Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 79. Aira Yang Sebenarnya


__ADS_3

Naira terlihat gembira hari ini. Dari pagi senyumnya secerah mentari. Hari ini, Daddynya akan membawanya berlibur ke kota A. Ini adalah libur panjang semester satu. Dia sangat hafal jika Daddynya berlibur pasti selalu bersama om dan onty kesayangannya. Dan yang pasti, dengan om suaminya kesayangannya.


Di dalam mobil yang dikemudikan Tedi, Naira tidak berhenti kercakap sejak berangkat. Elang dengan telaten menimpali atau menjawab celotehan anaknya. Mbak Weni duduk di kursi depan. Jadi kursi belakang bisa luas dan nyaman untuk ditempati.


Saat sampai di Dirgantara Hotel di kota A, Naira sudah terlelap. Elang segera menggendongnya. Para pegawai segera menyambut bos mereka. Kamar khusus untuk Elang dan rombongannya sudah dipersiapkan.


Elang membaringkan Naira dengan Hati-hati di atas ranjang empuk hotel bintang lima itu. Dia akan tidur satu kamar dengan Naira, sedangkan mbak Weni akan tidur di kamar sebelah. Kamar-kamar di lantai teratas hotel itu memang khusus untuk rombongan mereka.


Teman-teman Aira bahkan mendapatkan satu kamar untuk masing-masing orang. Mereka sudah seperti adik bagi Elang. Bahkan Tedi juga mempunyai kamar khusus untuknya. Tentu saja mereka juga mendapatkan perlakuan istimewa.


Keluarga Melati bahkan mendapatkan kemewahan dari Elang. Membelikan mereka rumah yang cukup mewah serta memberikan sebuah minimarket cukup besar untuk memenuhi kebutuhan.


Perusahaan yang dikelola Ridwan dan Juna bisa sebesar sekarang juga berkat bantuan dan bimbingan Elang. Karier Mikaila sedikit banyak juga karena Elang. Wildan menjadi pengacara profesional di usianya yang masih terbilang muda juga karena jasa dari Elang. Jadi, memang tidak salah jika Elang begitu dihormati oleh lima orang itu. Mereka begitu mematuhi perintah yang dikatakan oleh Elang.


Setelah membaringkan anaknya dengan nyaman, Elang duduk di sofa dan memeriksa pekerjaan kantornya. Untung saja sekretaris serba bisanya sudah menyelesaikan tugasnya, Sehingga dia bisa memberikan tugas lagi untuk mengambil alih perusahaan pusat selama dia menjalankan misinya.


Elang tidak pernah merasa takut akan dikhianati oleh Reno. Kepercayaan adalah kunci yang paling utama dalam sebuah hubungan. Lagipula Elang sudah memberikan banyak keuntungan bagi Reno, sekretaris tampan itu tidak akan mungkin menghianatinya. Elang percaya itu.


Tak berselang lama, Juna dan yang lainnya sudah berada di ruang tamu kamar Elang. Tedi juga sudah bergabung dengan mereka. Mereka sudah tidak sabar untuk mengetahui lebih detail mengenai informasi tentang Aira dan juga rencana yang telah dipersiapkan untuk Elang.


Elang keluar dengan membawa sebuah map. Ketika sampai di ruang tamu, Elang mendudukkan dirinya di sofa single disana. Kemudian menyerahakan Map tadi kepada Tedi. Meminta sopir serba gunanya itu menyelesaikan tugasnya.


Semua yang ada disana dengan serius mendengarkan informasi yang dibacakan oleh Tedi. Elang bahkan belum mengetahui isi map itu karena dia baru menerimanya dari anak buahnya sesaat sebelum mereka berkumpul.


"Lalu, apakah kak Elang sudah mempunyai rencana?" tanya Melati setelah Tedi menyelesaikan tugasnya.


"Tadi belum. Tapi sekarang aku sudah punya."


"Apa?"


"Aira akan pergi ke taman bermain bersama anak-anak panti sebagai salam perpisahan pada anak panti yang akan diadopsi. Kita bisa memanfaatkan itu untuk mendekatinya dengan perlahan." tutur Elang.


"Benar!" Mikaila semangat. "Tapi... " Dia mulai ragu. Mengingat bagaimana Aira dulu saat mereka berlibur ke taman bermain. Aira tidak mau menaiki semua permainan yang selalu ia anggap kekanakan.


"Tapi kenapa?" tanya Juna.


"Kalian ingat tidak bagaimana Aira dulu saat kita paksa dia ke taman bermain?"


Kini Juna, Wildan dan Ridwan mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh Mikaila. Mereka masih ingat betul apa yang terjadi. Aira hanya cemberut selama mereka ada disana. Tiba-tiba ketiga laki-laki itu menghela nafas.


"Memang kenapa?" Elang yang melihat ketiganya menghela nafas menjadi curiga.

__ADS_1


"Aira itu tidak suka taman bermain kak. Dulu dia mengacaukan kesenangan kami." kata Juna.


"Benarkah?" Elang menautkan alisnya tidak percaya. Dia sendiri pernah membawa gadis itu ke taman bermain, dan Aira tidak menolak. Bahkan dia sangat bersemangat menaiki semua wahana disana. Mikaila dan yang lain mengangguk setuju. Itulah terakhir kali mereka ke taman bermain. Aira membuat mereka malas kesana. Bayangkan saja, orang yang berjalan bersamamu di taman bermain menggerutu sepanjang jalan. Merengek meminta pulang. Itu sungguh menyebalkan.


"Tapi, jika dia tidak suka kenapa dia mengajak anak-anak kesana?" tanya Melati.


"Aku rasa dia pasti sudah berubah. Kalian tahukan dia sudah berubah setelah lima tahun ini?" Ridwan memberikan pendapatnya.


"Ya. Mungkin dia memang sudah berubah. Lagipula lima tahun bukanlah waktu yang sebentar." kata Wildan.


"Sepertinya dari dulu ada yang salah." kata Elang mengagetkan mereka.


"Salah gimana?"


"Aku pernah mengajaknya ke taman bermain. Kalian ingat saat aku menemukannya di warung saat dia sedang kacau?" Keempatnya mengangguk serempak. "Setelah dari rooftop, aku membawanya ke taman bermain. Dan dia sangat bersemangat."


"Sebenarnya, itu semua karena kak Safna." smua memandang heran pada Juna. Ini membahas tentang Aira. Kenapa jadi membahas Shafna.


"Kak Safna sangat menyukai taman bermain, Aira tidak ingin mempunyai kesukaan seperti kesukaan kak Safna. Jadi, dia akan berusaha menolak apa yang disukai kak Safna." jelas Juna. Dari semua temannya, Juna lah yang paling mengerti Aira. Dia sering memergoki Aira melakukan apa yang biasanya tidak ia sukai. Penjelasan Juna membuat semua orang terkejut. Jadi, sampai separah itukah yang dilakukan Aira demi tidak dianggap bayangan oleh keluarganya?


"Maksudmu sifat tomboy nya juga?" Juna mengangguk. Semua orang semakin terkejut. "Dia adalah gadis yang lembut. Waktu SD dulu aku pernah satu sekolah dengannya. Dan dia seperti anak perempuan pada umumnya. Waktu SMP kami pisah sekolah. Dan aku sangat kaget saat melihat penampilannya waktu SMA."


"Kenapa lo nggak pernah bilang ke kita Na?"


"Karena Aira nyaman. Lagipula dulu aku mengenalnya hanya sekilas. Kami beda kelas. Dan bisa saja kan orang berubah."


"Benar. Aira jika dengan kak Elang seperti menjadi orang lain." Melati sangat ingat bagaimana Aira jika dia dekat dengan Elang. Sifatnya berubah menjadi seratus delapan puluh derajat. Dia menjadi gadis manja dan butuh perhatian. Sangat berbeda dengan Aira yang bersama mereka, gadis mandiri. tegar, tegas dan kuat.


"Menurut kak Elang bagaimana Aira?"


"Dia gadis yang manis dan manja. Walau aku tahu dia bisa melakukan semua sendiri. Aku ingin membuatnya selalu merasa nyaman. Yah. Dia sedikit manja."


"Tuh kan benar. Aira itu cuma memakai topeng." Ridwan menyimpulkan dengan semangat.


"Aku kasian padanya. Selama ini dia pasti menderita karena tidak bisa menjadi dirinya sendiri." kata Melati sendu. Juna menggenggam erat tangan Melati.


"Aku jadi senang melihatnya sekarang. Dia pasti sudah bebas sekarang."


Elang hanya tersenyum. Airanya masih sama seperti dulu. Selama pengintaiannya kemarin. Dia banyak menemukan sifat Aira yang selama ini dia kenal. Kadang dia bersikap manis, kadang bersikap bar bar. Sama seperti Aira yang dulu. Dan sekarang ditambah Sedikit sifat dewasa. Perpaduan yang menarik.


"Sore ini kita ke tempatnya. Kita akan melihatnya dari jarak dekat." semua orang bahagia mendengar rencana Elang. Mereka semua sudah sangat rindu. Lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Apalagi mengingat air mata yang telah mereka keluarkan untuk mengantar kepergian Aira dulu. Sangat menyesakkan. Mereka kini tak sabar menunggu sore tiba.

__ADS_1


"Tapi ingat, jangan mencolok. Usahakan pertemuan kita dengannya seperti kebetulan. Kita tidak bisa mengingat kita dengan paksa."


"Kenapa kak?"


"Dia belum siap."


Benar. Aira tidak akan bisa menerima kebenaran itu jika ia dipaksa menerima dalan waktu yang singkat. Mereka harus lebih bersabar untuk membuat ingatan Aira perlahan membaik.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😘


Like, KOMENT, VOTE dan Rate nya jangan lupa dong Say... Biar akoh semangat nulisnya 😉


Give me Like 👍 Please 🤗🤗🤗


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Sembilan🍃...


...🌸Pada malam ke Sembilan, seolah-olah dia beribadah kepada Allah Ta'ala seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2