Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 83. Dinner Romantis Yang Terganti


__ADS_3

Malam ini, Arka berniat mengajak Elisya makan malam romantis di hotel tempat Elang menginap karena hotel itu memang hotel bintang lima yang terkenal. Tapi, yang tidak diketahui oleh Arka adalah bahwa sang pemilik tengah menginap di tempat yang sama. Yang paling penting adalah, sang pemilik hotel tengah mengincar gadisnya.


Tentu saja, rencananya untuk makan malam romantis malam ini sudah diketahui oleh rival tersembunyinya bersama dengan para pengikutnya. Mereka bahkan telah merencanakan untuk mengacaukan malam romantis keduanya.


Elang sudah duduk di salah satu meja di restoran hotelnya dengan sang putri. Menunggu mangsa untuk datang. Setidaknya, saat melihat rekan bisnis berada di tempat yang sama, demi kesopanan akan berbasa-basi untuk menawarkan untuk bergabung.


Sedangkan kelima orang lainnya juga sedang bersiap untuk misi mereka. Di bagian terdepan mereka, ada Tedi yang sedari awal menjadi penguntit untuk target mereka malam ini.


"Lima menit lagi mereka akan sampai." kata Tedi pada keenam orang yang menunggu informasi darinya.


"Oke. Kami siap." kata Elang. Dia mengusap kepala Naira. Dia kali ini akan melibatkan anaknya dalam misi ini tanpa anaknya sadari. Naira sepertinya juga merasa bahwa Elisya bukanlah orang asing. Sejak kemarin dia merengek untuk menemui gadis cantik itu.


"Daddy lihat!" Naira girang. Dia melihat wanita yang sangat dia rindukan baru saja masuk ke dalam restoran hotel tempatnya berada. Elang mengikuti arah yang ditunjuk anaknya. Dia melihat Elisya menggamit lengan Arka. Hatinya terasa nyeri melihatnya. Walaupun dia yakin bahwa Airanya tidak mencintai Arka, tapi melihat dia bersama laki-laki lain dan begitu dekat mampu membuat hatinya terbakar.


"Onty Elisya Cantik!" teriak Naira yang langsung membuatnya menjadi pusat perhatian. Kedua orang yang baru saja masuk pun mengalihkan pandangannya pada gadis kecil bersuara nyaring itu.


Elisya yang merasa dipanggil tersenyum melihatnya. Arka menoleh padanya. Meminta penjelasan dari sang tunangan. Apalagi dia melihat Elang, rekan bisnisnya berada satu meja dengan gadis kecil yang membuat tunangannya tersenyum tulus.


"Onty Elisya! Sini!" kata Naira saat Elisya berada di dekatnya. Elang memang memilih tempat itu yang merupakan tempat strategis untuk dilewati Elisya.


Elisya memandang Arka penuh harap. Ia juga ingin bersama dengan gadis kecil menggemaskan itu. Akhirnya Arka luluh oleh tatapan penuh harap Elisya. Salahkan dia karena terlalu bucin untuk itu.


"Selamat malam Tuan Arka. Mohon maafkan putri saya." Elang berdiri. "Jika anda berkenan, mari bergabung bersama kami." lanjutnya.


"Terima kasih tuan Elang." Arka tersenyum.


Arka baru saja akan menarikkan kursi untuk Elisya duduk sebelum gadis kecil itu menarik tangan Elisya dan membawanya duduk di sampingnya. Kini, Naira duduk di tengah-tengah Elang dan Elisya. Elisya terlihat duduk dengan canggung disana.


Sedangkan Arka, hanya bisa puas dengan duduk di depan Elisya. Melihat ketiga orang di depannya yang seperti keluarga bahagia sekarang.


Naira dan Elisya langsung terlibat percakapan kecil. Oh bukan, lebih tepatnya, Naira berceloteh riang menceritakan pengalamannya kemarin yang diajak liburan ke taman bermain. Dia memang tidak melihat Elisya disana juga. Elisya mendengarkan dengan antusias cerita gadis kecil di sampingnya. Beberapa kali dia mencubit gemas pipi yang bergerak lucu ketika bercerita.


"Ngomong-ngomong Tuan Arka, mohon maaf jika kami mengganggu acara Anda." kata Elang.


"Ah tidak apa-apa tuan. Kami hanya akan makan malam disini. Kelihatannya Elisya sudah akrab dengan putri tuan."


"Oh iya. Kebetulan kemarin saat kami sedang di sebuah kafe, nona Elisya membantu Naira ke kamar mandi. Saat itu saya tidak mengajak pengasuhnya. Jadi saya tidak mungkin masuk toilet perempuan."


"Oh begitu. Pantas saja." Elang hanya tersenyum. Di dalam hatinya ia berteriak girang melihat wajah masam Arka. Acara dinner romantis yang telah ia persiapkan gagal disini.


Elang kemudian memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka.


"Apakah anda ada bisnis di kota ini lagi tuan?" tanya Arka setelah pelayan itu pergi.

__ADS_1


"Ah tidak tuan. Kami kesini untuk liburan. Naira sedang libur sekolah, jadi saya ajak dia liburan kecil-kecilan." jawab Elang santai. Arka hanya ber-o ria.


Arka terperangah saat melihat banyaknya makanan yang ada di atas meja. Mereka hanya berempat. Tapi makanan di atas meja sepertinya cukup untuk dimakan sepuluh orang. Dia ingat dia tadi hanya memesan satu untuknya dan satu lagi untuk Elisya. Juga pesanan Elang juga tak banyak tadi. Kenapa yang datang begitu banyak?


Melihat keterkejutan Arka, Elang terkekeh. "Maaf tuan. Ini mungkin pesanan adik-adik saya. Mereka pasti sudah kembali." jelasnya sambil mengedarkan pandangan ke pintu masuk.


Benar saja. Tak lama kemudian, datanglah lima orang yang menghampiri mereka.


"Ah ini mereka. Perkenalkan Tuan Arka. Mereka adik-adik saya." Satu persatu menjabat tangan Arka dan Elisya bergantian sambil menyebutkan nama sebelum mereka duduk di tempat mereka.


"Hai Elisya. Masih ingat denganku?" kata Melati saat berjabat tangan dengan Elisya.


"Tentu saja. Baru sore tadi kita bertemu."


"Syukurlah kalau masih ingat. Jadi, kamu sudah kenal dengan kakakku?"


"Maksudmu tuan Elang?" Melati mengangguk. Tadi sore, Melati sengaja menceritakan tentang Elang yang ditinggal kekasihnya meninggal. Cerita Melati bahkan sampai membuat Elisya tersentuh.


"Hallo sayang." Mikaila langsung mecium pipi Naira.


"Ish Onty. Nai kan lagi celita ama Onty cantik." bibir Naira maju beberapa senti.


"Ooh. Jadi Onty Mika udah nggak cantik lagi nih?" Mikaila melipat tangannya di depan dada.


"Baiklah manis. Jatah es krim kamu hilang minggu ini." Kata Mikaila sambil duduk di kursinya. Elang memang sengaja duduk di meja yang ada banyak kursinya karena memang inilah rencananya. Membuat Elisya makan malam bersama mereka.


"Om Lidwan.... " Naira berdiri dan menghampiri Ridwan yang duduk di samping Arka. Naik ke pangkuan laki-laki itu.


"Ada apa istrinya om?"


"Onty Mika nakal." Nada merajuk Naira terdengar lucu.


"Biarin aja. Nggak usah didengerin Onty Mika yang sok cantik."


Akhirnya, dinner romantis rencana Arka berganti menjadi dinner penuh canda tawa. Kedatangan Lima orang yang seumuran dengan Elisya nyatanya mampu membuat suasana menghangat. Elisya memandang semua yang berada satu meja dengannya. Perasaannya menghangat. Entah mengapa ia merasa akrab dengan semua orang yang ada disana. Mereka bahkan tahu makanan apa yang disukai olehnya. Beberapa kali mereka menawarkan makanan kesukaannya yang jauh dari jangkauannya.


Mereka masih disana hingga larut malam. Bahkan restoran itu sudah sepi. Hanya beberapa orang yang ada disana. Sedangkan Naira sudah lama dijemput oleh mbak Weni untuk ditidurkan. Banyak obrolan yang terjadi disana. Para laki-laki membicarakan bisnis mereka.


Sedangkan para wanita....


Tentu saja mereka menceritakan tentang masalah perempuan. Tentang pasangan mereka, kehidupan dan kisah cinta mereka. Mikaila dan Melati sengaja menceritakan kehidupan pribadi mereka dengan tujuan memberi tahu Elisya sedikit banyak hal yang ia lewatkan saat ia tak bersama mereka. Bahkan, mereka menceritakan tentang Ridwan. Sang Playboy cap ikan Teri yang sudah tobat. Jadi, suatu saat jika ia sudah mendapatkan ingatannya kembali, ia tidak akan merasa canggung berada diantara mereka setelah sekian lama.


"Yang paling mengharukan adalah kisah kak Elang." kata Mikaila. Walaupun dia tahu bahwa Melati pun sudah menceritakan pada Elisya. Dia akan menyambung cerita itu. Dia menceritakan bahwa Elang menikah dengan ibunya Naira karena sebuah jebakan.

__ADS_1


"Aku masih bingung dengan hubungan kalian. Apakah kalian semua adik-adik tuan Elang? Melati kekasihnya Juna, Mikaila kekasihnya Wildan. Ah aku pusing jadinya." keluh Elisya. Hubungan semua orang ini sangat membingungkan. Semua tidak ada kemiripan sama sekali. Tapi kedekatan mereka sangat alami seperti keluarga.


Melati dan Mikaila saling memandang penuh haru. Kemudian, Mikaila menyentuh tangan Elisya. Menggenggamnya erat.


"Sebenarnya kami adalah teman-teman dari kekasih kak Elang. Dan kami semua telah menganggapnya kakak."


"Ah. Aku sangat tersentuh dengan hubungan antara kalian. Pasti sangat menyenangkan. Kalian semua terlihat akrab dan saling menyayangi."


"Ya. Kamu benar Elisya. Kami harap kebahagiaan kami segera lengkap." ucap Melati.


Kebahagiaan yang lengkap akan terjadi saat Elisya mengingat dirinya sebagai Aira dan berkumpul lagi dengan mereka. Untuk urusan hubungannya dengan Elang dan Safna itu menjadi akhir yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.


Jika Aira yang bersama Elang, tentu saja Naira akan bersedih karena mamanya akan berpisah dengan Daddynya. Tapi jika Mereka mementingkan kebahagiaan Naira, Elang dan Aira yang mungkin akan hancur di masa depan. Jadi lebih baik mereka membiarkan takdir berjalan sebagaimana mestinya untuk urusan itu. Yang paling penting adalah membawa Aira kembali pada mereka. Itu dulu.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😍


Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Sebelas🍃...


...🌸Pada malam ke Sebelas, ia keluar dari dunia seperti baru keluar dari perut ibunya🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2