
Episode terpanjang. 1500 kata. Selamat membaca....
...🐥🐥🐥...
Hari-hari berlalu dengan cepat jika kita bahagia. Bulan-bulan bergantipun seperti berlalu begitu cepat. Sebab, setiap hari yang dilalui selalu berjalan dengan kasih sayang, canda tawa dan juga cinta.
Mencintai bukan hanya soal kebahagiaan. Rasa manis, pahit, asam, gurih, sedap, dan banyak rasa di dunia selalu hadir bersama dengan hadirnya cinta di dalam hati.
Dalam cinta tidak hanya ada bahagia. Kadangkala luka dan patah hati juga kerap menghiasi.
Selama aku menjalani hidup, aku belajar berbagai macam rasa cinta.
Di masa putih abu-abu, aku merasakan cinta sahabat. Di saat keluargaku sendiri enggan memberiku cinta, nyatanya sahabat-sahabatku memberiku begitu banyak cinta. Mereka mencintai tanpa alasan. Cinta mereka mulia, Murni.
Di saar aku merasakah jatuh cinta untuk yang pertama kalinya...
Keberuntungan berpihak padaku. Aku merasakan cinta yang begitu manis yang diberikan oleh seseorang laki-laki tampan yang terpaut tujuh tahun denganku. Seorang CEO dari perusahaan besar yang menjadi idaman setiap wanita.
Aku beruntung memilikinya. Usianya yang lebih dewasa mampu membimbingku, menyemangatiku, menyayangiku, memperhatikanku. Dia selalu berusaha memberiku yang terbaik. Cinta yang diberikan untukku begitu tulus. Dengan penampilanku yang jauh dari kata cantik dan elegan seperti kebanyakam gadis lainnya. Dia menerimaku apa adanya tanpa berniat membuatku jadi peribadi yang lain. Dialah Cinta Sejati.
Cinta yang lain juga pernah aku rasakan. Cinta yang aku dapatkan dari seorang Arkana Prabu Al-Barak kadang menyiksaku. Tidak dipungkiri jika dia memang laki-laki tampan, baik hati, kaya raya dan juga baik. Bisa dikatakan jika ia mendekati sosok laki-laki yang sempurna.
Tapi Cinta datang tanpa diduga. Juga tanpa diminta. Cinta datang pada siapa yang dia kehendaki. Kata orang cinta itu buta. Aku rasa itu benar. Dan aku pun merasakannya. Dengan semua pesona yang dimiliki nyatanya tidak bisa membuatku mencintainya. Pesonanya tidak mampu membuatku jatuh cinta.
Seseorang yang jatuh cinta kadang tidak bisa mengendalikan diri. Rela menjadi seperti orang lain demi orang yang dicintai. Tapi ingatlah bahwa jika seseorang memang benar-benar mencintai kita, dia tidak akan merubah jati diri kita yang sebenarnya.
Arka sering memintaku merubah penampilan, merubah kepribadian, memeperhalus sikap. Dia ingin aku menjadi sempurna seperti yang ia inginkan. Dan dengan sangat terpaksa, aku memberinya title Cinta Obsesi...
Namun aku salut pada Arka, dia berhasil mencapai tahta tertinggi dalam hal mencintai. Merelakan. Seuatu yang mudah diucapkan namun sagat sulit dilakukan. Merelakan orang yang dicintai untuk hidup bahagia dengan orang lain adalah hal yang sulit dilakukan. Namun Arka, dengan bantuan kecil dari Naira mampu menghadapi hal itu.
Terlepas dari itu semua, ada satu yang paling indah yang pernah ada. Buah Cinta.
Ghana Dirgantara Mahes dan
Geovan Dirgantara Mahes
Bayi-bayi mungil tampan yang bersembunyi selama sembilan bulan diperutku. Yang akhirnya aku lahirkan dengan mempertaruhkan nyawaku. Rasa sakit yang teramat harus aku rasakan. Namun, seketika rasa sakit itu hilang ketika mendengar suara tangisan mereka untuk yang pertama kali.
Aku bahagia, bayi kecil buah cintaku dan Mas Elang, suamiku lahir selamat tiga hari yang lalu.
Kehadiran bayi-bayi itu membawa kabahagiaan untuk kami semua. Semua orang bahagia menyambut mereka. Selamat datang di dunia yang penuh cinta ini putra-putraku.
“Duh gantengnya ponakan uncle.” Kulihat Ridwan mengelus lembut pipi kedua putraku bergantian.
“Cepatlah laku Rid. Sebelum putra-putraku tumbuh dewasa dan merebut pamormu.” Kataku. Ku dengar Ridwan berdecak. Walaupun cintanya pada Laila layu sebelum mekar namun aku salut padanya, dia dapat menghadapi semua dengan baik. Dia juga tidak kembali menjadi cassanova. Diam-diam kuucapkan terima kasih padamu Laila. Meski tidak bisa bersamamu, karenamulah Ridwan berubah.
“Tenang saja Ra. Jika itu sampai terjadi, aku akan dengan senang hati mengalah.” Semua tertawa mendengarnya. Ridwan sudah benar-benar move on sekarang. Semoga lekas mendapatkan penggantinya.
“Ini cara bedainnya gimana Ra?” tanya Mikaila yang menggendong salah satu bayiku. Wildan berdiri di samping Mikaila. Hubungan mereka baik-baik saja. Dan Tahun depan mereka akan menikah.
“Ghana ada tah* lalatnya di ujung hidung, kalau Geo ta*i lalatnya di bawah mata sebelah kanan.” Jawabku.
__ADS_1
“Berarti yang ini Ghana. Wah tampannya. Kalau mereka sudah tumbuh agak gedean kamu mesti hati-hati Ra. Bakal banyak fans nya mereka.” Kata Mikaila. Aku hanya tersenyum. Sekarang saja mereka sudah jadi idola.
“Mereka kelihatan sangat tampan Ra. Matanya mirip sama Kak Elang. Trus hidungnya ini mirip kamu. Dan yang Geo dagunya mirip kamu Ra. Belah tengah. Kalau Ghana lancip kayak punya kak Elang.” Kata Melati yang menganalisis perbedaan dua bayi kembarku.
“Tenang sayang. Bayi kita juga akan menawan. Kayak aku.” Kata Juna yang kala itu menggendong Geo.
“Bayi kita perempuan Mas. Dia pasti mirip aku.” Melati tidak terima.
“Bisa aja kan cewek tapi mirip aku.”
“Enggak. Enak aja mirip kamu. Pasti mirip aku. Yang bawa kemana-mana kan aku. Masak iya aku Cuma buat numpang.” Kulihat Melati yang cemberut. Aku semang melihat perdebatan unfaedah pasangan itu. Pasangan yang dulu sangat ingin aku persatukan Akhirnya aku dapat melihat mereka bersatu.
“Bukan begitu maksudku sayang. Lihat Geo dan Ghana aja cowok. Tapi mereka juga ada mirip-miripnya dengan Aira kan.”
“Benar juga. Jadi nanti putri kita akan mirip kita berdua ya?”
“Hem.” Juna hanya mengangguk. Ia terlihat lega dapat meluluhkan kemarahan Melati yang siap meledak.
Tak lama setelah kepergian Para Pensiunan Berandal Sekolan, permata hatiku datang. Aku sangat merindukannya. Putri kakakku yng sudah ku anggao putriku sendiri. Naira datang bersama dengan Mami, papi dan kak Safna.
“Bunda kangen sayang.” Naira menghambur memelukku. Baru juga satu hari tidak bertemu, tapi rasanya aku sangat merindukan gadis cilik itu.
“Nai juga kangen Bunda. Tapi bunda harus banyak istirahat. Jadi Nai nggak mau ganggu Bunda.”
“Siapa yang bilang kamu ganggu sayang? Kamu nggak ganggu sama sekali. Bunda bahkan senang jika Nai bisa nemenin bunda. Tapi sayang, ini rumah sakit. Nai tidak boleh lama-lama disini.”
“Adeknya kapan bisa dibawa lulang Bunda? Aku pengen terus sama-sama mereka. Aku akan jadi kakak yang terbaik untuk mereka.”
Kulihat keluargaku. Papi, mami dan Kak Safna. Aku senang saat ini aku mendapatkan kasih sayang semua keluargaku tanpa menjadi bayang-bayang siapapun.
Sore hari barulah orang yang paling aku ingin lihat datang. Suamiku memang orang yang sibuk. Aku menyadari besarnya tanggung jawab yang ia pikul selama ini. Jadi aku sebagai istti hanya bisa mendampingi, mendukung dan mendo’akan.
Kusambut suamiku dengan senyuman termanisku. Dia baru menemuiku setelah membersihkan diri di dalam kamar mandi. Kebersihan sangatlah utama. Apalagi untuk ibu yang baru melahirkan sepertiku dan juga bayi baru lahir seperti kedua jagoanku.
Tubuh itu mendekap tubuhku erat. Meluapkan rasa rindu yang aku yakin juga dirasakannya. Katakanlah jika kami bucin. Memang itulah yang kami alami saat ini. Setelah puas memelukku, dia mencium keningku, kemudian kedua pipiku, kedua kelopak mataku, hidungku, dan berakhir lama di bibirku. Kami sungguh tak punya malu sekarang. Di dalan kamar yang kami tempati untuk melepas rindu ini bahkan ada mama mertua kesayanganku yang memandang kami dengan gelengan kepala.
“Kalian ini. Kayak nggak ketemu berapa minggu aja. Udah main sosor-sosor aja.” Komentarnya setelah kami selesali dengan reuni kami.
“Maaf Ma. Kami lupa jika mama nggak ada pasangannya disini.” Goda suamiku sambil terkekeh dan mengambil salah satu bayi kami yang ada di dalam boks bayi.
“Cih pamer. Mama mau pulang. Mama juga mau buat adek buat kamu.” Pamit Mama mertuaku yang sedikit tersengar absudr. Jika aku jarang bertemu mereka mu gkin akan heran dengan kemesraan mereka yang tetap terjaga sampai usia senja. Namun merekalah panutanku untuk rumah tanggaku yang kujalani dengan putra semata wayang mereka.
Setelah mama pergi, tingallah aku, mas Elang dan juga si kembar. Mas Elang meletakkan Geo yang tadi dia gendong. Kemudian dia naik ke atas ranjang. Kebiasaanya yang hsudah menjadi rahasia umum. Bahkan iat telah memesan jauh-jauh hari brangkar yang lebar yang akan mempu menampung kami berdua.
Kusandarkan kepalaku di dada bidangnya. Menghirup aroma musk segar yang selalu menenangkan. Ia pun mengelus kepalaku.
“Bagaimana harimu hari ini sayang? Si kembar tidak nakal kan?” tanyanya. Aku menggeleng sambil menahan tawa. Aku ingat setiap kali ia berangkat. Alih-alih memberikan kalimat pamit yang indah dan menyentuh hati pada keda buah cinta kami yang masih bayi, ia malah memilih mengancam kedua anaknya, “Jangan buat Bunda repot ya. Kalau kalian berani buat bunda repot, siap-siap aja berhadapan langsung dengan Daddy.”
Dan kalimat pamit yang berupa ancaman itu berhasil membuat seorang perawat yang mendengarnya sakit perut akibat menaham tawa terlalu lama.
“Terima kasih telah hadir di hidupku sayang. Hadirmu membuat hidupku semakin berwarna. Hidupku bahagia.”
__ADS_1
“Aku juga mas. Aku bahagia bisa bersamamu.”
“Aku puasanya sampai kapan sayang?”
“Belum juga seminggu udah tanya mas. Dasar.”
“Aku kan Cuma tanya.”
“Masih mas. Di bawah sana juga masih sakit.” Aku menunjuk jalan kedua putraku dengan dagu. Aku tidak bohong. Disana masih sakit.
“Kalau yang sini tidak sakit kan?” tanpa aku tahu bagian mana yang dimaksud. Penyerangan sudah berlangsung.
Bibir kami saling bertautan. Hingga terdengar...
Oek...
Oek....
Oek....
Kami panik. Mas Elang langsung turun dan mengangkat Geo dan memeberikannya padaku. Sedangkan Daddy siaga itu menggendong Ghana.
Akhirnya semua kembali tenang. Geo aku susui, sedangkan Ghana digendong mas Elang sambil di beri Asi yang diletakkan di dalam botol. Untung saja Asiku keluar banyak. Jadi cukup untuk kedua bayi kembarku.
Yah....
Selamat datang di kehidupan menjadi orang tua. Suka duka mari kita lewati bersama dalam cinta suci di antara kita.
Keluarga kecilku yang bahagia....
Naira, Ghana dan Geo Kalian lah permata hati.....
The End.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🍁🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1