Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 125. Apakah Aku Tidak Boleh Merindukan Suamiku?


__ADS_3

Kebenaran yang baru saja ia dengar membuat Aira berfikir. Jika kedua orang tuanya memberikan Safna kasih sayang dua kali lipat, tentunya begitu juga dengan kesedihan. Orang tuanya akan bersedih dua kali lipat untuk Safna.


Saat Aira masih larut dalam lamunannya, sebuah tangan melingar di perutnya. Bahunya juga merasakan sesuatu yang bertumpu padanya. Belum lagi sebuah benda hangat yang lembut mendarat di lehernya. Tanpa melihat wajah si empunya, ia sudah tahu siapa pemilik tubuh yang sekarang begitu menempel padanya. Parfum maskulin yang sepertinya telah melekat pada tubuh itu tidak akan pernah ia lupakan. Sudah pasti itu adalah Elang, suaminya.


"Apa yang membuatmu berfikir sangat keras hingga aku datang saja kamu tidak menyadarinya sama sekali?"


"Emm tidak ada." kata Aira sambil berbalik. Dia mengalungkan tangannya pada leher sang suami. "Aku kangen mas."


Aira tidak akan mengatakan semuanya sekarang. Untuk saat ini, menyebut nama Safna di depan Elang seperti sebuah pantangan. Emosi yang Elang miliki masih sangat tinggi jika menyangkut mantan istrinya yang sekarang telah menjadi kakak iparnya. Biarlah untuk saat ini semua menjadi rahasia.


Sedangkan Elang, ia mengangkat alisnya. Ia terkejut mendapati reaksi Aira saat ini. Istrinya biasanya sangatlah pemalu. Namun apa yang sekarang ia alami adalah kebalikannya. Elang bahkan merasa bibir terasa manis saat Aira menciumnya.


Ini sebuah rekor baru. Inilah ciuman pertama yang Aira berikan untuk Elang atas inisiatifnya sendiri. Tentu saja Elang sangat bahagia. Ia membalas ciuman hangat yang dia terima dari istri tercintanya. Selama beberapa saat kedua bibir itu saling bertautan. Menyelami kedalaman rasa.


"Apa yang terjadi padamu sayang?" tanya Elang setelah melepaskan tautan bibirnya. Elang merasa aneh tingkah laku sikap Aira hari ini. Apalagi saat ini Aira dengan posesif memeluk tubuhnya. Menyandarkan kepala di dadanya.


"Hah?" Aira bingung mendapat pertanyaan yang ia tak mengerti.


"Sepertinya ada yang aneh denganmu."


"Apakah Aku Tidak Boleh Merindukan Suamiku?" Kata Aira ketus. Ia juga melepaskan tangannya yang melingkar di tubuh Elang. Kemudian menjauh dari Elang dan naik ke atas ranjang. Tak berhenti sampai disitu, Aira menarik selimut menutupi tubuhnya dengan posisi membelakangi suaminya. Meringkuk di dalam sambil terisak. Melihat Aira yang tiba-tiba saja menangis membuat Elang merasa kebingungan. Apa yang ia lakukan hingga membuat Air seperti itu?


Elang segera menghampiri Aira. Memeluk tubuh yang meringkuk dan bergetar itu.


"Tentu saja tidak sayang. Kamu boleh merindukanku kapanpun. Tidak akan yada yang melarangmu untuk itu."


"Tapi kenapa tadi mas bilang kalau aku aneh?" Aira masih menangis. Elang semakin mengeratkan pelukannya.


"Maafin mas ya sayang. Maksud mas bukan seperti itu. Kamu tahu kan mas sangat mencintaimu. Hanya kamu yang mempunyai hak paten untuk merindukanku." Elang mencium kepala Aira berkali-kali. Ia sangat merasa bersalah membuat istrinya itu menangis hingga tersedu-sedu.


Elang dibuat terlonjak saat Aira tiba-tiba membalikkan badanya. Dia kembali mengalungkan tangannya pada leher Elang. Senyum yang cerah pun terlihat di bibirnya.


"Baiklah. Jadi sekarang boleh kan kalau aku merindukanmu lagi mas?" pertanyaan Aira sekali lagi membuat Elang kebingungan. Ia mengedipkan mata beberapa kali karena terkejut. Sebenarnya apa yang membuat Aira seperti itu?

__ADS_1


Satu detik sebelumnya, istrinya itu masih menangis seperti ditutupi awan hitam yang membuatnya menderita kesedihan yang tak berujung. Tapi tepat di detik berikutnya, seperti ada matahari yang cerah seakan melenyapkan semua kesedihan dan menggantikan dengan keceriaan.


Tak ingin melakukan kesalahan lagi. Elang tersenyum untuk menyembunyikan keterkejutannya. Dia pun segera melingkarkan tangannya dengan erat sambil mngelus punggung mulus milik Aira.


"Tentu saja sayang. Aku juga sangat merindukanmu."


"Bohong. Mas tadi nggak bilang kalau merindukanku. Jangan-jangan mas menipuku ya selama ini?" Aira segera melepaskan dirinya lagi. Memandang dengan kesal suaminya yang lagi-lagi terkejut akan sikapnya.


Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Aira menjadi sangat aneh? Otak cerdas Elang bahkan bekerja lebih keras untuk mendapatkan jawabannya. Tapi nihil. Tak satupun jawaban yang mampu dia fikirkan.


"Aku sangat merindukanmu sayang." Elang mencoba meraih tubuh Aira. Namun tangan Aira dengan cepat menangkisnya.


"Jangan pegang-pegang. Dasar pembohong!"


"Sayang, aku tidak bohong." Tentu saja Elang tidak berbohong. Sedetik saja tidak melihat Aira, rasanya ia sudah tidak melihat istrinya selama beberapa hari.


"Mas hanya mau merayuku saja kan? Mas jahat. Mas sudah tidak...emmm"


Elang tidak akan membiarkan bibir kecil itu bicara macam-macam lagi sekarang. Cara satu-satunya yang paling ampuh untuk menghentikan bibir itu mengucapkan hal-hal yang tidak masuk akal adalah dengan membungkamnya dengan bibirnya sendiri. Selain ampuh, cara itu juga menguntungkannya.


Merasa mendapat respon yang memuaskan, Elang menekan tengkuk Aira untuk memeperdalam ciuman mereka. Tanpa ada yang menyadari, tangan penjelajah mulai berkelana. Mengunjungi destinasi wisata yang khusus tercipta untuk dinikmatnya.


Beberapa menit saja. Aira sudah terbuai dengan setiap rangsangan yang ia dapatkan. Mulutnya merancau dan mendesah saat bibir dan tangan Elang bekerja sama memerankan tugas mereka. Memankan apa saja yang ada di dekatnya.


Lagi-lagi, malam ini Aira berakhir di bawah kungkungan Elang yang selalu saja berhasil menaklukkannya hingga ia puas dan panas.


Suara-suara yang erotis terdengar dari sepasang suam istri yang sedang berjuang menggapai kenikmatan dunia. Malam yang panjang dan menggairahkan.


Apalagi kali ini Aira tidak hanya bersikap pasif. Elang pun semangat karena malam ini Aira lebih agresif dari biasanya. Bahkan satu ronde yang mereka lalui, Aira lah yang memimpin permainan.


...🐣🐣🐣...


Pagi harinya. Aira merasakan tubuhnya sangat tidak nyaman. Sisa-sisa pertarungan panas semalam membuat seluruh tubuhnya merasa pegal. Setelah matanya terbuka, ia menyadari bahwa ini sudah pagi. Jam dinding sah menunjukkan pukul lima pagi. Beberakali meliukkan tubuhnya untuk melemaskan otot-ototnya yang terasa kaku.

__ADS_1


"Kenapa tubuhku rasanya sakit semua. Apa karena semalam?" gumam Aira. Kemudian menarik selimut agar menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun.


Terdengar suara gericik air daru kamar mandi. Itu artinya suaminya lah yang mandi. Aira segera memunguti bajunya yang semalam dilepaskan Elang. Memakainya dengan malas.


"Selamat pagi istriku." Elang menghampiri Aira yang duduk di tepian ranjang. Menangkup wajah bantal istrinya. Kemudan mencium bibir, pipi dan keningnya. Aira hanya diam.


"Apa kamu sakit sayang?" Elang menempelkan punggung tangannya di kening Aira. Aira hanya menggeleng.


"Ah aku sampai lupa kalau aku belum sholat. Harus wudlu lagi deh." Elang kembali ke kamar mandi. Aira hanta menggeleng.


Aira segera masuk ke kamar mandi untuk segera mandi sebelum menunaikan sholat.


*


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...πŸ€—...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. πŸ™...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❀❀❀Queen_OK❀❀❀...


__ADS_2