagia bersama orang lain.


Berkali-kali ia meminta Safna untuk mengizinkannya menemui Naira tapi selalu ditolak. Dan Safna selalu mengancam akan membunuh Naira jika sampai Frans berani menemui Naira tanoa sepengetahuannya. Apalagi jika sampai membongkar rahasianya pada semua orang.


"Mas, bagaimana jika besok kita ke rumah Mami? Sudah lama kita tidak kesana."


"Bisa. Kebetulan aku juga ada hal yang perlu dibicarakan dengan Papi."


"Perusahaan baik-baik saja kan?"

__ADS_1


"Sejauh ini baik-baik saja. Tapi ada masalah kecil saat ini."


"Apa?"


"Delia mulai menjadi gara-gara denganku."


"Kenapa lagi dia?"


"Dia keberatan jika Raharja Grup bergabung dengan AMT."


"Apa hubungannya dengannya. Raharja Grup adalah perusahaan papi. Bukan lagi milik keluarga besar Raharja. Lagipula kakek saja tidak keberatan."


"Dia menuduhku ingin menguasai Raharja Grup."


"Dia itu aneh. Saat dulu Raharja Grup hampir tumbang dia cepat-cepat pergi. Dan sekarang saat semua kembali pulih bahkan berkembang pesat dengan seenaknya saja ingin berkuasa."


"Itulah mengapa aku ingin minta persetujuan dari Papi untuk kembali mengeluarkan perusahaannya dari Raharja Grup. Aku ingin lihat apa yang akan terjadi. Apakah ia bisa berjalan tanpa Raharja Grup di belakangnya."


"Aku setuju mas. Mereka perlu diberi pelajaran."


Keduanya terus bicara masalah perkembangan perusahaan dengan sesekali saling menggoda. Mereka berdua tidak menyadari jika gadis kecil di belakang mereka yang mereka kira tengah tidur sebenarnya telah bangun ketika merasakan selimut yang menutupi tubuhnya.


Saat ia akan kembali tidur, sayup-sayup ia mendengar percakapan kedua orang tuanya. Naira bukanlah gadis kecil yang tidak tahu apa-apa. Ia bisa menyimpulkam jika ia bukanlah anak kandung dari Elang. Dan Frans adalah ayah kandungnya.


Awalnya Naira begitu terpukul. Tapi ia ingin mendengarkan pembicaraan kedua orang yang belum menyadari bahwa dirinya bangun. Naira merasa lega saat mengetahui jika baik Aora ataupun Elang sudah menganggapnya sebagai anak kandung mereka.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2