
Promosi yang dilakukan oleh Aira dengan menggunakan Mikaila dan Roki sebagai bintang iklan untuk perumahan yang sedang dikerjakan perusahaan Raharja Grup sukses besar. Dalam jangka waktu satu bulan, perumahan yang berjumlah seratus unit lebih itu akhirnya ludes dipesan.
Saham Raharja Grup juga melonjak tinggi melebihi sebelumnya. Nama Aira Salsabila Raharja mendadak mencuat menjadi pebisnis pendatang baru berbakat. Nama Aira menjadi terkenal di kalangan para pebisnis di ibu kota. Banyak perusahaan yang datang untuk mengajukan kerjasama dengannya.
Hal ini membuatnya semakin sibuk dan mulai bosan. Dunia bisnis bukanlah dunia yang menjadi impiannya. Dia tidak suka ditekan dan berfikir serius. Dia ingin kembali ke dunianya yang damai dan santai. Berfikir tentang hidupnya yang tenang, Aira memutuskan untuk kembali.
Hari ini, Aira memutuskan untuk membicarakan tentang niatnya pada Andra. Laki-laki itu juga sudah kembali bekerja di kantor dua Minggu yang lalu. Beliau sudah sembuh.
“Pi, ada yang ingin aku sampaikan.” Aira menghampiri Andra yang sedang meminum kopinya di balkon rumah mereka.
“Ada apa sayang?”
Aira duduk di kursi yang berhadapan dengan Andra. Meremas kedua tangannya untuk menguatkan diri. Sebenarnya dia tidak tega jika harus membiarkan papinya sendirian di perusahaan. Tapi, dia sudah muak dengan dunia bisnis yang oenuh intrik dan mulut berbisa yang penuh dengan tipu daya.
“Ada apa hem?” tanya Andra sekali lagi. Dia melihat dengan betul wajah cemas putri bungsunya.
“Aira ingin berhenti dari perusahaan. Perusahaan juga sudah stabil. Aku yakin Papi bisa menyelesaikan semuanya dari sekarang.”
Andra terdiam. Dia kaget mendengar niat yang diutarakan Aira. Ia kira jika Aira merasa senang. Bisa bekerja di perusahaan. Aira mempunyai bakat yang luar biasa di bidang ini. Tapi kenapa anaknya malah berniat untuk berhenti?
“Kenapa sayang?”
“Aira merasa tidak cocok. Aira lebih suka hidup yang damai.”
Kini Andra mengerti alasan dari anak bungsunya. Dia menghela nafas. Memikirkan solusi yang terbaik untuk semua ini. Jika Aira pergi dengan tiba-tiba, bisa saja kondisi perusahaan akan kembali down.
Andra meraih tangan Aira yang dia remas dari tadi. “Papi mohon bertahanlah sebentar lagi sayang. Setidaknya sampai pernikahanmu. Setelah itu, papi akan tenang jika menyerahkan perusahaan ini pada nak Arka.”
Aira diam.
“Jika kamu tiba-tiba keluar, papi takut keadaan perusahaan akan kembali down. Kamu tahu sendiri kan apa yang membuat para investor itu kembali tertarik pada kita?” Aira mencerna alasan Andra yang berusaha mempertahankannya. “Itu karena kamu sayang. Mereka tertarik dengan cara kerjamu. Jika kamu berhenti, bisa saja mereka juga akan melakukan hal yang sama. Jadi, papi mohon bertahanlah sebentar lagi ya.”
“Baiklah Pi.” Ya. Aira akan mengalah sekarang. Apa yang diucapkan Andra juga benar. Baiklah, hanya menunggu waktu dua bulan lagi sebelum pernikahan antara dirinya dan Arka akan dilangsungkan. Persiapan pernikahan juga sudah hampir selesai. Tinggal menunggu hari H. Dan tentu saja kesiapan Aira sebagai mempelai wanita.
... 🍄🍄🍄...
Siang ini, Elang mendapatkan tamu yang sangat tidak dia harapkan. dia adalah Fans Raimond. Yang baru terungkap sebagai ayah biologis dari Naira. Frans datang untuk menyerahkan hak asuh Naira padanya.
“Kenapa baru sekarang kau datang?” tanya Elang dengan sinis.
“Aku tidak mungkin menemui putriku Naira jika masih ada Safna. Dia tidak akan membiarkannya.”
__ADS_1
“Huh! Masih berani kau menyebutnya putrimu? Yang harus kau ingat, Naira adalah putriku. Kau tidak berhak atas dirinya.”
“Yang perlu anda ingat adalah, Darahkulah yang mengalir dalam darahnya. Bukan darah Anda.”
“Darahmu hanya sebagian kecil dari seluruh darah yang mengalir ditubuh Naira. Dan yang terpenting adalah bahwa hubungan ayah dan anak antara kalian berdua telah terputus sejak kau datang bersama Safna untuk memintaku mempertanggungjawabkan perbuatan yang tidak pernah aku lakukan. Dan harus kau camkan dalam hatimu adalah bahwa kau sendirilah yang telah menyerahkan anakmu padaku.” Kata Elang penuh penekanan di setiap kalimatnya.
“Meskipun begitu, Naira adalah darah daging saya. Saya bisa menuntut anda jika anda tidak memberikan Naira pada saya.”
Elang terkekeh mendengarnya. “Anda mengancam saya?”
“Ya. Dan saya pastikan hak asuh atas Naira akan ada di tangan saya karena saya adalah ayah kandungnya.” Kata Frans yakin.
“Heh!” bibir Elang berkedut mendengarnya. Merasa lucu mendengar orang lain meyatakan diri bahwa dialah ayah kandungnya.
“Jika kau merasa jika kaulah ayah kandung dari anak yang diahirkan oleh Safna, kenapa lima tahun yang lalu kau datang padaku dengan Safna yang sedang mengandung anakmu untuk membantunya mendapatkan status sebagai istriku? Kenapa tidak kau nikahi sendiri dia sehingga Naira tidak pernah jadi anakku?”
Frans menunduk dalam. Dia sangat menyesali perbuatannya lima tahun lalu. Tapi ia juga tidak bisa mengembalikan waktu.
“Saya terpaksa. Safna mengancam saya.”
“Cih! Kau takut dengan ancaman Safna? Dasar pengecut!”
“Safna mengancam akan menggugurkan kandungannya jika saya membuka mulut waktu itu.”
“Maafkan saya.”
“Tidak ada gunanya kata maaf anda. Jika anda minta waktu untuk menemui Naira, saya mengizinkan. Tapi jika meminta hak asuk atasnya. Jangan berharap sejauh itu.”
“Tapi dia anak saya.”
“Dia anakmu jika kau tidak datang padaku untuk menyerahkannya padaku lima tahun lalu. Dan sekarang Naira adalah anakku. Bukan anakmu.” Elang berdiri dari kursi kebesarannya, mengambil salinan hak asuh Aira dan melemparkannya ke hadapan Frans.
“Silahkan anda baca. Saya yakin anda tidak bodoh untuk mengerti maksud dari surat itu.”
Frans membaca dengan teliti surat hak asuh itu. Elang Bahkan telah mendapatkannya dengan paten sehingga tidak ada yang bisa mengganggu gugat hak asuh atas Naira.
“Bagaimana anda melakukan ini?”
“Tentu saja dengan semua jejak yang anda tinggalkan sebagai bukti bahwa anda sebagai ayah biologisnya telah menyerahkan bayi yang masih dalam kandungan Safna kepada saya. Juga kasus penipuan yang anda lakukan dengan Safna. Harusnya anda merasa beruntung saya tidak membawa perkara penipuan ini lebih jauh. Tapi, jika anda berani melakukan hal yang mengganggu ketenangan keluarga saya, bisa saja pastikan anda akan mendekam di dalam penjara dalam waktu yang lama. Seperti Safna dengan kekasih gelapnya tentu saja.”
"Saya benar-benar minta maaf tuan, tapi saya benar-benar terpaksa melakukannya. Saya sangat mencintai Safna dan anak kami. Tapi dia mengancam akan bunuh diri saat itu. Saya tidak punya pilihan lain selain menurutinya."
__ADS_1
"Dasar pengecut!"
"Saya memang pengecut tuan. Tapi bolehkah saya bertemu dengan Nara?"
"Tentu saja. Tapi dengan syarat kamu tidak boleh mengatakan jika kamulah ayah kandungnya."
"Tentu saja Tuan. Saya juga tidak mau putri saya mempunyai pemikiran yang buruk mengenai dirinya."
"Baiklah. Jika kamu memang mau menemui Naira, harus dengan persetujuanku."
"Baik Tuan. Terima kasih."
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😍
Like, VOTE, rate dan komentar nya akoh tunggu...🤗
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya
...***...
...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...
...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...
...🍃Malam Ke Dua puluh tujuh🍃...
...🌸Pada malam ke dua puluh tujuh, ia akan dapat melewati Shirothol Mustaqim pada hari kiamat dengan kecepatan bagaikan kilat yang menyambar🌸...
...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...