Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 51. Juna Dan Melati


__ADS_3

Tidak lupa sentuh ๐Ÿ‘ kan Teman-teman?


Kalau lupa... ๐Ÿค”


Ya sudahlah๐Ÿ˜


Tapi, Nanti jangan lupa ya... ๐Ÿ˜


Yuk ah, silahkan dibaca... ๐Ÿ˜


Pantai itu sudah berubah menjadi tempat barbeque. Sebuah alat pemanggang sudah berasap di depan Kursi-kursi yang berjejer. Chef Arnold dan Miss Tasya sudah memanggang berbagai jenis makanan yang jelas menggoda selera.


๏ฟผ


Ke sembilan orang lainnya dengan seenaknya mengambil makanan yang telah masak dipanggang oleh kedua orang yang sudah bau asap itu.


"Besok acara kita apalagi kak Elang?" tanya Dela antusias. Dia sangat senang mengikuti acara ini. Semua luar biasa.


"Aku akan bawa kalian ke resort. Disana banyak fasilitas yang bisa kita nikmati."


"Nggak sabar nunggu besok." ucap Mikaila bertepuk tangan.


"Mending sekarang kita makan."


"Emang lo kira kita dari tadi Ngapain ogeb?" Aira menjitak kepala Ridwan. Kalau bukan makan, dari tadi mereka sedang apa? a.Membuat perut gendut. b.Membuat mulut bergoyang. c.Menghaluskan makanan.


"Aduh! Sakit tauk Ra! Sudah punya pacar masih aja bar-bar." Ridwan mengelus jidatnya yang ngilu. Aira melakukannya dengan kuat. Ridwan bahkan sampai berfikir jika Aira menggunakan tenaga dalamnya. Dasar Ridwan aneh! Apa dia fikir Aira hidup di zaman kultivator?


"Hahahaha. Rasain lo!" ejek Juna. Dia sangat puas melihat Ridwan tersiksa. Dia masih kesal dengan kelakuannya di kapal sore tadi. Juna mengangkat tangan kananya ke arah Aira. Aira segera menyambutnya. Elang melirik tajam Aira. Dia cemburu. Namun Aira tidak menyadarinya.


Elang menahan amarahnya. Dia tidak boleh sampai membuat Aira tidak nyaman. Bagaimanapun, Juna adalah teman Aira. Mereka lebih dulu bersama dibanding dengan Elang. Elang harus mengerti.


"Kenyangnya... " Wildan mengelus perutnya.


"Ini benar-benar enak." ucap Aira. "Chef Arnold, sebenarnya apa yang anda gunakan untuk makanan ini. Semuanya terasa nikmat."


"Benar. Aku sudah sering ikut acar barbeque. Namun tidak ada yang seenak ini. Ini benar-benar luar biasa. Anda hebat Chef."


"Terima kasih Nona. Sebenarnya saya mempunyai resep istimewa yang saya ciptakan sendiri." Chef Arnold mengulas senyum.

__ADS_1


"Wah Chef. Pasti sangat beruntung yang menjadi istri Chef. Ngomong-ngomong Chef masih single atau sudah mempunyai pasangan?" tanya Aira antusias.


"Saya masih single nona." jawab Chef arnold singkat. Dia sebenarnya sudah merasa tidak nyaman sedari tadi. Dia menyadari dengan betul pandangan gelap dari sorot tajam Elang. Membuatnya bergidik.


"Orang yang paling tidak beruntung adalah orang yang menjadi suami lo Ra. Lo nol besar urusan dapur." cibir Ridwan. Aira memang tidak mengetahui sedikitpun tentang urusan dapur. Membedakan gula dan garam saja dia masih perlu bantuan.


"Aku tidak masalah." jawaban klise dari Elang membuat semua mata tertuju padanya. Niat Ridwan tadi jelas hanya bercanda. Dan Elang menanggapinya dengan serius. Aira bahkan masih duduk di bangku SMA. Dan ini jawaban yang mereka dengar. Mereka jadi berfikir bahwa Elang akan mengajak Aira nikah muda nantinya.


Aira hanya mengedipkan matanya lucu saat Elang menariknya dan mengecup pucuk kepalanya di depan semua orang. Wajahnya memerah tomat. Aira menarik kembali tubuhnya. Kemudian mengeratkan kedua kakinya dengan rapat. Dia merasa canggung sekarang.


"Huahahahaha. Lihatlah teman-teman. Teman tomboy kita sedang merona." ejek Juna. Aira sudah tidak tahan. Dia mengepalkan kedua tangannya dan berdiri. Dia butuh pelampiasan sekarang.


"Awas Lo Jones!" teriak Aira sebelum berlari mengejar Juna dengan tangan yang diacungkan ke arah teman Tampannya itu.


"Woy! Sini lo cowok tengil! Lo mesti mencoba jurus terbaru gue!" teriak Aira mengejar Juna di pantai.


"Huahahahaha. Kejar gue Ra!"


"Awas lo! Habis lo sama gue!" Aira semakin bersemangat. Kini tubuhnya yang tadi kedinginan menjadi berpeluh. Aira melepaskan jaket yang dia pakai. Melemparkannya ke arah Juna. Tepat! Gerakan Juna melambat karena jaket Aira tepat mengenai wajahnya.


Aira segera melancarkan aksinya. Memiting kepala Juna di ketiaknya sambil tertawa penuh kemenangan. Setelah itu menarik Juna kembali ke tempat teman yang lainnya berkumpul.


"Ck ck ck. Hari ini lo kalah lagi sama Nyonya Jones." cibir Wildan. Dia menggelengkan kepala.


"Eh. Satu hal yang harus diluruskan disini." ucap Aira saat selesai minum. Semua orang memandang ke arahnya. Chef Arnold dan Miss Tasya sudah masuk ke dalam vila ketika Juna dan Aira berkejaran tadi.


"Gue bukan Nyonya Jones lagi sekarang. Karena gue sudah punya pacar." Aira mengalungkan tangannya di lengan Elang. Elang sangat senang mendapatkan perlakuan itu. Rasa cemburu yang baru saja dia alami ketika melihat Aira dan Juna tadi seketika Lenyap.


"Bener-bener. Dan sekarang, yang jadi Nyonya Jones selanjutnya adalah.....Melati." teriak Mikaila.


"Uhuk Uhuk." Melati tersedak ludahnya sendiri. Juna segera memberikan minuman pada gadis itu. Semua pasang mata memperhatikan. Aira dan Mikaila tersenyum penuh arti. Sepertinya misi mereka berjalan lancar. Semua akan mudah dari sini.


"Wah sepertinya sebentar lagi kita tidak akan memiliki Jones dan nyonya Jones." ucap Aira. Mikaila dan Melati melakukan Hi Five kecil di tempatnya.Kini Juna yang tersedak. Dan segera minum air yang tadi dia berikan pada Melati.


"Hahahaha. Kompak!" teriak Mikaila.


"Serasi!" imbuh Aira.


"Cocok." imbuh Ridwan.

__ADS_1


"Perfect." kata Wildan.


Kata-kata dari Keempatnya membuat Juna dan Melati semakin salah tingkah. Mereka sudah berusaha melupakan kejadian sore tadi. Mereka bahkan hampir berciuman jika suara Mikaila dan Wildan yang kembali dari laut tidak menyadarkan mereka.


Wajah keduanya merah padam. Juna segera berdiri dan pergi masuk ke dalam vila. Dia tidak mengerti apapun yang terjadi saat dia berada di dekat Melati. Tapi, saat melihat gadis itu tidak nyaman, dia pun demikian.


Melati menundukkan wajahnya. Dia merasa bersalah. Dia fikir Juna pergi karena dirinya. Juna pasti malu jika dipasangkan dengan dirinya yang jelek dan kampungan. Mikaila dan Aira mendekatinya.


"Juna memang seperti itu Mel. Sudah jangan dianggap." Mikaila mengelus punggung Melati.


"Maafkan kami ya Mel. Kami keterlaluan." ucap Aira.


"Tidak apa-apa teman-teman. Juna pasti malu."


"Hey Melati. Juna bukan malu. Dia itu tidak akan merasa nyaman jika ada seorang gadis yang merasa canggung karenanya." ucap Aira. Mikaila mengangguk mengiyakan. Mereka sudah lama bersama. Mereka tahu satu sifat tersembunyi Juna.


"Ini sudah larut malam. Sebaiknya kita segera masuk. Besok pagi-pagi kita berangkat." ucap Elang yang dipatuhi semua orang.


...****...


Di dalam kamarnya, Juna duduk di tepi ranjang. Dia memegang dadanya. Beberapa hari ini dia merasa ada yang salah dengan cara kerja jantungnya. Beberapa kali dia merasa jantung itu berdetak lebih cepat. Pada kesempatan lain, dia merasa jika jantungnya ingin melompat.


Juna belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi sekarang.


Gadis itu sangat sederhana. Pakaian yang dia gunakan biasa saja. Apalagi wajahnya yang selalu polos. Namun mengapa selalu berhasil membuat jantungnya berdebar.


Secara garis besar, selama satu bulan ini penampilan Melati tidak jauh berbeda. Hanya saja kaca mata yang biasanya bertengger di hidungnya kini telah berganti menjadi softlens di dalam matanya. Rambut yang terbiasa dikepang dua, kini terbiasa digerai atau dikucir satu di belakang dengan poni yang membuatnya terlihat lebih manis. Selain itu, tidak ada yang berubah.


Wajahnya tetap sama. Tanpa riasan berlebih. Hanya bedak tipis dan lip gloss yang dia gunakan. Gaya berpakaiannya juga masih sama. Kemeja santai ataupun kaos. Bukan gaun santai seperti yang dipakai gadis kebanyakan.


Tapi, Juna seakan terhipnotis oleh mata indah gadis itu. Mata itu selalu menuntut untuk diselami lebih dalam. Juna selalu mengangkat bibirnya setiap kali melihat mata indah itu berbinar karena bahagia.


Juna mengusap wajahnya kasar. Dia sungguh tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Dia segera naik ke atas ranjang dan menarik selimut untuk pergi ke alam mimpi. Berharap dia akan menemukan jawabannya disana.


*


*


*

__ADS_1


Hai Readers. Bantu aku dong, beri aku ide bagaimana cara mempersatukan Juna dan Melati. Soalnya, yang satu pemalu, yang satunya tidak sadar juga ๐Ÿคจ. Gimana ya caranya....?


Kasih respon. Please.... ๐Ÿ˜


__ADS_2