Cinta Gadis Tomboi

Cinta Gadis Tomboi
Bab 72. Ketakutan Arka


__ADS_3

Arka dan Elisya sedang berada di butik. Hari ini, Arka meminta Elisya menemaninya untuk memilih setelan yang akan dia bawa untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan milik rekan bisnisnya. Dan tentu saja Elisya juga akan ikut untuk menemaninya.


"Tolong tunjukkan gaun yang saya pesan kemarin." Arka bicara pada manager butik. beberapa hari yang lalu dia sudah memesankan gaun yang akan dipakai oleh Elisya. Jadi dia ingin memastikan jika gaun yang dia pesan sesuai dengan tunangannya.


Tak lama manager butik datang dengan membawa gaun berwarna ungu muda yang sangat cantik. Banyak permata berwarna senada yang tertata rapi di bagian dadanya.


"Silahkan dicoba nona." Elisya segera masuk ke dalam kamar ganti. Mencoba gaun mewah yang indah itu. Terasa pas di tubuh. Gaun itu nampak semakin indah ketika dipakai Elisya. Kecantikan gaun dan pemakainya tidak terbantahkan. Sepertinya, gaun itu memang diciptakan hanya untuk dipakai Elisya.


"Kamu sangat cantik sayang." puji Arka saat melihat penampilan Elisya saat ini. Elisya hanya tersenyum menanggapi. Ini masih tidak berubah dari Aira. Dia benci keramaian pesta bisnis. Selalu membuatnya muak.


Sudah beberapa kali Arka mengajaknya ke pesta bisnis seperti ini. Arka ingin menunjukkan pada ibunya bahwa Elisya memang pantas bersanding dengan dirinya. Terbukti mereka selalu berhasil menjadi pasangan terfavorit di setiap pesta yang mereka datangi.


"Ya. Gaun ini memang sangat indah." ucap Elisya. memperhatikan kemewahan gaun yang sedang dia pakai. Jika melihat dari bahan dan hiasannya, Elisya memprediksi jika harga gaun itu sebanding dengan gajinya satu tahun sebagai penyanyi kafe.


"Bukan gaunnya yang membuat cantik, tapi gaun itu terlihat cantik karena kamu yang memakai."


"Gombal.!" Elisya mendengus. Tapi wajahnya memerah malu. Dia adalah wanita normal yang akan malu sekaligus senang saat dipuji.


"Tuan Arka benar. Gaun ini semakin indah saat Nona Elisya yang memakainya. Nona sangat cantik." Elisya tersenyum kecut. Apakah kecantikan ini yang membuat hidupnya tidak tenang selama ini? Menjalani hubungan dengan Arka mempunyai banyak rintangan. Hidupnya selama ini tidaklah mudah karena ulah mereka yang berusaha memisahkan Elisya dari Arka.


"Terima kasih."


Elisya kembali ke ruang ganti dan mengganti gaunnya dengan baju yang ia pakai tadi.


"Bagaimana dengan yang ini sayang?" Kini gantian Arka menunjukkan sebuah setelan berwarna hitam yang melekat pas pada tubuhnya pada Elisya.


Elisya mengetuk pelan dagunya saat berfikir. Memindai penampilan Arka sore itu. Arka sama seperti biasa. Setiap apa yang dipakainya akan selalu pas dan sempurna. Entah itu karena pakaian yang mewah atau malah wajah nya yang memang sempurna. Yang pasti keduanya merupakan perpaduan yang sempurna. Tapi entah mengapa kesempurnaan yang sering dia lihat nyatanya tidak mampu membuatnya merasakan perasaan yang aneh saat bersama.


"Sama seperti biasa, Mas Arka selalu kelihatan tampan."


"Apakah itu sebuah pujian sayang?"


"Bisa dianggap begitu."


"Baiklah kalau begitu. Kita akan memakainya lusa. Jangan lupa persiapkan dirimu sayang. Aku akan menjemputmu nanti."


"Ya."


Setelah keluar dari butik, Arka mengajak Elisya berjalan-jalan di taman. Bergandengan tangan seperti pasangan normal yang lainnya. Malam ini Elisya tidak ada jadwal manggung di kafe karena dia sudah izin. Lagipula siapa yang berani melarang Arka membawa Elisya?


Setelah puas berjalan-jalan, mereka duduk berdampingan dengan memakan jagung bakar yang dijual taman itu.


"Malam ini aku sangat bahagia El." Arka mengaitkan jarinya pada jari Elisya.


Mencium tangan itu Berkali-kali. Elisya Sebenarnya merasa tidak enak diperlakukan seperti itu oleh Arka. Namun, jika ia terus menghindar, sampai kapanpun tidak akan ada cinta yang tumbuh di hatinya untuk tuangannya yang sempurna itu.


Walaupun Arka sadar jika gadis di sampingnya tidak begitu nyaman diperlakukan seperti itu olehnya hanya bisa pura-pura tidak mengetahui. Baginya, yang terpenting gadis yang dia cintai dengan segenap jiwa ada di sampingnya. Itu sudah cukup untuknya.

__ADS_1


"Kenapa kamu hanya diam sayang?"


"Aku hanya sedang mencari bintang. Dari sini kenapa tidak pernah ada bintang yang terlihat ya?" malam ini langit cerah. Jika ia berada di pantai ia bisa menikmati indahnya bintang Sepuasnya disana. Tapi, bintang di tengah kota sangatlah tidak mungkin.


"Itu karena bintangnya malu sama kamu sayang. Bahkan kamu lebih cantik dari milyaran bintang yang ada di langit sana."


"Benarkah?"


"Tentu. Kamu sangat cantik sayang. Aku sangat mencintaimu."


'Kecantikan fisik yang kamu maksud suatu saat akan menghilang mas. Dan apakah suatu saat nanti jika kecantikan itu hilang, Akankah masih ada cinta yang tersisa.'


Kenapa kamu melamun sayang?"


"Tidak ada. Hanya memikirkan nasib buruk bintang yang harus menyembunyikan keindahannya." Arka mengelus pipi Elisya yang halus sebelum berusaha mengecupnya. Tapi sebelum berhasil mendaratkan bibirnya disana, sebuah jagung bakar memblokir jalannya.


"Aku ingin merasakan lembutnya pipimu sayang."


"Ini tempat umum. Tidak sopan."


"Jika di dalam kamar?"


"Tidak boleh."


"Karena belum menikah?"


"Ya."


Lagi-lagi Elisya mendesah. Ajakan menikah dari Arka merupakan sebuah ancaman baginya. Entah berapa banyak seorang Nyonya Devina menyewa berapa banyak mata-mata untuknya sehingga wanita itu tahu apa saja yang terjadi diantara dia dan Arka jika bersama. Dan di saat Arka melamarnya, tak lama dari itu, Devina akan mendatangi Elisya untuk memastikan jika gadis itu menolak ajakan menikah dari anak nya.


"Mas Arka, bolehkah aku meminta satu hal darimu?"


"Katakan saja sayang. Aku pasti akan mengabulkannya kecuali memintaku untuk mengakhiri hubungan kita."


Elisya terdiam. Memang itulah yang ingin dia minta. Ia ingin hidupnya damai. Dengan meninggalkannya dan mengikuti kemauan ibunya, laki-laki di depannya akan bahagia.


"Nyonya Devina tak akan memberikan restunya mas. Hubungan ini tidak akan berhasil."


"Aku mohon jangan menyerah Sayang. Kita hadapi bersama. Kita akan berusaha mendapatkan restu dari mommy bersama-sama."


"Nyonya Devina membenciku sampai ke tulang mas. Apa pun yang aku lakukan tidak akan merubah penilaiannya. Aku terlalu hina di matanya."


"Jangan begitu sayang. Bagiku kamu adalah yang paling sempurna." Elisya menegang saat merasakan benda kenyal menempel di keningnya.


Secara tiba-tiba rasa pusing melandanya. Dia seperti pernah mengalami kejadian ini sebelumnya. Kilatan ingatan kembali hadir. Dia pernah mengalami ini sebelumnya. Namun anehnya, rasa yang ditimbulkan sangatlah berbeda dari Apa yang terlintas di pikirannya. Membuat kepalanya serasa berputar. Elisya memegang kepalanya sebelum dia pingsan.


Arka panik. Dia segera mengangkat Elisya ke dalam mobilnya. Melajukan benda itu dengan kencang menuju ke rumah sakit tempat Elisya pernah dirawat.

__ADS_1


Di rumah sakit, Elisya segera mendapatkan perawatan terbaik. Arka Tentu saja menggunakan kekuasaannya untuk melakukannya.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada Elisya dokter?" tanya Arka ketika dia berada di ruang dokter yang menangani Elisya.


"Saya rasa, ingatannya sedikit demi sedikit mulai muncul. Ini sudah lima tahun setelah kejadian itu. Dan baru sekarang hal ini terjadi."


"Apakah ini berbahaya?"


"Selama tidak dipaksakan tidak akan berbahaya. Ini normal sebelum pasien mendapatkan ingatannya seutuhnya"


Arka meninggalkan ruangan dokter dengan ketakutannya sendiri. Dia takut jika suatu hari nanti Elisya sampai mengingat masa lalunya, ia takut gadis itu akan meninggalkannya. Arka tahu jika dirinya belum ada di hati Elisya. Inilah yang membuatnya merasa takut. Arka tahu jika selama ini Elisya masih terjebak dalam masa lalunya yang berhubungan dengan kalung berliontin hati yang pernah ia lihat.


Sudah empat tahun dia mencintai Elisya walaupun hanya bertepuk sebelah tangan. Arka dengan setia menunggu gadisnya membuka pintu hatinya untuk dirinya. Arka sangat mencintai Elisya. Dia tak siap jika Elisya meninggalkan nya. Tidak ada cara lain, dia harus segera membuat Elisya menjadi miliknya seutuhnya. Ya! Hanya itu satu-satunya cara.


*


*


*


Like 👍


Like 👍


Like 👍


Jangan lupa di like ya teman 😉


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ketujuh🍃...


...🌸Pada malam Ketujuh, Seolah-olah ia telah mencapai derajat Nabi Musa AS dan kemenangan Beliau atas Fir'aun dan Haman🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2