Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 124. Dua Jiwa Dalam Satu Tubuh


__ADS_3

Malam ini Aira dan Naira sedang bersiap-siap. Aira juga menyiapkan baju ganti untuk Naira, Elang dan dirinya sendiri. Tak lupa ia juga membawa seragam dan peralatan sekolah Naira. Gadis itu besok masih harus sekolah. Setelah Elang pulang dari Kantor, sesuai dengan rencana bahwa mereka akan pergi ke mansion Andra.


"Ye ye Daddy sudah pulang. Bunda Daddy sudah pulang." teriak Naira dari ruang tamu saat melihat sang Daddy baru saja masuk.


"Cantik sekali princess Daddy. Apakah sudah siap ke rumah Oma?" tanya Elang sambilenggendong Naira.


"Sudah dong."


"Baru pulang mas?" Aira menghampiri Elang. Kemudian meraih tangannya dan mencium punnggung tangan suaminya. Elang pun mencium kening Aira.


"Ih Daddy. Bunda di kasih Sun. Aku mana?" Naira mencebik. Tadi dia tidak mendapatkan ciuman dari Elang.


"Oh Princess Daddy cemburu rupanya. Baiklah sini." Elang akhirnya mencium pipi kiri Naira. Dan Aira mencium pipi kanan gadis kecil itu.


"Tuh Naira dapat dobel dari Bunda juga. Padahal Daddy nggak dapat lho." kata Elang memelas. Kemudian dia mengerlingkan matanya pada Aira saat menurunkan Naira. Membuat Aira tersipu malu.


Dari ruang keluarga, Erna dan Andrian memandang keluarga kecil itu dengan bahagia. Mereka lega akhrinya mereka dapat melihat anaknya bahagia bersama keluarga kecilnya. Dulu mereka mengira bahwa Elang selamanya akan terikat dengan Safna dan akan terus menderita. Sekarang mereka merasa lega.


Di usia tua mereka, berkumpul dengan keluarga yang bahagia merupakan sebuah keinginan yang sangat berharga. Kini baik Erna maupun Andrian bisa hidup tenang menikmati hari tua.


"Nai, kamu sama mbak Weni dulu ya, biar Bunda membantu Daddy siap-siap."


Tanpa menjawab, Naira segera duduk menghampiri mbak Weni yang duduk di ruang tengah sambil memegang boneka Naira yang tadi dimainkan pemiliknya.


Elang menyapa kedua orang tuanya sebelum ia nail ke lantai dua diikuti Aira yang membawakan jas dan juga tas kerjanya.


"Mas mandi dulu. Aku siapkan baju gantinya." Bukannya menurut, laki-lak itu malah menghampiri Aira yang sedang meletakkan tas kerjanya. Memeluk istrinya itu dari belakang.


"Aku kangen sayang." Elang mencium leher belakang Aira. Membuat di pemilik merinding.


"Mas... mandilah dulu. Nanti kita kemalaman."


"Baiklah-baiklah. Kamu menang sayang." Elang akhirnya menurut. Mencium sekilas bibir Aira sebelum berlalu ke kamar mandi. Sedangkan Aira hanya menggelengkan kepala. Entah mengapa semakin lama ia merasa jika suaminya itu semakin mesum.


Setengah jam setelahnya, keluarga kecil itu sudah berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Elang. Jarak antara mansion Andrian dengan mansion Andra tidak begitu jauh. Hanya memerlukan waktu setengah jam saja mereka sudah sampai.


Ketiganya disambut hangat oleh Amira. Amira mengajak ketiganya untuk makan malam bersama. Kebetulan memang sudah waktunya makan malam. Andra sudah menunggu mereka di meja makan. Andra memang sudah tidak harus berjalan dengan kursi roda, namun masih belum kuat jika harus berjalan jauh dan berdiri lama.


"Cucu opa sudah datang." Naira segera berlari menghampiri Andra. Memeluk laki-laki tua yang sebagian rambutnya sudah memutih.


"Ayo duduk. Kita makan malam bersama. Oma sudah masak kesukaan kalian."


Benar saja. Di atas meja makan memang tersaji masakan mereka. Ayam goreng madu kesukaan Naira terlihat menggoda tersaji di atas piring. Cumi pedas manis kesukaan Aira dan Elang. Dan beberapa Lauk lainnya yang juga merupakam kesukaan mereka.

__ADS_1


Melihat makanan kesukaammya tersaji di atas meja, Aira langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk. Bahkan dia sampai lupa tidak mengambilkan makanan untuk Naira maupun Elang seperti biasanya.


"Bunda. Ambilin." Naira mengangkat piringnya yang kosong. Aira melihatnya dengan salah tingkah. Ia sangat malu. Bisa-bisanya ia sampai melupakan tugas utamanya di meja makan hanya gara-gara cumi pedas manis buatan Maminya yang menurutnya paling enak.


"Hehehe. Maaf sayang. Bunda lupa." Aira tersenyum canggung dan mengambil piring Naira dan mengisinya dengan nasi dan lauk kesukaan Naira. Kali ini ia juga tak lupa mengambilkan makanan untuk Elang.


"Terima kasih sayang." kata Elang.


Aira sudah tidak bisa menahan keinginannya lagi. Ia sudah sangat ingin menikmati makanan kesukaannya itu. Ia segera melahap makanan yang sudah ia sendokkan.


"Hah hah hah.. Mi. Kenapa rasanya beda? Ini pedas banget Mi. hah hah" Aira segera menghabiskan air minum di gelasnya. Kemudian mengipasi mulutnya yang serasa terbakar.


"Masak sih sayang? Padahal tadi mami cobain rasanya seperti biasa. Malam ini tidak yerlalu pedas seperti biasanya." Amira mengambil satu cumi dan merasakannya. Memang rasanya seperti biasa. Tidak berbeda dan tidak begitu pedas.


"Ini tidak pedas sama sekali sayang. Enak kok." kata Elang sambil terus menyuapkan makanannya. Ini memang enak.


Aira menyisihkan cuminya dan mengambil lauk yang lain. Akhirnya dia harus puas dengan ayam goreng madu sambil membayangkan Cumi pedas manis yang teronggok di sisi piringnya.


Aira mengajak Naira tidur setelah dia menguap saat menonton televisi. Elang sendiri sedang bicara serius dengan Andra.


Saat Naira sudah tidur, Aira keluar kamar untuk mengambil minum. Namun saat melewatu kamar Amira yang tidak tertutup rapat, ia mendengar wanita yang melahirkannya itu menangis. Aira penasaran. Apa yang membuat maminya menangis.


"Mi, boleh aku masuk." kata Aira saat ia sudah membuka setegah pintu kamar Amira. Dengan gugup Amira menyembunyikan foto yang dua bulan ini membuatnya menangis.


"Mami kenapa?" tanya Aira saat melihat Amira dengan gugup menghapus air mata. Ia tadi juga melihat sekilas pigora yang disembunyikan Amira di bawah bantal.


"Dia siapa Mi?"


"Hiks hiks."


"Kenapa mami menangis?"


"Namanya Sachel Ahmada Raharja. Dia adalah saudara kembar Safna..."


"Jadi?"


"Ya. Dia kakakmu juga."


"Lalu dimana da sekarang Mi?"


"Dia meninggal di usianya yang kelima tahun karena kecelakaan. Hiks hiks hiks." air mata Amira yang tadinya berhenti kini memgalir lagi. Bahkan tangisnya semakin pilu.


"Safna lahir dengan kelainan jantung. Selama tiga tahun beberapa kali dia harus keluar masuk rumah sakit karena jantungnya. Dan di saat kami harus menjaga Safna di rumah sakit karena kondisinya yang memburuk, Sachel mengalami kecelakaan saat dia lepas dari pengawasan pengasuhnya. Hiks hiks." Aira memeluk Amira. Dia baru tahu jika ia memiliki saudara laki-laki yang telah meninggal.

__ADS_1


"Dia sering bilang akan memberikan jantungnya pada Safna ketika sachel mengetahui Safna sakit jantung. Dan akhirnya kami mengabulkan keinginannya. Kami meindahkan jantung Sachel setelah dokter menyatakan jika Sachel telah tiada. Sehingga Safna dapat hidup dengan baik selama ini."


"Itulah mengapa kami sangat menyayangi Safna. Bagi kami, Safna adalah dua jiwa anak kami."


"Maafkan Salsa Mi. Salsa telah membuka luka Mami."


"Tidak apa sayang. Mungkin memang sudah saatnya kamu tahu yang sebenarnya. Oh ya. Mami punya sesuatu untukmu." Amira berdiri dan berjalan ke nakas. Membuka laci dan mengeluarkan surat yang dititipkan Safna.


"Apa ini Mi?"


"Ini surat dari Safna. Kemarin aku dan Papimu mengunjunginya di tahanan."


"Bagaimana keadaan kak Safna Mi?"


"Dia baik-baik saja. Dia sudah berubah sekarang."


"Syukurlah. Aku sangat ingin menjenguknya. Tapi mas Elang melarangku."


"Turutilah suamimu sayang."


"Iya Mi. Ya sudah Salsa ke dapur dulu. Air di kamar habis."


*


*


*


Oh.... ternyata itu penyebab mengapa Safna mendapatkan kasih sayang yang lebih dari Amira dan Andra... 🤔


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2