
Aira sudah berada di kamar hotel milik Elang. Dia baru saja selesai membersihkan diri. Selama lebih dari tiga puluh menit dia berendam di bathtub dengan aroma terapi yang menenangkan. Kejadian hari ini sungguh membuat hati dan pikirannya mengalami banyak hal. Semua yang dilakukan Arka hari ini begitu menyentuh hatinya.
Laki-laki yang dikenalnya selama tiga tahun ini sebagai seseorang yang mempunyai kemauan keras terpatahkan mulai sekarang. Arka hanyalah seseorang yang terbiasa terpenuhi keinginannya, sehingga dia akan selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan sialnya, walaupun dengan pemaksaan sekalipun. Dan ini pernah terjadi pada Aira.
Tiga tahun menjadi tunangannya menjadikan Aira faham betul bagaimana kerasnya watak dan kemauan Arka. Ia tak menyangka jika seorang gadis kecil seperti Naira dapat dengan mudah membuka mata hati Arka agar mau menerima kenyataan bahwa tidak semua yang dia inginkan harus tercapai.
Saat dia mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdryer sambil memastikan apa yang terjadi hari ini bukanlah mimpi, seseorang memeluknya dari belakang. Seketika, Aira tersadar jika dirinya tengah melamun.
"Apa yang membuatmu melamun sayang?" tanya Elang berbisik di telinga Aira sebelum mengecup pipi istrinya.
"Aku... memikirkan kejadian hari ini." jawab Aira gugup.
"Apa ada yang kamu khawatirkan sayang?"
"Tidak. Aku hanya tidak menyangka kejadian ini benar-benar nyata."
"Ini nyata sayang. Kenyataan yang benar-benar indah." ucap Elang sambil membalikkan badan Aira menghadapnya dan memeluknya dengan erat. Diciuminya pucuk kepala Aira.
"Sejak kapan mas merokok?" pertanyaan Aira membuat Elang terpaksa melepaskan pelukannya. Dia mencium tubuhnya sendiri. Dan memang benar dia bau asap rokok.
Setelah ia membiarkan Aira kembali ke kamar mereka terlebih dahulu karena istrinya sudah terlihat lelah, Elang masih harus menemui beberapa temannya yang diundang secara mendadak ke hotelnya. Dan dari sanalah bau asap rokok yang dicium Aira.
Elang sendiri bukanlah seorang perokok. Dia memang pernah merokok dan minum saat tahun pertama kepergian Aira. Dan itu mengakibatkan hal buruk sehingga dia terpaksa menikah dengan Safna. Dia menyesal. Dan dia bertekad tidak akan pernah mengulanginya lagi. Kedua benda itu dulu pernah menghancurkan hidupnya.
"Aku nggak merokok sayang. Tapi teman-temanku. Kamu tahu kan kalau laki-laki sedang pesta pasti mereka merayakannya dengan rokok dan minum. Tapi percayalah aku tidak melakukan keduanya."
Tentu saja Aira percaya. Dia mengenal betul bagaimana laki-laki itu. Dia sangat menyayangi anaknya, jadi dia tidak mungkin membiarkan anaknya terpapar asap rokok yang berbahaya.
"Em. Aku percaya mas. Sebaiknya bersihkan diri dulu. Aku akan menyiapkan baju tidurmu."
Elang beranjak setelah mendaratkan ciuman lembut di pipi kanan Aira yang sukses membuatnya merona. Ini memang bukanlah ciuman pertama mereka. Aira bahkan sering menerima ciuman itu dari Arka. Tapi ia tak pernah merasakan rasa gugup sebelumnya.
Status sebagai seorang istri benar-benar menghadirkan rasa menggelitik yang sulit dijelaskan. Dia berfikir apakah jika Arka yang menjadi suaminya, rasa ini juga muncul?
Aira menghela nafas kasar. Menghentikan diri nya memikirkan hal yang tidak mungkin dan tidak berguna. Ia segera sadar dan segera membuka almari dan menyiapkan baju tidur untuk Elang.
Setelah meletakkan baju itu di atas kasur, dia melanjutkan mengeringkan rambutnya yang masih belum selesai karena terhenti saat Elang datang tadi.
__ADS_1
Suara pintu kamar mandi yang terbuka membuatnya menoleh. Pemandangan di depannya membuatnya merasakan panas menjalar di dalam tubuhnya. Elang hanya memakai handuk putih untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.
Dada bidang Elang yang selalu bisa membuat Aira tenang terpampang jelas di depan mata gadis itu. Dada bidang itu masih sesexi terakhir kali ia melihatnya lima tahun lalu. Tubuh putih Elang dengan bentuk yang sempurna masih setengah basah dengan air yang menetes menuruni leher kekar dari rambut yang masih basah itu. Aira menelan salivanya. Tubuhnya semakin panas. Wajahnya memerah dan dengan segera ia memalingkan wajahnya agar tidak ketahuan.
Tapi itu sia-sia. Elang sudah melihatnya. Laki-laki itu dengan perlahan mendekati sang istri yang memalingkan wajahnya yang memerah dengan gerakan sensual. Dan hal itu sukses membuat aira semakin canggung. Apalagi saat Aira Mengetahui jika Elang berjalan ke arahnya, Aira semakin panik.
"Pa-pakailah bajumu mas. Nanti kamu akan jatuh sakit jika kedinginan." kata Aira dengan menahan rasa gugupnya.
"Kamu kenapa sayang? Kenapa kamu gugup? Dan kenapa wajahmu memerah? Apa kamu sakit?" Elang menempelkan punggung tangannya yang dingin di kening Aira. Mengakibatkan perasaan yang tidak dapat dijelaskan pada Aira. Tangan dingin itu terasa nyaman saat menyentuh kulitnya yang serasa mendidih.
"A-aku Ti-tidak apa-apa mas. Kamu cepatlah pakai bajumu. Itu. Aku sudah menyiapkannya untukmu." Aira menujuk baju Elang yang tertata rapi di atas kasur.
"Baiklah." Elang menghela nafas. Dia juga harus mengendalikan diri. Aroma tubuh Aira telah membangkitkan sesuatu yang sedang mencari huniannya. Dan Elang tidak mau terburu-buru melakukan hal itu. Ia tahu jika Aira masih belum siap. Dia akan melakukannya saat Aira siap nanti.
Elang dengan cepat memakai baju tidurnya disana. Membuat keringat dingin mengalir dari tubuh Aira. Dia tidak berani melihat bahkan melirik sedikitpun ke arah suaminya yang berada tepat di belakangnya.
"Sini mas, aku bantu keringin rambut kamu." Aira meminta suaminya itu untuk duduk di dekatnya sehingga dia bisa mengeringkan rambut laki-laki itu.
Rambut Elang sudah setengah basah setelah digosok dengan handuk. Kemudian, Aira mengeringkan rambut itu dengan hairdryer yang tadi ia pakai. Tidur dengan rambut yang basah tentu tidak akan nyaman.
"Sebaiknya kita tidur sekarang sayang. Sudah larut malam. Kamu pasti lelah." Elang merangkak naik ke tempat tidur. Bersandar pada kepala ranjang dengan bantal di belakang punggungnya.
Elang membelai lembut wajah Aira. Membuat si empunya merasa malu. Sebelum Aira mengajukan protesnya, Elang mengutarakan perasaannya pada istrinya.
"Kamu sangat cantik sayang. Kamu tidak berubah. Manis dan cantik sama seperti dulu. Karakter yang kamu bangun selama ini membuatku semakin terpikat akan pesonamu. Kasih sayang yang kamu sebarkan di sekitarmu membuat siapapun akan merasa beruntung karena telah mengenalmu. Kelembutan yang kamu berikan selalu membuat semua orang di sekitarmu merasa damai. Kamu adalah wanita yang sempurna untukku."
"Tidak ada yang sempurna di dunia ini mas."
"Sempurna itu adalah kepuasan hati sayang. Dan aku, aku sangat puas dengan apa yang ada di dalam dirimu. Segala sifat yang ada pada dirimu membuatku merasa sangat beruntung bisa memilikimu. Hidup denganmu adalah anugerah terindah yang pernah ada sayang."
"Bagaimana jika kecantikan ini hilang suatu saat? Apakah mas tetap akan mencintaiku?"
"Tidak ada alasan untuk tidak mencintaimu sayang. Bukan karena kecantikanmu yang membuatku jatuh cinta padamu, melainkan kecantikan hati yang terpancar dari dirimu. Sedangkan kecantikan fisikmu adalah bonus manis untukku sayang."
"Benarkah?"
"Tentu saja. Kecantikan hatimu tidak akan luntur bukan?"
__ADS_1
"Hem. Kamu memang penggoda yang terbaik mas."
"Aku tidak menggoda sayang. Kamu memang seperti itu di mataku. Sosok tersempurna yang pernah ada." Elang membawa Aira dalam pelukannya.
"Dasar Penjilat."
"Aku bukan penjilat sayang. Tapi jika kamu mau aku jadi penjilat, aku dengan senang hati akan melakukannya untukmu."
"Hah?" Aira tidak mengerti maksud Elang. Sebab saat ini, kata 'penjilat' versi Aira dan Elang sangat jauh berbeda artinya.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Dua puluh sembilan🍃...
...🌸Pada malam ke dua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...