
Keadaan Naira sudah jauh lebih baik pagi harinya. Gadis kecil itu sudah sadarkan diri walaupun masih sangat lemas. Naira juga sudah dipindahkan ke kamar inap. Semua keluarganya mengelilinginya. Andra, Amira, Erna dan Andrian duduk di sofa. sedangkan Elang menggenggam erat tangan putrinya yang baru saja sadar. Merasa bahagia dan lega.
Siangnya, Aira juga berkumpul bersama mereka disana. Walaupun Tadi pagi dia sempat syok saat mendengar kebenaran tentang Naira. Namun keadaannya baik-baik saja sehingga diizinkan keluar oleh dokter yang merawatnya. Setelah keluar dari kamar inapnya sendiri, Aira segera menuju ruangan kamar inap Naira. Keponakan kecilnya yang menggemaskan.
"Maafin Onty sayang." Aira saat ini mendapat giliran untuk bersama Naira. dia mengelus punggung tangan Naira yang tidak terpasang selang infus. Sedangkan yang lainnya duduk di sofa di dalam kamar. Sejak ia sadar, alat-alat mengerikan yang terpasang oada tubuhnya perlahan dilepaskan.
Walaupun dalam keadaan yang lemas. Gadis kecil itu memaksakan senyumnya. Dia merasa lega melihat Onty cantiknya tidak apa-apa. Dia juga tidak menanyakan Safna sama sekali. Dia tahu betul apa yang akan terjadi pada Mommynya setelah tindakan jahatnya kemarin.
"Terima kasih. Jika bukan karena Naira, mungkin onty sudah tidak ada."
"Onty jangan sedih. Nai nggak apa-apa kok. Nai kan kuat."
"Iya sayang. Kamu memang keponakan Onty yang paling kuat."
Aira memeluk keponakannya. Dia bersyukur memiliki keponakan yang sangat baik.
***
Arka datang Sore harinya setelah mendapatkan kabar tentang kecelakaan ini. Dia datang bersama dengan Naina. Sedangkan Bunda Fatma tidak mungkin ikut karena mempunyai tanggung jawab terhadap anak panti.
Aira mengajak Arka dan Naina untuk bicara di taman rumah sakit. Banyak hal yang ingin ia sampaikan pada dua orang yang telah berada di sampingnya di saat dia sedang kehilangan ingatannya.
"Jadi, apakah kamu sudah mendapatkan ingatanmu kembali El?" tanya Naina. Naina masih merasa canggung memanggil Aira.
"Iya Nai. Aku ingat semuanya. Aku ingat kejadian sebelum kecelakaan itu terjadi. Elisya Anandita adalah seorang gadis yang aku beri tumpangan sebelum aku berniat untuk pergi ke apartemen kak Jasson dan Kak Jacky."
Flash Back on....
Saat Aira hendak naik motornya, dia melihat seorang gadis yang sedang berjalan sendirian di jalan dekat pantai. Aira berfikir ini sangat bahaya mengingat saat itu sudah sangat larut. Apalagi ini adalah daerah yang sepi. Aira berjalan mendekati gadis itu.
"Mbak." sapa Aira. Gadis bernama Elisya itu menoleh. Diapun tersenyum.
"Mbak sendirian?" Elisya hanya mengangguk.
"Mbak mau kemana?" Aira melihat Elisya menulis sesuatu di tangannya.
Aira membaca tulisan Elisya di telapak tangan gadis itu. Dari tulisannya, Aira tahu jika gadis itu tidak punya tujuan. Kemudian Aira mengajak gadis itu untuk duduk di kursi warung yang kosong. Disana mereka banyak berbicara walaupun hanya lewat tulisan. Karena buku yang biasa digunakan Elisya untuk menulis hilang, sebagai gantinya, tangan gadis itu penuh dengan tulisan.
__ADS_1
"Ah iya mbak kita sudah banyak bicara. Tapi kita belum kenalan. . Perkenalkan. Namaku Aira. Nama mbak siapa?" saat Elisya hendak menuliskan namanya, telapak tangan dan juga lengannya sudah penuh dengan tulisan. Tanpa sadar Elisya mencurahkan isi hatinya pada Aira. Dari ceritanya, Elisya sudah lelah dengan hidupnya dan berniat untuk mengakhiri hidupnya malam itu.
"Disini saja." Aira mengulurkan lengannya. Membiarkan gadis yang mengalami kesulitan komunikasi itu menulis di atas lengannya. Elisya pun menurut dan menuliskan namanya di lengan Aira.
"Nama yang bagus. Baiklah Elisya. Dari pada kamu tidak punya tujuan yang jelas lebih baik kamu ikut aku. Kamu mau kan?" Elisya mengangguk sebagai jawaban.
Aira segera membawa gadis itu menuju tempat dimana motornya terparkir. Keduanya akhirnya meninggalkan pantai menuju apartemen Jasson dan Jacky.
Namun belum lama berjalan. Aira merasakan ada yang salah dengan motornya. Kedua remnya tidak berfungsi dengan baik. Padahal baru minggu kemarin dia membawa motornya untuk perawatan di bengkel bersama dengan Juna dan Wildan. Jadi tidak mungkin rusaknya rem karena kurang perawatan. Dia segera sadar ada yang dengan sengaja merusak rem motornya.
"Sial! Ada yang menginginkan nyawaku El. Pegangan yang erat ya. Maaf aku membawamu dalam bahaya." kata Aira pada Elisya yang ketakutan dibelakangnya. Kecepatan motor yang dikendarai Aira sangat kencang. Dan saat belokan, Aira kehilangan kendali atas motornya.
Dari arah berlawanan, Sebuah mobil juga melaju dengan kencang. Akhirnya kecelakaan itu tidak dapat terhindarkan. Tubuh Aira terpental jatuh ke dalam sungai, sedangkan motor dan tubuh Elisya terlempar ke arah mobil.
Percikan api dari mesin mobil segera menyambar tangki bensin yang bocor. Kebakaran hebat pun terjadi. Kecelakaan itu baru diketahui setengah jam setelah kejadian. Setelah mobil dan motor yang terlibat kecelakaan itu hangus terbakar.
Flash Back off....
"Dan bagaimana dengan ingatanmu di masa lalu. Apakah kamu juga ingat, sayang?" tanya Arka.
"Iya. Aku mengingat semuanya. Aku mengingat mereka semua."
"Tidak. Pernikahan itu tetap akan berlangsung. Bagaimanapun juga. Mas Elang adalah masa laluku."
"Aku senang El." Arka memeluk Aira dengan erat. Takut jika gadis itu meninggalkannya.
Ketika mendengar kabar jika Aira telah mengingat segalanya, ia takut gadis yang sudah tiga tahun menjadi tunangannya itu membatalkan pernikahan mereka yang harusnya berjalan dua minggu lagi. Tapi dia lega setelah mendengar secara langsung keputusan yang diambil Aira.
"Setelah Naira keluar dari rumah sakit. Aku akan kembali ke panti." ucap Elisya.
"Kenapa? Bukankah kamu bahagia tinggal bersama keluargamu?" tanya Naina heran. Lima tahun ini Elisya sangat menunggu moment dimana dia akan dipertemukan dengan keluarganya. Tapi kenapa dia malah ingin pergi?
"Ck. Apa kamu tidak suka jika aku kembali ke panti? Kamu takut jatah makanmu berkurang?"
"Bukan gitu El. Aku hanya heran saja. Seharusnya kamu bahagia karena telah bertemu dengan keluargamu."
Aira mengambil nafas dalam. Mereka memang keluarga. Tapi keluarga macam apa yang tega memanfaatkan keluarganya? Yang tega meminta imbalan karena telah membesarkan nya?
__ADS_1
"Terlalu banyak kenangan pahit disini. Aku lebih merasa nyaman di panti. Setidaknya, di panti semua orang saling menyayangi tanpa niat memanfaatkan."
"Jika itu memang keputusanmu. Kami akan selalu menerimamu dengan senang hati."
Rencana kepulangan Aira kembali ke panti masih menjadi rahasia di antara Aira. Arka dan juga Naina. Aira baru akan memberitahukan kepada semua orang jika Naira sudah keluar dari rumah sakit.
Akibat kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Naira satu minggu yang lalu, rencana pernikahan Aira dan Arka yang sejatinya diadakan satu minggu lagi dengan terpaksa diundur hingga dua bulan lagi. Semua pihak sepakat atas keputusan ini mengingat keadaan Naira yang belum stabil.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Dua puluh🍃...
...🌸Pada malam ke Dua puluh, Allah SWT memberikan padanya pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan Sholihin (orang-orang yang Sholeh)🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...